Weekly Newsletter Ed. 300

Published on 03/22/2026


23 - 27 Maret 2026


Quick Insights: Pasca FOMC Meeting, Pasar Pantau Fed Speakers & Data Ekonomi

AS kembali menjadi yang paling ditunggu, tapi data minggu depan hanya sebatas PMI. Data akan memberikan petunjuk terkait ekspektasi suku bunga, dan seperti yang ditekankan Powell bahwa bank sentral hanya akan bertindak berdasarkan data ekonomi. Para pejabat Fed dijadwalkan kembali aktif memberikan pernyataan dan hasil dari FOMC kemarin hanya 1 yang mendukung penurunan suku bunga, yaitu Stephen Miran. Pernyataan para pejabat Fed di minggu depan akan menjadi penyebab volatilitas pasar selain situasi geopolitik yang menyebabkan fluktuasi di pasar minyak.

Dolar dan Oil Kunci Utama!

Investor disarankan untuk tetap memantau kondisi dolar dan harga minyak karena keduanya menjadi kunci utama untuk saat ini di tengah situasi geopolitik yang belum diketahui kapan berakhir. Harga minyak yang reda memberi ruang untuk pelemahan dolar sehingga diartikan situasi geopolitik sedikit reda dan pasar saham juga emas bisa kembali rebound. Tapi selama keduanya tetap tinggi, maka pasar saham dan emas akan terus dibayangi tekanan.

Trump Beri Waktu 48 Jam untuk Iran

Presiden Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran kalau Iran tidak segera membuka Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal komersial. Trump beri waktu 48 jam untuk Iran merespon, dan sasaran pertama akan dimulai dengan pembangkit listrik terbesar. Ancaman ini dirilis di hanya sehari setelah Trump mengatakan bahwa dia berpikir untuk "melonggarkan" operasi militer dan tanggung jawab Hormuz akan diserahkan ke negara-negara yang bergantung pada pengiriman melalui Selat Hormuz. Konflik memasuki minggu keempat dan menyebabkan lonjakan harga energi.

CPI Inggris Penentu Suku Bunga BOE

Inggris akan kembali menjadi sorotan dengan rilis data CPI dan PPI di hari Rabu. Data ini kemungkinan jadi penentu atau penunda peluang kenaikan suku bunga BOE di pertemuan mendatang. Data retail sales di hari Jumat juga bisa membantu memvalidasi hal tersebut. Di pertemuan terakhir minggu lalu, BOE mempertahankan suku bunga tetap di 3.75% sambil memantau situasi yang terjadi di Timur Tengah sebelum memutuskan kebijakan moneter selanjutnya

Peringatan Fed Waller

Pertemuan Fed minggu lalu menjadi pencetus penurunan besar-besaran bagi pasar ekuitas AS dan komiditi emas. Fed memang mempertahankan suku bunga, dan Fed juga mengesampingkan perihal untuk kenaikan suku bunga. Tapi fakta geopolitik yang berkembang menyebut setidaknya butuh 1 bulan tambahan serangan udara untuk melumpuhkan Iran. Gubernur Fed Waller mengingatkan konflik yang lebih lama berisiko mengganggu ekspektasi inflasi, dan meredam peluang pemotongan suku bunga.

Sektor Energi vs Teknologi

Dalam situasi tekanan geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah, sektor energi menjadi satu-satunya yang selamat dari gejolak harian, sedangkan sektor Teknologi dan utilitas menjadi korban akibat lonjakan imbal hasil obligasi. Saham-saham Nvidia, Google, Microsoft, Apple, Amazon, Meta sampai Tesla harus berdarah-darah sepanjang konflik belum selesai. Sedangkan Exxon Mobil dan Chevron mendapat keuntungan dari kenaikan harga energi. Di Agrodana, Anda bisa melirik Chevron sebagai pilihan investasi saat ini

AGENDA DATA EKONOMI

JP National CPI

24 Mar 2026

Data ini mengukur tingkat harga barang dan jasa dalam perspektif konsumen. Setelah keputusan BOJ kemarin pertahankan suku bunga, trader akan mencermati data National CPI ini untuk kemungkinan memenuhi syarat untuk BOJ menaikkan suku bunga atau tidak

US PMI Manufacture & Service

24 Mar 2026

Purchasing Manager Index (PMI) mengukur aktivitas dari sektor manufaktur dan juga jasa. Angka di atas 50 mengindikasikan ekspansi yang berdampak positif untuk ekonomi. Dan angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi yang berarti negatif untuk ekonomi

UK CPI & PPI

25 Mar 2026

CPI mengukur tingkat harga dari perspektif konsumen, sedangkan PPI mengukur tingkat harga di sisi produsen. Kedua data ini bisa menjadi tolok ukur bagi BOE di pertemuan berikutnya untuk memutuskan apakah perlu menaikkan suku bunga atau tetap mempertahankan suku bunga

US Initial Jobless Claims

26 Mar 2026

Data ini bersifat mingguan, jadi sebenarnya tidak menjadi penggerak market yang terlalu signifikan. Tapi berhubung minim data minggu depan, data ini bisa menjadi rujukan bagi pasar untuk melihat situasi pasar tenaga kerja di AS. Semakin banyak pengangguran, dolar lemah.

UK Retail Sales

27 Mar 2026

Laporan ini mengukur pengeluaran konsumen yang menentukan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Data yang kuat bisa menjadi indikasi daya beli yang kuat. Sebaliknya, data yang lemah merupakan indikasi daya beli yang lemah.

Perang Berlanjut, $4400-4500 Support Psikologis Sekaligus Area Paling Menentukan!

Situasi sempat reda saat AS menyebut akan mengakhiri perang lebih cepat dari perkiraan, dan Trump juga memberi sinyal akan melonggarkan tekanan ke Iran. Tapi situasi berubah dalam 1 x 24 jam setelah Trump mengancam akan menyerang pembangkit listrik Iran jika Iran tidak membuka Selat Hormuz dalam 48 jam. Investor perlu mencermati apakah ancaman ini akan terealisasi atau justru ditarik kembali. Tidak mudah untuk menekan Iran karena setiap diserang, Iran justru membalas serangan. sehingga ketegangan geopolitik yang berkepanjangan akan mengancam inflasi sehingga meredam ekspektasi cut rate. Weekly dan daily candle ditutup bearish. Kabar baiknya, RSI daily mulai berada di 29%, zona oversold di bawah 30%. Weekly RSI berada di zona tengah 50% dan membuka ruang untuk rebound minggu depan, meskipun belum tentu bisa berakhir dengan bullish reversal yang lebih kuat. Kabar bagus lainnya zona 4400-4500 adalah area psikologis sekaligus FR 38.2% Weekly dari kenaikan Nov 2024 di 2536 ke puncak 2026 di 5597. Penembusan akan memicu penurunan lebih lanjut ke zona 4200 atau paling ekstrem 4060. Sebaliknya, jika tidak tembus, maka akan menjadi momentum untuk terjadinya rebound ke zona 4800 atau 5000 kembali.

Daily Trend : Strong Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4850, 4936, 5050
(S) : 4402, 4274, 4060

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 100.40, 119.40, 137.00
(S) : 94.50, 92.60, 89.00

Ultimatum 48 Jam Trump untuk Iran, Minyak Waspadai Kembali Bergejolak

Kita belum tahu apakah ancaman Trump benar-benar akan dilakukan atau hanya sekedar gertakan. Trump berubah pendirian hanya dalam waktu sehari. Sebelumnya sempat menyebut bahwa AS mempertimbangkan untuk melonggarkan tekanan militer ke Iran dalam waktu dekat. Trump juga sempat menekan Israel untuk tidak lagi menyerang fasilitas energi Iran. Tapi di akhir pekan Trump keluar dengan ancaman akan memberi waktu 48 jam untuk Iran membuka Selat Hormuz, atau menghadapi konsekuensi serangan besar terhadap pembangkit listrik Iran. Minyak Brent minggu lalu sempat tembus $120 kembali, sedangkan WTI hanya sempat sentuh $100 sebelum berakhir di $98. Secara teknis, RSI weekly dan daily menunjukkan kondisi overbought tapi sejauh ini hanya daily yang baru mulai melandai sedikit di bawah 70%, sedangkan weekly masih pada puncak kisaran 81%. Daily membuka peluang untuk kembali naik melirik $100 atau $103. Namun, jika ancaman Trump tersebut tidak diindahkan Iran, maka waspada kenaikan berlanjut ke zona $119 dalam waktu dekat, atau jika tembus $123, maka perlu waspada dengan lonjakan ke $137. Sebaliknya, jika ancaman tidak terbukti, atau Trump kembali berubah pikiran, maka tekanan di bawah $92 diperlukan untuk membuat minyak kembali reda ke kisaran $86-88.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

EURUSD

Weekly candle ditutup bullish yang berarti secara teori ada peluang untuk rebound minggu depan. Namun, kenaikan tidak mudah selama belum mampu tembus 1.16600 dalam waktu dekat. Sedangkan sisi geopolitik yang tidak menentu menjadi penghambat kenaikan. Tapi kenaikan harga energi memicu inflasi yang bisa memaksa ECB menaikkan suku bunga. Euro mungkin diuntungkan jika itu terjadi. Tapi waspada tekanan sebaliknya ke zona 1.13660 akan membuka ruang untuk penurunan lebih lanjut.

Resistance :  1.16600, 1.17400, 1.18500

Support  :  1.13667, 1.11450, 1.10500

Outlook : Bullish

GBPUSD

Weekly candle ditutup bullish dan seperti halnya Euro, GBP juga punya peluang untuk rebound minggu depan. Tapi situasinya lebih baik dibanding Euro. Weekly support trendline kemungkinan belum tembus dan selama tidak tembus, maka akan mendukung untuk rebound. Data CPI dan PPI Inggris bisa menjadi petunjuk. Jika data menguat, maka Pound bisa saja naik. Sebaliknya, jika data melemah, ini akan mengancam trendline weekly hingga 1.30000.

Resistance :  1.34500, 1.35000, 1.36400

Support  :  1.32400,  1.30000, 1.29435

Outlook : Bullish

USDJPY

Weekly berakhir dengan candle hanging man, didukung dengan peluang bearish divergence karena harga menciptakan high lebih tinggi, sedangkan RSI menciptakan high lebih rendah. Jika didukung data CPI Jepang yang lebih tinggi, ini akan membuka ruang untuk penguatan Yen atau penurunan USDJPY. Dan jika situasi geopolitik reda sehingga membuat dolar melemah, juga bisa memperkuat alasan penguatan Yen tersebut. Sebaliknya, jika data lemah, dan dolar terus menguat, maka USDJPY berpeluang kembali menguji zona-zona kritis yang dikhawatirkan sebagai area intervensi yen di zona 160 dan 161.

Resistance :  160.500, 161.940, 163.000

Support : 158.300, 156.400, 154.820

Outlook : Bearish

INDEKS USD

Candle weekly berakhir turun, secara teori membuka peluang untuk pelemahan minggu depan sehingga akan berdampak positif untuk mata uang lain dan juga komoditi emas. Tapi penurunan perlu tembus di bawah 99.00 lebih dulu untuk memperkuat tekanan bearish. Selama tidak terpenuhi, ditambah dengan situasi geopolitik yang masih tidak menentu, kelihatannya safe haven masih akan berpihak pada dolar. Waspadai kenaikan di atas zona 100 dan 101!

Resistance :  100,00, 101.00, 101.90

Support :  99.00, 98.00, 97.00

Outlook : Bullish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

NIKKEI

Situasi di Asia juga tidak menguntungkan. Nikkei terancam kembali tertekan jika tembus 51500 dalam waktu dekat. Zona 50000 bahkan terancam jika tekanan terus berlanjut. Kunci utama tetap di Selat Hormuz. Jiika Selat Hormuz dibuka, maka gangguan pasokan bisa terurai dan Nikkei relatif rebound. Jepang merupakan importir energi terbesar sehingga sangat bergantung pada kelancaran pasokan. Jika Selat Hormuz dibuka, maka Nikkei berpeluang kembali rebound dengan cepat berbalik hingga kisaran 53000 atau bahkan 55000.

Resistance : 52600, 53870, 54500

Support  :  51100, 50500, 50000

Outlook : Bearish

HANG SENG

Jika dibandingkan Jepang, China relatif diuntungkan dengan kedekatannya dengan Iran sehingga penutupan Selat Hormuz tidak berlaku untuk China. Tapi tekanan pasar global membuat Hang Seng juga dibayangi tekanan turun. Weekly candle ditutup bearish, meskipun masih ada harapan untuk tidak tembus 24450. Jika zona tersebut tidak ditembus, maka secara teori Hang Seng lebih mudah rebound daripada saham lainnya. Sebaliknya, jika ditembus, maka peluang penurunan mengancam zona support 23600.

Resistance : 26000, 26500, 27419

Support  :  25150, 24700, 23600

Outlook : Bearish

NASDAQ

Candle weekly juga ditutup turun. Tapi ada harapan bahwa candle tersebut mirip inverted hammer. Jika support 24000 tidak ditembus, maka secara teori membuka peluang untuk rebound naik. Hal ini juga akan lebih valid jika didukung oleh redanya tekanan geopolitik. Sebaliknya, tekanan berpotensi berlanjut jika tembus 24000, dan valid selama geopolitik terus memanas. Area 22600 dan 23000 adalah zona potensial jika penurunan benar-benar berlanjut.

Resistance : 25000, 25470, 26025

Support : 24000, 23500, 22600

Outlook : Bearish

DOW JONES

Weekly candle ditutup bearish, secara teori ancaman tekanan turun masih membayangi, terutama jika ancaman Trump untuk Iran dalam 48 jam ke depan benar-benar terbukti. Namun, support area 45700 dan 45200 kemungkinan menjadi penentu. Jika zona ini ditembus, maka penurunan diperkirakan berlanjut, dan target turun lebih jauh ke 43700. Sebaliknya, jika support tidak ditembus, maka peluang rebound cukup terbuka untuk kembali melirik area 47000-47300.

Resistance : 47347, 48500, 49560

Support : 45750, 45333, 43700

Outlook : Bearish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.