Weekly Newsletter Ed. 301

Published on 03/29/2026


30 Maret - 3 April 2026


Quick Insights: Data Tenaga Kerja di Tengah Perang Yang Berlanjut

Konflik militer di Iran belum tuntas, minggu depan sudah memasuki genap 1 bulan, dan ini akan menjadi kedua kalinya data tenaga kerja AS dirilis di tengah ketidakpastian geopolitik. Meskipun diperkirakan akan terjadi pemulihan sekitar 60K lapangan kerja pasca pelemahan di bulan Februari, tren dasarnya dikondisikan sebagai “perekrutan rendah, PHK rendah”. Sebagian besar sektor di luar pemerintahan dan layanan kesehatan justru mengalami penurunan jumlah pekerja dalam setahun terakhir. Akankah NFP kembali mengejutkan?

Retail Sales AS Terhambat Perang?

Laporan retail sales akan dirilis hari Rabu, sekitar 2 hari sebelum data NFP dirilis. Secara umum, laporan ini kemungkinan akan didukung oleh data penjualan mobil yang kuat. Tapi muncul kekhawatiran permintaan kemungkinan terhambat oleh kenaikan harga energi. Hal ini berpotensi membuat konsumen lebih sedikit uang untuk pengeluaran diskresioner.

Strategi “Ulur Waktu” Trump

Harga minyak kembali naik hingga penutupan perdagangan hari Jumat. Karena serangan-serangan terus berlanjut di semua kawasan Timur Tengah sehingga timbul kekhawatiran baru bahwa perang ini bisa berlanjut sampai April dan seterusnya. WTI tembus $100 per barel. Trump beri waktu lebih panjang sampai 6 April mendatang untuk membuka Selat Hormuz atau berpotensi menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik. Tapi pasar cenderung khawatir penundaan ini tetap tidak membuahkan hasil di tengah jalur negosiasi yang diupayakan

Emas Diam-diam Mulai Bangkit

Emas menjadi satu-satunya aset yang mengalami kenaikan di saat saham, obligasi, dan perak anjlok di hari Jumat. Kelihatannya investor mulai memperhitungkan eskalasi lebih lanjut. Pasca koreksi besar-besaran, emas kemungkinan kembali dilirik sebagai safe haven karena ekonomi global diproyeksikan akan mengalami kesulitan. Akankah ini mendukung peluang pembelian di bulan Maret?

Wall Street Rontok!

Indeks saham utama AS melorot ke level terendah baru sejak konflik Iran dimulai, dengan Nasdaq dan S&P 500 mengalami tekanan yang paling berat. Harapan untuk terjadinya kesepakatan damai dalam waktu dekat kelihatannya menguap kembali, dan redanya sentimen pasar sebelumnya hanya jeda yang memunculkan keraguan. Para investor kini memperhitungkan risiko eskalasi yang lebih parah setelah kedatangan sekitar 4500 pasukan AS di Timur Tengah sehingga menambah kekhawatiran geopolitik yang sangat besar

Spekulasi Suku Bunga BOE

Ada kekhawatiran terkait persepsi konsumen terhadap inflasi Inggris yang mengalami lonjakan akibat kenaikan harga bahan bakar. Hal ini dianggap berpotensi membuat BOE panik dan memutuskan untuk menaikkan suku bunga. Menariknya, meski pasar saat ini memperkirakan 3 kali kenaikan suku bunga tahun ini, Gubernur BOE Andrew Bailey kecewa dengan penyesuaian pasar yang hawkish. Ini menunjukkan bahwa BOE masih terlalu jauh dari menaikkan suku bunga yang diyakini investor

AGENDA DATA EKONOMI

Fed Chair Powell speaks

30 Mar 2026

Ini merupakan penampilan pertama Powell setelah pertemuan FOMC Maret yang lalu. Pernyataannya akan mempengaruhi sentimen pasar, terutama jika dikaitkan dengan kebijakan moneter berikutnya. Trader perlu waspada meskipun tidak diketahui topik utama pidato

UK GDP & EUR CPI

31 Mar 2026

Inggris akan merilis laporan laju pertumbuhan GDP terbarunya, sedangkan Eropa dengan data inflasi konsumen CPI. Jika kedua data menguat, maka ada peluang untuk GBP maupun EUR untuk naik, meski perhatian utama tetap tertuju pada USD

US ADP Employment

1 Apr 2026

Laporan ini merupakan ukuran perubahan bulanan pada data non-farm, tenaga kerja swasta yang didasari oleh sekitar 400K klien bisnis AS. Terkadang dianggap prediktor yang baik untuk laporan non farm payrolls pemerintah

US Retail Sales

1 Apr 2026

Data ini menunjukkan total nilai penjualan dari level retail AS. Laporan tersebut menjadi indikator untuk mengetahui pengeluaran konsumen. Pasar akan mencermati apakah lonjakan harga energi di AS sudah mulai pengaruhi pengeluaran konsumen

US Non Farm Payrolls

3 Apr 2026

Laporan ini mengukur perubahan jumlah orang bekerja di bulan sebelumnya, kecuali industri pertanian. Terciptanya lapangan kerja menjadi indikator pengeluaran konsumen. Jika data menguat, maka USD cenderung menguat. Dan jika data melemah, maka USD berpotensi melemah

Status ‘Safe Haven’ Pulih, Risiko Geopolitik dan NFP Jadi Ujian Transisi Maret ke April!

Emas berhasil naik di saat indeks saham AS dan obligasi AS turun. Apakah ini pertanda pasar sudah kembali melirik emas sebagai safe haven? Sejak konflik militer di Iran pecah per 28 Feb 2026, emas hanya sempat naik sesaat, lalu diikuti tekanan turun berturut-turut, bahkan sempat tergelincir sampai $4099 di 23 Mar 2026 yang lalu, dipicu kekhawatiran pasar atas inflasi karena lonjakan harga minyak sehingga berimbas pada kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed. Jika investor benar-benar mulai memperhitungkan risiko konflik berlanjut lebih buruk, maka permintaan safe haven emas perlu dibuktikan minggu depan. Dengan ketidakpastian jalur diplomasi, kombinasi dengan data ekonomi AS seperti retail sales, ADP, ISM dan NFP target utama. Candle Jumat berhasil ditutup bullish, dengan harga kembali ke zona $4500-an. Weekly candle bahkan hampir menutup penurunan tajam yang terjadi sejak pembukaan Senin lalu. Namun, tantangan belum selesai. Resistance 4550 terbukti menahan kenaikan di hari Jumat, meski akhirnya tetap ditutup di 4500-an. Jika berhasil tembus, maka area 4620 dan 4790 cukup menarik untuk ditunggu. Jika gagal, maka trader perlu waspada tekanan balik di bawah 4370.

Daily Trend : Strong Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4550, 4665, 4850
(S) : 4370, 4260, 4060

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Limited Bullish
(R) : 108.60, 119.40, 137.00
(S) : 92.50, 84.40, 80.00

Minyak Diprediksi Tembus $120 Jika Konflik Semakin Panas!

Minggu depan cukup menantang bagi pasar minyak global. Diplomasi AS – Iran yang diharapkan, sepertinya tidak akan mudah, meskipun Trump memberi batas waktu lebih panjang hingga 6 April mendatang. Situasinya menjadi lebih rumit karena Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz secara keseluruhan jika AS terus memaksakan serangan, termasuk ancaman serangan ke fasilitas listrik Iran yang ditunda. Jika ketegangan berlanjut, maka minyak WTI kemungkinan akan kembali mendekati zona $110 atau $119. Bahkan ada kekhawatiran konflik yang meluas membuat minyak tembus $130 dalam waktu dekat. Tapi jika diplomasi berhasil terwujud, maka minyak berpotensi mereda, dan berbalik turun dengan cepat hingga di bawah $84 per barel. Secara teknis, candle weekly menunjukan bullish yang tidak sempurna karena memiliki tail bawah yang panjang, mirip dengan hanging man. Dengan RSI yang overbought, secara teori harga mungkin lebih cenderung bersiap turun drastis. Tapi dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu, penurunan diragukan, justru dikhawatirkan mendorong dengan cepat hingga zona $119-123, atau bahkan lebih lanjut dekati $137 per barel. Ada harapan untuk cooling down di pertengahan pekan depan jika geopolitik mereda.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

EURUSD

Kenaikan berujung kegagalan mempertahankan momentum di 2 hari terakhir sesi perdagangan minggu lalu. Kondisi ini membuat Euro berpeluang kembali ditekan hingga mengancam support 1.14077 dalam waktu dekat. Bahkan tekanan bisa berlanjut hingga zona 1.13660. Dan jika kedua support ditembus, maka minggu depan mungkin kita akan melihat tekanan ke kisaran 1.11450 atau bahkan bisa lebih jika gangguan pasokan minyak terus berlanjut. Sebaliknya, jika resistance 1.16400 ditembus, maka Euro berpeluang pulih lebih cepat dari yang dikhawatirkan

Resistance :  1.16600, 1.17400, 1.18500

Support  :  1.13667, 1.11450, 1.10500

Outlook : Bearish

GBPUSD

Risiko penurunan juga membayangi Poundsterling. Tapi kabar baiknya kita belum sampai melihat support trendline weekly di 1.30200 disentuh. Jika penurunan tetap tidak sentuh atau bahkan tidak tembus zona tersebut, maka ada peluang demand kembali mendorong Pound di dekat zona tersebut. Spekulasi kenaikan suku bunga BOE mungkin ikut membantu hal itu, tapi penolakan dari Bailey membuat Pound kesulitan untuk naik lebih lanjut. Risiko geopolitik juga dirasakan pada Inggris dengan konsekuensi kenaikan energi membuat laju pertumbuhan ekonomi terancam

Resistance :  1.34500, 1.35000, 1.36400

Support  :  1.31400,  1.30000, 1.29435

Outlook : Bearish

USDJPY

Sepertinya para spekulan mencoba menguji keseriusan otoritas Jepang untuk melakukan intervensi. Hal ini ditunjukkan dengan kenaikan USDJPY hingga zona 160.400 minggu lalu, dan membuat pasar bertanya-tanya apakah Jepang akan melakukan intervensi Yen atau tetap menunggu peluang kenaikan suku bunga BOJ. Kemungkinan 161 atau bahkan 162 cukup terbuka jika melihat penutupan minggu lalu bullish. Tapi ada harapan jika bearish divergence berhasil menahan kenaikan lebih lanjut. Inflasi Tokyo menjadi kunci utama minggu depan. Jika dirilis lebih tinggi, maka akan mendukung kenaikan suku bunga BOJ yang ditunggu-tunggu.

Resistance :  161.940, 163.000, 164.500

Support : 158.300, 156.400, 154.820

Outlook : Bullish

INDEKS USD

Status safe haven sepertinya juga masih melekat pada USD. Hal ini dikarenakan pasar obligasi AS kembali mengalami tekanan setelah pasar mulai memperhitungkan risiko memburuknya situasi geopolitik memasuki bulan April atau bahkan lebih panjang. Resistance 100.550 kemungkinan dengan mudah ditembus, dan itu berarti zona 101 bahkan 102 bisa muncul, apalagi jika dikombinasikan data ekonomi AS yang solid. Sebaliknya data ekonomi yang rapuh akan memberi ruang bagi USD sedikit tergelincir. Tapi pasar tetap akan mewaspadai risiko geopolitik

Resistance :  100,55, 101.00, 101.90

Support :  99.00, 98.00, 97.00

Outlook : Bullish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

NIKKEI

Tekanan juga mendominasi pada Nikkei dan hampir menutup semua kenaikan yang sempat terjadi di awal pekan. Kondisi ini bisa memburuk minggu depan jika risiko geopolitik terus mendorong harga minyak mentah lanjutkan kenaikan. Dengan Jepang yang mengandalkan impor energi, maka situasi ini semakin mempertegas dampak lebih besar akan terjadi pada saham Nikkei. Zona 50400 dan 50280 dalam waktu dekat berpotensi diuji. Dan jika ditembus, maka waspadai penurunan lebih lanjut turun ke kisaran 49000, dan bahkan risiko terburuk melirik 48500an. Sebaliknya, redanya geopolitik membuka peluang untuk rebound ke kisaran 52000

Resistance : 52000, 52600, 53870

Support  :  51100, 50500, 50000

Outlook : Bearish

HANG SENG

Risiko penurunan juga membayangi Hang Seng. Dan ini berarti zona 24600 kemungkinan bisa memicu penurunan lebih lanjut jika harga terus tertekan di bawah zona tersebut. Meski penutupan Jumat kemarin tetap berada di atas support trendline 24450, tapi pembukaan Senin dikhawatirkan dimulai di bawah 24000 atau dengan kata lain terancam gap down. Jika itu yang terjadi, maka peluang tekanan berpotensi lanjut mendekati 23600 yang merupakan FR 50% Weekly. Sebaliknya, jika berhasil naik di atas 25000, maka resistance 25480 akan menjadi kunci utama kenaikan jika mampu ditembus.

Resistance : 25480, 26000, 27500

Support  :  23600, 22800, 22000

Outlook : Bearish

NASDAQ

Risiko tekanan memburuk, didukung oleh ketidakpastian jalur diplomasi AS dan Iran sehingga investor global cenderung cemas dan membuat aset berisiko tertekan lebih lanjut. Area support weekly di 226600 bahkan cukup terbuka jika kondisi ini tidak segera pulih. Bahkan tekanan akan berlanjut jika dalam waktu dekat area 23000 berhasil ditembus. Satu-satunya peluang untuk saham rebound adalah jika diplomasi berhasil sehingga meredam kekhawatiran pasar. Tapi secara teknis, itu berarti butuh kenaikan minimal di atas 24000!

Resistance : 24000, 25000, 26025

Support : 22600, 22000, 21430

Outlook : Bearish

DOW JONES

Weekly candle ditutup bearish setelah gagal memanfaatkan momentum pemulihan di 2 hari terakhir perdagangan minggu lalu. Kondisi ini mengancam support weekly 45333 dalam waktu dekat. Jika resmi ditembus, maka tekanan berpeluang berlanjut hingga support 44639, atau risiko terburuk hingga dekati 43700. Risiko geopolitik terus membayangi, meskipun mungkin saja kita dapat kejutan menarik dari NFP Jumat depan. Meski demikian, Dow butuh pendukung yang lebih kuat untuk mendorong kenaikan di atas 45750

Resistance : 45750, 46500, 47347

Support : 44500, 43700, 43000

Outlook : Bearish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.