TOP GAINERS
| 1. Microsoft Corporation (#MSFT) +19.34% |
| 2. Amazon.com, Inc. (#AMZN) +15.55% |
| 3. Oracle Corporation (ORCL) +9.97% |
| 4. Alphabet Inc. (#GOOG) +9.52% |
| 5. Salesforce, Inc. (CRM) +9.47% |
TOP LOSERS
| 1. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -12.68% |
| 2. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) -8.68% |
| 3. Meta Platforms, Inc. (#META) -8.37% |
| 4. Caterpillar Inc. (#CAT) -8.21% |
| 5. Apple Inc. (#AAPL) -7.48% |
Pekan ini jadi salah satu pekan paling padat di Wall Street karena hampir seluruh raksasa teknologi merilis laporan keuangan kuartalan secara bersamaan. Microsoft dan Amazon jadi bintang utama setelah pertumbuhan cloud mereka jauh melampaui ekspektasi pasar, sementara Alphabet ikut terangkat berkat lonjakan Google Cloud meski sempat diguncang kekhawatiran capex. Di sisi lain, Meta dan Apple justru tertekan meski laporan keuangannya sebenarnya solid, karena investor lebih fokus pada pembengkakan belanja modal dan tekanan margin. Caterpillar bahkan ikut terseret turun bukan karena kinerja internal, melainkan risiko regulasi baru yang mengancam salah satu segmen bisnisnya.
TOP 5 GAINERS
1. Microsoft Corporation (#MSFT) +19.34%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Oktober 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Agustus 2026 ($0.91)
52-Week Range: $349.20 - $553.72
Weekly Range: $388.77 - $466.86
Previous Close Price: $464.83 (31 Juli 2026)
(MSFT) Microsoft mencatat kenaikan mingguan terbesar di antara emiten teknologi besar setelah laporan kuartal keempat fiskal 2026 menunjukkan Azure menembus 100 miliar dolar dalam satu tahun fiskal untuk pertama kalinya. Revenue tercatat 90.01 miliar dolar, naik 18 persen dari tahun lalu dan melampaui estimasi 87.62 miliar dolar, sementara EPS 4.74 dolar mengalahkan proyeksi 4.24 dolar. Pertumbuhan Azure sendiri mempercepat ke 43 persen dari 40 persen di kuartal sebelumnya, dan manajemen memandu ekspektasi pertumbuhan 45 persen untuk kuartal berikutnya. Saham sempat melonjak hingga 17 persen dalam sehari, menjadi kenaikan market cap harian terbesar sejak 2008.
2. Amazon.com, Inc. (#AMZN) +15.55%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Oktober 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Amazon tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $196.00 - $278.56
Weekly Range: $226.17- $273.30
Previous Close Price: $271.29 (31 Juli 2026)
(AMZN) Amazon menguat tajam setelah AWS mencetak revenue 42.2 miliar dolar, tumbuh 36.7 persen dari tahun lalu, jauh di atas ekspektasi pasar. Backlog AWS kini mencapai 496 miliar dolar dan tumbuh triple digit secara tahunan, sementara bisnis AI dan chip custom masing masing sudah melewati run rate tahunan 25 miliar dolar. Manajemen menaikkan proyeksi capex 2026 ke sekitar 220 miliar dolar dari sebelumnya 200 miliar dolar, namun pasar tetap merespons positif karena pertumbuhan AWS dinilai sepadan dengan kenaikan belanja tersebut. CFRA Research bahkan menyebut hasil kuartal ini sebagai home run quarter bagi Amazon.
3. Oracle Corporation (ORCL) +9.97%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 9 September 2026
Last Dividend Ex-Date:10 Juli 2026 ($0.50)
52-Week Range: $114.50 - $345.72
Weekly Range: $114.52 - $132.44
Previous Close Price: $130.04 (31 Juli 2026)
(ORCL) Oracle melanjutkan penguatan setelah memperluas kerja sama dengan Google Cloud, membawa model Gemini masuk ke Fusion Applications, NetSuite, dan AI Agent Studio. Langkah ini memperkuat pendekatan multi model AI Oracle dan memberi pelanggan enterprise lebih banyak pilihan tools kecerdasan buatan yang terintegrasi langsung dengan aplikasi bisnis inti mereka. Analis menilai ekspansi kemitraan ini sebagai katalis tambahan bagi narasi pertumbuhan cloud dan AI Oracle, meski tantangan seperti capex besar dan persaingan dari hyperscaler lain tetap jadi perhatian jangka panjang.
4. Alphabet Inc. (GOOG) +9.52%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 28 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 4 September 2026 ($0.22)
52-Week Range: $188.70 - $404.47
Weekly Range: $324.46 - $358.90
Previous Close Price: $357.06 (31 Juli 2026)
(GOOG) Alphabet menguat signifikan secara mingguan didorong oleh lonjakan Google Cloud yang tumbuh 82 persen menjadi 24.8 miliar dolar, mempercepat dari pertumbuhan 63 persen di kuartal sebelumnya. Revenue total Alphabet naik 24 persen menjadi 119.8 miliar dolar, mengalahkan konsensus 116.93 miliar dolar, dengan operating income cloud melompat ke 8.8 miliar dolar dari 2.8 miliar dolar tahun lalu. Meski sempat tertekan di awal pekan akibat kekhawatiran investor terhadap kenaikan proyeksi capex 2026 ke kisaran 195 sampai 205 miliar dolar, sentimen berbalik positif seiring pasar mulai mengapresiasi kekuatan pertumbuhan cloud sebagai justifikasi belanja AI Alphabet.
5. Salesforce, Inc. (CRM) +9.47%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 2 September 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Juni 2026 ($0.44)
52-Week Range: $146.32 - $269.11
Weekly Range: $167.36- $190.08
Previous Close Price: $183.92 (31 Juli 2026)
(CRM) Salesforce mencatat reli beruntun sepanjang akhir pekan lalu, didorong oleh upgrade dari Guggenheim menjadi Buy dengan target harga 228 dolar. Analis Guggenheim menilai kekhawatiran pasar soal ancaman AI terhadap model bisnis software enterprise sudah berlebihan. Momentum positif ini turut didukung laporan bahwa makin banyak konsumen beralih menggunakan agentic AI dalam workflow mereka, serta kontrak besar seperti kesepakatan senilai 1.6 miliar dolar dengan Departemen Veteran Affairs AS yang memperkuat proyeksi cash flow jangka panjang Salesforce.
TOP 5 LOSERS
1. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -12.68%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Oktober 2026
Next Dividend Ex-Date: 3 September 2026 ($0.92)
52-Week Range: $121.99 - $259.92
Weekly Range: $146.13 - $171.10
Previous Close Price: $147.77 (31 Juli 2026)
(QCOM) Qualcomm menjadi pelemah terbesar pekan ini setelah laporan kuartal ketiga fiskal 2026 menunjukkan revenue 9.95 miliar dolar, turun 4 persen dari tahun lalu. Penyebab utamanya adalah anjloknya revenue handset sebesar 20 persen, sementara kenaikan biaya input menekan margin ke 16.3 persen. Meski segmen automotive mencetak rekor pertumbuhan 61 persen menjadi 1.59 miliar dolar, pasar tetap lebih fokus pada pelemahan bisnis inti smartphone yang masih jadi kontributor pendapatan terbesar Qualcomm.
2. Advanced Micro Devices, Inc. (#AMD) -8.82%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $149.22 - 584.73
Weekly Range: $424.16 - $526.78
Previous Close Price: $476.21 (31 Juli 2026)
(AMD) tertekan menjelang laporan kuartalan yang dijadwalkan rilis 4 Agustus, dengan pasar opsi memperkirakan pergerakan saham bisa mencapai 10 persen ke arah manapun setelah hasil keluar. Tekanan jual pekan ini juga melanjutkan koreksi hampir 19 persen dari puncak Juni, di tengah aksi ambil untung besar besaran di saham saham terkait AI setelah rally panjang sepanjang tahun ini.
3. Meta Platforms, Inc. (#META) -8.37%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 28 Oktober 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Juni 2026 ($0.5250)
52-Week Range: $520.26 - 796.25
Weekly Range: $527.57 - $609.57
Previous Close Price: $556.36 (31 Juli 2026)
(META) Meta melemah tajam setelah laporan kuartal kedua menunjukkan EPS 6.18 dolar, meleset dari estimasi 7.17 dolar, sementara laba bersih turun 14 persen dari tahun lalu. Free cash flow anjlok 91 persen menjadi hanya 784 juta dolar, dipicu kombinasi biaya legal dan pesangon senilai 3.6 miliar dolar serta belanja modal AI yang terus membengkak ke kisaran 130 sampai 145 miliar dolar untuk 2026. Meski revenue iklan sebenarnya tumbuh solid 28 persen, investor lebih mencermati tekanan pada arus kas dan biaya AI yang belum menunjukkan hasil nyata.
4. Caterpillar Inc. (#CAT)-8.21%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: 20 Juli 2026
52-Week Range: $405.46 - $1,073.46
Weekly Range: $775.75 - $892.40
Previous Close Price: $814.63 (31 Juli 2026)
(CAT) Caterpillar turun tajam bukan karena kinerja operasionalnya, melainkan downgrade dari Baird Equity Research ke Neutral dengan target harga dipangkas ke 900 dolar dari 1200 dolar. Pemicunya adalah moratorium pembangunan data center yang ditandatangani Gubernur New York pertengahan Juli, yang dinilai analis berpotensi menjadi tren regulasi nasional dan mengancam permintaan segmen Power and Energy Caterpillar yang selama ini ditopang kebutuhan listrik data center.
5. Apple Inc. (#AAPL)-7.48%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Oktober 2026
Next Dividend Ex-Date: 10 Agustus 2026 ($0.527)
52-Week Range: $201.50 - $344.57
Weekly Range: $300.01 - $344.61
Previous Close Price: $310.46 (31 Juli 2026)
(AAPL) Apple melemah setelah forecast revenue kuartal keempat hanya diproyeksikan tumbuh 9 sampai 11 persen, di bawah konsensus pasar 12.1 persen. Revenue Greater China tercatat 18.8 miliar dolar, di bawah estimasi 19.5 miliar dolar, sementara segmen Services juga sedikit meleset dari ekspektasi. CEO Tim Cook memperingatkan dampak kenaikan harga chip memory yang terus berlanjut, bahkan menyebutnya sebagai tekanan harga sekali dalam seratus tahun yang mendorong Apple menaikkan harga lini produk Mac dan iPad.
Pekan ini menegaskan bahwa pasar kini jauh lebih selektif dalam merespons capex besar besaran di sektor AI. Emiten yang bisa membuktikan pertumbuhan cloud dan revenue konkret seperti Microsoft, Amazon, dan Alphabet diganjar kenaikan tajam, sementara emiten yang belanja modalnya belum diimbangi hasil jelas seperti Meta justru dihukum pasar meski laporan pendapatannya sebenarnya tumbuh. Ke depan, arah pasar kemungkinan besar masih akan ditentukan oleh bagaimana masing masing raksasa teknologi ini mengonversi belanja AI mereka menjadi profitabilitas yang nyata.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures