25 - 29 November 2024
Ekonomi Kawasan Eropa Goyah, Mata Uang Euro Terancam Sentuh Angka Parity
Risiko tersebut meningkat seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap prospek ekonomi zona euro yang terus memburuk. Laporan di hari Jumat menunjukkan data PMI zona Euro di bulan November berada jauh di bawah ekspektasi sehingga membuat Euro turun ke level terendah dalam 2 tahun terakhir, di $1.0336.
Kekhawatiran pun semakin kuat karena investor melihat tarif perdagangan yang diusung presiden AS terpilih Donald Trump berpotensi merusak ekonomi zona Euro yang berorientasi ekspor, serta meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Semua hal tersebut menjadi berita buruk bagi Euro yang sudah kehilangan hampir 8% nilainya terhadap dolar dalam 2 bulan terakhir.
EBC kemungkinan di bawah tekanan untuk menurunkan suku bunga 50 bps di bulan Desember. Saat ini pasar memperkirakan peluang 62% untuk penurunan 50 bps di bulan Desember, dilanjutkan dengan 150 bps lainnya yang akan terjadi di akhir 2025 menurut data LSEG & Analytics. Hal ini tentunya akan membuat perbedaan yang tajam dibanding ekspektasi Federal Reserve di mana pasar hanya mengantisipasi penurunan suku bunga 75 bps di akhir 2025.
Euro Pernah Di bawah Parity Saat Rusia Menginvasi Ukraina di 2022!
Mata uang Euro pernah turun di bawah paritas saat Rusia pertama kali menginvasi Ukraina di tahun 2022, dan harga energi melonjak lebih tinggi. Dolar AS menguat dikarenakan permintaan safe haven meningkat dan ekspektasi kenaikan suku bunga dari Federal Reserve di saat itu.
Adanya perbedaan suku bunga yang cukup kuat (dan jika terus melebar) akan membuat sulit bagi Euro untuk bertahan. Kemenangan Trump di pemilu 2024 turut meningkatkan ekspektasi bahwa ECB akan menurunkan suku bunga lebih agresif dibandingkan Fed, terutama jika tarif yang diusung Trump menghantam pertumbuhan. Di saat yang sama, tarif dan stimulus fiskal diperkirakan akan mendorong inflasi AS sehingga the Fed diperkirakan akan lebih berhati-hati dalam mengurangi biaya pinjaman.
Deutsche Bank melihat potensi bagi Euro untuk turun ke 1.00 versus dolar karena pasar mulai memperhitungkan risiko-risiko dari kepemimpinan Trump. Sementara ING menilai prospek pertumbuhan yang lemah dan eskalasi perang Ukraina-Rusia minggu lalu membuka fakta bahwa Euro tidak terlalu murah. Rabobank memperkirakan Euro akan mencapai paritas ($1.00) di pertengahan tahun depan, bertepatan dengan penerapan tarif perdagangan AS.
Di sisi lain ekonomi Eropa tidak dalam kondisi baik, tapi tidak kontraksi. Sedangkan ekonomi AS melambat sehingga belum tentu tercapai, tapi tetap merupakan risiko yang bisa terjadi.
AGENDA DATA EKONOMI
Notulen FOMC November
Dalam keputusan 7 November yang lalu, Fed lanjutkan penurunan suku bunga lebih rendah, 25 bps setelah pemotongan yang agresif di bulan September. Namun di pertemuan tersebut FOMC tampaknya menarik kembali keyakinan dovish dengan pengumuman kebijakan bulan ini. Powell menegaskan kembali bahwa prioritas utama adalah memastikan target inflasi 2%. Trader akan mencermati notulen dari pertemuan November. Jika notulen menunjukkan bank sentral berubah pikiran, imbal hasil obligasi berpeluang melonjak dan membuat saham khawatir, dan mendorong dolar sehingga emas berpotensi turun.
FOMC Meeting Minutes
27 Nov 2024
Jam 02.00 WIB
US GDP
27 Nov 2024
Jam 20.30 WIB
US Core PCE
27 Nov 2024
Jam 20.30 WIB
EUR CPI
29 Nov 2024
Jam 17.00 WIB
Pertumbuhan Solid, Investor Pantau Inflasi Favorit Fed
Satu-satunya yang membedakan ekonomi AS dengan Inggris maupun zona Euro adalah laju pertumbuhan ekonomi AS yang masih relatif solid. Meski demikian, data minggu depan diharapkan menunjukkan angka yang relatif melemah meskipun ekonomi tetap positif.
Trader menantikan laporan inflasi yang lebih disukai Fed minggu depan. Menyusul laporan CPI dan PPI yang panas bulan ini, rilis PCE menjadi sorotan. PCE tersebut menggabungkan CPI dan PPI di mana data saat ini menunjukkan kenaikan 0.3% m/m. Supaya inflasi bisa mencapai target 2% y/y, maka kenaikan bulanan harus bisa di kisaran 0.17%. Jadi, data di 0.3% akan dianggap masih terlalu tinggi sehingga Fed tidak akan nyaman.
Inflasi Kawasan Euro Indikasi Kebijakan ECB
Data inflasi yang akan dirilis di hari Jumat akan menjadi rilis data penting lainnya setelah memburuknya data PMI yang dirilis minggu lalu. Inflasi kemungkinan naik, terutama jika dibandingkan dengan angka rendah tahun lalu. Data PMI dan risiko geopolitik tidak diragukan akan memiliki dampak serius ke depannya bagi zona ini.
Jika inflasi menunjukkan rebound yang lebih tajam, Euro berpeluang naik karena spekulasi penurunan suku bunga ECB akan mereda. Saat ini pasar memperhitungkan probabilitas 82% untuk penurunan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, dilanjutkan 86 bps di tahun depan.
Bullish Emas Hadapi Tantangan Data Ekonomi dan Geopolitik
Minggu depan kemungkinan akan menjadi sesi perdagangan yang lebih ringkas bagi AS karena perayaan Thanksgiving di 28 dan 29 November. Ini berarti volatilitas akan relatif lebih melebar di 3 hari pertama minggu depan, dan sisanya akan relatif bergantung zona lain karena AS tutup lebih cepat.
Meski demikian tantangan utama adalah data ekonomi yang akan dirilis dari AS, yaitu GDP, Durable Goods dan PCE. Singkatnya Fed butuh keyakinan bahwa inflasi terus mendingin, dan ekonomi menunjukkan tanda-tanda yang melambat sehingga punya cukup alasan untuk tetap di jalur dovish hingga akhir tahun.
Secara teknis peluang bullish cukup kuat dilihat dari posisi candle pada grafik Weekly yang ditutup bullish, dan 2 candle terakhir membentuk formasi bullish engulfing, yang berarti kenaikan yang relatif kuat. Meski demikian kenaikan tidak akan mudah karena resistance daily di 2714 dan juga potensi profit taking yang bisa membayangi karena kenaikan di 6 hari beruntun. Support psikologis 2600 diharapkan tetap kuat, sementara bullish butuh naik di atas 2750 untuk melanjutkan.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Strong Bullish
(R) : 2715, 2750, 2790
(S) : 2668, 2630, 2593
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Strong Bullish
(R) : 72.70, 74.82, 78.44
(S) : 69.36, 66.83, 63.00
Risiko Geopolitik Peluang Dorong Harga Tembus $72!
Geopolitik kembali mendorong harga minyak naik di minggu lalu. Tapi para trader cenderung kembali fokus pada kondisi fundamental seiring akan berakhirnya November, dan OPEC+ akan melakukan pertemuan di 1 Desember. IAEA mengeluarkan resolusi yang mendesak Iran untuk meningkatkan kerja sama dengan komunitas nuklir global dan meminta penilaian komprehensif terhadap persenjataannya, tapi Iran menolak, meskipun di sisi lain berjanji untuk membatasi stok uraniumnya.
Harga minyak berhasil ditutup naik di level 71.15 di hari Jumat, menandai kenaikan dalam 5 hari beruntun minggu lalu, meskipun bullish masih memiliki tantangan di zona 72-73. Weekly candle ditutup bullish dan 2 candle terakhir bisa dikategorikan sebagai pola Bullish Engulfing yang mendukung kenaikan lebih lanjut. Jika level 72-73 berhasil ditembus, maka jalur kenaikan lebih mudah untuk berlanjut dan melirik zona 75 atau bahkan jauh lebih tinggi di 78. Tentunya akan lebih mudah jika didukung oleh geopolitik. Sebaliknya, peluang turun cepat bisa terjadi jika geopolitik mereda minggu depan, dan support area 65-66 akan menjadi area paling mudah untuk disentuh.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
Penguatan dolar sepertinya masih tetap dominan, didukung oleh ekspektasi kebijakan Trump yang mendukung pertumbuhan ekonomi, juga statusnya sebagai safe haven. Sementara kawasan lain memang cenderung tertekan karena minimnya data ekonomi yang kuat. Secara teknis, mata uang lain cenderung menunjukkan peluang penurunan lanjutan dan melemah dibanding dolar.
EURUSD
Tekanan Potensi Berlanjut!
Weekly candle ditutup bearish dan penembusan 1.05000 membuat euro terancam lanjut turun. Bahkan jika 1.02260 ditembus, peluang 1.00000 akan jauh lebih terbuka. Jika data ekonomi lemah, maka peluang tersebut bisa terjadi minggu depan. Di sisi lain, kenaikan perlu tembus 1.06000 untuk meminimalisir tekanan.
Resistance : 1.06380, 1.09356, 1.10400
Support : 1.03670, 1.02260, 0.99510
Outlook : Bearish
GBPUSD
Waspada 1.24700!
Weekly candle ditutup bearish dan ancaman tekanan turun semakin kuat mengingat Inggris minim data ekonomi minggu depan. Waspada penembusan di bawah 1.24700! Hal ini membuka peluang untuk penurunan lanjutan dan zona 1.22900 mungkin target berikutnya. Sebaliknya, resistance 1.27100 dibutuhkan untuk mengurangi tekanan turun.
Resistance : 1.27082, 1.28280, 1.30600
Support : 1.25177, 1.24790, 1.22984
Outlook : Bearish
USDJPY
Awas, Sideway Trap!
Candle weekly ditutup spinning tops sehingga peluang bullish dan bearish berimbang. Namun minimnya upaya Jepang mengatasi pelemahan Yen akan membuat penguatan juga relatif terbatas. Waspada resistance 156.600 dan US Treasury Yield bisa menjadi acuan untuk arah berikutnya.
Resistance : 156.662, 160.200, 161.940
Support : 153.400, 150.755, 148.114
Outlook : Limited Bullish
INDEKS USD
Status Safe Haven untungkan Dolar
Weekly candle kembali bullish sehingga peluang kenaikan sepertinya masih cenderung dominan. Terlebih jika status geopolitik masih membayangi, maka safe haven juga mendukung penguatan dolar. Meski demikian data ekonomi juga akan menjadi jawaban, apalagi jika data menekan imbal hasil Treasury sehingga dolar juga berpeluang turun.
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
Tekanan lebih besar mungkin dirasakan Hang Seng karena sampai saat ini belum bisa mengurangi kekecewaan pasar terhadap stimulus fiskal China yang kurang besar. Sebaliknya Nikkei mungkin masih bisa naik jika Nasdaq membuka peluang untuk naik lebih tinggi karena sama-sama mendukung sektor teknologi. Sementara data ekonomi akan menjadi jawaban sebelum memasuki bulan Desember.
NIKKEI
Tekanan Membayangi
Candle Weekly ditutup bullish, tapi bearish engulfing minggu sebelumnya kemungkinan masih membayangi sehingga kenaikan diperkirakan terbatas. Selama tidak tembus 39000, maka peluang turun akan lebih dominan. Double Top daily juga masih berpeluang, tapi butuh konfirmasi tembus neckline 37400.
Resistance : 38845, 39215, 39500
Support : 38000, 37660, 37415
Outlook : Limited Bullish
HANG SENG
Ancaman Bearish Berlanjut
Candle Weekly kembali ditutup bearish dan sepertinya tekanan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Meski demikian penurunan minggu lalu relatif lebih kecil dibanding minggu sebelumnya sehingga bisa saja menandakan berkurangnya intensitas tekanan. Waspada zona 18500 yang bisa menjadi support psikologis! Jika tidak ditembus, peluang rebound mungkin perlahan bisa muncul di zona tersebut, meski terbatas.
Resistance : 19700, 20280, 20550
Support : 19000, 18500, 18220
Outlook : Bearish
NASDAQ
Tekanan Membayangi
Meski secara umum Wall Street berhasil rebound di hari Jumat, tapi kenaikan Nasdaq sepertinya kurang meyakinkan setelah ditutup di bawah 21000. Ini berarti dampak tekanan masih bisa membayangi, terutama jika kembali turun di bawah 20400. Resistance 21000 wajib tembus untuk naik tinggi
Resistance : 21000, 21300, 21980
Support : 20500, 20300, 19851
Outlook : Limited Bullish
DOW JONES
Butuh Pemicu Cetak Rekor Tertinggi Baru!
Candle weekly ditutup bullish, tapi ancaman penurunan juga tetap berpeluang, terutama jika harga gagal tembus 44620. Pemicu kemungkinan bisa didapat dari data ekonomi yang akan dirilis minggu depan. Jika mendukung, maka potensi rekor tertinggi baru cukup terbuka. Sebaliknya, jika data terlalu lemah, maka memunculkan kekhawatiran dan berdampak negatif untuk saham.
Outlook :Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.