Weekly Newsletter Ed. 260

Published on 06/15/2025


16 - 20 Juni 2025


Tidak Terkejut dengan Perang, Investor Lebih Khawatir dengan Dengan Faktor Lain!

Saham AS anjlok pasca laporan serangan Israel ke Iran menewaskan pejabat militer senior dan ilmuwan nuklir, dan merusak fasilitas pengayaan uranium.

Meski demikian, Wall Street sebenarnya sempat pulih. Tapi sayang hal itu terhalang oleh berita pembalasan dari Iran. S&P 500 ditutup turun 1.1% di level 5.976,97, mendekati level terendah di sesi tersebut. Sekaligus juga menandakan persentase penurunan harian terbesar indeks S&P500 sejak 21 Mei, menurut data dari Dow Jones Market Data.

Di sisi lain, beberapa mengatakan terkejut karena eskalasi terbaru antara 2 rival regional tersebut tidak memicu aksi jual saham yang lebih besar.

Beberapa pihak menilai bahwa aksi jual di hari Jumat tidak lebih kuat karena investor yang sudah memperkirakan serangan Israel akan terjadi. Hal ini ditandai dari komentar Presiden Trump di awal minggu bahwa AS akan mengevakuasi sejumlah personel dari Timur Tengah, yang menandakan serangan sedang direncanakan.

Berikut hal yang menjadi concern selanjutnya. Deadline tarif yang mulai mendekati 9 Juli, akhir dari jeda 90 hari tarif Trump, RUU anggaran Trump yang mandek di Kongres, dan inflasi bisa saja mulai naik kembali jika ketegangan Israel dan Iran meningkat lebih lanjut sehingga menyebabkan kenaikan harga minyak yang berkelanjutan, dan akhirnya membenarkan Fed untuk menahan suku bunga

Proyeksi Seram JP Morgan Tentang Minyak, Jika Perang Berlanjut

JP Morgan tetap mempertahankan perkiraan harga minyak dasar untuk tahun 2025. Mereka memperkirakan minyak mentah Brent akan diperdagangkan di kisaran rendah sampai pertengahan $60-an (berarti WTI akan lebih rendah), meskipun terjadi eskalasi tajam dalam ketegangan geopolitik di antara Iran, AS dan Israel.

Dalam catatan yang diterbitkan di hari Kamis, bank menyebut bahwa minyak rata-rata akan berada di $60 di tahun 2026, tapi melihat potensi $120-140 per barel jika terjadi kemungkinan terburuk di mana konflik militer menyebabkan penutupan Selat Hormuz, di mana seperlima minyak global mengalir melalui selat tersebut.

Secara resmi IAEA di hari Kamis menyatakan Iran melanggar kewajiban non-proliferasi nuklir, untuk pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir, dan menemukan aktivitas nuklir yang tidak diumumkan di beberapa lokasi.

Sementara agenda pertemuan AS-Iran yang semula dijadwalkan berlangsung Minggu, 15 Juni, resmi dibatalkan setelah serangan Israel di hari Jumat pagi.

JP Morgan mencatat bahwa meskipun meningkatnya ketegangan bisa membuat gangguan pasokan yang signifikan, tapi pada dasarnya masih ada kemungkinan upaya diplomasi untuk mengakhiri perang. Minyak saat ini didukung oleh permintaan musim panas dan rendahnya pasokan AS. Tapi di musim gugur nanti, kemungkinan hambatan dari makroekonomi dan juga kenaikan produksi OPEC+ akan membebani harga.

AGENDA DATA EKONOMI

BOJ Decision & National CPI

Suku bunga utama BOJ saat ini berada di 0.50%, dan secara umum masih diperkirakan bahwa BOJ tidak akan menaikkan suku bunga di pertemuan bulan ini. Tapi investor masih perlu perhatikan imbal hasil Obligasi 2 Tahun Jepang yang diperdagangkan di 0.733%, yang memberi indikasi bahwa setidaknya BOJ masih menyisakan 1 kenaikan suku bunga yang bergantung pada pasar.

Dan di hari Jumat, Jepang akan merilis National Core CPI yang mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli konsumen, tidak termasuk makanan segar. Data ini akan menjadi data tambahan untuk dipertimbangkan pada pertemuan BOJ mendatang. Angka inflasi yang lebih tinggi akan positif untuk JPY, dan angka rendah akan negatif untuk JPY

BOJ Decision & National CPI

17 Juni 2025
Jam 10:00 WIB

JPY CPI

20 Juni 2025
Jam 06:30 WIB

UK CPI

18 Juni 2025
Jam 13:00 WIB

BOE Interest Rate

19 Juni 2025
Jam 18:00 WIB

US Retail Sales

17 Juni 2025
Jam 19:30 WIB 

FOMC Interest Rate & Econ Projection

19 Juni 2025
Jam 01:00 WIB 

Inflasi Inggris dan Suku Bunga BOE

Di hari Rabu, pasar akan lebih dulu mencermati laporan inflasi konsumen Inggris. Data diperkirakan turun dari 3.5% menjadi 3.3% y/y. Tentunya akan menjadi kabar baik bagi penurunan suku bunga BOE berikutnya.

Tapi pertemuan BOE bulan ini yang akan diumumkan hari Kamis nampaknya cenderung berimbang. Hanya 2 orang MPC yang memperkirakan suku bunga akan dipangkas, sedangkan 7 anggota lainnya memilih untuk mempertahankan suku bunga. BOE sudah 6 kali menurunkan suku bunga 25 bps secara berturut-turut sejak Juni 2024, dengan 1 kali jeda di pertemuan BOE September 2024. Jika mereka bertahan, maka ini adalah jeda kedua kalinya, dan jika memangkas berarti ke-7 kalinya, yang berarti juga 1 kali lebih rendah dibanding ECB yang sudah memangkas 8x beruntun

Retail Sales, Proyeksi Ekonomi & Dot Plot Fed Fokus Utama

Retail Sales di hari Selasa akan dirilis lebih dulu. Laporan terakhir menunjukkan lemahnya penjualan retail AS yang menjadi indikator utama belanja konsumen yang menyumbang sebagian besar aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Selanjutnya FOMC secara luas diperkirakan akan menahan suku bunga di kisaran 4.25-4.50%. Tapi fokus utama tertuju pada proyeksi ekonomi dan dot plot suku bunga ke depan. Pasar sejauh ini memperkirakan 2 kali penurunan suku bunga di tahun 2025. Semua akan bergantung pada pertimbangan data ekonomi yang ada, seperti inflasi yang tetap lunak meski diancam tarif dan pekerjaan yang melonggar meski tetap solid. Powell akan menjadi penentu berikutnya.

Geopolitik & ‘Dot Plot’ Fed Kunci Utama, Emas Siap Cetak Rekor Baru Lagi?

Yang harus dicermati, geopolitik sangat mungkin berlanjut di hari Senin, tapi belum tentu akan selamanya pengaruhi harga emas ke depan. Hal ini dikarenakan pasar akan terpecah konsentrasinya dengan keputusan FOMC. Faktor kenaikan harga minyak akibat potensi gangguan pasokan dari geopolitik kemungkinan menjadi alasan sederhana Fed tunda penurunan suku bunga, dan Trump tidak punya alasan memaksa Powell bulan ini. Tapi jika geopolitik reda, bukan berarti emas kehabisan bahan bakar! Dot Plot suku bunga akan menjadi kunci utama. Proyeksi 2 kali penurunan di 2025 sudah cukup mengamankan potensi emas sampai akhir tahun.

Weekly ditutup bullish, demikian juga dengan daily. Keduanya memberi indikasi untuk potensi terciptanya rekor tertinggi baru di mana 3500 kelihatannya akan mudah ditembus jika geopolitik masih panas di hari Senin. Jalur diplomasi mungkin membuat ketegangan mereda dan emas turun cepat sampai kisaran 3370-3380an (harga sebelum geopolitik memanas). Tapi pasar langsung fokus pada dot plot, dan jika dot plot memberi indikasi Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, maka kenaikan kembali dominan!

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Strong Bullish
(R) : 3444, 3500, 3550
(S) : 3371, 3315, 3245

Daily Trend : Strong Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 75.15, 77.57, 80.75
(S) : 68.70, 65.60, 63.20

Eskalasi Geopolitik Membuka Peluang Lirik Area $82-$85 per barel!

Serangan Israel ke Iran bukan kejutan 100%, mengacu pada pengumuman Trump 2 hari sebelum serangan yang menyebut AS akan mengevakuasi semua warganya dari Timur Tengah. Namun balasan Iran yang semakin intens di akhir pekan, dan batalnya pertemuan putaran 6 pembicaraan nuklir Iran-AS di hari Minggu sepertinya akan berdampak pada konsekuensi terhentinya jalur diplomasi sementara waktu.

Jika ketegangan berlanjut di hari Senin dan Selasa, maka investor perlu mewaspadai dampak signifikan pada harga minyak. Dan jauh lebih serius jika ternyata hal ini membuat inflasi terancam naik jika harga energi mengalami lonjakan akibat Selat Hormuz yang terancam ditutup dan menyebabkan gangguan pasokan serius.

Secara teknis, Daily kemungkinan memberi indikasi koreksi turun hanya akan berlangsung singkat selama geopolitik memanas. Dan area 77.57 menjadi resistance penting, Jika ditembus, kita semakin terbuka melihat kembali harga naik ke area 80-an, harga yang terakhir terlihat di Januari 2025.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

Nasib dolar akan bergantung pada 2 peristiwa terdekat, yaitu perkembangan geopolitik dan juga FOMC announcement. Israel serang Iran dan Iran membalas, dan komitmen keduanya saling membalas kelihatannya akan membebani sentimen, seharusnya mendukung dolar sebagai safe haven. Tapi proyeksi ekonomi dan dot plot Fed akan memberi dampak lebih serius, dan jika geopolitik reda dengan cepat, maka semua akan bergantung pada keputusan FED, BOE, dan BOJ.

EURUSD
Double Top Tetap Terbuka

Candle Weekly ditutup bullish, meskipun sempat terjadi tekanan turun saat pasar dikejutkan oleh serangan Israel ke Iran. Secara teknis ancaman double top masih terbuka, terlebih potensi divergence bearish juga terdeteksi pada grafik Weekly. Jika 1.16500 gagal ditembus, maka peluang rejection turun intai 1.13700.

Resistance :  1.16300, 1.17000, 1.19640

Support  :  1.14700, 1.12800, 1.10400

Outlook : Bearish

GBPUSD
Menanti BOE

Candle weekly ditutup doji dengan tail atas dan bawah yang imbang. Biasanya pola candle seperti ini akan cenderung ditentukan dari penutupan berikutnya. Secara teknis, penurunan di bawah 1.34500 akan memicu koreksi turun minggu depan. Tapi kenaikan di atas 1.36500 bisa mendorong naik. BOE bisa saja memberi kejutan di hari Kamis.

Resistance :  1.36000, 1.37470, 1.39560

Support  :  1.34500, 1.32890, 1.31400

Outlook : Limited Bullish

USDJPY
Waspadai Fed dan BOJ!

Candle weekly ditutup bearish sehingga peluang turun seharusnya lebih dominan minggu depan. Namun, daily terlihat membuka peluang untuk kenaikan. Resistance 147 menjadi zona penting, terutama jika BOJ bersikap dovish. Sebaliknya dot plot Fed mungkin bisa membantu penguatan jika Fed dovish.

Resistance :  146.270, 147.300, 148.114

Support : 143.430, 142.000, 141.630

Outlook : Bearish

INDEKS USD
Antara Geopolitk dan Dot Plot Fed

Tekanan turun terlihat belum tuntas. Weekly candle ditutup bearish sehingga memperkuat alasan untuk penurunan lebih lanjut. Namun daily memberi indikasi akan terjadinya rebound, terutama jika geopolitik mereda dan Fed memberi isyarat yang hawkish, terutama pada dot plot suku bunga ke depan. Pasar sepertinya akan mengalihkan fokus dari perkembangan geopolitik ke keputusan suku bunga dan dot plot Fed minggu depan.

Outlook : Bearish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

Tarif sementara diabaikan, bukan berarti selesai! Ini dikarenakan geopolitik yang memanas setelah serangan Israel ke Iran memicu aksi balasan Iran. Investor perlu mewaspadai perkembangan geopolitik setidaknya di hari Senin dan Selasa. Namun setelah itu, pasar diperkirakan akan lebih tertuju pada pengumuman bank sentral, dari FED, BOE dan BOJ. Fokus utama ke arah FOMC di mana proyeksi ekonomi dan dot plot suku bunga Fed adalah yang paling ditunggu. Optimisme Fed bisa dianggap Hawkish signal bagi pasar saham.

NIKKEI
Gagal Naik, Tergantung BOJ

Weekly ditutup doji dengan tail atas dan bawah yang berimbang. Ini memberi isyarat market masih wait and see, terlepas dari ketegangan geopolitik. BOJ akan menjadi penggerak bersama Fed. Secara teknis, penurunan di bawah 37400 bisa membuat tekanan berlanjut dan 36900 menjadi sasaran. Sebaliknya, kenaikan di atas 38600 bisa mengembalikan bullish.

Resistance : 38230, 38925, 39590

Support  :  37560, 37000, 36600

Outlook : Bearish

HANG SENG
Shooting Stars Weekly

Candle Weekly ditutup shooting stars yang menandakan rejection dari pola naik sebelumnya. Bisa saja kenaikan terhenti sementara mengingat geopolitik yang sedang memanas, tapi keputusan suku bunga bank sentral adalah fokus utamanya. Secara teknis, waspadai penurunan di bawah 23350! Ini bisa memicu penurunan lanjutan di bawah 23000. Sebaliknya, bullish akan dominan jika harga tembus 24400.

Resistance : 24000, 24900, 25740

Support  :  23320, 22860, 22340

Outlook : Bearish

NASDAQ
Kenaikan Terhambat

Weekly ditutup doji candle, yang menandakan jeda dalam kenaikan yang semula  diharapkan  tembus 22300. Namun tertahan di 22100, dan geopolitik yang memicu ketegangan membuat pasar terkoreksi turun. Jika geopolitik berlanjut, maka area 21050 perlu diwaspadai. Namun, FOMC akan menjadi penggerak utama berikutnya!

Resistance : 21900, 22320, 23000

Support : 21311, 20700, 20275

Outlook : Bearish

DOW JONES
Di antara Tekanan Geopolitik dan FOMC

Candle Weekly ditutup bearish, dan secara teori seharusnya penurunan masih bisa terjadi minggu depan, terutama jika tekanan berlanjut di bawah 42000 dalam waktu dekat. Geopolitik kemungkinan masih dominan di hari pertama dan kedua pembukaan pasar minggu depan, tapi investor akan langsung beralih pada pengumuman Fed. Sikap hawkish akan mendorong kenaikan, dovish akan menekan.

Resistance :42557, 43000, 43415

Support : 42000, 41690, 41230

Outlook : Bearish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.