Selat Hormuz Memanas, Data Ekonomi Juga Bayangi Emas!

Published on 05/05/2026

Tekanan berlanjut di sesi perdagangan awal pekan, membuat emas harus kembali turun hingga 4500. Ketegangan yang meningkat di Selat Hormuz menjadi penyebab utama.

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS 10 dan dolar menguat di sesi perdagangan awal pekan. Kondisi Selat Hormuz sejak akhir pekan lalu memanas, terutama setelah Trump umumkan Project Freedom yang justru dianggap Iran melanggar gencatan senjata. Emas akhirnya gagal naik, setelah pembukaan awal di 4620 gagal berlanjut, dan tekanan turun mendominasi sampai penutupan.

Namun, kabar tentang Selat Hormuz ini masih simpang siur. Sebagian bicara tentang kemungkinan AS akan melancarkan serangan ke Iran, sebagian lainnya meminta semua pihak bersikap tenang dan meminta kedua pihak kembali ke meja perundingan yang diupayakan Pakistan.

Pasukan AS Siaga, Tindakan Militer Tunggu Aba-aba Trump

Pejabat Senior AS dalam wawancaranya dengan Fox News mengatakan AS kini diperkirakan lebih dekat untuk kembali melancarkan operasi militer besar-besaran melawan Iran dibandingkan 24 jam sebelumnya. Hal ini dipicu oleh serangan Iran terhadap kapal-kapal AS dan wilayah UAE menggunakan rudal, drone dan juga kapal cepat.

Laporan Fox News menyebut bahwa kondisi itu menguji gencatan senjata di Selat Hormuz di awal operasi Project Freedom yang diumumkan Trump di awal pekan. Meski demikian, para pejabat mengatakan keputusan akhir ada di tangan Presiden Trump dan kepemimpinan baru Iran apakah akan melanjutkan operasi militer terhadap Iran. Sejauh ini tidak ada perintah untuk mengakhiri gencatan senjata .

Di sisi lain, militer AS kemungkinan sudah bersiap untuk merespon dan sudah dipersenjatai ulang dan dilengkapi kembali. Tapi saat ini dikatakan bahwa fokusnya tetap pada operasi pertahanan untuk melindungi kapal-kapal di Teluk. Belum ada perintah untuk mulai kembali pengeboman maupun pencabutan gencatan senjata.

Williams : Kebijakan Fed Tepat

Di sisi lain, pernyataan Presiden Fed New York John Williams sebenarnya relatif menenangkan. Williams menggambarkan kebijakan moneter Fed saat ini tepat untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi yang meningkat akibat konflik Timur Tengah. Williams memperkirakan inflasi AS akan tetap di sekitaran 3% tahun ini sebelum akhirnya kembali ke target 2% yang diinginkan Federal Reserve. 

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan antara 2-2.25% dan tingkat pengangguran diperkirakan akan bertahan antara 4.25-4.50%.

Namun Williams mengingatkan bahwa penetapan harga di pasar energi mencerminkan pandangan yang relatif optimis terhadap prospek harga minyak. Dia juga memperingatkan beberapa skenario yang kredibel mengindikasikan gangguan pasokan yang lebih parah dan dampak yang lebih besar pada inflasi. 

Pernyataan yang lebih menenangkan adalah saat Williams mengatakan bahwa di tahap saat ini dirinya tidak melihat adanya data yang mengindikasikan perlunya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Tapi dia menolak memberi panduan tentang suku bunga untuk beberapa pertemuan mendatang. Williams mendukung sepenuhnya pernyataan kebijakan Fed saat ini, dan menegaskan bahwa pemangkasan suku bunga akan diperlukan suatu saat nanti saat inflasi mulai bergerak kembali ke target yang diinginkan. 

Fokus Malam Ini

Beberapa data ekonomi akan rilis nanti malam. Dimulai dengan PMI services versi S&P Global di jam 20.45 WIB, diikuti dengan New Home Sales, JOLTS, dan ISM services di jam 21.00 WIB. Khusus PMI services, kami tetap sarankan fokus ke data versi ISM yang dianggap lebih memberikan reaksi besar dari market daripada versi S&P Global. 

Mayoritas data diperkirakan melemah. Jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka emas berpeluang kembali rebound di malam hari. Jika data dirilis lebih kuat, maka emas terancam lanjut tertekan turun. 

Di sisi lain, pasar tetap akan mencermati perkembangan geopolitik dengan Selat Hormuz menjadi fokus utama. Ketegangan yang meningkat dan mengarah pada operasi militer lebih lanjut berpotensi membuat emas lanjutkan tekanannya. Sedangkan jika situasi mereda, dan Trump tetap utamakan diplomasi, gencatan senjata pun tetap dijalankan, maka emas berpeluang rebound/naik kembali.

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bearish setelah kenaikan di malam hari tertahan di 4583, dan meluncur hingga level terendah 4500. Tekanan dipicu oleh ketegangan di Selat Hormuz yang kembali meningkat setelah Iran dikabarkan menembaki kapal AS, dan memicu kekhawatiran operasi militer besar-besaran yang membuat kekhawatiran inflasi.

Secara teknis, area 4620 (high 4 Mei 2026) dan 4660 (high 1 Mei 2026) tetap menjadi zona resistance harian yang perlu dicermati. Sedangkan zona support kini berada di zona 4420 setelah support 4550 ditembus. Eskalasi geopolitik sumber penyebab utama yang membuat emas gagal lanjutkan kenaikannya.  

H4 menunjukkan support dari pola yang dicurigai descending triangle ditembus sehingga pola tersebut dianggap gagal karena tidak berhasil mempertahankan momentum bullishnya. Zona hijau 4420-4499 didekati dengan penurunan hingga 4500, dan secara teknis low 29 Apr dan low 4 Mei menunjukkan formasi lower low, sedangkan rsi menunjukkan formasi higher low. Secara teori mendukung rebound dari pola yang dicurigai bullish divergence. Namun, kondisi ini tidak dianggap ideal karena menggunakan 2 bottom yang berjauhan sehingga tidak terlalu menjadi acuan utama.

Meski demikian, technical rebound diharapkan terjadi lebih dulu karena posisi rsi yang relatif rendah/landai, dan cukup dekat dengan zona oversold. Namun, kenaikan diperkirakan saat ini masih terbatas dengan zona 4550-4560 yang sebelumnya support, kini menjadi resistance terdekat. Resistance lainnya di zona 4608-4612. Selama keduanya tidak ditembus, maka seller kemungkinan masih dominan untuk beberapa waktu ke depan. 

Di sisi lain, zona hijau 4420-4499 kemungkinan masih cukup kuat sehingga diharapkan perhentian selanjutnya dari penurunan akan tertahan di salah satu area (dekat 4499 atau dekat 4420, atau bahkan terhenti di tengah-tengah zona hijau). Dan area FR 61.8% H4 di 4388 sebagai proyeksi berikutnya yang juga dicurigai demand yang cukup kuat jika terjadi penurunan lebih lanjut.  Trader bisa pertimbangkan mulai buy jika salah satu zona support  disentuh, dengan asumsi bahwa rsi mulai melandai atau cukup dekat dengan zona oversold, atau minimal candle di m15 menunjukkan tanda-tanda reversal bullish, seperti hammer atau pola bullish harami atau engulfing, atau pola reversal candle lainnya. 

Namun akan lebih aman jika risiko geopolitik dan data ekonomi malam nanti dirilis lebih lemah sehingga peluang rebound jauh lebih kuat. Sedangkan jika risiko geopolitik masih terlalu panas dengan ancaman eskalasi militer, maka hindarkan buy, tetap fokus sell lebih dulu sampai situasi reda!




Per jam 10.30 WIB, harga berada di 4537.93 dengan high 4546.62, dan low 4513.64. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 5 Mei 2026 | PT. Agrodana Futures, saat ini strategi utama maupun cadangan/alternatif belum teraktivasi karena harga mengalami rebound dari level terendah 4513 ke tertinggi 4546. Namun, secara area cukup dekat dengan zona yang diharapkan sehingga bisa dipertimbangkan di kisaran 4546-4555 atau tetap tunggu di zona 4555. 

Strategi sell saat ini lebih disarankan mengingat situasi geopolitik yang memanas belakangan ini. Dengan kekhawatiran eskalasi di Selat Hormuz meningkat, maka hal itu memicu kekhawatiran inflasi karena lonjakan harga minyak kembali mendominasi sehingga emas relatif tertekan saat ini. 

Secara teknis, pasca 4561-4576 ditembus, maka area ini berubah fungsi menjadi resistance. Dengan demikian, area sejak 4550 – 4576 adalah area resistance yang potensial sebagai supply atau sell. Idealnya, sell dilakukan menunggu salah satu zona tersebut. Tapi, jika 1-2 jam kedepan kenaikan tidak berlanjut di atas 4550, dan tidak sampai menyentuh target area sell 4555-4557, maka trader bisa tetap lakukan sell di dekat zona 4545-4550 dengan syarat utama butuh candle reversal bearish yang mendukung penurunan.  

Target penurunan diperkirakan menguji kembali low tadi malam 4500, atau zona biru 4486-4498. Atau zona berikutnya yang juga potensial di zona 4404-4426 (zona merah) dan 4319-4347 yang diperkirakan sebagai penurunan terjauh jika risiko geopolitik terus membebani, dan data ekonomi di malam hari dirilis lebih kuat dari ekspektasi. 

Sementara buy bisa mulai dipertimbangkan di salah satu zona support yang disebut sebelumnya, baik zona biru 4486-4498 atau zona merah 4404-4426, atau 4319-4347. Namun, mengingat risiko geopolitik yang membebani, maka terlalu riskan jika buy dilakukan di zona biru 4486-4498. Minim harga akan membentuk low baru yang lebih rendah, dan estimasi kami zona merah 4404-4426 atau zona 4319-4347 sebagai zona yang layak diperhitungkan sebagai zona demand.

Trading Strategy

Opsi SELL on Rally
Entry: 4555.00 – 4557.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4535.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4513, target terdekat 4503, terjauh 4490, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4567.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4564.00)
Risk Reward: 1: 2

Opsi BUY jika support tidak ditembus
Entry : 4405.00 – 4405.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4425.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4395.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4495)
Risk Reward: 1: 2