6 - 10 April 2026
Quick Insights: NFP Mengejutkan Naik Saat Market Libur Good Friday
Data non farm payrolls hari Jumat memberi kejutan besar dengan lonjakan hingga +178K, jauh lebih tinggi dibanding perkiraan +60K. Bahkan angka ini terjadi setelah catatan buruk bulan sebelumnya -92K yang juga direvisi turun ke -133K. Kondisi ini membuat tingkat pengangguran pun turun menjadi 4.3% dari sebelumnya 4.4%. Namun, ada yang berbeda karena data dirilis di tengah suasana sepi libur Good Friday. Kemungkinan market baru akan merespon saat mereka kembali dari libur panjang di hari Senin.
Data Besar AS Menanti!
ISM non manufacture, FOMC Minutes, GDP, PCE dan CPI dirilis bergantian minggu depan. Sektor jasa mulai melambat, notulen rapat FOMC Maret akan dicermati apa yang menjadi dasar keputusan pertemuan bulan lalu, lalu PCE yang diperkirakan naik ke 3%, ditambah CPI yang kemungkinan mulai menunjukkan dampak kenaikan harga minyak. Kondisi ini akan menjadi pemicu kembali kekhawatiran kenaikan suku bunga.
Deadline 6 April & Ancaman Serangan Darat
Iran dikabarkan menembak jatuh jet tempur AS di atas wilayahnya untuk pertama kalinya dalam perang yang sudah berlangsung 5 minggu. Hal ini menandai eskalasi besar dalam konflik yang memicu gangguan stabilitas ekonomi seluruh dunia dan memicu krisis energi. Kondisi ini dikhawatirkan memicu gagalnya diplomasi yang diupayakan Pakistan. Bahkan dikabarkan Iran menolak untuk pertemuan tersebut. Ancaman lain adalah deadline 6 April yang ditentukan Trump, apakah akan kembali diundur, atau AS mulai bersiap luncurkan serangan darat yang sempat ditunda?
Bank Sentral Tetap Net Buyer Emas
Di tengah ketidakpastian seputar permintaan emas, oleh bank sentral seluruh negara, akibat ketidakpastian ekonomi yang kian meningkat dan tekanan inflasi akibat eskalasi perang yang masih berlangsung, data menunjukkan bank sentral ternyata masih menjadi pembeli aktif . Laporan WGC, bank sentral yang dipimpin oleh Polandia, secara keseluruhan membeli 19 ton emas di bulan Februari. Polandia menjadi pemain terbesar saat ini dengan meningkatkan cadangan emas menjadi 20 ton.
BOJ Dalam Tekanan
Pasar kini semakin yakin bahwa Bank Of Japan (BOJ) kemungkinan akan menaikkan suku bunga bulan ini. Pasar memperhitungkan langkah maupun pesan yang disampaikan BOJ. Peluang kini 70% untuk potensi kenaikan suku bunga. Tapi prakteknya, fokus tidak hanya tertuju pada keputusan tersebut, tapi juga pada cara penyampaian bank sentral. Komunikasi menjadi penentu bagi volatilitas pasar mata uang untuk beberapa minggu ke depan, terutama USDJPY. Data terbaru tentang inflasi dan kesenjangan output kemungkinan mendukung hal itu.
Spekulasi Suku Bunga ECB
Minggu depan giliran zona Eropa yang menjadi sorotan selain AS. Rilis data inflasi pertama yang diperkirakan akan mencerminkan dampak dari perang, diikuti retail sales, indeks harga produsen (PPI) zona euro di hari Rabu, indeks harga konsumen (CPI) di hari Jumat. Jika data inflasi melampaui perkiraan, maka hal itu bisa memicu ECB untuk menaikkan suku bunga di pertemuan berikutnya sebagai langkah pencegahan. Saat ini probabilitasnya sekitar 60%.
AGENDA DATA EKONOMI
US ISM Non Manufacture
6 Apr 2026
Data ini merupakan indikator yang menunjukkan kondisi ekonomi di sektor non-manufaktur. Angka di atas 50 mengindikasikan sektor ini mengalami ekspansi. Sebaliknya, di bawah 50 menunjukkan kontraksi
US GDP
9 Apr 2026
Data ini mengukur secara luas aktivitas ekonomi dan juga indikator utama kesehatan ekonomi. Ada 3 versi GDP: Advance, Preliminary dan Final.
US PCE
9 Apr 2026
Biasanya core PCE lebih tidak volatile dibanding PCE karena tidak menyertakan harga energi dan makanan yang bersifat volatil dan musiman. Inflasi tinggi berpotensi memicu kenaikan suku bunga. Tapi saat resesi kenaikan inflasi bisa memicu resesi semakin dalam hingga nilai tukar mata uang melemah
CNY CPI & PPI
10 Apr 2026
CPI menjadi tolok ukur melihat perubahan tren pembelian dan inflasi. Data yang tinggi berdampak CNY menguat. PPI mengukur perubahan harga barang yang dijual perusahaan/manufaktur. Data PPI memiliki proporsi lebih besar terhadap inflasi secara keseluruhan
US CPI
10 Apr 2026
CPI mengukur perubahan harga barang dan jasa dari perspektif konsumen. Data yang lebih tinggi akan memicu penguatan USD, sebaliknya data yang lebih lemah akan memicu pelemahan USD
Rintangan Besar Menghadang! CPI vs GDP vs Geopolitik, Risiko Tembus 4100 vs Survival di atas 4850?
Emas berada di zona tengah pasca rebound dari titik terendah 4099 yang berlanjut dalam 1 minggu terakhir sampai sentuh 4800. Tantangan belum selesai, tapi secara teknis posisinya cenderung imbang dengan risiko penurunan maupun kenaikan yang bisa terjadi. Weekly ditutup dengan candle bullish dan 3 candle terakhir membentuk pola morning star doji. Tapi kondisi bullish candle ke-3 kurang proporsional sehingga perlu waspadai kemungkinan gagal naik jika resistance 4800 kembali gagal ditembus. Sebaliknya, kondisi penurunan tidak diharapkan terjadi tekanan lebih lanjut di bawah 4440 yang kini bertindak sebagai support daily terdekat. Tapi satu sisi, kami juga mewaspadai potensi pembukaan Senin dengan gap down merespon data NFP Jumat yang mengejutkan di tengah liburnya market emas saat Good Friday. Peluang tekanan juga berpotensi muncul jika CPI dirilis lebih tinggi dari ekspektasi mengingat lonjakan energi saat ini mulai diperhitungkan. Tapi jika GDP relatif lebih rendah, maka hal ini bisa menenangkan. Pasar mungkin tidak peduli dengan perang, tapi saat ini perlu kepastian tentang pembukaan kembali Selat Hormuz untuk mengurangi gangguan pasokan minyak.
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4750, 4850, 5050
(S) : 4440, 4250, 4060
Daily Trend : Strong Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 119.40, 123.00, 137.00
(S) : 108.60, 100.00, 95.50
Trump ‘TACO’ Trade vs Risiko Serangan Darat ke Iran, Minyak Berisiko Volatile!
Pembukaan Senin, pasar langsung dihadapkan pada risiko eskalasi jika deadline 6 April tidak diperpanjang atau ditunda. Tapi mayoritas pengamat yakin Trump akan mengundurkan deadline, sambil mencoba meyakinkan pasar bahwa jalur diplomasi tetap berjalan, meski di sisi lain diplomasi yang dimaksud selalu dibantah Iran sehingga membuat pasar berpikir seolah-olah diplomasi yang dimaksud hanya akal-akalan Trump. Terlepas dari benar-tidaknya diplomasi, market kemungkinan sudah jengah dengan konflik militer yang tidak pasti. Tapi fokus utama tetap pada solusi di Selat Hormuz. Muncul kekhawatiran Hormuz ditutup total dan berlanjut di bulan ke-2, maka minyak berpeluang lanjut tembus 120, bahkan ada kekhawatiran hingga 147 yang pernah terjadi di 2008. Secara teknis, peluang ke arah 147 sangat terbuka. Setidaknya ada 2 resistance yang saat ini menghadang di 123 dan 137. Jika keduanya tembus, maka pasar segera melihat kenaikan berlanjut tembus zona 140an. Sebaliknya, jika tidak tembus, dan ‘TACO’ trade kembali berperan, maka minyak berpeluang terkoreksi tajam dengan cepat di bawah 100-102.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Meski berakhir sedikit lebih tinggi, tapi secara umum kenaikan gagal mendominasi, dan kembali ditekan turun. Secara teknis, peluang turun tetap dominan minggu depan sehingga area 1.13667 support berikutnya kemungkinan terancam. Bahkan pembukaan Senin dikhawatirkan gap down mengingat data AS di hari Jumat mendukung penguatan dolar, dan ketidakpastian Selat Hormuz juga menekan Euro. Tapi jika data inflasi Jerman dan PPI zona Euro lebih tinggi, maka peluang penguatan Euro bisa terjadi. Resistance 1.16400 kemungkinan zona resistance psikologis
Resistance : 1.16600, 1.17400, 1.18500
Support : 1.13667, 1.11450, 1.10500
Outlook : Bearish
GBPUSD
GBP masih berada di atas trendline support weekly 1.30300. Tapi kabar buruknya candle weekly tetap ditutup turun dan bahkan penutupan minggu lalu lebih rendah dibanding minggu sebelumnya. Tidak ada data ekonomi Inggris kali ini sehingga nasib Pound akan bergantung pada situasi geopolitik dan juga USD. Jika support 1.30300 ditembus, maka penurunan berpotensi berlanjut dengan support 1.29400 dan 1.27440 sebagai potensi target. Sebaliknya, jika tidak tembus, ada harapan untuk rebound di zona trendline tersebut, tapi sayangnya penguatan akan bergantung pada status USD minggu depan
Resistance : 1.33000, 1.35000, 1.36400
Support : 1.30000, 1.29435, 1.27440
Outlook : Bearish
USDJPY
Meski gagal turun lebih lanjut di bawah 158, tapi posisi candle weekly ditutup hanging man, didukung juga dengan bearish divergence karena harga membentuk pola higher high sedangkan RSI membentuk lower high. Sejauh ini area 159, 160 dan 161 menjadi area psikologis yang berhasil membuat spekulan membatasi agresivitasnya karena kekhawatiran intervensi yang berpotensi terpicu jika Yen lanjut melemah. Ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ di bulan April juga kemungkinan menahan kenaikan tersebut sehingga peluang penurunan di minggu depan diharapkan mampu tembus di bawah 158.000.
Resistance : 161.940, 163.000, 164.500
Support : 158.300, 156.400, 154.820
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Dolar sempat melemah lebih dulu sebelum data NFP dirilis. Namun kemudian berbalik naik sehingga menghapus penurunan yang terjadi di awal sesi Jumat. Kondisi ini kalau dilihat secara teknis, candle weekly ditutup oleh doji mirip hanging man sehingga secara teori ini menandakan ada peluang untuk penurunan atau pelemahan dolar minggu depan. Sebaliknya, situasi geopolitik yang tidak menentu, data NFP yang kuat kemungkinan masih akan direspon positif oleh Asia di pembukaan Senin. Tapi inflasi akan menentukan apakah dolar lanjut menguat atau balik turun
Resistance : 100,55, 101.00, 101.90
Support : 99.00, 98.00, 97.00
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Tekanan mulai mereda sehingga Nikkei berhasil ditutup rebound secara teknis, terlihat dari candle weekly yang ditutup bullish. Tapi kondisinya tidak semudah itu. Saham global masih terbebani oleh situasi geopolitik, apalagi jika jalur diplomasi kembali gagal dipenuhi. Secara area, bullish butuh kembali di atas 56000, kondisi yang cukup sulit mengingat di tengah risiko geopolitik dan data AS, juga ancaman intervensi yen atau bahkan ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ di bulan April yang berpotensi menghadang kenaikan indeks. Peluang turun juga perlu diwaspadai. Tekanan di bawah 52600 dikhawatirkan bisa memicu penurunan lebih lanjut
Resistance : 53800, 54600, 56000
Support : 52600, 52000, 51100
Outlook : Bullish
HANG SENG
Kabar baiknya adalah candle weekly ditutup bullish sekaligus berada tepat di zona suport trend channel weekly yang berarti secara teori mendukung untuk potensi kenaikan minggu depan. Tapi bullish diperkirakan akan lebih kuat jika mampu tembus 26000. Situasi geopolitik mungkin menjadi penentu utama. Waspadai pembalikan turun yang berpotensi memicu penurunan lebih lanjut jika tembus low minggu lalu 24311. Jika diplomasi menunjukkan tanda-tanda berhasil, maka peluang rally akan jauh lebih kuat. Sebaliknya, jika terjadi serangan darat yang dijanjikan, maka peluang turun akan lebih dominan.
Resistance : 25480, 26000, 27500
Support : 24400, 23600, 22800
Outlook : Bearish
NASDAQ
Candle weekly ditutup bullish, secara teori membuka ruang untuk kenaikan lebih lanjut, terutama jika mampu tembus resistance 24700. Jika gagal tembus, maka zona ini bisa menjadi area supply sehingga seller akan mendominasi. Namun, pemicu penurunan kemungkinan akan lebih kuat jika mampu tembus support 22900. Data ekonomi akan berperan penting, terutama inflasi yang dianggap mulai mencerminkan dampak perang pada kenaikan harga energi. Jika inflasi naik, maka seller akan lebih dominan karena mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga. Sebaliknya, data yang lemah akan mendorong saham naik
Resistance : 24450, 25000, 26025
Support : 24000, 22600, 21430
Outlook : Bullish
DOW JONES
Meski dikejutkan oleh data NFP yang sangat kuat di hari Jumat, tapi secara keseluruhan Dow ditutup naik dalam time frame mingguan. Seharusnya ini kabar baik karena membuka ruang untuk rebound lebih lanjut minggu depan. Tapi sayangnya situasi geopolitik yang tidak menentu dan kemungkinan ancaman inflasi tinggi berpotensi menghalau kenaikan tersebut. Waspada jika resistance 47600 menghadang kenaikan! Sebaliknya, posisi bearish juga mesti mencermati support 45000
Resistance : 47040, 47347, 47500
Support : 45750, 45333, 45000
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.