Earnings Calendar
| Rabu, 26 Agustus | Nvidia, Salesforce (AMC) |
- Notes: BMO: Before Market Opens, AMC: After Market Close
Ex-Dividend Date
| Selasa, 25 Agustus | Johnson & Johnson ($1.34) |
Pekan depan dua nama besar teknologi akan merilis laporan keuangan di hari yang sama, Rabu 26 Agustus, setelah penutupan pasar. Nvidia membawa ekspektasi yang sudah sangat tinggi usai deal pembiayaan raksasa dengan OpenAI, sementara Salesforce harus membuktikan bahwa taruhannya pada AI agentic bisa menerjemahkan optimisme investor menjadi pertumbuhan pendapatan yang nyata. Di sela dua earnings ini, Johnson & Johnson akan memasuki ex-date dividen pada Selasa 25 Agustus, melanjutkan rekam jejak kenaikan dividen tahunan yang sudah berjalan 64 tahun berturut-turut.
Earnings Report
Rabu, 26 Agustus
Nvidia Corporation (#NVDA)
Nvidia memasuki pekan earnings dengan sentimen yang cukup unik, bukan berasal dari rilis chip baru, melainkan dari skema pembiayaan data center senilai 105 miliar dolar untuk fasilitas OpenAI di Ohio berkapasitas 8 gigawatt. Perlu dicatat, dana ini sifatnya pembiayaan untuk pengadaan lahan, listrik, dan infrastruktur dasar, bukan investasi ekuitas langsung, dan OpenAI akan menyewa fasilitas tersebut selama 20 tahun. Jika kompleks ini nantinya secara eksklusif menggunakan sekitar 1,5 juta GPU Nvidia, potensi pendapatan yang dihasilkan diperkirakan mencapai 150 hingga 200 miliar dolar, dan jika digabung dengan seluruh backlog kontrak OpenAI yang sudah ada, total nilainya bisa menyentuh 600 miliar dolar. CEO Jensen Huang secara terbuka menepis kekhawatiran bahwa skema ini adalah investasi sirkular, di mana Nvidia membiayai pelanggannya sendiri untuk kemudian membeli kembali produknya, sebuah kekhawatiran yang wajar mengingat besarnya angka yang terlibat dan layak terus diawasi jelang earnings 26 Agustus.
Dari sisi risiko, dua hal masih membayangi. Pertama, ketegangan regulasi ekspor semikonduktor lintas negara berpotensi membatasi kecepatan ekspansi pendapatan di kawasan yang diawasi ketat. Kedua, konsentrasi pelanggan tetap menjadi perhatian, mengingat porsi besar pendapatan data center Nvidia bergantung pada segelintir perusahaan hyperscaler, sehingga perlambatan belanja modal dari salah satu klien utama bisa langsung terasa di guidance ke depan. Dengan valuasi yang sudah price-in ekspektasi sangat tinggi dan rating strong buy dari mayoritas analis, earnings 26 Agustus berpotensi menjadi trigger volatilitas besar, baik ke atas jika Nvidia kembali beat estimasi, maupun ke bawah jika guidance data center tidak seagresif yang dibayangkan pasar.
Salesforce, Inc. (#CRM)
Salesforce masuk ke earnings 26 Agustus dengan momentum harga yang cukup kuat setelah rebound tajam dalam sebulan terakhir, didorong rotasi defensif ke saham software dan optimisme baru soal ekosistem AI agentic lewat Agentforce dan Data 360. JP Morgan bahkan secara eksplisit menyebut kekhawatiran pasar soal disrupsi AI terhadap bisnis Salesforce sebagai hal yang berlebihan, dan mengembalikan prediksinya dengan target 250 dolar. Namun perbedaan pandangan antar bank cukup mencolok, Wells Fargo dan RBC Capital justru mempertahankan rating hold, tanda bahwa belum ada konsensus penuh soal kecepatan monetisasi AI perusahaan ini.
Tantangan terbesar Salesforce datang dari dua arah sekaligus. Di sisi kompetisi, tekanan dari platform rival seperti Oracle dan ServiceNow terus menggerus pangsa pasar, ditambah laporan bahwa sejumlah instansi mulai beralih ke tools AI niche yang lebih spesifik. Di sisi sentimen, rebound harga yang tajam justru menaikkan ekspektasi pasar sehingga ruang toleransi terhadap hasil yang di bawah estimasi menjadi sangat tipis, apalagi insider perusahaan tercatat melakukan aksi jual bersih dalam setahun terakhir. Dengan valuasi yang sudah naik signifikan dan earnings sebagai katalis dekat, pergerakan CRM pasca rilis kemungkinan besar akan ditentukan oleh detail guidance kuartal berikutnya, bukan sekadar angka EPS kuartal berjalan.
Ex-Dividend Date
Selasa, 25 Agustus
Johnson & Johnson (#JNJ)
Menjelang ex-date dividen 25 Agustus sebesar 1,34 dolar per saham, Johnson & Johnson tampil sebagai salah satu saham kesehatan paling solid di kuartal ini. Pertumbuhan penjualan hampir 7 persen menjadi sekitar 25,31 miliar dolar dan EPS yang melampaui estimasi ditopang obat-obatan yang sangat populer belakangan ini seperti Darzalex dan Tremfya, membuat manajemen optimistis pendapatan tahunan bisa menembus 100 miliar dolar untuk pertama kalinya dalam sejarah 140 tahun perusahaan. Progres penyelesaian litigasi talc yang berkepanjangan juga jadi katalis positif tambahan, karena menghilangkan delay hukum perihal kejelasan operasional yang selama bertahun-tahun menekan valuasi. Status dividend king dengan 64 tahun kenaikan berturut-turut turut memperkuat posisi JNJ sebagai pilihan defensif di tengah ketidakpastian makro.
Meski begitu, ada tekanan di sisi lain neraca. Manajemen justru menurunkan proyeksi laba tahunan penuh, dari kisaran 11,60 hingga 11,75 dolar per saham menjadi 10,96 hingga 11,11 dolar, akibat dilusi dari akuisisi Firefly Bio dan kemitraan dengan Sail Biomedicines. Segmen MedTech juga meleset dari ekspektasi karena penurunan penjualan Abiomed, setelah studi klinis di Inggris mempertanyakan manfaat pompa Impella. Ditambah lagi, tekanan biosimilar terhadap Stelara terus berlanjut, dan sejumlah insider tercatat melakukan penjualan saham bernilai besar bulan lalu. Kombinasi dividen yang stabil namun guidance laba yang direvisi turun membuat JNJ lebih cocok diposisikan sebagai saham income jangka panjang ketimbang trading jangka pendek jelang earnings musim depan.
Pekan depan bisa dibilang menjadi ujian ganda bagi sektor ritel dan teknologi, sementara pasar mencari konfirmasi apakah konsumen AS masih kuat dan apakah rally big tech masih punya bahan bakar. Trader CFD sebaiknya menyiapkan level entry di sekitar rilis laba HD dan WMT, karena reaksi pasar terhadap panduan ke depan biasanya lebih menentukan arah harga dibanding angka kuartal itu sendiri.
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures