Weekly Newsletter Ed. 321

Published on 08/16/2026


17 - 21 Agustus 2026


Quick Insights: Inflasi Tenangkan Pasar, Hormuz ‘Not Clear’!

Satu sisi, pasar mulai merasa tenang dengan data-data pekerjaan Jumat sebelumnya, inflasi di hari Rabu dan Kamis, dan retail sales yang muncul terakhir di hari Jumat yang dirilis lebih melunak dibanding ekspektasi maupun bulan sebelumnya sehingga hal tersebut meredam sementara waktu ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bulan September. Hanya saja kondisi Hormuz justru masih belum jelas dan masih menyimpan bom waktu yang bisa memicu kembali kekhawatiran inflasi.

FOMC Minutes Uji Keyakinan Pasar

Dengan kondisi geopolitik yang belum jelas, pasar minggu depan berpotensi dihadapkan pada volatilitas yang dipicu oleh perkembangan geopolitik mengingat data AS hanya terfokus di hari Jumat dengan data PMI manufacture dan services. Sedangkan FOMC Minutes di pertengahan pekan mungkin akan menguji seberapa yakin pasar tentang redanya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed. Namun, concern utama mungkin tertuju pada AS-Iran di tengah minimnya perkembangan signifikan pada diplomasi

Pesimisme Bayangi Harga Minyak

Setelah data-data yang berat dari AS, sepanjang minggu kemarin para pelaku pasar kembali memperhitungkan premi risiko seputar Selat Hormuz setelah optimisme terkait kesepakatan memudar. Proyeksi permintaan IEA dan OPEC kemudian mengindikasikan adanya pelemahan pada permintaan sedangkan inventori minyak AS mengalami peningkatan sehingga berhasil menekan harga minyak. Namun, pesimisme terhadap tercapainya kesepakatan mungkin akan menjadi ancaman dan kondisi ini bisa kembali memicu lonjakan jika tidak segera diatasi

S&P Ditutup Lemah Pasca Retail Sales

S&P500 ditutup lebih rendah, turun dari rekor tertinggi akibat tekanan pada saham Apllied Materials, dan investor juga mencerna data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan. Di tengah kekhawatiran investor tenang valuasi tinggi saham-saham AI, saham produsen chip lainnya juga turun dengan Broadcom merosot 5.9% dan Intel turun 2%. Belum adanya kemajuan dari pembicaraan AS-Iran pun menambah pesimisme. Tapi setidaknya pasar kini melihat 67% peluang Fed tahan suku bunga di pertemuan September

Utang Tembus $40 triliun, Obligasi AS Kurang Diminati!

Dalam beberapa hari ke depan, utang nasional AS diperkirakan akan tembus $40 triliun untuk pertama kalinya. Bank of America bahkan memprediksi angka tertinggi bisa mencapai $50 triliun dan diperkirakan akan tercapai di Juli 2029. Angka ini memperkuat persepsi pasar bahwa investasi pendapatan tetap (fixed income) merupakan pilihan yang merugikan. Dalam catatan mingguan, BofA menghitung bahwa biaya pembayaran bunga atas utang tersebut mencapai $1.5 triliun per tahun.

Obligasi kurang diminati sehingga wajar jika investor lebih memilih saham, terutama karena beranggapan bahwa para pembuat kebijakan menilai GDP yang tumbuh pesat sebagai solusi atas masalah utang karena rasio utang terhadap GDP akan membaik. Kondisi ini juga didukung oleh anggapan investor bahwa pasar ekuitas “terlalu besar untuk mengalami kegagalan” (too big too fail). Bank of America (BofA) akhirnya menilai bahwa investor akan memilih “apa saja, kecuali obligasi”, kecuali jika Kevin Warsh memberi sinyal kebijakan yang ketat pada Jackson Hole Symposium 28 Agustus.

AGENDA DATA EKONOMI

JPY GDP Q2

17 Agt 2026

Laporan ini memberi petunjuk tentang perubahan nilai barang dan jasa yang disesuaikan terhadap inflasi yang dihasilkan dalam ekonomi negara tersebut. Angka yang lebih tinggi akan menguntungkan bagi JPY dan memperkuat mata uang (USDJPY turun). Tapi waspadai hasil sebaliknya!

UK Jobs Data

18 Agt 2026

Trader biasanya lebih memperhatikan claimant count change, yaitu jumlah orang tidak bekerja di Inggris dalam kurun waktu tersebut. Angka yang meningkat mengindikasikan pelemahan di pasar tenaga kerja yang berarti tekanan untuk pengeluaran konsumen dan pertumbuhan ekonomi

UK & EUR CPI

19 Agt 2026

Inflasi Inggris sebelumnya tercatat di 2.6% y/y dan Eropa di 2.9% y/y. Keduanya tidak diharapkan untuk menaikkan suku bunga di pertemuan selanjutnya. Tapi angka inflasi yang kembali melonjak bisa memicu kembali ekspektasi kenaikan suku bunga BOE dan ECB

FOMC Minutes

20 Agt 2026

Perlu diperhatikan bahwa FOMC Minutes ini merupakan rekaman terperinci dari pertemuan komite kebijakan Fed yang dilakukan sekitar 3 minggu sebelumnya, bukan pengumuman kebijakan suku bunga. Laporan dari minutes biasanya memberi detail terkait sikap FOMC dalam kebijakan moneter

US PMI

21 Agt 2026

Data bulan sebelumnya sektor manufaktur berada di 53.9 dan jasa di 54.6, yang menandakan ekspansi ekonomi (angka indeks di atas 50). Data yang turun menandakan ekspansi yang melambat, dan penurunan lebih jauh di bawah 50 menandakan kontraksi. Tapi jika naik, maka dolar akan kembali menguat.

Minggu Tenang, Ketidakpastian Geopolitik Tetap Bayangi Investor. Emas Butuh Pemicu Tambahan!

Kabar baiknya adalah pasar sudah mendapatkan ketenangan dari rangkaian data ekonomi AS yang lemah dimulai dari NFP yang anjlok, diikuti dengan inflasi CPI dan PPI yang melunak, dan terakhir retail sales yang juga ternyata melemah sehingga hal tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed di bulan September berkurang. Meski demikian, situasinya belum aman sepenuhnya. Pasar masih harus menunggu 1 paket data berikutnya selain PCE di akhir Agustus, dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium 27-29 Agustus mendatang. Jangan lupakan beban lainnya geopolitik yang masih belum jelas sehingga pasar tetap harus mencermati kondisi Timur Tengah untuk mewaspadai lonjakan harga minyak. Secara teknis, penurunan Jumat terhambat tepat di zona EMA100 di 4322 setelah sempat turun ke 4311. Peluang kenaikan di hari awal pekan cukup terbuka seandainya tidak ada tanda-tanda eskalasi militer. Namun, kondisi candle weekly ditutup shooting star yang bisa menghambat kenaikan. Pola ini bisa diabaikan jika emas mampu tembus 4449 minggu depan. Tapi jika gagal tembus, zona 4300 bisa terancam dan selanjutnya geopolitik akan berperan

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Limited Bullish
(R) : 4440, 4570, 4712
(S) : 4240, 4160, 4040

Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 84.57, 86.82, 93.44
(S) : 80.00, 76.50, 73.10

Diplomasi Tidak Jelas, Trump Tekan Iran via Ekonomi, Strategi Militer Ditinggalkan?

Pasar minyak diombang-ambing ketidakpastian dari konflik Timur Tengah setelah perundingan AS-Iran tidak menunjukkan tanda-tanda kemajuan yang signifikan. Bahkan Menlu Iran menyatakan bahwa mereka belum pada satu Kesimpulan untuk kembali melakukan perundingan dengan AS setelah MoU Juni dibatalkan Trump 2 minggu dari sejak ditandatangani, dilanjutkan serangan 13 hari di awal Juli. Di sisi lain, Trump memilih untuk menekan Iran dari sisi ekonomi daripada militer dengan harapan bahwa Iran akan terpaksa menerima kesepakatan karena situasi ekonomi yang diyakini akan membuat Iran menderita. Terlepas dari kondisi tersebut, kami terus berpendapat bahwa selama situasi tersebut tidak memicu tindakan militer atau mengarah pada eskalasi militer besar-besaran, maka kenaikan harga minyak cenderung terbatas. Secara teknis, daily masih terbuka untuk pola yang dicurigai 3 Falling peaks dengan titik konfirmasi lebih lanjut di bawah $74. Namun, risiko lonjakan juga cukup terbuka sehingga berpotensi menggagalkan peluang turun tersebut, terutama jika harga berbalik naik di atas $86, yang berpotensi membuat minyak terancam naik hingga $93-$95


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

EURUSD

Weekly candle ditutup bullish, dan di atas EMA20 dan EMA50 yang minggu lalu juga menunjukkan tanda-tanda crossover. Secara teori ini pertanda bullish yang lebih kuat. Tapi secara candle, posisinya tidak terlalu kuat. Bullish dalam waktu dekat harus bisa tembus EMA200 daily yang berada di 1.15523, meskipun di sisi lain harga ditutup lebih tinggi minggu lalu di 1.15670. Yang dibutuhkan tentunya kenaikan persisten di atas zona tersebut sehingga membuka ruang untuk kenaikan lebih tinggi di atas 1.16400. Sebaliknya, risiko tekanan turun bisa terjadi dan lebih kuat jika harga tetap di bawah 1.15000

Resistance :  1.16400, 1.18480, 1.19000

Support  :  1.15000, 1.14400, 1.13300

Outlook : Limited Bearish

GBPUSD

Pound punya kesempatan untuk naik lebih tinggi jika harga berhasil tembus di atas resistance 1.36200 minimal. Tapi risiko sebaliknya untuk turun di bawah 1.34000 juga bisa terjadi. Hal ini dimungkinkan jika dolar berbalik menguat minggu depan, terutama jika situasi geopolitik tetap belum jelas sehingga membuat mata uang tersebut tertekan terhadap dolar. Sebaliknya, kenaikan di atas 1.36200 akan membuka kesempatan yang lebih luas untuk kenaikan pound di atas 1.37000. Secara teknis, weekly menunjukkan kondisi yang menguntungkan bagi pound sehingga semua akan bergantung pada perkembangan geopolitik AS-Iran

Resistance :  1.36200, 1.37800, 1.38500

Support  :  1.34000, 1.33300, 1.32000

Outlook : Bullish

USDJPY

Pasar terus mencari petunjuk tentang kemungkinan intervensi selanjutnya setelah intervensi 30 Juli yang lalu kehilangan daya dorong untuk penguatan yen lebih lanjut. Tercatat 2 minggu pertama Agustus yen kembali melemah, bahkan sempat dekati 159.600. Secara teknis pun weekly candle ditutup bullish, sehingga peluang naiknya USDJPY cukup terbuka. Data GDP Jepang di hari Senin bisa menjadi isyarat. Jika data lebih lemah, maka tidak cukup menjamin BOJ leluasa menaikkan suku bunga di bulan September. Dan hal itu bisa memicu pelemahan yen lebih lanjut di atas 160. Risiko intervensi digadang-gadang bisa terjadi kapan pun di angka berapa pun. Tapi kami melihat dampak intervensi kedua nanti (jika ada) akan cenderung terbatas dibanding yang pertama

Resistance :  160.440, 161.940, 163.000

Support : 157.900, 156.400, 155.200

Outlook : Limited Bearish

INDEKS USD

Daily candle ditutup bearish menjadi pertanda baik bagi potensi head & shoulders yang kemarin kita bahas saat live streaming. Ini berarti peluang penurunan lebih lanjut cukup terbuka, apalagi jika secara teknis tembus support 99.300. Kondisi ini bisa gagal jika situasi geopolitik kembali memanas, dipicu oleh ancaman terbaru embargo ekonomi AS terhadap Iran sehingga dikhawatirkan memicu reaksi balasan dari Iran dan semakin menjauhkan mereka dari kesepakatan. Namun, pada dasarnya belum ada tanda-tanda eskalasi militer lebih lanjut yang signifikan sehingga menurut kami kenaikan dolar masih cenderung terbatas.

Resistance :  100.000, 101.500, 102.000

Support :  99.300, 98.000, 97.000

Outlook : Bearish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

NIKKEI

Secara teknis, candle weekly membawa harapan untuk terjadinya kenaikan minggu depan setelah penutupan minggu lalu dalam kondisi bullish. Peluang mendekati puncak 73760 sekaligus membuka ruang untuk cetak ATH baru juga cukup potensial. Namun, risiko double top lalu mengalami rejection di dekat zona tersebut juga cukup terbuka, apalagi jika Nasdaq AS juga terus tertekan sehingga membuat Nikkei yang juga didominasi saham teknologi berpotensi ikut tertekan. Dalam jangka pendek, trader perlu waspadai zona support 63915 (EMA20 weekly). Jika zona ini ditembus, risiko penurunan berlanjut ancam 60500. Tapi jika 63915 tidak ditembus, maka ada harapan untuk berbalik naik.

Resistance : 69000, 69800, 70500

Support  :  68000, 67000, 65000

Outlook : Bullish

HANG SENG

Risiko penurunan mengancam setelah candle Jumat kemarin ditutup bearish. Hal ini akan bergantung pada EMA 20 dan 50 weekly yang saat ini sedang diuji (candle penutupan Jumat berada di atas EMA20 dan EMA50 weekly). Itu artinya jika Senin dibuka gap down, di bawah 25000, hal itu berisiko memberi kesempatan untuk penurunan lebih lanjut dengan zona 24666 dan 24000 menjadi ancaman terbaru ke depan. Sebaliknya, jika EMA20 dan EMA50 weekly tidak ditembus, indeks masih punya harapan untuk kenaikan yang tertunda. Meski PBOC akan umumkan suku bunga, tapi pasar kemungkinan meragukan akan terjadi perubahan agresif pada kebijakan sehingga dampaknya masih belum akan direspons. Cermati perkembangan pada Wall Street yang mungkin bisa menjadi petunjuk untuk Hang Seng

Resistance : 25700, 26200, 26800

Support  :  24660, 24000, 23500

Outlook : Limited Bearish

NASDAQ

Kabar baiknya, weekly candle ditutup bullish, meskipun di sisi lain ada risiko tertekan jika minggu depan gagal tembus resistance puncak 30720. Namun, daily juga mengindikasikan potensi swing low ataupun tekanan yang cukup terbuka setelah indeks ditutup turun di hari Jumat kemarin. Secara teknis, EMA 20 daily berada di 29420 kemungkinan bisa menjadi support yang cukup efektif, dan demand kemungkinan berpotensi muncul di zona tersebut. Buyer bisa memanfaatkan zona tersebut dengan stop loss ditempatkan di bawah EMA50 daily 29230. Jika geopolitik reda, maka hal itu bisa ikut menopang indeks untuk kembali ke jalur kenaikan. Tapi jika sebaliknya, maka waspadai penurunan di bawah EMA50 daily tersebut

Resistance : 30320, 30880, 31500

Support : 29300, 28350, 27900

Outlook : Limited Bearish

DOW JONES

Indeks ditutup turun di hari Jumat setelah pasar mencoba mencerna angka retail sales yang dirilis melemah. Satu sisi itu harusnya menjadi kabar baik bahwa pelemahan akan membuat Fed menunda kenaikan suku bunga. Namun, pasar juga khawatir jika laporan tersebut dipicu oleh lonjakan harga minyak akibat geopolitik sehingga risiko lainnya adalah bahwa Fed masih tetap terbuka menaikkan suku bunga jika minyak kembali melonjak. Secara teknis, kami melihat penurunan dalam waktu dekat berisiko mengancam support 53370 (EMA20 daily) dan jika tekanan berlanjut, maka zona 52550 menjadi targetnya. Tapi jika tidak tembus, maka ada peluang kembali pulih ke jalur kenaikannya

Resistance : 54880, 55000, 55500

Support : 53500, 53000, 52000

Outlook : Limited Bearish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.