Weekly Newsletter Ed. 320

Published on 08/09/2026


10 - 14 Agustus 2026


Quick Insights: Data ekonomi vs Geopolitik, Berikutnya Inflasi!

Minggu depan bukan waktunya untuk tenang karena data inflasi akan menantang geopolitik setelah sebelumnya menyandingkan data NFP dan geopolitik tepat di sesi perdagangan Jumat, hari terakhir perdagangan minggu lalu. Laporan ketenagakerjaan Juli lebih lemah dari perkiraan sehingga menurunkan peluang kenaikan suku bunga Fed di bulan September. Tapi inflasi di hari Selasa akan menghadirkan harapan sekaligus penentu berikutnya sebelum Jackson Hole maupun FOMC September. Pasar mungkin akan mengetahui apakah ketegangan di awal Juli akan pengaruhi inflasi mengingat harga minyak saat itu sempat melonjak

Perkembangan Timur Tengah

Situasi di Timur Tengah tetap menjadi kunci penting lainnya yang pengaruhi prospek kebijakan moneter. Pelayaran di Selat Hormuz terus membuat harga energi berfluktuasi dan menciptakan risiko tambahan untuk inflasi jangka pendek. Kesepakatan AS dan Iran bisa mengubah situasi secara signifikan.

AS-Oman-Iran Bahas Pengelolaan Hormuz

Tata kelola Selat Hormuz jadi poin penting untuk mencapai kesepakatan AS-Iran yang rumit. Proses diplomatik yang sedang berlangsung melibatkan Iran, Oman dan AS dalam upaya menyusun kerangka kerja tata kelola lalu lintas kapal yang melintasi selat tersebut. Keterlibatan Oman kali ini karena secara historis sudah berperan sebagai perantara jalur belakang antara Iran dan negara-negara Barat. Aksi jual secara agresif didorong oleh prospek pembukaan kembali Selat Hormuz, dan hal ini akan berlanjut seandainya AS menerima kesepakatan yang terjadi antara Iran dan Oman.

Positif-Negatif De-eskalasi untuk Zona Euro

Zona Eropa sangat bergantung pada impor energi, sedangkan AS di posisi yang lebih kuat karena bisa memproduksi sendiri sehingga meredanya konflik bisa menjadi hal yang sangat krusial untuk zona Eropa. Harga minyak dan gas yang lebih rendah bisa mengurangi biaya impor Eropa, meningkatkan prospek dunia usaha dan rumah tangga, juga mendukung ekonomi. Di sisi lain, harga energi yang lebih rendah akan mengurangi tekanan inflasi sehingga melemahkan ekspektasi pengetatan ECB, yang berarti membatasi penguatan Euro.

Urgensi Berkurang, Tapi Kenaikan Suku Bunga Tetap Ada!

Semua orang menyambut positif data non farm payrolls yang lemah di bulan Juli. Data tersebut setidaknya mengurangi argumen dari para pengkritik The Fed yang sempat khawatir bahwa bank sentral terlambat menaikkan suku bunga dan berpikir inflasi sedang melonjak akibat pasar tenaga kerja yang menguat. Laporan tersebut menunjukkan rata-rata penambahan lapangan kerja hanya tumbuh 21K dalam 3 bulan terakhir, dan pertumbuhan upah per jam berada di laju paling lambat sejak Mei 2021.

Data ini mirip dengan pola pasar tenaga kerja selama 18 bulan terakhir yang berada dalam keseimbangan yang lemah. Tapi Thomas Barkin dari Fed menilai kondisi pasar tenaga kerja masih “baik-baik saja” karena rendahnya perekrutan dan PHK. Ekspektasi kenaikan suku bunga September turun dari 67% menjadi 50% pasca data NFP yang melambat. Tapi para ekonom menilai Fed kemungkinan masih memiliki alasan untuk menaikkan suku bunga karena sudah gagal mencapai target inflasinya selama 5 tahun berturut-turut. Lemahnya NFP hanya menunda waktu kenaikan suku bunga.

AGENDA DATA EKONOMI

US Existing Home Sales

11 Agt 2026

Laporan ini mengukur perubahan jumlah tempat tinggal yang sudah ada yang terjual di bulan sebelumnya. Laporan ini bisa memberikan petunjuk tentang kekuatan pasar perumahan AS dan indikator kunci untuk kekuatan ekonomi keseluruhan

US CPI

12 Agt 2026

Data ini menjadi perhatian utama karena akan menjadi pertimbangan Fed dalam memutukan kebijakan moneter. Angka yang lebih rendah akan mengurangi urgensi kenaikan suku bunga Fed. Angka yang lebih tinggi kemungkinan akan mendorong kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed

UK GDP

13 Agt 2026

Data ini merupakan ukuran secara luas dari aktivitas ekonomi dan indikator utama kesehatan ekonomi. Angka yang lebih tinggi berarti positif untuk GBP. Sedangkan angka yang lebih rendah berarti negatif untuk GBP

EUR GDP

14 Agt 2026

Data ini memberikan gambaran tentang aktivitas ekonomi secara luas dan juga menjadi indikator utama kesehatan ekonomi zona Eropa. Angka yang lebih tinggi berpotensi membuat Euro menguat. Sebaliknya, angka yang lebih rendah berpotensi membuat Euro melemah

US Retail Sales

14 Agt 2026

Laporan penjualan ritel menunjukkan perubahan dari keseluruhan penjualan di level ritel di AS. Biasanya dijadikan indikator penting untuk menilai pengeluaran konsumen dan juga menjadi indikator kecepatan ekonomi AS. Angka yang lebih tinggi akan mendukung penguatan USD. Angka yang lebih rendah akan melemahkan USD

CPI AS vs Geopolitik: Risiko Penurunan Membayangi, Potensi Kenaikan Lirik 4500

NFP yang lemah di hari Jumat membawa angin segar bagi para pelaku pasar karena meredam kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga Fed di bulan September. Tapi situasi ini belum sepenuhnya tuntas karena pasar masih harus menunggu CPI AS yang baru dirilis hari Selasa, 12 Agustus mendatang. Belum lagi kesepakatan AS dan Iran masih menjadi tanda-tanya. Pandangan kami tetap sama, kunci utama bermuara dari situasi geopolitik, terutama kaitannya dengan Selat Hormuz yang akan menjadi kunci bagi pasokan energi global. Jika kesepakatan tercapai, maka ada harapan tekanan inflasi berkurang, proses disinflasi kemungkinan berlanjut, sehingga Fed tidak perlu menaikkan suku bunga. Sebaliknya, jika geopolitik terus berlanjut, risiko kenaikan suku bunga Fed masih tetap ada. Secara teknis, weekly ditutup bullish dan satu-satunya kendala adalah resistance 4350 yang mungkin bisa menjadi penghambat minggu depan. Jika berhasil ditembus, emas selangkah lebih maju untuk kenaikan berkelanjutan. Zona 4400, 4450 bahkan 4500 cukup potensial jika CPI dirilis lebih lemah dan geopolitik reda. Sebaliknya, risiko penurunan di bawah 4230 juga potensial jika geopolitik memanas

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) :4440, 4570, 4712
(S) : 4240, 4160, 4040

Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 82.00, 85.40, 92.00
(S) : 75.20, 73.10, 68.60

Akhir Pekan Yang Tenang (Kembali), AS Tunggu Kesepakatan Iran dan Oman, Oil Tetap Fluktuatif!

Kabar baiknya, sampai saat artikel ini ditulis di hari Sabtu sore, belum ada indikasi serangan atau aksi militer AS ke Iran maupun sebaliknya, dan tidak ada tanda-tanda eskalasi militer di Selat Hormuz. Kejadian-kejadian kecil di sekitar perairan Hormuz mungkin tetap ada, tapi tidak memicu konflik, setidaknya sampai saat ini. Kabar lainnya adalah bahwa AS mengatakan mereka akan menunggu kesepakatan Iran dan Oman terkait pengelolaan Hormuz sebelum akhirnya memutuskan untuk mendukung atau menolak. Sekedar pengingat, Trump pernah menolak usulan pengenaan tarif untuk kapal-kapal yang melintas Hormuz, jadi sepertinya kesepakatan yang melibatkan pungutan biaya berpotensi mementahkan upaya diplomasi. Jadi, kuncinya tetap ada di Trump. Secara teknis, eskalasi di minggu lalu meskipun sempat mendorong minyak hingga zona 78, tapi tidak membuat lonjakan signifikan. Bahkan harga minyak ditutup turun di hari Jumat. Support utama weekly akan berada di EMA200 weekly yang ada di zona 73. Jika minyak bisa tembus di bawah 73, maka peluang penurunan akan lebih kuat. Sebaliknya, jika tetap gagal tembus, maka ujian berikutnya untuk bullish adalah EMA200 daily yang berada di zona 78. Dan jika eskalasi konflik kembali naik, maka zona 85 dan 90 adalah targetnya. Sebaliknya, kesepakatan akan membuat minyak turun di bawah 70


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

EURUSD

Weekly candle ditutup doji, meski minggu sebelumnya berhasil menghindarkan Euro dari potensi tekanan lebih lanjut dari pola yang dicurigai membentuk head & shoulders di grafik weekly. Tapi bukan berarti terhindar sepenuhnya mengingat kenaikan mingguan masih terhambat di zona EMA20 dan EMA50 yang saling berhimpitan di kisaran 1.15500. Jika kenaikan gagal berlanjut di atas 1.15700, maka peluang turun diperkirakan kembali mendominasi. Sebaliknya, jika berhasil tembus dan bertahan di atas 1.15700, kenaikan berlanjut melirik zona 1.16400 dan 1.17000. Geopolitik akan lebih berpengaruh daripada data ekonomi

Resistance :  1.16400, 1.18480, 1.19000

Support  :  1.14400, 1.13300, 1.11450

Outlook : Limited Bullish

GBPUSD

Untuk kesekian kalinya Pound terselamatkan dari risiko tekanan turun yang berkelanjutan. Meski secara umum tidak naik signifikan, tapi kenaikan di 2 minggu terakhir menunjukkan Pound cukup sensitif dengan perkembangan geopolitik sehingga memanfaatkan betul-betul penguatan maupun pelemahan USD. Hal itu kemungkinan berlanjut minggu depan karena data GDP Inggris sepertinya kurang mampu mengangkat Pound menguat lebih jauh. Penembusan di atas 1.35200 berpotensi membuka ruang kenaikan lebih lanjut dengan zona 1.36000 maupun 1.37000 target yang potensial. Tapi penolongnya kemungkinan datang dari geopolitik yang reda, bukan data ekonomi

Resistance :  1.35500, 1.37800, 1.38680

Support  :  1.33300, 1.32000, 1.30000

Outlook : Bullish

USDJPY

Sejak intervensi terkoordinasi AS dan Jepang di minggu sebelumnya, Yen hampir tidak terlihat lanjutkan penguatan lagi. Bahkan Yen sempat melemah hingga 158.550 di hari Kamis dan Jumat sebelum akhirnya “diselamatkan” oleh data NFP AS yang anjlok. Minggu depan, CPI AS mungkin menjadi andalan. Tapi secara teknis, penurunan diperkirakan terbatas karena weekly candle menunjukkan rejection kuat di zona 155 dan sepertinya hal ini memperkuat bukti bahwa Yen sulit untuk pertahankan penguatannya meski sudah diintervensi oleh AS dan Jepang. Kalaupun turun, kami mencurigai 155 sebagai zona support yang akan diuji kembali sebelum akhirnya kembali rebound dengan zona 158.500 kemungkinan mudah ditembus dan kembali melirik zona 160.

Resistance :  159.440, 161.940, 163.000

Support : 156.400, 155.200, 154.820

Outlook : Limited Bearish

INDEKS USD

Weekly candle ditutup bearish, tapi kondisinya tidak lebih meyakinkan dibanding minggu sebelumnya. Kabar baiknya, penutupan Jumat melemah sehingga ada harapan untuk pembukaan lebih rendah di hari Senin. Namun, ini bukan pertanda bagus secara keseluruhan karena dolar bisa saja dibuka gap up jika di akhir pekan ini terjadi sesuatu di luar harapan terkait diplomasi AS-Iran dan Oman. Kabar terakhir menyebut AS menunggu kesepakatan Iran dan Oman terkait pengelolaan Hormuz. Jika AS sepakat, maka dolar berpotensi lanjut melemah dan zona 98 maupun 97 sangat mungkin dituju. Jangan lupa juga data CPI yang cukup pengaruh

Resistance :  100.000, 101.500, 102.000

Support :  98.000, 97.000, 96.000

Outlook : Bearish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

NIKKEI

Kabar bagus pada Nasdaq AS juga menjadi salah satu pemicu yang menyelamatkan Nikkei dari tekanan lebih lanjut pasca intervensi terkoordinasi yang dilakukan AS dan Jepang minggu sebelumnya membuat Yen menguat dan indeks Nikkei tertekan. Seiring dampak intervensi tersebut mereda, Nikkei perlahan rebound. Kebangkitan sektor teknologi AS kemungkinan bisa memicu kenaikan lebih lanjut dengan resistance 66800 kemungkinan bisa kembali diuji, dan jika situasi geopolitik mereda, secara umum indeks saham global akan positif, dan itu juga bisa memicu kenaikan Nikkei. Kami mencari kenaikan secara bertahap kembali tembus 70000. Tapi akan sulit jika tiba-tiba Jepang kembali mengintervensi Yen secara tiba-tiba

Resistance : 67000, 67812, 69800

Support  :  65000, 63650, 61800

Outlook : Bullish

HANG SENG

Candle weekly ditutup bearish, mirip dengan candle spinning tops. Secara teori candle ini menandakan peluang yang berimbang antara kenaikan maupun penurunan. Kunci utama akan berada pada resistance weekly di zona 26300-26400. Jika harga berhasil tembus zona tersebut, maka Hang Seng juga akan ikut merasakan euforia yang dirasakan oleh indeks saham lainnya. Terlebih jika geopolitik berakhir damai dengan kesepakatan AS-Iran yang diharapkan. Data inflasi China di hari Minggu, 9 Agustus kemungkinan bisa jadi jawabannya. Jika data lemah, maka pembukaan Senin mungkin turun lebih dulu. Jika data kuat, maka Hang Seng berpotensi lanjutkan kenaikan. Tapi hati-hati, data inflasi yang lemah justru yang ditunggu pasar supaya pemerintah segera luncurkan stimulus tambahan untuk dorong konsumsi domestik.

Resistance : 26200, 26800, 27500

Support  :  25000, 24660, 23600

Outlook : Limited Bearish

NASDAQ

Nasdaq termasuk ke dalam indeks yang juga terselamatkan oleh data negatif NFP di hari Jumat. Tercatat ada 3 momentum yang berhasil membuat saham teknologi ini berhasil keluar dari tekanan, yaitu risiko geopolitik yang mereda oleh harapan diplomasi, technical rebound hindari EMA200 dan tembus lebih lanjut di atas EMA20 dan EMA50, dan terbaru adalah data NFP Jumat yang lebih lemah. Kondisi ini mungkin berlanjut jika CPI AS minggu depan dirilis lebih lemah. Sedangkan laporan pendapatan perusahaan mungkin cenderung berimbang jika tidak lebih tinggi dari ekspektasi. Namun, secara teknis tetap perlu waspada jika harga kembali turun di bawah 29000. Ini akan membuat Nasdaq kembali dalam tekanan serius.

Resistance : 30320, 30880, 31500

Support : 29300, 28350, 27900

Outlook : Bullish

DOW JONES

Kabar baiknya adalah secara mingguan indeks Dow Jones cenderung bullish setelah berhasil menutup sesi minggu lalu dengan positif dan sempat cetak ATH baru 54878. Berkat data NFP yang juga lemah di hari Jumat, praktis harga pun berhasil ditutup rebound karena merespon positif terhadap berkurangnya tekanan untuk kenaikan suku bunga Fed. Tapi data yang lemah bisa memicu kekhawatiran melambatnya ekonomi dan risiko kenaikan suku bunga masih terbuka jika CPI minggu depan lebih tinggi. Area 52600 secara mingguan menjadi support terjauh yang diharapkan tidak tembus jika terjadi tekanan. Namun, inflasi yang rendah dibutuhkan untuk membuat Dow kembali cetak ATH

Resistance : 54880, 55000, 55500

Support : 53500, 53000, 52000

Outlook : Bullish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.