16 - 20 Maret 2026
Suku Bunga dan Lonjakan Harga Minyak
Perang yang tak berkesudahan membuat pasar global mulai memperhitungkan ulang dampaknya terhadap perekonomian global, terutama suku bunga bank sentral. Dengan ancaman gangguan pasokan minyak global, dunia dihadapkan pada kenaikan harga energi yang signifikan dalam waktu dekat. Dampak ini kemungkinan akan dirasakan selama Selat Hormuz ditutup. Ekspektasi inflasi pun melonjak tajam, dengan imbal hasil obligasi melampaui puncak 2026, dan potensi pemangkasan suku bunga semakin tipis. Pasar menunggu petunjuk Fed terkait suku bunga.
Peluang Fed Hanya Di Bawah 20%!
Peluang penurunan suku bunga Fed turun dari sekitar 65% menjadi di bawah 20% saat ini, dan Trump sekali lagi membuktikan bahwa sikap Powell sudah benar. Investor perlu memantau data yang akan datang, terutama data tenaga kerja dan aktivitas manufaktur, dan komunikasi Fed minggu depan untuk mendapat gambaran yang lebih jelas tentang apa yang akan terjadi.
SPR Dirilis, Minyak Tetap Terancam?
IEA secara resmi merekomendasikan pelepasan Cadangan Minyak Strategis sebesar 400 juta barel, termasuk 172 juta barel dari AS sendiri, diikuti dengan Jepang dan Jerman yang sudah siap ikuti langkah serupa. Tapi harga minyak sejauh ini tidak bergeming, bahkan akhir pekan kemarin ditutup di $99 per barel untuk WTI dan $103 per barel untuk Brent. Di Sabtu pagi, Trump mengatakan pasukan AS sudah melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap pulau Kharg yang cukup dekat dengan infrastruktur minyak Iran., sekaligus mengirim pesan bahwa AS akan mengincar minyak Iran jika lalu lintas pasokan minyak di Selat Hormuz terganggu.
BOJ Terdesak, Tunda Kenakan Suku Bunga?
Kamis akan menjadi hari besar bagi bank sentral. Setelah Fed di hari Kamis dini hari, lanjut BOJ pagi hari, diikuti BOE dan ECB kemudian. Tapi fokus setelah Fed adalah BOJ. Pasar memperkirakan peluang 10% untuk kenaikan suku bunga BOJ. Kenaikan akan cukup mengejutkan dalam situasi saat ini di tengah perang yang berkecamuk, tapi bisa saja dianggap wajar oleh pasar mengingat Yen yang melemah sejauh ini. Jika BOJ tunda kenaikan suku bunga, maka pertemuan April kemungkinan target kenaikan suku bunga berikutnya.
Goldman: S&P 500 Lirik 6300
Sahan-saham AS bergerak melemah selama 2 pekan terakhir seiring konflik Iran yang memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga akibat lonjakan harga minyak. Investor global bersiap terhadap kemungkinan penurunan tajam di pekan depan. Goldman Sachs memperingatkan bahwa S&P 500 berpotensi turun ke level 6300 jika pertumbuhan ekonomi melemah karena kenaikan harga minyak dan eskalasi geopolitik membuat pasar saham berisiko mengalami penurunan.
Pasar Tunggu 'TACO' Trade
Menariknya, investor di pasar saham sepertinya masih ragu untuk melakukan aksi jual besar-besaran karena khawatir tertinggal oleh pemulihan pasar yang bisa terjadi tiba-tiba. Hal ini sejalan dengan riwayat Presiden Trump yang sering mundur di bawah tekanan pasar keuangan, sebuah kecenderungan yang sering disebut sebagian orang sebagai TACO trade, singkatan dari Trump Always Chicken Out. Investor tidak ingin terjebak dalam situasi di mana Trump tiba-tiba umumkan kemenangan dan serangan dihentikan
AGENDA DATA EKONOMI
US PPI
18 Mar 2026
Data ini mengukur perubahan harga barang yang dijual oleh produsen. Merupakan data awal untuk inflasi konsumen yang juga dipertimbangkan sebagai inflasi secara keseluruhan.
US FOMC Meeting
19 Mar 2026
Pertemuan kali ini bukan hanya keputusan suku bunga, tapi juga Fed akan merilis proyeksi ekonomi ke depan. Dot Plot suku bunga juga diperbarui. Pasar akan mencermati proyeksi terbaru dan pidato Powell di tengah ancaman harga minyak yang melonjak akibat perang
JPY BOJ Meeting
19 Mar 2026
Suku bunga diperkirakan tetap 0.75%. Pasar akan mencermati pernyataan Gubernur BOJ Ueda untuk sinyal kenaikan suku bunga mengingat Yen yang terus melemah belakangan ini. Inflasi yang tinggi karena kenaikan harga energi juga menjadi isu utama. Tapi waspada jika BOJ kejutkan pasar dengan kenaikan suku bunga
UK BOE Meeting
19 Mar 2026
Bank of England diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga acuan di 3.75%. Situasi harga energi yang naik kemungkinan akan membuat bank sentral juga harus perhitungkan kembali apakah akan melanjutkan pemangkasan atau beralih kepada kenaikan suku bunga
EUR ECB Meeting
19 Mar 2026
ECB menjadi bank sentral terakhir yang akan mengumumkan kebijakan moneternya di "Super Thursday". Lonjakan harga energi juga pengaruhi pertumbuhan zona Eropa yang bergantung pada impor energi. Suku bunga diperkirakan bertahan, tapi pasar akan mencermati pernyataan Christine Lagarde untuk petunjuk kebijakan moneter
Perang Berlanjut, Keputusan Fed Tentukan Nasib Emas: Waktunya Rebound atau Lanjut Kandas?
Emas gagal memanfaatkan pembukaan gap yang lebih tinggi minggu lalu, dan tertekan hingga penutupan Jumat. Daya tarik emas sebagai safe haven tergeser oleh USD seiring anjloknya ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed akibat kekhawatiran inflasi imbas lonjakan harga minyak. Penutupan Selat Hormuz menjadi sumber gangguan yang membuat minyak melonjak tinggi dan mayoritas analis mengkhawatirkan skenario penutupan yang lebih panjang. Kekhawatiran ini membuat ekspektasi penurunan suku bunga Fed berkurang dari 66 basis poin sebelum konflik menjadi sekitar 24 basis poin setelah konflik. Emas ditutup turun di hari Jumat, cukup dekat dengan level 5000 dan candle weekly lanjut ditutup bearish. Kondisi ini mengancam support terdekat 4996 dan 4950. Jika keduanya ditembus, peluang terdekat adalah 4850. Namun, jika Fed memberi sinyal peluang kenaikan suku bunga, maka tekanan pada emas bisa berlanjut dengan area 4655 sangat terbuka. Tapi jika Fed beri sinyal tidak ada indikasi kenaikan suku bunga, maka emas berpeluang rebound hingga kisaran 5250 terdekat, atau bahkan dekati 5300-an, meski dengan risiko perang yang kemungkinan masih berlangsung.
Daily Trend : Strong Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 5190, 5255, 5379
(S) : 4936, 4850, 4655
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 119.40, 130.56, 150.00
(S) : 92.50, 88.63, 79.80
Minyak Mentah Bisa Tembus $160 Jika Penutupan Selat Hormuz Berlanjut!
Harga minyak sudah melonjak 17% sejak IEA umumkan pelepasan cadangan minyak strategis terbesar dalam sejarah. Harga minyak Brent yang menjadi patokan global bahkan ditutup di atas $100 di hari Jumat, dan WTI mengikuti di $99 per barel. Cadangan darurat tersebut akan membutuhkan waktu untuk didistribusikan dan jumlahnya akan jauh dari mencukupi untuk menutupi 20 juta barel per hari potensi pasokan yang terganggu via Selat Hormuz. Berita terbaru beredar bahwa serangan balasan Iran ke Israel berhasil menewaskan PM Israel Netanyahu. Tapi kabar tersebut ditepis Israel, dan menunjukkan pidato Netanyahu memberi pernyataan. Namun, beberapa media melaporkan bahwa video tersebut hanya video AI . Jika benar Netanyahu meninggal, apakah perang akan berlanjut hanya dengan AS sendiri atau Trump mencari alasan untuk mendeklarasikan gencatan senjata? Secara struktural, harga minyak masih terancam melonjak naik jika perang berlanjut. Resistance terdekat 123 dan 130 jika level tertinggi minggu lalu di $119 berhasil ditembus. Bahkan beberapa bank memperkirakan jika Selat Hormuz ditutup 3 bulan, maka minyak berpeluang tembus $160 per barel. Jika ditutup 2 bulan, minyak diperkirakan sentuh $137-$140. Dan jika hanya ditutup 1 bulan, minyak mungkin sentuh $100 di akhir bulan.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly candle ditutup bearish, dan support 1.13667 terancam dalam waktu dekat. Tekanan berpeluang berlanjut jika support ditembus. Dan area 1.11540 kemungkinan jadi peluang penurunan berikutnya. Kondisi geopolitik dan juga keputusan suku bunga ECB jadi petunjuk. Namun, pemulihan ke atas hanya efektif jika mampu tembus minmal 1.15350. Jika berhasil, kita mungkin akan melihat rebound lebih lanjut ke zona 1.16500. Jika tidak, maka bearish akan tetap mendominasi
Resistance : 1.15350, 1.16600, 1.17400
Support : 1.13667, 1.11450, 1.10500
Outlook : Bearish
GBPUSD
Weekly candle ditutup bearish, peluang turun kemungkinan masih mendominasi. Secara teknis, area 1.30000 kemungkinan menjadi target penurunan berikutnya, sekaligus support yang menentukan. Jika zona ini tidak ditembus, maka ekspektasi rebound bertahap terjadi dekat zona tersebut. Tapi jika tembus, maka peluang penurunan berpotensi lebih lanjut. Situasi geopolitik dan keputusan suku bunga BOE akan menjadi petunjuk. Bullish hanya akan lebih kuat jika minimum harga mampu tembus resistance 1.34800.
Resistance : 1.33700, 1.35000, 1.36400
Support : 1.31429, 1.30000, 1.29435
Outlook : Bearish
USDJPY
Investor masih menunggu sinyal intervensi dari otoritas Jepang. Sampai penutupan Jumat, Yen lanjut melemah hingga dekati 160, tapi tidak ada petunjuk apapun tentang hal itu. Keputusan BOJ kemungkinan salah satu pemicu ke depan untuk pelemahan lebih lanjut jika BOJ tunda kenaikan suku bunga. Resistance 159.60, 160.50 dan 161.90 adalah zona-zona kritikal yang dikhawatirkan muncul intervensi. Tapi situasi bisa berubah dan spekulan bisa saja mendorong lebih tinggi hingga rekor baru 163 atau pun 165. Tapi jika BOJ memberi keputusan mengejutkan dengan kenaikan suku bunga, maka Yen bisa berangsur turun ke zona 154-155 dengan cepat
Resistance : 160.500, 161.940, 163.000
Support : 158.300, 156.400, 154.820
Outlook : Bullish
INDEKS USD
DXY menguat untuk kedua kalinya secara beruntun secara mingguan dan untuk pertama kalinya ditutup di zona 100 sejak November 2025. Jika status safe haven terus dominan, maka penguatan diperkirakan berlanjut dan melirik zona 102. Namun, jika situasi geopolitik mereda, maka peluang turun di bawah 99 kemungkinan lebih cepat. Tapi geopolitik diperkirakan akan lebih alot dan sulit diharapkan selesai dalam waktu dekat. Di sisi lain, keputusan FOMC kemungkinan bisa menjadi pemicu lain yang lebih ditunggu pasar.
Resistance : 101.00, 101.94, 102.50
Support : 99.60, 97.00, 96.00
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup inverted hammer, secara teori menandakan penurunan mungkin mulai terbatas. Tapi sayangnya RSI belum menunjukkan oversold, sehingga ancaman turun kemungkinan masih ada. Area 51085 support terdekat. Jika ditembus, maka tekanan turun diperkirakan berlanjut dan area 48500 kemungkinan menjadi target terjauh berikutnya jika tekanan terus dominan. Sebaliknya, kita bisa saja melihat rebound saat retest 51000, dan pantulan naik diharapkan cukup kuat untuk tembus 51300. Pemulihan akan bergantung pada situasi geopolitik dan juga keputusan BOJ
Resistance : 53870, 54500, 55000
Support : 52600, 52000, 51100
Outlook : Bearish
HANG SENG
Candle weekly ditutup bullish, dan penurunan terakhir tertahan di zona FR 38.2% weekly 24669. Secara teori, peluang rebound cukup terbuka, didukung oleh zona support yang relatif masih efektif sehingga kenaikan bisa diharapkan di atas 25500. Tapi secara teknis itu belum aman. Minimal indeks harus tembus resistance 26000-26200 untuk membuat bullish lebih kuat. Sebaliknya, waspadai ancaman turun jika tembus 24669. Zona ini akan membuat indeks lanjutkan tekanan hingga 24000 atau paling ekstrim 23600. Situasi geopolitik tetap menjadi pemicu yang perlu diwaspadai.
Resistance : 26000, 26500, 27419
Support : 25150, 24700, 23600
Outlook : Bearish
NASDAQ
Kabar baiknya candle weekly ditutup doji untuk ketiga kalinya secara beruntun. Tapi kabar buruknya, tekanan turun kemungkinan tidak diketahui kapan berakhir mengingat situasi geopolitik yang masih panas. Secara teknis, area 24050 masih menahan penurunan, dan jika minggu depan berhasil bertahan, maka terbuka peluang untuk rebound. Tapi bullish mungkin harus berupaya tembus 25200 lebih dulu untuk lanjutkan kenaikan. Jika tidak, ancaman turun terburuk bisa melirik zona 22600
Resistance : 25000, 25470, 26025
Support : 24000, 23500, 22600
Outlook : Bearish
DOW JONES
Candle weekly ditutup turun, tapi membentuk pola candle mirip shooting star dengan tail atas yang panjang. Namun, secara umum ancaman turun belum tuntas sepenuhnya mengingat situasi geopolitik yang masih berlanjut. Support berikutnya 45333 secara mingguan kemungkinan menjadi target. Tapi jika area 46000 tidak ditembus, maka ada peluang untuk rebound. Di sisi lain, resistance 47347 menjadi area kunci untuk kenaikan kembali. FOMC meeting bisa menjadi petunjuk yang dibutuhkan
Resistance : 47347, 48500, 49560
Support : 45750, 45333, 43700
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.