Weekly Newsletter Ed. 286

Published on 12/14/2025


15 - 19 Desember 2025


Fed Ragukan Akurasi Data NFP dari BLS, Fed Cemas Angka Sebenarnya Lebih Rendah?

Federal Reserve akhirnya kembali memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, mengindikasikan bahwa mereka lebih khawatir tentang lapangan kerja daripada inflasi yang tinggi.

Bahkan Powell kemarin mengatakan dengan optimis bahwa lonjakan inflasi tarif tidak persisten sehingga meyakini bahwa inflasi akan turun di tahun kedua kepemimpinan Trump. Situasi yang berbeda dari pernyataannya di FOMC Oktober yang lalu.

Lalu, apa yang menjadi kekhawatiran terbesar saat ini? Ketua Fed Jerome Powell mengatakan saat ini kemungkinan ekonomi AS sedang kehilangan lapangan kerja, dan bukan hanya menghadapi periode perekrutan yang rendah.

Diam-diam Powell melontarkan pernyataan yang mengejutkan. Powell mengungkap bahwa saat ini Fed tidak percaya data resmi pemerintah yang memperkirakan terciptanya rata-rata 40K pekerjaan baru per bulan terhitung dari bulan April sampai bulan September.  Powell mengungkap sebaliknya, bahwa ekonom Fed memperkirakan AS justru kehilangan rata-rata 60K pekerjaan per bulan dalam periode tersebut. Itu berarti -20K per bulan. Kok bisa?!

Ekonom mengacu pada beberapa penjelasan. Hambatan terbesar BLS adalah menyusun perkiraan akurat berapa banyak usaha baru yang dibuat dan berapa banyak yang tutup.

Beberapa Faktor Hambat Data BLS, Tapi Non Farm Payrolls Siap Rilis 16 Desember 2025

Pendataan yang dilakukan BLS menggunakan metode model kelahiran-kematian untuk membantu mengisi kekurangan dalam surveinya terhadap tempat usaha untuk menghitung berapa banyak pekerjaan baru yang tercipta setiap bulan. Dan survey tersebut hanya mencakup sebagian kecil dari semua bisnis di AS.

Tapi metode tersebut cenderung dianggap dilebih-lebihkan. Meski ekonomi masih tumbuh, tapi pertumbuhannya melambat secara signifikan sejak booming pasca pandemi di periode 2021-2023. Dan BLS dianggap secara konsisten melebih-lebihkan penciptaan lapangan kerja dalam beberapa tahun terakhir.

Hambatan lain muncul dari penurunan tingkat respons, terutama perkiraan awal penciptaan lapangan kerja bulanan. Semakin sedikit bisnis yang merespons survei BLS tepat waktu sehingga membuat versi pertama laporan ketenagakerjaan kurang akurat.

Hambatan juga terjadi saat terjadi pemotongan anggaran oleh DOGE yang dipimpin Elon Musk saat itu untuk efisiensi anggaran sehingga BLS kehilangan banyak pegawai. Terbaru, masalah saat shutdown 43hari yang menyebabkan dibatalkannya laporan pekerjaan Oktober dan tertundanya laporan November sampai 16 Desember. BLS berusaha mengejar ketinggalan dan diperkirakan butuh waktu untuk mengatasi.

Kekhawatiran utama Powell dan pendukung dovish adalah turunnya tingkat pekerjaan sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi.

AGENDA DATA EKONOMI

Japan

Minggu depan akan diawali dengan sejumlah data menarik dari Jepang, termasuk manufaktur, retail sales, inflasi dan puncaknya adalah keputusan suku bunga BOJ di hari Jumat. Tapi data-data tersebut kemungkinan hanya pembuka bagi keputusan suku bunga BOJ yang lebih dinantikan pasar.

Kenaikan suku bunga BOJ semakin meningkat dalam sebulan terakhir karena mata uang Yen yang terus melemah meskipun aksi jual Yen terhenti sejenak minggu lalu. BOJ menghadapi ujian penting. Kuncinya akan bergantung pada apakah BOJ akan memberi pernyataan yang hawkish saat memutuskan kenaikan suku bunga. Pasar saat ini memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga sekitar 75%, naik signifikan sejak 1 bulan terakhir karena melemahnya Yen.

US Non Farm Payrolls

16 Des 2025
Jam 20:30 WIB 

US CPI

18 Des 2025
Jam 20:30 WIB 

BOE Interest Rate

18 Des 2025
Jam 19:00 WIB 

ECB Interest Rate

18 Des 2025
Jam 20:15 WIB 

JPY National CPI

19 Des 2025
Jam 06:30 WIB 

BOJ Interest Rate Decision

19 Des 2025
Jam 10:00 WIB 

EUR & GBP

Kawasan Eropa dan Inggris juga cukup penting, terutama Inggris di mana BOE akan umumkan suku bunga. BOE saat ini tercatat memiliki suku bunga tertinggi di antara negara-negara OECD dan diperkirakan akan kembali memangkas suku bunga 60 bps sampai 2026.

Kamis, Inggris juga akan merilis CPI, PPI dan Retail Sales, dan puncaknya BOE kemungkinan akan memangkas 25 bps. GBP tercatat sebagai salah satu mata uang dengan kinerja terbaik vs USD dalam beberapa minggu terakhir, dan akan tetap naik jika data Inggris lebih baik dari ekspektasi.

Sedangkan Euro akan berkutat dengan data PMI dan juga ECB yang diperkirakan akan menutup tahun 2025 dengan suku bunga yang tetap. Tapi fokus akan tertuju pada pernyataan ECB untuk prospek suku bunga 2026

US Data

Minggu yang mendebarkan setelah penutupan pemerintah AS di bulan Oktober selama 43 hari membuat beberapa data penting tertunda, dan bahkan khusus data Oktober hilang. Non Farm Payrolls dan CPI Oktober keduanya tidak dirilis dan minggu depan menjadi rilis tunda dari data November sesuai pengumuman BLS.

Meskipun FOMC sudah memutuskan pangkas suku bunga Desember, bukan berarti data NFP dan CPI minggu depan menjadi tidak penting. Justru Powell memberi indikasi bahwa data ekonomi akan tetap menjadi acuan kebijakan Fed ke depan, dan merasa yakin bahwa Fed akan mendapatkan data-data hebat dan penting sebelum pertemuan FOMC Januari 2026. Data akan menjadi pembuktian terhadap laporan tenaga kerja dan juga kondisi inflasi terbaru.

NFP – CPI “Played On”! Emas “Siap Rally” atau “Balik Turun”?

Fed resmi pangkas suku bunga 25 bps dan umumkan pembelian surat utang pemerintah AS $40 miliar untuk bantu ekonomi. Secara teori kondisi ini cenderung membuat dolar melemah dan imbal hasil obligasi AS jangka pendek cenderung turun. Berarti di sisi lain akan menguntungkan emas untuk kembali lanjutkan kenaikan. Tapi kenaikan tersebut sempat terhambat di Jumat malam dengan profit taking cepat membuatnya turun cepat dari puncak 4353 sampai 4257, meskipun akhirnya ditutup di atas 4300 kembali.

Minggu depan akan menjadi tantangan bagi Fed apakah keputusannya sudah tepat atau justru berbahaya. Data NFP November dan CPI November akan dirilis 16 dan 18 Desember, selain data-data lain yang juga menyertai sebelumnya. Namun fokus akan tertuju pada keduanya. Data yang lemah akan memudahkan emas cetak rekor tertinggi baru. Sebaliknya, emas bisa turun jika data lebih kuat.

Weekly candle ditutup bullish, tapi juga tidak terlepas dari bayang-bayang double top jika gagal tembus 4381. Kondisi ini akan ditentukan dari hasil data yang berdampak signifikan pada emas.

Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4354, 4381, 4440
(S) : 4245, 4195, 4128

Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Strong Bearish
(R) : 60.00, 62.40, 64.15
(S) : 55.95, 53.00, 50.00

Status Rusia-Ukraina dan Potensi Serangan AS ke Venezuela Jadi Fokus!

Harga minyak volatile di minggu lalu dan membuatnya terjaga di kisaran yang sama sejak 1 bulan terakhir, dengan tertinggi level 60 dan terendah tertahan di 57. Kondisi ini disebabkan oleh ketidakpastian status Rusia-Ukraina yang masih abu-abu. Trump ultimatum Zelenskyy untuk segera merespons sebelum deadline Natal. Perdamaian akan menjadi sejarah dari perang yang sudah berlangsung 3 tahun lebih, dan minyak berpeluang turun.

Di sisi lain, AS juga sedang menyusun rencana serangan pada Venezuela. AS sudah keluarkan peringatan pada Maduro untuk hentikan perdagangan narkoba dan korupsi, dan segera keluar dari negara tersebut. Serangan bisa membuat pasokan minyak terganggu, dan minyak di sisi bullish.

Terlepas dari ketidakpastian geopolitik, kekhawatiran oversupply yang membayangi kemungkinan membebani pasar. Support 57.00 berpeluang ditembus, dan zona 55 akan menjadi pertahanan terakhir. Jika tekanan menguat, maka segera kita akan melihat area 53 dan 50 dalam waktu dekat. Sebaliknya, ketegangan geopolitik bisa mendorong minyak kembali di atas $60 per barel.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

Pasca Fed yang memangkas suku bunga disertai pengumuman akan dilakukannya QE, minggu depan giliran 3 bank sentral lainnya seperti ECB, BOE dan BOJ. ECB dipastikan menahan suku bunga, sedangkan BOE diperkirakan secara luas akan menurunkan suku bunga, dan BOJ terbuka untuk menaikkan suku bunga. Karena pertemuan ini adalah terakhir di 2025, maka pasar akan mencermati masing-masing pernyataan gubernur bank sentral dan rencana kebijakan moneter 2026.

EURUSD
ECB Stay = Strong Euro

Candle weekly ditutup bullish setelah berhasil memanfaatkan sikap dovish Fed. Kenaikan secara teknis didukung juga oleh candle weekly yang ditutup bullish. Pola triangle weekly kemungkinan tembus resistance jika ECB tetap menahan suku bunga. Tapi pidato Lagarde mungkin lebih ditunggu untuk prospek suku bunga 2026. Dovish akan menahan kenaikan

Resistance :  1.18200, 1.19200, 1.20200

Support  :  1.16140, 1.14600, 1.13560

Outlook : Bullish

GBPUSD
Focus on BOE

Candle weekly ditutup bullish pola   grafik di weekly juga mendukung untuk pembalikan ke atas setelah beberapa waktu sempat ditekan turun. Tapi semua itu akan berpotensi berbalik jika BOE memangkas suku bunga disertai pernyataan dovish. Sebaliknya, sikap hawkish dan data yang kuat akan mendorong GBP tembus 1.35000

Resistance :  1.34500, 1.37260, 1.38000

Support  :  1.31700, 1.30000, 1.29400

Outlook : Bullish

USDJPY
Focus on BOJ

Weekly candle ditutup shooting star, tapi bisa juga dianggap inverted hammer yang cenderung mendorong ke atas. Hal ini akan ditentukan dan sangat sensitif pada keputusan BOJ. Kenaikan suku bunga akan mendukung USDJPY lanjut turun. Sebaliknya, jika BOJ tahan suku bunga, waspadai kenaikan tembus di atas 157.200 kembali!

Resistance :  157.180, 158.875, 160.000

Support : 154.330, 153.600, 152.800

Outlook : Bearish

INDEKS USD
QE Dimulai, Pelemahan Kembali DImulai

Pola rising wedge di daily chart sebelumnya berhasil berlanjut karena kenaikan atau rebound sebelum FOMC akhirnya berbalik tertekan turun dan weekly candle ditutup dengan penurunan besar. Secara umum, sikap Fed yang relatif mengarah ke dovish diperkuat oleh QE, membuat dolar cenderung dalam prospek pelemahan lebih lanjut. Jika data NFP dan CPI melemah, maka pelemahan USD berpeluang lanjut. Demikian juga jika sebaliknya.

Outlook : Bearish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

Semua indeks sensitif pada data ekonomi dan juga pengumuman suku bunga bank sentral. Minggu depan Nikkei diperkirakan akan volatile karena BOJ diperkirakan menaikkan suku bunga. Tapi akan berubah arah signifikan jika BOJ tidak sesuai ekspektasi. Sementara Nasdaq dibayangi kekhawatiran sektor teknologi, namun Dow Jones diperkirakan masih cukup kuat menahan penurunan. Tapi investor akan sensitif pada data Non Farm Payrolls dan CPI AS

NIKKEI
Depends on BOJ

Weekly candle ditutup bearish, dan peluang penurunan diperkirakan membayangi. Hal ini akan jauh lebih kuat jika BOJ sesuai ekspektasi menaikkan suku bunga dan disertai pernyataan hawkish dari BOJ. Nikkei terbebani oleh kenaikan suku bunga dan support 48260 kemungkinan dilirik. Tapi jika BOJ tahan suku bunga, indeks berpeluang lirik 52000

Resistance : 51000, 51500, 52000

Support  :  49500, 48320, 47500

Outlook : Bearish

HANG SENG
Bull vs Bear Berlanjut

Weekly ditutup hanging man yang mengindikasikan penurunan kemungkinan membayangi. Sebaliknya, tail panjang di zona support bisa menandakan rejection kuat dari zona resistance. Di tengah ancaman double top ataupun triangle weekly, indeks juga terlihat memungkinkan terciptanya double bottom daily asalkan support 25150 tidak ditembus, dan resistance 26275 wajib ditembus.

Resistance : 26275, 26700,  27400

Support  :  25150, 24400, 24000

Outlook : Bullish

NASDAQ
Tech Sector vs QE

Weekly candle ditutup bearish, dan hal ini diperparah dengan penurunan tajam di hari Jumat kemarin. Kekhawatiran sektor teknologi membayangi di tengah keputusan QE yang diumumkan Fed. V-bottom di H4 gagal karena tembus 25300. Tapi V bottom weekly tetap kuat, meskipun ada ancaman dari double top

Resistance : 26000, 26500, 27400

Support : 25000, 24500, 23806

Outlook : Bearish

DOW JONES
V Bottom Daily Terancam! Indeks sensitif Data

Daily candle ditutup bearish, tapi weekly masih bullish meskipun terjadi penurunan di hari Jumat yang dipicu sektor teknologi. Saham-saham sektor lain di Dow Jones kemungkinan mampu bertahan dari gerusan sektor teknologi. Tapi butuh NFP dan CPI yang lemah untuk membuatnya bangkit, dan lanjutkan kenaikan dari V-bottom di daily chart. Kondisi ini bisa menjadi berbalik turun jika data NFP dan CPI lebih kuat dari ekspektasi

Resistance : 49000, 49500, 50000

Support : 47500, 47000, 46500

Outlook : Bullish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.