TOP GAINERS
| 1. Intel Corp. (INTC) +17.25% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +11.32% |
| 3. Alphabet Inc. (GOOG) +12.47% |
| 4. Eli Lilly and Company (LLY) +9.27% |
| 5. Starbucks Corporation (SBUX) +7.25% |
TOP LOSERS
| 1. Meta Platforms, Inc. (META) -9.81% |
| 2. NVIDIA Corporation (NVDA) -5.83% |
| 3. McDonald's Corporation (MCD) -3.75% |
| 4. The Home Depot, Inc. (HD) -3.72% |
| 5. Pfizer Inc. (PFE) -2.36% |
Satu pekan kemarin (27 April - 1 Mei) Wall Street seolah mengadakan dua pesta di gedung yang sama, tapi di ruangan yang berbeda. Di satu ruangan, euforia Big Tech earnings meledak: Intel masih menikmati ekor panjang dari kejutan Q1 minggu sebelumnya, Alphabet membuktikan bahwa AI Cloud bukan sekadar narasi dengan membukukan revenue Google Cloud sebesar $20 miliar untuk pertama kalinya, dan Qualcomm diam-diam merilis angka yang mengingatkan pasar mengapa chip itu tetap krusial di luar data center. Eli Lilly dan Starbucks masing-masing menghadirkan kejutan yang tidak kecil, menambah keramaian di sisi hijau.
Di ruangan seberang, Meta membukukan pertumbuhan revenue tercepat sejak 2021, tapi pasar memilih memberikan punishment rencana belanja capex yang melonjak hingga $145 miliar.Nvidia terseret isu persaingan dari chip in-house Amazon dan Google. McDonald's, Home Depot, dan Pfizer tidak punya berita buruk. Tapi tidak punya berita buruk pun sudah cukup menjadi alasan untuk ditinggalkan, ketika semua uang sedang berlari ke arah yang sama: earnings yang sudah terbukti, AI yang sudah menghasilkan, dan angka yang sudah bicara.
TOP 5 GAINERS
1. Intel Corp. (#INTC)+17.25%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 7 Agustus 2024
52-Week Range: $18.97 - $100.45
Weekly Range: $80.95 - $100.49
Previous Close Price: $99.71 (1 Mei 2026)
Minggu ini Intel bukan lagi underdog, melainkan momentum trade yang belum selesai. Setelah membukukan EPS Q1 sebesar $0,29 versus estimasi $0,0 yang menjadi kejutan terbesar dalam sejarah modern Intel, aliran beli masih terus masuk selama sepekan penuh. Tigress Financial menaikkan target harga menjadi $118 pada 30 April, sementara Freedom Broker mengupgrade saham ini ke Buy dengan target $100 pada 28 April, menambah deretan panjang analis yang mulai merevisi ulang pandangan mereka terhadap perusahaan yang setahun lalu dianggap sekarat.
Intel juga mengumumkan penerbitan obligasi senilai $6,5 miliar untuk membiayai rencana pembelian kembali kepemilikan penuh fasilitas fabrikasi Fab 34 di Irlandia senilai $14,2 miliar. Sinyal bahwa manajemen serius membangun infrastruktur jangka panjang, bukan sekadar mengejar sentimen pasar sesaat. Secara kumulatif dalam sebulan terakhir, saham Intel sudah naik lebih dari 125%, dan pasar kini mulai mengajukan pertanyaan yang berbeda: bukan lagi "apakah Intel bisa bertahan", tapi "seberapa jauh Intel masih bisa naik".
2. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +11.32%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 29 April 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $205.95
Weekly Range: $145.21 - $186.93
Previous Close Price: $177.09 (1 Mei 2026)
Qualcomm melaporkan pendapatan Q2 senilai $10,6 miliar dengan non-GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) EPS $2,6, tepat di batas atas panduan manajemen sendiri dan pasar menyambut dengan kenaikan dua digit yang mencerminkan ekspektasi yang sudah lama tertahan. Segmen Automotive mencetak rekor baru dengan pendapatan tahunan melampaui $5 miliar untuk pertama kalinya, dan manajemen memproyeksikan run rate di atas $6 miliar pada akhir tahun ini, didorong oleh platform Snapdragon Digital Chassis generasi keempat yang merambah sistem infotainment, konektivitas, dan ADAS sekaligus.
Di sisi modal, Qualcomm menyelesaikan $5,4 miliar buyback di paruh pertama fiskal 2026 dan mengumumkan otorisasi baru senilai $20 miliar, angka yang sulit diabaikan oleh investor yang mencari kombinasi valuasi murah dan komitmen pengembalian modal. Satu-satunya catatan yang sedikit mengganjal adalah guidance Q3 yang lebih konservatif, dengan proyeksi revenue $9,2 - $10,0 miliar akibat tekanan pasokan memori yang masih berlanjut. Namun pasar memilih berpegang pada rekam jejak Qualcomm dalam melampaui guidancenya sendiri dan itu terasa seperti panduan yang lebih jujur.
3. Alphabet Inc. (#GOOG) +12.47%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Juni 2026
52-Week Range: $149.49 - $383.39
Weekly Range: $340.78 - $383.39
Previous Close Price: $383.39 (1 Mei 2026)
Alphabet melaporkan Q1 2026 dengan total pendapatan $109,9 miliar, naik 22% YoY dan menandai kuartal pertumbuhan double-digit ke-11 berturut-turut, sementara laba per saham melonjak 82% menjadi $5,11. Tapi angka yang paling membuat pasar bersemangat bukan berasal dari Search.
Google Cloud membukukan pendapatan $20,03 miliar, melonjak 63% YoY, dengan backlog yang hampir menggandakan diri menjadi $460 miliar dari kuartal ke kuartal. Ini bukan pertumbuhan biasa, ini adalah konfirmasi bahwa Alphabet tidak sekadar bertahan di era AI, melainkan sedang memimpin bagian yang paling berharga darinya. Waymo bahkan melampaui 500.000 perjalanan otonom penuh per minggu, menambah dimensi lain pada cerita perusahaan yang selama ini sering dianggap terlalu terdiversifikasi.
Dewan Direktur menaikkan dividen kuartalan 5% menjadi $0,22 per saham, gestur kecil yang menyiratkan keyakinan besar bahwa arus kas yang deras ini bukan siklus, melainkan tren.
4. Eli Lilly and Company (#LLY) +9.27%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 30 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 13 Februari 2026 ($1.73)
52-Week Range: $623.78 - $1133.95
Weekly Range: $850.45 - $984.50
Previous Close Price: $963.76 (1 Mei 2026)
Eli Lilly melaporkan Q1 2026 dengan pendapatan $19,8 miliar, naik 56% YoY, jauh di atas estimasi analis sebesar $17,62 miliar, sementara EPS adjusted $8,55 menggilas konsensus $6,66 dengan selisih yang tidak bisa diabaikan. Mounjaro membukukan pendapatan global $8,66 miliar dengan pertumbuhan 125%, melampaui ekspektasi Wall Street sebesar $7,26 miliar. Zepbound tumbuh 79% menjadi $4,1 miliar.
Di tengah laporan yang sudah luar biasa itu, Lilly menambahkan satu katalis ekstra: persetujuan FDA untuk Foundayo, pil GLP-1 oral pertama di dunia yang bisa dikonsumsi kapan saja tanpa batasan makanan dan minuman, membuka segmen pengguna yang selama ini enggan menggunakan suntikan. Manajemen menaikkan panduan pendapatan FY2026 menjadi $82 - $85 miliar (naik dari $80 - $83 miliar), dengan proyeksi EPS adjusted $35,50 - $37,00.
Bagi investor yang meragukan daya tahan Lilly setelah tekanan harga GLP-1 di pasar AS, laporan ini memberikan jawaban yang tegas: volume mengalahkan harga, dan Lilly masih jauh dari titik jenuh.
5. Starbucks Corporation (#SBUX) +7.25%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026
52-Week Range: $77.99 - $107.52
Weekly Range: $96.45 - $107.64
Previous Close Price: $106.00 (1 Mei 2026)
CEO Brian Niccol menyebut Q2 ini sebagai tonggak penting, momen pertama dalam lebih dari dua tahun Starbucks membukukan pertumbuhan di sisi atas dan bawah laporan keuangan secara bersamaan. Revenue konsolidasi Q2 mencapai $9,5 miliar, naik 9% YoY, dengan global comparable sales tumbuh 6,2%, sementara EPS $0,50 naik 22% YoY.
Yang lebih meyakinkan: seluruh 10 pasar internasional teratas, termasuk China, mencatatkan comparable sales positif untuk pertama kalinya dalam sembilan kuartal, sinyal bahwa turnaround Niccol bukan sekadar kisah Amerika. Manajemen menaikkan panduan pertumbuhan same-store sales global menjadi minimal 5% untuk FY2026 (naik dari proyeksi sebelumnya 3%), dan merevisi EPS guidance ke $2,25 - $2,45.
Starbucks memang masih menanggung utang besar dan margin yang tipis dibandingkan valuasinya. Tapi ketika seorang CEO yang baru bergabung belum genap dua tahun sudah berhasil membalikkan tren secara menyeluruh, pasar cenderung memberi hadiah lebih dulu dan bertanya belakangan.
TOP 5 LOSERS
1. Meta Platforms, Inc. (#META) -9.81%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $520.26 - $796.25
Weekly Range: $600.00 - $682.52
Previous Close Price: $608.81 (1 Mei 2026)
Meta melaporkan Q1 2026 dengan revenue $56,31 miliar, naik 33% YoY, menjadi pertumbuhan kuartalan tercepat sejak 2021 dengan EPS adjusted $7,31 mengalahkan konsensus $6,79. Di atas kertas, laporan ini hampir sempurna.
Yang membuat pasar bereaksi sebaliknya bukan angkanya, melainkan rencana yang datang bersama angka itu. Meta merevisi panduan capex 2026 menjadi $125 - $145 miliar, naik dari proyeksi sebelumnya $115 - $135 miliar, dengan alasan kenaikan harga komponen dan biaya data center tambahan untuk mendukung kapasitas masa depan. Satu detail kecil yang memperburuk sentimen: Daily Active People hanya mencapai 3,56 miliar, di bawah proyeksi 3,62 miliar, sebagian karena gangguan internet di Iran dan pembatasan WhatsApp di Rusia.
Bagi investor yang sudah was-was dengan banjir belanja infrastruktur AI tanpa garis waktu monetisasi yang jelas, laporan ini terasa seperti konfirmasi atas kekhawatiran mereka, bukan bantahan.
2. HNVIDIA Corporation (#NVDA) -8.15%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 Februari 2026 ($1.19)
52-Week Range: $10.82 - $216.83
Weekly Range: $197.07 - $216.76
Previous Close Price: $198.47 (1 Mei 2026)
Pekan ini NVDA tersandung bukan karena bisnis intinya goyah, tapi karena ekosistem di sekelilingnya mulai bergerak. Amazon dalam earnings call-nya menyebutkan bahwa bisnis chip in-house mereka tumbuh pesat, sementara Alphabet mengumumkan rencana untuk menjual Tensor Processing Unit (TPU) miliknya kepada pelanggan tertentu yang akan memasang chip tersebut di data center mereka sendiri. Kedua berita itu muncul hampir bersamaan, dan pasar menafsirkannya sebagai pertanda bahwa hyperscaler terbesar sedang merintis jalur alternatif dari Nvidia.
Selain itu, pengetatan pengawasan terhadap penyelundupan chip di China telah mendorong harga server B300 Nvidia mendekati $1 juta per unit, mengurangi keterjangkauan dan berpotensi mendorong pelanggan China untuk mencari alternatif lokal.
Yang ironis: semua hyperscaler yang disebut sebagai "ancaman" itu masih merupakan pelanggan terbesar Nvidia, dan konsensus analis masih memasang rating Strong Buy dengan target rata-rata $266. Tapi pasar sedang menimbang skenario, bukan kepastian, dan ketidakpastian itu cukup mahal untuk dibeli pekan ini.
3. McDonald's Corporation (#MCD)-3.75%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 23 April 2026
Last Dividend Ex-Date: 1 April 2026 ($0.33)
52-Week Range: $283.47 - $341.75
Weekly Range: $286.39 - $298.37
Previous Close Price: $286.85 (1 Mei 2026)
McDonald's tidak punya berita buruk pekan ini, dan justru itulah bagian dari masalahnya. Earnings Q1 baru dijadwalkan pada 7 Mei 2026, dengan proyeksi EPS $2,75 dan pendapatan $6,48 miliar, sehingga tidak ada katalis segar yang bisa menggerakkan saham ini ke atas.
Di tengah minggu di mana hampir semua perhatian dan uang bergerak ke arah Big Tech earnings, saham konsumer seperti McDonald's menjadi target pengurangan posisi untuk dirotasikan ke arah yang lebih panas. Tidak ada yang salah secara fundamental dengan McDonald's, valuasinya masih wajar dan model franchise-nya masih salah satu yang paling defensif di pasar. Tapi dalam minggu yang dipenuhi earnings beat dari teknologi, menjadi saham tanpa katalis adalah alasan yang cukup untuk masuk ke daftar losers.
4. The Home Depot, Inc. (#HD)-3.72%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 19 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 12 Maret 2026 ($2.33)
52-Week Range: $315.31 - 426.75
Weekly Range: $318.95 - $337.29
Previous Close Price: $323.32 (1 Mei 2026)
Mitra merek Home Depot, Wren Kitchens, mengajukan kebangkrutan Chapter 7 pada 29 April 2026, dan berita itu langsung menekan saham yang memang sudah dalam tekanan struktural lebih lama dari itu. Investor masih mencerna data fiskal 2025 yang menunjukkan pertumbuhan comparable sales hanya 0,3%, sementara manajemen sendiri mengakui bahwa permintaan untuk proyek besar tertahan oleh ketidakpastian konsumen dan tekanan di sektor perumahan.
Earnings Q1 2026 baru akan dirilis 19 Mei, dengan proyeksi EPS $3,42 yang justru mencerminkan penurunan 3,93% YoY. Strategi Home Depot kini bertumpu pada dominasi rantai pasok dan segmen Pro, dengan akuisisi SIMPL Automation di 2026 yang ditujukan untuk mempercepat fulfillment melalui teknologi AI di gudang. Itu adalah taruhan jangka panjang yang masuk akal, tapi pasar sedang tidak sabar pekan ini.
5. Pfizer Inc. (#PFE)-2.36%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 5 Mei 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026
52-Week Range: $21.97 - $28.75
Weekly Range: $26.21 - $27.41
Previous Close Price: $26.37 (1 Mei 2026)
Saham Pfizer ditutup di $26,48 pada akhir pekan, turun sekitar 3% dalam tujuh hari terakhir. Untuk memahami mengapa, cukup lihat apa yang terjadi persis di sebelah lain sektor kesehatan: Eli Lilly baru saja membukukan earnings beat terbesar tahun ini. Kontras itu melukai Pfizer lebih dari angka mana pun.
Earnings Q1 Pfizer dijadwalkan pada 5 Mei 2026, dengan konsensus memproyeksikan EPS $0,74, mencerminkan penurunan 19,57% YoY. Angka yang tidak memberi banyak ruang untuk optimisme. Di latar belakang masih ada bayangan patent cliff: sejumlah produk utama akan kehilangan perlindungan paten dalam beberapa tahun ke depan, sementara pendapatan dari produk COVID terus menyusut.
Akuisisi Metsera senilai $10 miliar untuk masuk kembali ke segmen obesitas adalah langkah yang berani. Tapi di pekan di mana Lilly sudah memiliki dua obat GLP-1 yang masing-masing mencetak miliaran dolar, baru memasuki arena itu terasa seperti terlambat satu ronde.
Jika ada satu tema yang menghubungkan semua pergerakan pekan ini, temanya adalah verifikasi. Setelah minggu sebelumnya diwarnai kejutan Intel yang bersifat single-event, pekan ini pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih luas dan Big Tech memberikannya.
Alphabet membuktikan bahwa AI Cloud sudah menghasilkan, bukan sekadar narasi. Eli Lilly membuktikan bahwa GLP-1 masih jauh dari jenuh. Starbucks membuktikan bahwa turnaround yang baik memang membutuhkan waktu, tapi hasilnya bisa tiba sekaligus. Qualcomm dan Intel membuktikan bahwa era agentic AI tidak hanya tentang GPU, tapi tentang seluruh ekosistem komputasi.
Di sisi sebaliknya, Meta membuktikan bahwa earnings beat tidak cukup jika belanja masa depan dianggap terlalu berani. Nvidia, McDonald's, Home Depot, dan Pfizer membuktikan bahwa dalam pasar yang berselera tinggi seperti ini, tidak punya katalis baru sama buruknya dengan punya berita buruk.
Pekan depan, pasar akan mulai mencerna hasil yang sudah masuk sambil menunggu rilis berikutnya, termasuk laporan Pfizer dan McDonald's, dua nama yang masih belum membuktikan apa-apa.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures