13 - 17 April 2026
Quick Insights: CPI Naik ke Level Tertinggi Dalam 2 Tahun
Premi risiko dari perang akhirnya mulai terasa di data ekonomi. Inflasi tahunan AS naik ke 3.3% di bulan Maret 2026, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2024, dan lonjakan yang cukup kuat dari 2.4% yang tercatat di bulan Februari. Tidak mengejutkan, kenaikan harga energi akibat konflik militer dengan Iran sebagai penyebabnya. Harga bensin melonjak 21.2% m/m yang berkontribusi sekitar 18.9% kenaikan secara keseluruhan. Kabar baiknya core CPI tidak terlalu panas, rilis 2.6%, didukung oleh penurunan harga mobil dan melambatnya harga pangan
Fed Dilema, Core CPI Redam Panik
Bagi Fed data tersebut membuat situasi semakin kompleks. Data utama didorong oleh kondisi geopolitik eksternal yang tidak bisa mereka kendalikan, tapi core CPI yang moderat memberi mereka cukup alasan untuk tidak panik mendorong kenaikan suku bunga. Namun, diakui pasokan energi kemungkinan masih berisiko meresap ke dalam ekonomi sehingga pasar tetap memantau situasi konflik AS-Israel dan Iran.
Pertemuan Tingkat Tinggi AS-Iran
Para pejabat Iran dan AS bertemu di Pakistan untuk pembicaraan perdamaian tingkat tinggi di hari Sabtu akibat konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian Selat Hormuz. Keinginan utama AS adalah Selat Hormuz segera dibuka karena menjadi jalur vital bagi pasokan minyak dunia. Hasil pertemuan ini diharapkan mengarah pada gencatan senjata permanen, tapi diragukan banyak pihak karena target pembahasan masing-masing pihak yang berseberangan. Pertemuan juga di bawah ancaman bahwa AS bisa menyerang kapanpun jika Iran menolak kesepakatan
Fed Pantau Gencatan Senjata
Presiden Fed San Francisco, Mary Daly mengatakan kalau harga minyak kembali turun, maka pemangkasan suku bunga tidak perlu dipertanyakan lagi. Harga minyak yang terus –menerus lebih tinggi bisa merugikan inflasi dan pertumbuhan. Daly menilai kenaikan inflasi CPI tidak mengejutkan siapapun. Tapi pertanyaan sebenarnya apakah gencatan senjata tetap berlanjut atau tidak. Jika ya, maka ketakutan tentang CPI akan menjadi berita usang
Pencalonan Warsh Ditunda!
Sidang nominasi calon ketua Fed Kevin Warsh yang seharusnya dijadwalkan minggu depan kemungkinan besar akan ditunda. New York Post melaporkan. Belum ada agenda sidang baru yang dijadwalkan. Penundaan ini dikabarkan karena Komite Perbankan Senat masih menunggu dokumen yang diperlukan. Komite harus memberi pengumuman setidaknya 1 minggu sebelum sidang. Senator Thom Tillis tetap akan memblokir pencalonan sampai penyelidikan terhadap Powell selesai, sehingga menambah tantangan politik dalam proses pencalonan Kevin Warsh
Minim Data, Geopolitik Utama
Minggu depan cenderung ringan untuk kawasan AS dengan data ekonomi signifikan yang relatif minim. China dijadwalkan merilis data GDP, dan suntikan likuiditas dari PBOC. Dengan kondisi pertumbuhan global yang terancam, petunjuk kecil tentang stimulus domestik akan disambut positif oleh kenaikan pasar ekuitas. Di sisi lain, pasar kemungkinan akan tetap sensitif dengan perkembangan seputar pertemuan AS dan Iran di akhir pekan ini sehingga hasil baru akan diketahui saat pembukaan Senin.
AGENDA DATA EKONOMI
US Existing Home Sales
13 Apr 2026
Data ini mengukur perubahan bangunan tempat tinggal yang sudah ada yang terjual di bulan sebelumnya. Laporan ini bisa membantu menggambarkan kekuatan perumahan di AS dan juga indikator kekuatan ekonomi secara umum
US PPI
14 Apr 2026
Laporan ini mengukur perubahan harga barang yang dijual oleh pabrikan. Data ini sebenarnya leading indikator untuk CPI yang digunakan sebagai acuan dari inflasi secara keseluruhan
CNY GDP
16 Apr 2026
Laporan ini merupakan ukuran yang luas dari aktivitas ekonomi dan indikator utama untuk kesehatan ekonomi. Data yang lebih tinggi menandakan ekonomi yang sehat. Tapi jika lebih rendah, menandakan melambatnya pertumbuhan ekonomi
UK GDP
16 Apr 2026
Laporan ini merupakan ukuran yang luas dari aktivitas ekonomi dan indikator utama untuk kesehatan ekonomi. Data yang lebih tinggi menandakan ekonomi yang sehat. Tapi jika lebih rendah, menandakan melambatnya pertumbuhan ekonomi
EUR CPI
16 Apr 2026
Data ini menunjukkan perubahan dari harga barang dan jasa dari perspektif konsumen. Laporan tersebut menjadi kunci untuk mengukur perubahan tren pembelian dan inflasi. Laporan yang lebih tinggi berpotensi mendukung penguatan untuk Euro. Sebaliknya, data yang lebih rendah menandakan reaksi negatif untuk Euro.
Hasil Pertemuan AS-Iran Jadi Penentu, Resistance Kunci $5050 Tentukan Lanjut Rally atau Balik Turun
Kita akan segera mengetahui hasil pertemuan AS dan Iran dalam waktu dekat. Namun, pendekatan awal yang kami lakukan saat artikel ditulis adalah optimisme pasar terhadap kemungkinan gencatan senjata yang diperpanjang. Kondisi ini akan menguntungkan bagi emas karena sentimen risiko yang pulih juga bisa mengurangi kecemasan akan inflasi sehingga risiko kenaikan suku bunga Fed cenderung reda. Sebaliknya, jika pertemuan gagal menghasilkan kesepakatan tertentu, maka risiko geopolitik menjadi titik balik yang ekstrim setelah kenaikan di 2 minggu terakhir secara beruntun. Secara teknis, weekly candle ditutup bullish, dan harga berhasil ditutup di atas 4700 untuk pertama kalinya sejak tekanan turun 3 minggu yang lalu di 15 Mar 2026. Resistance 4850 berhasil menahan kenaikan minggu lalu. Tapi jika situasi geopolitik terus reda, dan pertemuan hasilkan kesepakatan, maka peluang kenaikan lebih lanjut cukup terbuka. Namun, zona 5050 akan menjadi penentu apakah kenaikan berlanjut atau justru balik ditekan. Data CPI yang tinggi kemarin bisa membayangi seandainya geopolitik kembali memanas. Support 4440 pun berisiko ditembus pada tekanan esktrim.
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4850, 5050, 5200
(S) : 4620, 4440, 4250
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 101.30, 108.60, 123.00
(S) : 90.00, 86.00, 80.00
Trader Tunggu Hasil Pertemuan, Selat Hormuz Kunci Utama Pergerakan Minyak Selanjutnya
Ini akan menjadi penentuan yang paling sensitif. Pertemuan delegasi AS dan Iran sedang berlangsung saat artikel ditulis di Sabtu malam. Keraguan membayangi karena kedua pihak membawa misi masing-masing yang tertuang dalam proposal keduanya. Iran berkali-kali menegaskan ingin perdamaian yang permanen, bukan gencatan senjata yang sementara. Tapi poin-poin dalam proposal masing-masing pihak kelihatannya akan menemukan benturan sehingga diragukan berbagai pihak bisa mencapai kesepakatan. Namun, kunci utama dari pertemuan Sabtu, 11 April adalah pembukaan Selat Hormuz dan kemungkinan perpanjangan gencatan senjata 45 hari. Jika disepakati, maka minyak berpotensi dibuka gap down di hari Senin, dan selanjutnya penurunan di bawah $90 secara teknis memberi peluang untuk tekanan lebih lanjut ke $84 ataupun $80 per barel. Sebaliknya, jika tidak menemukan kesepakatan, maka minyak berpeluang dibuka gap up di hari Senin, dilanjutkan dengan kenaikan cepat hingga menguji kembali zona 108-110, atau bahkan lanjut hingga 116-119. Candle weekly yang ditutup bearish engulfing secara teori mendukung skenario bearish. Tapi geopolitik yang jadi penentu!
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Candle weekly berhasil ditutup naik, mendorong hingga zona 1.17300 sehingga secara teori ada peluang penguatan berlanjut minggu depan. Resistance terdekat berada di 1.19400. Jika zona ini tembus, maka peluang kenaikan cenderung lebih kuat. Tapi jika gagal tembus, perlu waspadai kemungkinan tekanan turun. Domestik akan bergantung pada data CPI zona Euro. Sementara eksternal akan bergantung dari situasi geopolitik dan dolar. Ancaman turun lebih kuat jika tembus di bawah 1.15000.
Resistance : 1.18500, 1.20800, 1.22000
Support : 1.16400, 1.13667, 1.11450
Outlook : Bullish
GBPUSD
Kondisi candle weekly juga diuntungkan dari pelemahan dolar karena optimisme pasar terhadap gencatan senjata. Weekly candle ditutup bullish, sekaligus menandakan masih efektifnya support trendline weekly 1.30500. Secara teori, kenaikan semakin terbuka, terutama jika mampu lanjut tembus di atas 1.35700. GDP yang kuat juga bisa membantu dorongan ke atas. Tapi sisi eksternal masih sensitif dengan perkembangan geopolitik sehingga perlu mewaspadai pembalikan turun jika eskalasi meningkat dan menguntungkan dolar AS.
Resistance : 1.35700, 1.36400, 1.38000
Support : 1.31800, 1.30000, 1.29435
Outlook : Bullish
USDJPY
Candle weekly ditutup hanging man untuk ke-empat kalinya dalam 4 minggu beruntun. Situasinya belum banyak berubah, bahkan bearish divergence weekly juga masih mendukung untuk terjadinya penurunan lebih lanjut. Jika hasil pertemuan AS dan Iran bisa menghasilkan geopolitik yang damai, maka pelemahan dolar bisa dimanfaatkan untuk penguatan Yen, yang berarti zona 157.800 bisa ditembus dan penurunan berlanjut ke kisaran 156.800. Sebaliknya, jika AS dan Iran tidak menemukan kesepakatan, penguatan dolar akan mengancam pelemahan Yen kembali, dan zona 160-161 pun kembali terancam. Bahkan bukan tidak mungkin kali ini ditembus
Resistance : 161.940, 163.000, 164.500
Support : 157.800, 156.400, 154.820
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Candle weekly ditutup bearish. Kondisi ini dipicu optimisme pasar sejak Trump umumkan gencatan senjata 2 minggu terhadap konflik Iran. Meski dianggap masih rapuh, tapi kondisi ini berhasil meredam penguatan dolar yang sudah berjalan2 bulan terakhir. Jika pertemuan AS dan Iran menghasilkan kesepakatan tertentu, maka tekanan turun berpotensi lanjut melirik zona 97. Bahkan paling ekstrim mendekati 95. Sebaliknya, jika gagal sepakat, zona 100 dan 101 berpeluang kembali dilirik. Data ekonomi kemungkinan berdampak terbatas karena investor tunggu hasil pertemuan AS dan Iran .
Resistance : 100,55, 101.00, 102.00
Support : 98.00, 97.00, 95.000
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup bullish yang sangat kuat, didukung juga posisi RSI yang membentuk pola divergence bullish sehingga peluang kenaikan secara teori bisa berlanjut minggu depan. Nikkei bahkan terbuka untuk cetak rekor ATH baru seandainya kesepakatan dicapai AS dan Iran, diikuti kenaikan tembus 59685. Sebaliknya, jika kesepakatan gagal dicapai, maka seperti indeks saham lainnya, Nikkei juga terancam berbalik turun dengan cepat. Dan zona support 55000 bisa kembali ditembus, dan bahkan tekanan ekstrim kembali ke zona 52900-53000.
Resistance : 58000, 59700, 61800
Support : 56000, 54600, 52600
Outlook : Bullish
HANG SENG
Candle ditutup weekly, dan berhasil bertahan di zona 25900 sejak dibuka gap up minggu lalu. Posisi ini menguntungkan secara tidak langsung bagi Hang Seng yang sempat mengalami tekanan turun dan mengancam zona support 24600 di 2 minggu terakhir secara beruntun. Meski secara umum tidak dipengaruhi oleh konflik Iran dan AS, tapi gangguan pasokan Selat Hormuz bisa membuat ekonomi China terganggu. Pasar masih harapkan stimulus untuk meredam kekhawatiran pertumbuhan global akibat penutupan Hormuz. Resistance 27170 dalam waktu dekat kemungkinan diuji. Jika tembus, maka lanjut naik. Tapi jika gagal tembus, waspada pembalikan turun
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 25650, 24400, 23600
Outlook : Bullish
NASDAQ
Candle weekly ditutup bullish, memvalidasi sinyal rebound yang muncul minggu sebelumnya, sekaligus ditutup di atas 24000 untuk pertama kalinya sejak perang Iran dimulai 28 Februari 2026. Kondisi ini secara teori menguntungkan dan membuka jalur kenaikan lebih lanjut, terutama jika berhasil tembus di atas 25500. Hasil pertemuan AS dan Iran menjadi penentunya. Jika hasilkan kesepakatan, maka pembukaan Senin mungkin loncat di atas 25500, dan itu berarti terbuka untuk lanjut ke 26400. Sebaliknya, jika gagal temukan kesepakatan, maka indeks rentan balik tertekan di bawah 24000 kembali dalam waktu dekat.
Resistance : 26025, 26400, 27000
Support : 24600, 24000, 22600
Outlook : Bullish
DOW JONES
Candle weekly ditutup bullish, dengan posisi harga di atas 48000 untuk pertama kalinya sejak tekanan turun 1 Mar 2026, sejak dimulainya serangan AS dan Israel atas Iran. Secara teori, peluang kenaikan cukup terbuka. Tapi perkembangan geopolitik tetap membayangi. Jika pertemuan gagal hasilkan kesepakatan, maka rawan pembalikan turun yang cepat. Support 47300 bisa kembali terancam jika geopolitik memanas. Sebaliknya, dorongan lebih kuat dan potensi tembus 49000 jika pertemuan hasilkan kesepakatan
Resistance : 49000, 49500, 50600
Support : 47500, 47050, 46500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.