TOP GAINERS
| 1. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +21.99% |
| 2. Intel Corp. (INTC) +21.7% |
| 3. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +9.21% |
| 4. Amazon.com Inc. (AMZN) +6.02% |
| 5. Caterpillar Inc. (CAT) +5.43% |
TOP LOSERS
| 1. International Business Machines Corporation (IBM) -9.52% |
| 2. Honeywell International Inc. (HON) -8.15% |
| 3. Comcast Corporation (CMCSA) -7.16% |
| 4. Tesla, Inc. (TSLA) -7.01% |
| 5. GE Aerospace (GE) -5.02% |
Pekan ini Wall Street seolah menarik garis tegas antara dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, tiga raksasa semikonduktor (AMD, Intel, dan Qualcomm) kompak membukukan kenaikan luar biasa dalam satu pekan perdagangan: AMD melejit hampir 22%, Intel bangkit lebih dari 20%, dan Qualcomm mengikuti dengan gain di atas 9%. Amazon dan Caterpillar turut meramaikan sisi hijau dengan masing-masing naik 6% dan 5%. Namun disisi seberangnya, nama-nama yang pernah menjadi tulang punggung industri Amerika justru tersungkur. IBM memimpin deretan losers dengan koreksi lebih dari 9%, disusul Honeywell yang tergerus 8,15%, Comcast dan Tesla anjlok 7%, dan GE menyusul dengan penurunan 5%. Pola divergensi ini bukan sekadar fluktuasi biasa — ini adalah cerminan dari pergerakan uang besar yang sedang merotasi dari sektor lama menuju ekosistem digital dan teknologi yang dianggap lebih relevan dengan narasi ekonomi ke depan.
TOP 5 GAINERS
1. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) +21.99%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $91.87 - $352.99
Weekly Range: $272.17 - $352.99
Previous Close Price: $347.95 (24 April 2026)
Kenaikan AMD hampir 22% pekan ini bermula dari satu laporan earnings: Intel. Ketika Intel mengumumkan lonjakan penjualan chip data center yang jauh melampaui ekspektasi, analis D.A. Davidson langsung menarik kesimpulan bahwa AMD, sebagai pesaing langsung Intel di segmen yang sama, berpotensi membukukan hasil yang bahkan lebih besar. Analis tersebut seketika menaikkan rating AMD dari Neutral ke Buy dan merevisi target harga dari $220 ke $375, dengan alasan sederhana: era AI generasi berikutnya membutuhkan lebih banyak CPU, bukan hanya GPU, dan AMD ada di posisi yang tepat untuk menangkap lonjakan permintaan itu. Pasar setuju, saham AMD langsung melonjak 10% dalam sesi premarket dan menutup pekan di level tertinggi sepanjang masa.
2. Intel Corp. (#INTC) +21.7%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $85.22
Weekly Range: $64.98 - $84.96
Previous Close Price: $82.58 (24 April 2026)
Intel adalah pemicu dari semua kenaikan semikonduktor pekan ini. Perusahaan yang selama bertahun-tahun dianggap tertinggal di era AI ini tiba-tiba membukukan laporan Q1 yang mengejutkan: pendapatan $13,6 miliar jauh melampaui estimasi $12,36 miliar, dan laba per saham tercatat $0,29 versus ekspektasi hanya $0,01. Kunci kejutannya ada di divisi Data Center yang tumbuh 22% secara tahunan, didorong oleh meningkatnya kebutuhan CPU untuk menjalankan agen AI. Panduan Q2 pun agresif, dengan proyeksi pendapatan $13,8 hingga $14,8 miliar, di atas ekspektasi Wall Street. Saham Intel melonjak lebih dari 24% dalam sehari, dan secara kumulatif sudah naik lebih dari 100% sejak awal tahun ini.
3. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +9.21%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $205.95
Weekly Range: $132.06 - $151.16
Previous Close Price: $149.05 (24 April 2026)
Kenaikan Qualcomm 9% pekan ini bukan karena earnings, melainkan karena pasar mulai memasang posisi jelang laporan keuangan Q2 yang dijadwalkan 29 April. Di balik momentum itu, ada cerita lebih besar: Qualcomm diam-diam membangun posisi kuat di edge AI, yaitu teknologi AI yang berjalan langsung di perangkat tanpa bergantung pada cloud. Chip Snapdragon mereka sudah ada di ponsel Android premium, kini merambah ke mobil dan robot humanoid. Dengan harga saham yang hanya 12x forward earnings, jauh lebih murah dibanding kompetitor, dan program buyback $20 miliar yang baru diumumkan Maret lalu, sebagian investor mulai mempertanyakan apakah QCOM terlalu murah untuk sebuah perusahaan yang sedang bertransformasi diam-diam.
4. Amazon.com Inc. (#AMZN) +6.02%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Amazon tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $178.85 - $264.50
Weekly Range: $245.37 - $264.42
Previous Close Price: $264.00 (24 April 2026)
Amazon naik 6% pekan ini, melanjutkan reli hampir 30% dalam beberapa pekan terakhir hingga mendekati all-time high di sekitar $264. Pemicunya adalah perubahan narasi: pasar tidak lagi fokus pada besarnya pengeluaran modal Amazon, tapi mulai melihatnya sebagai investasi masa depan yang akan menghasilkan. Perhatian utama jelang earnings awal Mei ada pada margin AWS yang diestimasi di 35,7%, serta dampak tarif dan konflik geopolitik terhadap margin retail. Konsensus analis tetap bullish dengan target rata-rata $289, dan beberapa firm bahkan memasang target hingga $325.
5. Caterpillar Inc. (#CAT) +5.43%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 20 April 2026 ($1.51)
52-Week Range: $302.18 - $845.27
Weekly Range: $785.88 - $844.83
Previous Close Price: $830.32 (24 April 2026)
Caterpillar naik 5% pekan ini bukan karena AI, tapi karena ekspektasi earnings yang memanas. Konsensus menempatkan EPS Q1 di $4,54 dengan proyeksi pendapatan $16,42 miliar, tumbuh 15,2% secara tahunan. Kuartal sebelumnya, CAT membukukan kejutan positif lebih dari 10% di atas estimasi, dan model prediksi Zacks mengindikasikan peluang serupa kali ini. Sentimen tambahan datang dari akuisisi Monarch Tractor, startup traktor listrik otonom yang dijuluki "Tesla-nya pertanian", sinyal bahwa Caterpillar serius masuk ke segmen otomasi alat pertanian.
TOP 5 LOSERS
1. International Business Machines Corporation (#IBM) -9.52%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $220.72 - $324.90
Weekly Range: $221.78 - $258.52
Previous Close Price: $232.38 (24 April 2026)
IBM adalah ironi terbesar pekan ini: earnings beat di hampir semua lini, tapi saham tetap turun lebih dari 9%. Pendapatan Q1 $15,92 miliar melampaui estimasi, EPS $1,91 mengalahkan konsensus $1,81, dan margin melebar. Masalahnya ada di tiga hal: lonjakan mainframe yang dinilai hanya siklus temporer, segmen Consulting yang hanya tumbuh 1% padahal seharusnya menjadi mesin utama transformasi AI, dan pertumbuhan Software yang melambat ke 8%, di bawah target 10%. Pasar menyimpulkan bahwa IBM belum berhasil menangkap gelombang AI enterprise, dan memilih untuk menghukum dulu sambil menunggu bukti nyata.
2. Honeywell International Inc. (#HON) -8.15%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 Februari 2026 ($1.19)
52-Week Range: $186.61 - $248.18
Weekly Range: $209.70 - $233.60
Previous Close Price: $213.09 (24 April 2026)
Honeywell turun 8,15% pekan ini meski EPS adjusted $2,45 melampaui ekspektasi $2,32. Masalahnya ada di pendapatan: revenue $9,14 miliar meleset dari proyeksi $9,28 miliar. Di baliknya ada dua tekanan nyata: kelangkaan komponen di segmen Aerospace awal tahun, dan gangguan konflik Timur Tengah yang menghentikan tim servis Honeywell mengakses lokasi pemeliharaan. Perusahaan sedang dalam restrukturisasi besar dengan spin-off divisi Aerospace dijadwalkan Juni 2026, dan pasar memilih menunggu bukti pemulihan sebelum kembali masuk.
3. Comcast Corporation (#CMCSA) -7.16%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $24.13 - $34.36
Weekly Range: $27.51 - $32.14
Previous Close Price: $27.58 (24 April 2026)
Comcast naik sehari setelah earnings, lalu jatuh hampir 7% keesokan harinya karena satu downgrade dari Deutsche Bank. Padahal angka Q1-nya tidak buruk: revenue $31,46 miliar tumbuh 10,9% dan melampaui estimasi, EPS $0,79 mengalahkan konsensus. Masalah utamanya adalah penurunan 2,99 juta pelanggan broadband domestik secara tahunan, sinyal bahwa persaingan dari fiber, internet nirkabel, dan satelit terus menggerus bisnis inti mereka. Di tengah konsolidasi besar industri media, Comcast kini terlihat terjepit: tidak cukup besar di konten premium, tidak cukup gesit di konektivitas.
4. Tesla, Inc. (#TSLA) -7.01%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Tesla tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $270.78 - $498.83
Weekly Range: $368.19 - $405.47
Previous Close Price: $376.26 (24 April 2026)
Tesla turun 6,53% pekan ini meski Q1-nya solid: revenue tumbuh 16% ke $22,39 miliar, pertumbuhan tercepat dalam tiga tahun, dengan EPS non-GAAP $0,41 di atas estimasi $0,35. Yang membuat pasar kecewa adalah tiga hal: guidance capex yang melonjak dari $8,5 miliar ke $25 miliar, tidak adanya tanggal peluncuran robot Optimus berikutnya, dan rollout robotaxi yang berjalan lebih lambat dari ekspektasi. JPMorgan bahkan mempertahankan target harga $145, mengisyaratkan potensi penurunan 61% dari level saat ini. Satu faktor tambahan: uang besar pekan ini sedang berrotasi keluar dari Tesla dan masuk ke saham semikonduktor yang punya katalis lebih cepat dan lebih konkret.
5. GE Aerospace (GE) -5.02%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 Maret 2026 ($0.47)
52-Week Range: $196.86 - $348.48
Weekly Range: $268.97 - $305.82
Previous Close Price: $284.61 (24 April 2026)
GE Aerospace menutup daftar losers dengan cara yang paling membuat geleng kepala: earnings nyaris sempurna, tapi saham tetap turun 5%. Revenue adjusted tumbuh 29%, orders melonjak 87%, semua lini melampaui estimasi, dan manajemen mengisyaratkan hasil akhir tahun akan berada di batas atas guidance. Alasan penurunannya sederhana: pasar berharap manajemen menaikkan guidance, tapi itu tidak terjadi. Padahal alasan manajemen masuk akal: mereka memasukkan asumsi konservatif soal harga minyak tinggi akibat Selat Hormuz dan potensi penurunan penerbangan global. Jim Cramer terang-terangan menyebut ini peluang beli, dan sulit untuk tidak setuju jika fundamentalnya dibaca dengan kepala dingin.
Jika ada satu benang merah yang menghubungkan semua pergerakan pekan ini, benang itu bernama agentic AI. AMD dan Intel tidak naik secara kebetulan di pekan yang sama, keduanya naik karena pasar akhirnya sadar bahwa gelombang AI berikutnya membutuhkan lebih banyak CPU, bukan hanya GPU. Qualcomm menangkap momentum yang sama meski ceritanya butuh lebih banyak kesabaran. Amazon dan Caterpillar punya katalis masing-masing, tapi keduanya bergerak atas dasar yang sama: ekspektasi earnings yang kuat dan kepercayaan bahwa investasi besar hari ini akan terbayar. Di sisi losers, IBM, Honeywell, GE, Comcast, dan Tesla tidak jatuh karena bisnis mereka buruk, sebagian besar justru membukukan earnings beat, tapi pasar sedang sangat selektif dan uang mengalir ke narasi yang paling jelas. Pekan depan, Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft semuanya melaporkan earnings di hari yang sama, dan hasilnya akan menjawab pertanyaan terbesar saat ini: apakah reli Nasdaq dua pekan terakhir ini punya fondasi yang cukup kuat, atau hanya menunggu satu berita buruk untuk berbalik arah.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures