Gold (Emas)
Penggerak Pasar
Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar nampaknya lanjutkan penguatannya sehingga kenaikan emas di hari Jumat menjadi ‘barang langka’ yang ditunggu. Hal itu terbantu oleh data NFP yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga emas berhasil ditutup rebound dari level terendah 5062 ke 5170. Tapi sayangnya pagi ini mengawali sesi dengan hal yang kurang kondusif. Emas dibuka gap down di 5130 dan meluncur hingga 5014 di awal sesi Asia pagi ini.
Akhir pekan menjadi pekan yang tidak baik. Situasi geopolitik tidak kunjung reda, dan seperti yang dibahas kemarin di live streaming Jumat, harga minyak akhirnya naik dan tembus di atas $100 per barel pagi ini, akibat serangan terhadap sekitar 30 depot penyimpanan minyak Iran di akhir pekan, diikuti dengan balasan Iran di lokasi minyak dan pabrik desalinasi air sehingga membuat pasar menyimpulkan bahwa situasi perang mulai meluas di luar kendali. Emas pun tertekan karena munculnya kecemasan inflasi tinggi akan berdampak pada Fed yang terpaksa menaikkan suku bunga.
Data Tenaga Kerja
Memasuki sesi NY, semua mulai terkendali. Penurunan emas yang awalnya menekan hingga 5060an, mendekati low sehari sebelumnya, berhasil reda, dan pasar mulai fokus dengan data non farm payrolls AS saat itu karena mencoba mencari petunjuk dari sisi data untuk mendapatkan gambaran terhadap potensi suku bunga Fed.
Data pun dirilis dan secara mengejutkan jauh lebih rendah dari perkiraan, -92K vs +58K. Data bulan sebelumnya juga mengalami revisi dan semakin menunjukkan angka yang lemah. Pasar pun merespon positif, sebagai pertanda positif untuk ekspektasi penurunan suku bunga Fed ke depan. Harga emas rebound hingga 5174, dan berakhir ditutup di 5168.
Data ini memberi angin segar bagi pasar di tengah kekhawatiran dampak perang yang tidak jelas kapan berakhir, membuat kecemasan terhadap kondisi inflasi jika terjadi lonjakan harga minyak beberapa bulan ke depan.
Geopolitik “Brutal”, Pasar Dalam Posisi Tunggu
Di akhir pekan, Israel menyerang 30 depot penyimpanan minyak Iran, diikuti dengan balasan Iran di lokasi minyak dan pabrik desalinasi air. PM Israel Netanyahu dan Menteri Perang AS Hagseth berulang kali menyebut bahwa serangan yang lebih keras masih akan datang. Harga minyak pun melonjak di pembukaan sesi Asia pagi ini sentuh $110 per barel, dan sempat sentuh level tertinggi $119 per barel.
Kecemasan muncul karena 105 juta barel minyak yang diproduksi setiap hari di dunia, sekitar 20% diantaranya harus melewati Selat Hormuz, dan selat tersebut ditutup, meskipun Iran menyebut tidak menutup total, hanya membatasi akses untuk kapal-kapal tanker yang terafiliasi Israel dan AS.
Situasi semakin memburuk karena Irak, Kuwait dan negara lain menghentikan pasokan besar-besaran karena tidak ada kapal pengangkut. Jika terjadi penutupan total, maka hal ini akan membutuhkan waktu untuk memulai kembali. Kondisi ini memicu lonjakan permintaan untuk mengamankan pasokan minyak hari ini atau melakukan lindung nilai.
Trump menulis dalam akun media sosialnya tentang harga minyak bahwa harga tersebut akan turun drastis setelah Iran menghentikan program senjata nuklirnya. Jika diperhatikan, penghentian senjata nuklir menjadi jalan keluar untuk Iran dan sebelumnya pernah ditawarkan dalam negosiasi. Jika Trump menganggap “penghentian program nuklir” sebagai tujuan, maka kemungkinan akan ada jalan menuju mediasi ataupun gencatan senjata. Tapi jika Trump tetap menargetkan “menyerah tanpa syarat” seperti yang disampaikannya di hari Jumat kemarin, maka konflik kemungkinan akan terus memanas karena Iran menyatakan siap meladeni sampai 6 bulan ke depan seperti yang diancamkan AS.
Fokus Minggu Ini
Mirip dengan situasi minggu lalu di mana pasar dihadapkan pada kondisi geopolitik yang memanas dan data pekerjaan AS yang ditunggu-tunggu, maka minggu ini pasar juga akan mencermati data inflasi CPI yang akan dirilis hari Rabu, dan PCE di hari Jumat. Data ini menjadi lebih sensitif dari sebelumnya karena situasi perang yang dikhawatirkan membuat inflasi melonjak.
Jika data inflasi relatif “tidak sepanas yang dikhawatirkan”, atau minimal menunjukkan data yang reda, maka hal ini cukup untuk menenangkan pasar yang cemas dengan situasi inflasi, emas mungkin punya kesempatan untuk berbalik naik dengan cepat.
Jika data inflasi “lebih panas dari yang dikhawatirkan”, maka hal ini akan semakin keras menekan emas, karena pasar akhirnya menutup ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga Fed.
Di sisi lain, menariknya adalah semua hal yang dikhawatirkan Trump, saat ini justru terjadi. Harga minyak yang tinggi adalah sumber masalah inflasi, dan jika inflasi melonjak, maka hal ini akan mempersulit ruang bagi Fed untuk memangkas suku bunga seperti yang diinginkan Trump. Hmm, minggu lalu trump sempat memberi sinyal akan melakukan upaya apapun untuk meredam harga minyak tersebut. Apakah ini pertanda pasar tinggal menunggu sinyal “TACO (Trump Always Chicken Out) trade“? Jika ya, kemungkinan dia sendiri yang akan menarik tombol “panik” lalu merubah situasi perang menjadi perdamaian atau mediasi untuk mengakhiri perang.
Di sisi lain, penurunan emas juga disebabkan salah satunya adalah untuk mengcover kerugian di pasar saham. Dan saat pasar menunggu apakah perang ini berjalan lebih panjang, maka akan ada fase di mana pasar kembali mengincar safe haven, atau menjadikan emas sebagai aset hedging terhadap inflasi.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bullish setelah data NFP di hari Jumat secara mengejutkan dirilis “jauh di bawah ekspektasi”, -92K vs +58K. Kondisi tersebut membuka harapan bagi pasar tentang peluang pemangkasan suku bunga Fed, minimal di tahun ini, meskipun tidak signifikan mendorong ekspektasi pemangkasan Maret. Namun, situasi geopolitik di akhir pekan memanas sehingga membuat harga emas pagi ini dibuka gap down.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Tekanan di pagi ini tertahan di 5014, dan berbalik naik bertahap hingga 5095 saat artikel ditulis. Zona terendah 3 Maret 2026 di 4996 dan support psikologis 5016 sejauh ini bertahan. Tapi kenaikan perlu menghadapi beberapa resistance terdekat sebagai kunci kenaikan selanjutnya di 5125-5135, 5184 dan 5225. Jika rebound gagal mencapai atau tembus minimal di atas 5135, maka bearish berpotensi kembali mengintai dalam jangka pendek.
Di H4, MA200 saat ini di 5054 berhasil menahan penurunan. Sempat terjadi tekanan sampai 5014, tapi harga berbalik naik dengan cepat dan candle tetap bertahan di atas MA 200. Secara teori, berarti triangle tidak ditembus atau bisa dikategorikan false breakout.
Jika dalam 4 jam ke depan harga tetap stay di atas 5054 (MA 200), maka secara hitungan emas cenderung naik. Ini berarti membuka peluang untuk kenaikan mengincar kembali zona ungu 5137-5180. Dan jika berhasil ditembus, maka peluang tembus resistance dari triangle 5164 juga secara tidak langsung mengkonfirmasi kenaikan lebih lanjut. Area 5200-5225 akan menjadi area yang potensial dari kenaikan tersebut.
Sebaliknya, jika dalam 4 jam ke depan harga tetap bertahan di bawah 5100, dan bahkan ada kecenderungan menguji kembali MA 200 di 5054, maka trader perlu waspada! Kemungkinan risiko penurunan berlanjut dan level area support 4996-5016 kembali terancam.
Dalam skenario ini, pilihan trader ada 2, yaitu : mempertahankan sell dengan peluang penurunan lebih lanjut ke kisaran 4960, maksimum zona pink 4854-4907 jika kecemasan berlanjut, atau bersiap mengincar buy dengan asumsi zona 4996-5016 tetap kuat sehingga tidak terjadi penembusan lebih lanjut.
Data NFP yang lemah di hari Jumat, kemungkinan juga belum mendapat respon maksimal dari sesi NY sehingga kami mengantisipasi kemungkinan reaksi baru terlihat di malam hari. Meski demikian, lonjakan harga minyak yang memicu kekhawatiran pada kenaikan inflasi sehingga membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga berkurang, juga perlu diwaspadai karena hal tersebut sempat membuat emas turun di pembukaan sesi Asia pagi tadi!
Per jam 11.20 WIB, harga berada di 5091.14 dengan high 5135.63, dan low 5014.97. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 9 Maret 2026, strategi diubah mengingat area support 4996-5016 sejauh ini bertindak sebagai support yang efektif sehingga mampu mendorong harga kembali ke zona 5095-5098.
Triangle sempat ditembus di pagi hari, dan awalnya mempertimbangkan sell on rally kisaran resistance 5080-5085. Tapi harga ternyata berhasil naik dan kembali di atas support dari triangle, tembus di atas 5085, meskipun memang sempat turun dari 5085 ke 5066 kembali. Dengan harga kembali di dalam zona triangle, maka penurunan sebelumnya di pagi hari tadi dianggap gagal berlanjut sehingga kami melihat layak untuk ubah strategi kembali menjadi buy.
Meski demikian, resistance zona 5129-5160 tidak mudah untuk ditembus. Ini berarti perlu kewaspadaan jika di sore atau malam hari zona ini gagal ditembus! Anda bisa kembali incar SELL jika zona tidak ditembus.
Sedangkan jika berhasil tembus, maka buy bisa dipertahankan dengan proyeksi target berikutnya ke kisaran 5180-5200, dengan asumsi bahwa reaksi pasar terhadap data NFP Jumat belum sepenuhnya terlihat sejak pembukaan pagi ini di sesi Asia.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi BUY on Dip (updated!)
Entry: 5078.00 – 5080.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 5092 ($12 - $14)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 5095, target terdekat 5105, terjauh 5125, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5072.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 5070.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4995.00 – 4997.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5009.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4989.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4983)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures