Periode
20 - 24 Juli 2026
Quick Insights: Inflasi Melunak, Tapi Trump Hidupkan Kembali Perang
Pasar mendapat angin segar setelah minggu lalu data inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) dirilis lebih lunak dari yang diperkirakan. Bahkan retail sales menyusul kemudian, memberi harapan melambatnya ekonomi berarti Fed tidak perlu tergesa-gesa menaikkan suku bunga. Tapi hal itu menjadi terbebani karena situasi geopolitik di sisi lain kembali memanas. Presiden Trump meningkatkan serangan udara AS atas Iran dan mengancam eskalasi yang lebih luas
Menanti Sinyal De-eskalasi
Kesepakatan gencatan senjata sementara yang dicapai sebulan lalu runtuh. Hal ini membuat Trump dalam posisi sulit. Dia berupaya mematahkan cengkeraman Iran atas Selat Hormuz yang vital bagi pasokan minyak global dan memaksa Iran untuk menerima tuntutannya. Meski kedua pihak berupaya menghindari kembalinya perang skala penuh, tapi harapan untuk menemukan jalan keluar dalam waktu dekat memudar, harga minyak global kembali naik dan mengirim sinyal kejut ke pasar keuangan. Akankah kedua pihak kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat?
Iran Ajak Houthi Tutup Selat Bab al-Mandeb
Serangan AS berlanjut hingga hari keenam di hari Kamis. Di sisi lain, Iran memberi sinyal, mereka bisa mendorong Houthi di Yaman untuk menutup selat pengiriman minyak utama lainnya di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb. Iran mengancam hal itu akan dilakukannya jika AS benar-benar menyerang infrastruktur energi Iran seperti yang diancamkan Trump. Menurut rencana, AS akan menyerang infrastruktur energi Iran minggu depan. Trump berdiskusi dengan para penasihatnya tentang kemungkinan memperluas target, termasuk mengirim pasukan darat untuk merebut pusat minyak Pulau Kharg Iran
Persaingan AI China dan AS
Saham AS kembali turun di hari Jumat, dengan saham semikonduktor dan laporan kuartal terbaru yang dirilis menjadi penggerak. Nasdaq composite turun 1,4% menjadi 25.520,24 diikuti Dow Jones turun 406,55 poin atau 0.77%. Perkembangan persaingan AI dari open-source China yang dikabarkan mampu menyaingi kinerja Anthropic dan OpenAI menimbulkan kekhawatiran baru tentang pengeluaran yang tinggi untuk teknologi. Tapi para analis menilai penurunan ini bagian sehat dari siklus investasi transformatif yang berkembang
Inflasi Inggris, ECB, dan Data PMI
Ini mungkin minggu termudah bagi data ekonomi dibandingkan minggu sebelumnya. Tapi mudah bukan berarti tidak berbobot. ECB akan mengumumkan kebijakan moneter terbarunya minggu depan. Tapi sebelum itu ada data inflasi Inggris yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk BOE. Di ECB Forum 3 minggu lalu, mayoritas kepala bank sentral saat itu sepakat bahwa harga energi mulai melonggar sehingga tekanan inflasi relatif berkurang. Itu juga yang membuat BOE tidak mau buru-buru menaikkan suku bunga.
Tapi data inflasi Inggris minggu depan mungkin bisa menjadi jawaban apakah pernyataan Gubernur BOE Bailey sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Di sisi lain, ECB diperkirakan akan pertahankan suku bunga, meskipun terjadi perbedaan pandangan di antara para pejabat yang masih menginginkan minimal 1 kali kenaikan lagi tahun ini. Dan data ekonomi akan ditutup dengan PMI manufacture dan services dari semua kawasan, termasuk AS.
AGENDA DATA EKONOMI
UK CPI & PPI
22 Juli 2026
Data bulan lalu inflasi konsumen (CPI) berada di 2.8% y/y dan 0.2% m/m, sedangkan inflasi produsen (PPI) berada di 0.2% m/m. Meredanya harga energi global seharusnya memberi peluang kedua inflasi juga mereda di bulan Juni sehingga memberi cukup alasan untuk BOE menahan suku bunganya
ECB Interest Rate Decision
23 Juli 2026
Setelah menaikkan suku bunga pertama kalinya di pertemuan terakhir, ECB diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga acuannya minggu depan di 2.40% dan deposit facility rate di 2.25%. Fokus perhatian kemungkinan tertuju pada pernyataan Presiden ECB Lagarde
UK Retail Sales
24 Juli 2026
Laporan retail sales perhatian berikutnya dari Inggris. Data bulan sebelumnya berada di 3.2% y/y dan core retail sales di 4.6% y/y. Data ini merupakan indikator pengeluaran konsumen yang akan memberikan gambaran tentang aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Data yang baik mendukung penguatan mata uang
US PMI Services & Manufacture
24 Juli 2026
Data ini mirip dengan data PMI versi ISM, untuk mengukur aktivitas manajer pembelian di sektor manufaktur dan jasa. Angka di atas 50 menandakan ekspansi, dan di bawah 50 berarti kontraksi. Biasanya data ini memiliki akses awal untuk performa perusahaan. Laporan yang baik menandakan performa ekonomi yang baik
US New Home Sales
24 Juli 2026
Data ini mengukur angka tahunan dari perumahan baru yang terjual selama bulan sebelumnya. Biasanya cenderung lebih berdampak saat dirilis menjelang laporan Existing Home Sales karena laporannya cukup terkorelasi. Laporan yang lebih baik mendorong penguatan dolar, sebaliknya data yang lemah menekan dolar
Risiko Penurunan Emas Tergantung Seberapa Tinggi Lonjakan Minyak di Tengah Risiko Eskalasi Geopolitik!
Meskipun inflasi Juni reda dan berhasil meredam kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed, tapi situasi geopolitik yang kembali memanas tidak disangkal kembali membuat kekhawatiran tersebut muncul. Trump mengancam serangan minggu depan menargetkan fasilitas energi Iran. Iran juga ancam balik akan meminta Houthi di Yaman untuk menutup Selat Bab al-Mandep, selat lainnya yang cukup penting untuk jalur distribusi minyak global. Jika benar terjadi, maka lonjakan harga minyak akan membuat kekhawatiran tekanan inflasi kembali mendominasi. Emas mungkin akan merespons singkat dengan kenaikan, tapi inflasi tinggi yang memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga Fed akan meredam kenaikan tersebut. Weekly candle ditutup bearish dan risiko penurunan di bawah 3940 sangat terbuka. Zona 3886 (low 28 Okt 2025) maupun 3717 (low 24 Sep 2025) kemungkinan muncul lebih cepat. Tapi penurunan akan singkat dan cepat jika akhirnya Trump umumkan serangan dirasa cukup, dan mengklaim mempertimbangkan ajakan mediator untuk kembali ke perundingan. Tapi rebound butuh kenaikan minim di atas zona 4160 untuk membuka peluang jalur kenaikan yang lebih kuat
Daily Trend : BullishWeekly Trend : Bearish(R) : 4160, 4240, 4330(S) : 3943, 3886, 3717
Daily Trend : Limited BullishWeekly Trend : Bullish(R) : 84.40, 87.00, 92.00(S) : 77.40, 73.10, 68.60
Risiko Meningkat Jika Iran Tutup Selat Bab al-Mandeb, Oil Buka peluang Tembus $90 lagi!
Sudah 10 hari terakhir harga minyak rebound dari zona terendahnya $67. Kondisi tersebut diawali dengan berakhirnya MoU AS-Iran yang dikatakan Trump sia-sia menghabiskan waktu. Meski Trump tidak ingin mengarah ke perang besar lainnya, tapi situasi di lapangan bertolak belakang. Serangkaian serangan AS ke Iran, termasuk yang sedang berjalan saat artikel ditulis, terhitung menjadi 7 hari berturut-turut. Iran merespons dengan serangan balasan ke negara-negara Teluk tetangga mereka yang dikenal sebagai basis militer AS. Minggu depan risiko geopolitik belum akan berakhir. AS mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran, dan sebaliknya Iran siap menyerang balik dan juga mendorong Houthi untuk menutup Selat Bab al-Mandep di Laut Merah sebagai reaksi balasan. Posisi ini tidak menguntungkan bagi pasokan minyak. Secara teknis, penutupan 12 Juni 2026 berada di $84 kemungkinan ditutup dalam waktu dekat. Tapi situasi geopolitik yang memanas akan membuat peluang kenaikan bisa berlanjut dengan potensi zona $87-90 sebagai target potensial. Sebaliknya, jika kedua pihak kembali hentikan perang dan kembali ke meja perundingan, maka minyak berpeluang turun cepat di bawah $75-77 per barel
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly masih dalam ancaman pola head & shoulders meskipun penutupan minggu lalu berhasil rebound secara keseluruhan. Tapi situasi tidak mudah untuk Euro. ECB mungkin hanya akan menambah dampak penurunan jika tidak memberi indikasi tentang kenaikan suku bunga berikutnya. Pasar juga dibayangi oleh situasi geopolitik AS-Iran yang kian memanas. Waspadai risiko tekanan di bawah 1.13200 jika situasi geopolitik terus memanas. Sebaliknya, kenaikan berpotensi ambil alih jika berhasil tembus di atas zona 1.14900-1.15000 jika situasi geopolitik mereda sehingga Euro bisa memanfaatkan tekanan terhadap dolar
Resistance : 1.14729, 1.16400, 1.18000
Support : 1.13300, 1.11450, 1.09250
Outlook : Limited Bullish
GBPUSD
Kabar baiknya, candle weekly masih bullish, kabar buruknya tidak se-bullish yang diharapkan. Kita mungkin melihatnya lebih cenderung membentuk shooting star, apalagi 2 hari terakhir Pound ditutup turun pasca kenaikan cepat ke zona 1.35500. Situasi ini semakin sempurna karena geopolitik yang panas membuat GBP juga tertekan. Data inflasi Inggris minggu depan mungkin juga akan memberi alasan pelemahan Pound yang berlanjut daripada kenaikan. Posisi trendline resistance daily di 1.35300 masih terlalu kuat, meskipun sempat spike hingga 1.35500. Terbukti penutupan 2 hari berturut-turut tetap di bawah 1.35300. Waspada tekanan lebih lanjut jika tembus di bawah 1.34800
Resistance : 1.35500, 1.37800, 1.38500
Support : 1.33300, 1.32000, 1.30000
Outlook : Bearish
USDJPY
Yen tetap berada di titik nadir yang mungkin tidak terbayangkan oleh para trader karena situasinya masih tetap sama, belum berubah, dan belum ada tanda-tanda akan berubah dalam waktu dekat. Situasinya mungkin sulit untuk para pembuat kebijakan memilih yang terbaik di antara pilihan terburuk, termasuk peluang intervensi langsung. Geopolitik yang memanas menjadi hambatan, selain faktor dalam negeri yang juga berkutat pada lemahnya permintaan domestik sehingga membuat BOJ sulit untuk lanjut menaikkan suku bunga. Zona 163-164 tetap terbuka untuk terjadi kapanpun, begitu juga intervensi yang bisa muncul kapan saja. Yang perlu trader waspadai adalah gerakan cepat dari spekulan. Itu mungkin yang bisa memicu tindakan aktual dari pembuat kebijakan.
Resistance : 163.000, 164.000, 165.000
Support : 161.300, 160.300, 158.910
Outlook : Limited Bullish
INDEKS USD
Weekly candle ditutup bearish setelah beberapa kenaikan di awal pekan lalu akhirnya terhambat oleh serangkaian data ekonomi AS yang lemah. Namun, USD rebound di hari Kamis dan Jumat setelah eskalasi geopolitik meningkat. Secara teknis, dolar dalam tekanan untuk memasuki minggu depan, karena sinyal weekly yang mungkin menunjukkan kelanjutan dari tekanan sebelumnya. Tapi situasi geopolitik yang belum reda dalam waktu dekat membuat pembukaan Senin akan menjadi satu yang ditunggu di antara lainnya. Situasi yang memanas akan membuat USD kembali menguat. Tapi jika geopolitik reda, dolar akan lanjutkan tekanan di bawah 100.300
Resistance : 101.500, 102.000, 102.700
Support : 100,000, 99.000, 98.000
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Tekanan sektor teknologi juga bebani Nikkei yang ikut turun hingga 62777 minggu lalu dan candle weekly ditutup bearish. Kabar baiknya, tekanan weekly tertahan oleh EMA20 yang ada di 62720. Namun, ini bukan berarti bahwa Nikkei terjamin akan kembali naik dengan kuat. Dibutuhkan pemicu untuk bisa minimal rebound kembali di atas 67812 setelah penutupan Jumat berakhir di 65020. Carry trade sepertinya belum menunjukkan kekuatannya karena di sisi lain pasar juga tetap cemas dengan kemungkinan aksi intervensi Yen yang bisa terjadi kapan saja. Tapi hal ini tidak serta merta membuat Nikkei dalam tekanan lebih tajam. Saat geopolitik reda, Nikkei berpeluang rebound bersama indeks saham global
Resistance : 66000, 67812, 69800
Support : 64000, 62720, 57856
Outlook : Bearish
HANG SENG
Candle weekly ditutup shooting star setelah gagal lanjutkan kenaikannya di atas 25500. Indeks ditutup di 24462 dan situasi bisa bertambah buruk jika harga lanjutkan tekanan turunnya di bawah EMA20 daily 24067. Kondisi penurunan kemungkinan berlanjut hingga melirik zona 22720 EMA200 weekly. Sebaliknya, jika support 24067 bertahan, maka peluang rebound diharapkan bertahap mendorong kembali harga untuk naik ke zona 25000 secara bertahap. Suku bunga PBOC di hari Senin kemungkinan tidak pengaruh banyak pada Hang Seng, kecuali jika ada perubahan suku bunga yang lebih rendah hingga membuat saham terdorong naik. Situasi geopolitik AS-Iran juga cukup berpengaruh, seperti halnya saham-saham global lainnya.
Resistance : 25000, 25500, 26000
Support : 24060, 22720, 22000
Outlook : Bearish
NASDAQ
Sektor teknologi sepertinya lebih terbebani untuk saat ini. Bahkan weekly formation cenderung menunjukkan indikasi pelemahan lebih lanjut. EMA 20 Weekly berada di 28080 kemungkinan target penurunan berikutnya yang terhitung ekstrim. Masalahnya penutupan Jumat berada di bawah EMA50 daily 29230 sehingga kondisi ini memberi gambaran bahwa tekanan bearish sedang mendominasi Nasdaq. Jika geopolitik tidak segera mereda, ditambah saham semikonduktor juga tidak segera pulih dalam waktu dekat, maka waspadai kemungkinan terburuk 28000 bisa saja disentuh berikutnya. Sebaliknya, jika salah satu dari penyebab penurunan bisa reda, maka peluang rebound minimal diharapkan naik kembali di atas 29230
Resistance : 29300, 30320, 30800
Support : 28350, 27900, 27000
Outlook : Bearish
DOW JONES
Penutupan turun di hari Jumat membuat pertanyaan mendasar apakah saham AS dalam risiko tekanan lebih lanjut, atau bahkan bearish market yang ditakutkan sebelumnya. Rotasi investasi kemungkinan menjadi salah satu penyebab, dibalik ketegangan geopolitik yang juga membebani. Di sisi lain, weekly ditutup dengan candle menyusun formasi evening star, yang biasanya cenderung mengindikasikan potensi penurunan yang dominan. Di sisi daily, harga bahkan berada di bawah EMA20 52609, dan mengancam EMA50 yang ada di 51598. Situasi bisa memburuk jika tekanan berlanjut tembus 49957. Sebaliknya, geopolitk yang reda bisa membuka peluang rebound
Resistance : 53500, 54000, 54500
Support : 52000, 51400, 50600
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.