Emas Terancam Lonjakan Minyak, Investor Amankan Diri Sebelum FOMC!

Published on 03/12/2026

Emas gagal tembus 5200 meskipun data CPI dirilis relatif stabil di 2.4% y/y dan IEA umumkan rekomendasi pelepasan SPR terbesar dalam sejarah, 400 juta barel.

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS 10 dan USD berbalik naik di sesi perdagangan tadi malam. Hal ini membuat emas kesulitan untuk menembus resistance 5196 yang sempat terjadi setelah data CPI dirilis.

Data CPI dirilis sesuai ekspektasi. CPI utama 2.4% y/y dan core CPI di 2.5% y/y. Secara umum, data ini tidak membuat khawatir pasar tentang lonjakan inflasi. Tapi sayangnya tidak cukup untuk mendorong emas lanjutkan kenaikan di atas 5200. Dan pengumuman IEA tidak membuat pasar lebih tenang sehingga harga minyak yang melonjak membuat pasar kembali khawatir jika Fed batal memangkas suku bunga lebih lanjut. Emas pun berakhir di 5175 setelah sempat turun ke 5149. 

Investor Skeptis dengan SPR

IEA sesuai ekspektasi merilis rekomendasi untuk pelepasan cadangan minyak strategis (SPR) 400 juta barrel. Angka ini merupakan angka terbesar sepanjang sejarah, juga jika dibandingkan dengan situasi di 2022 saat invasi Rusia ke Ukraina. 

Namun, hal itu tidak cukup membuat pasar tenang. Pasar tidak lagi melihat tentang angka tertinggi yang digelontorkan, tapi lebih fokus dengan laju pelepasan SPR per hari. Estimasi yang diperhitungkan oleh pasar saat ini bahwa 400 juta barel tersebut dirilis bertahap, dengan asumsi 100 juta barel dalam 1 bulan. Ini berarti setara dengan 3.33 juta barel per hari. Sedangkan potensi pasokan yang terganggu dari ketegangan Selat Hormuz diperkirakan mencapai 20 juta barel per hari. Hal ini membuat pasar pesimis SPR yang digelontorkan negara-negara IEA bisa mencukupi untuk mengcover gangguan pasokan yang ada.

Sikap skeptis ini akhirnya membuat pasar berpikir bahwa butuh lebih dari sekedar pelepasan SPR untuk mengganti jumlah pasokan yang berpotensi terganggu sehingga kecemasan kembali muncul. Hal ini membuat pasar ekuitas turun karena cemas jika apa yang dilakukan para pembuat kebijakan gagal mengatasi gangguan pasokan sehingga berujung pada lonjakan inflasi lebih lanjut, dan akhirnya membuat Fed terpaksa menaikkan suku bunga. Emas pun tertekan, meski sampai saat ini terlihat tidak turun agresif, tapi juga tidak naik agresif.

Harga Minyak Jadi Acuan

Pasca pengumuman dari IEA, pasar kembali dikejutkan dengan situasi geopolitik yang memanas. Penyerangan 2 kapal tanker yang diduga dilakukan kapal-kapal Iran yang bermuatan bahan peledak, membuat harga minyak kembali melambung naik. Salah satu dari kapal tanker tersebut milik AS dan dikabarkan satu anggota awak kapal tewas. 

Kedua kapal tersebut diserang di Teluk Utara dekat Irak dan Kuwait sehingga memicu kekhawatiran baru tentang keamanan pelayaran komersial di wilayah yang sudah berada di tengah kekhawatiran akibat konflik yang melibatkan Iran. 

Iran mengatakan dunia harus bersiap jika minyak tembus $200 per barel. Hal ini dikaitkan dengan situasi perang yang tidak berkesudahan. Iran mengatakan jika AS dan Israel terus lanjutkan perang, maka harus bersiap dengan konsekuensi harga minyak tembus $200 per barel. Hal ini yang menjadikan pasar ekuitas turun sehingga emas dilikuidasi untuk mengcover kerugian di pasar saham. 

Itu sebabnya harga minyak kini menjadi acuan. Harga minyak yang rendah akan menenangkan pasar terkait inflasi dan suku bunga Fed. Tapi harga yang terus melonjak naik akan memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi sehingga Fed dikhawatirkan akan menaikkan suku bunga, situasi yang tidak menguntungkan bagi emas.

Fokus Malam Ini

Data initial jobless claims di jam 19.30 WIB akan memberi indikasi lain dari sisi data ekonomi. Angka pengangguran yang tinggi akan membuat emas punya peluang rebound/naik. Sebaliknya, angka yang lebih rendah akan membuat emas lanjut tertekan.

Terlepas dari sisi data ekonomi, pasar masih harus tunggu keputusan FOMC yang baru akan diumumkan minggu depan. Dengan demikian, 1-2 hari ke depan adalah momen krusial bagi emas karena situasi geopolitik akan terus menjadi perhatian, termasuk harga minyak WTI. Jika minyak tidak segera turun kembali di bawah $90 per barel, atau bahkan jauh lebih baik di bawah $85, maka emas kemungkinan terus dalam ancaman turun, sulit naik di atas 5238-5249. Bahkan jika minyak tembus kembali di atas $100 per barel, emas bisa saja terancam turun hingga zona 4996-5000. 

Saat ini pasar akan mencermati laju pelepasan SPR yang direkomendasikan. Jika berhasil tutupi 20 juta barel per hari, maka emas berpeluang rebound karena minyak berpeluang terkendali. Selain itu, pasar juga menunggu pencabutan sanksi minyak Rusia yang diperkirakan bisa meredam kekhawatiran pasar tentang gangguan pasokan.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup shooting star, secara teori cenderung memberi indikasi peluang turun. Zona support 4995-5016 kemungkinan kembali terancam jika harga berhasil tembus 5025-5035. Potensi penurunan bisa lebih rendah jika eskalasi geopolitik terus mendorong harga minyak tembus kembali di atas $100 per barel. 

Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, dalam jangka pendek jika support 5120 ditembus, maka ada kecenderungan kembali mengalami penurunan dengan zona support kritis di kisaran 5050-5060, bahkan 4996-5016 ikut terancam. Sedangkan peluang bullish yang dianggap kuat hanya jika terjadi kenaikan minimal di atas 5200, dan akan jauh lebih kuat jika mampu tembus 5238-5249.

Di H4, sebenarnya bullish masih punya peluang karena penurunan tadi malam maupun penurunan yang sedang terjadi di sesi Asia pagi ini masih menahan harga tetap di atas trendline support 5120-5125. Namun, kenaikan perlu bergerak kembali di atas 5196-5200 untuk membuka ruang kenaikan lebih tinggi.   

Idealnya harga tetap bertahan di atas support trendline 5120-5125. Jika memenuhi kriteria ini, Maka emas berpeluang naik ke resistance 5186, area tertinggi dari zona ungu yang berada di kisaran 5158-5186. Dan kenaikan akan lebih kuat jika berhasil minimal tembus 5196-5200 untuk kembali menguji zona 5238-5249. Tapi kenaikan lebih lanjut hanya akan berhasil jika harga minyak kembali turun di bawah $90 per barel, atau jauh lebih kuat jika minyak di bawah $80 karena relatif meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi akibat minyak yang mengalami kenaikan. 

Di sisi lain, situasi saat ini dengan harga minyak kembali naik dan mengancam tembus $95 atau bahkan $100 per barel, membuat pasar berpikir akan kembali mendorong inflasi sehingga bisa menggagalkan pemangkasan suku bunga Fed. Dengan demikian, sell saat ini diperkirakan lebih dominan dibanding posisi buy. 

Namun demikian, kita butuh validasi dari trendline support 5120-5125. Jika trendline berhasil ditembus, maka tekanan turun berlanjut, MA 200 di 5081 kemungkinan diuji. Dan jika MA 200 pun ditembus, maka seller tetap mendominasi dan tekanan turun berpeluang berlanjut ke zona 4996-5016. Sebaliknya, jika MA 200 tidak berhasil ditembus, buy mungkin bisa kembali dipertimbangkan. 

Per jam 11.00 WIB, harga berada di 5150.73 dengan high 5182.53, dan low 5125.65. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 12 Maret 2026, strategi sell masih dipertahankan, dengan opsi alternatif sell on breakout jika 5120 ditembus.  

Secara struktural, bullish masih memiliki peluang. Tapi situasi geopolitik yang kembali memanas, membuat minyak kembali naik dekati $95, bahkan dikhawatirkan kembali tembus $100 per barel sehingga pasar kembali khawatir tentang suku bunga Fed, dan hal itu menekan emas. 

Pullback/retest resistance kemungkinan tertahan di zona merah 5174-5196. Dan saat artikel ditulis, pagi tadi sempat terlihat kenaikan sampai 5175, kemudian berbalik turun kembali di zona orange 5146-5155. Jika dalam waktu dekat, minim 1-2 jam ke depan harga tetap di bawah 5155-5160, maka sell bisa kembali dilakukan tanpa harus menunggu 5190-5192 disentuh. 

Pertahankan Sell jika zona 5120-5125 ditembus, dengan peluang melirik zona abu-abu kisaran 5089-5106. Dan jika tekanan terus mendominasi karena harga minyak yang tetap tinggi, sell bisa tetap dipertahankan untuk lanjut turun ke zona 4996-5016.

Sebaliknya, jika zona abu-abu 5089-5106 atau 4996-5017 tidak ditembus, buy bisa dipertimbangkan, tapi pantulan kemungkinan masih terbatas selama harga minyak masih berada di zona $95-$100.

Saat ini pasar butuh kepastian dari FOMC sehingga kemungkinan dampak kekhawatiran harga minyak masih dominan sampai ke akhir pekan!

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi SELL on Rally (updated jam 11.10 WIB!)
Entry: 5164.00 – 5166.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :  5152 ($12 - $14) 
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5120, target terdekat 5110, terjauh 5090, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5172.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5172.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi BUY on Dip
Entry : 5083.00 – 5085.00 (MA 200 zone) 
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 5097.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 5077.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 5075)
Risk Reward: 1: 2

Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Research & Analysis PT Agrodana Futures