31 Agustus - 4 September 2026
Quick Insights: Kevin Warsh Pertegas Komitmen Fed, Saham Ditutup Turun!
Indeks saham utama AS ditutup turun di hari Jumat setelah Kevin Warsh dalam pidatonya di Jackson Hole Symposium mempertegas kembali komitmen bank sentral dalam melawan inflasi. Para pelaku pasar berbalik menaikkan taruhannya untuk kenaikan suku bunga September, tapi di sisi lain pandangan tetap terpecah antara menaikkan suku bunga atau mempertahankannya. Menariknya, meskipun ketiganya ditutup turun, tapi secara mingguan masih lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya.
Belum Sepenuhnya Hawkish!
Meskipun CME FedWatch Tools menunjukkan ekspektasi kenaikan suku bunga September meningkat ke 58% (dari sebelumnya 30%), kepala penelitian ekonomi AS di BofA Aditya Bhave mengatakan pidato tersebut relatif rendah. Bhave mengatakan Warsh perlu menaikkan suku bunga di bulan September, kecuali jika data lapangan kerja dan inflasi Agustus (dirilis 4 dan 11 September) dirilis turun. Di sisi lain, Kevin Warsh pun mengingatkan untuk tidak menganggap pernyataan tersebut sebagai forward guidance
Non Farm Payrolls Back on Focus!
Laporan ketenagakerjaan dan inflasi Agustus kembali menjadi sorotan utama. Namun, minggu depan pasar akan hadapi lebih dulu laporan ketenagakerjaan Agustus yang akan dirilis di Jumat, minggu pertama September. Bulan lalu, NFP dirilis mengejutkan jauh lebih rendah hingga -23K. Warsh mengatakan tingkat perputaran yang relatif rendah di pasar tenaga kerja sebagai hasil dari kesesuaian kembali yang signifikan antara pengusaha dan karyawan yang terjadi pasca pandemi. Namun, Warsh menilai pasar tenaga kerja konsisten dengan lapangan kerja penuh
Harapan Yen G20 Meeting atau BOJ Meeting!
Tidak hanya saham dan emas yang antiklimaks dan ditutup turun setelah pidato Warsh yang dianggap hawkish. Yen Jepang juga akhirnya kembali melemah sentuh 160, area tengah sebelum intervensi akhir Juli 2026 yang lalu. Ekspektasi kenaikan suku bunga Fed bulan September kembali meningkat sehingga memicu minat carry trade yang akhirnya menekan yen. Pertemuan G20 di AS minggu depan membuat trader kembali mewaspadai tanda-tanda intervensi kembali. Jika tidak, maka nasib yen harus menunggu BOJ Meeting 18 September
3 Weeks to FOMC September: Tantangan NFP Agustus!
Agustus hanya menyisakan 1 hari aktif terakhir di hari Senin untuk pasar global, dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Jumat kemarin diperkirakan akan menjadi alasan lebih banyak volatilitas ke depan sampai mendekati FOMC 16 September. Warsh di luar dugaan lebih komunikatif di Jackson Hole Symposium dibandingkan 2 pertemuan FOMC sebelumnya. Dia menekankan beberapa alasan kenapa bagian inflasi dari mandat Fed hilang dan berjanji akan mengembalikan inflasi ke target.
Pernyataan tersebut ditangkap pasar sebagai sinyal sangat hawkish dan membuat ekspektasi kenaikan suku bunga naik kembali menjadi 57% dibanding sebelum pidato 35.4%. Dolar pun menguat diiringi kenaikan imbal hasil sehingga emas dan indeks saham AS yang sudah naik sejak 1 minggu terakhir berbalik turun. Namun, hal ini belum merubah sentimen utama, mengingat Warsh juga mengindikasikan bahwa penekanannya adalah kebijakan yang bergantung data sehingga NFP dan Inflasi Agustus yang akan dirilis 2 minggu berturut-turut ke depan akan menjadi indikator penting jelang FOMC September.
AGENDA DATA EKONOMI
CNY Manufacturing PMI
31 Agt 2026
Data ini dirilis oleh Biro Statistik Nasional China, yang dikumpulkan dari respons perusahaan-perusahaan tentang aktivitas pembelian dan situasi pasokan. Angka yang lebih tinggi positif untuk China, dan angka yang rendah negatif untuk China
EUR CPI
1 Sep 2026
Laporan bulan lalu inflasi zona Eropa menunjukkan angka 2.9%, sedangkan Agustus diperkirakan naik ke 3.3% y/y. Angka yang lebih tinggi berdampak positif untuk EUR, dan sebaliknya angka yang lemah berdampak negatif. Biasanya dikorelasikan dengan kelayakan kenaikan suku bunga ECB, jika inflasi menunjukkan kenaikan
US ISM Manufacture & Services
1 & 3 Sep 2026
Diawali dengan ISM manufacture lebih dulu di hari Selasa, disusul kemudian sektor jasa di hari Kamis. Keduanya berada di angka 55 bulan lalu, yang menandakan ekspansi ekonomi. Jika dirilis lebih rendah, maka USD melemah. Jika lebih tinggi, maka USD lanjutkan penguatan
US ADP Employment
2 Sep 2026
Bulan lalu laporan ADP dirilis turun dari 95K ke 44K, memberikan kejutan awal sebelum NFP. Pasar akan mencermati data ini untuk memberi gambaran kondisi ketenagakerjaan AS dari laporan swasta. Angka yang lebih tinggi berarti USD menguat. Angka lebih rendah, berarti USD melemah
US NFP & Unemployment rate
4 Sep 2026
Ini adalah puncak data yang ditunggu. NFP sebelumnya anjlok ke -23K dan tingkat pengangguran stabil di 4.1%. Jika kedua data kembali menunjukkan penguatan, maka USD kembali menguat, dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga September. Sebaliknya, jika melemah, maka USD melemah, dan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga September
Warsh Hawkish, Tapi Keputusan Belum Final! Emas Kini Sensitif pada Non Farm Payrolls!
Pidato Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium di hari Jumat kemarin cukup mengejutkan. Warsh yang terbilang irit bicara saat penampilan perdananya di FOMC Juni dan Juli, bahkan menolak forward guidance, justru menyampaikan secara detail pandangannya terkait ekonomi. Pasar menangkap sinyal hawkish seiring pernyataan Warsh yang setuju pada pandangan bahwa inflasi belum cukup meyakinkan, meskipun secara keseluruhan melandai dibanding periode pemulihan pasca pandemi. Dia juga mengatakan masih yakin dengan pasar tenaga kerja. Namun, diantara sejumlah pernyataan hawkishnya, Warsh menyelipkan pesan “jangan anggap ini sebagai forward guidance”. Ini berarti pernyataan tersebut bukan keputusan final, dan keputusan Fed tetap bergantung data inflasi dan pasar tenaga kerja. Secara teknis, weekly ditutup bearish, juga ditunjukkan oleh penurunan daily. Support area 4360 dan 4312 akan menjadi area psikologis daily, dan data NFP akan menjadi ultra sensitif minggu depan. Tekanan berkurang jika NFP lemah, sehingga membuka peluang untuk rebound, meskipun belum waktunya tembus $4700!
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Limited Bearish
(R) : 4570, 4696, 4773
(S) : 4360, 4240, 4040
Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 85.40, 92.00, 95.43
(S) : 80.06, 75.20, 73.10
Tidak Ada Tanda-Tanda Kesepakatan, Minyak Tetap Volatile di Zona ini!
Harga minyak rebound setelah Iran dikabarkan menembaki kapal di dekat Oman, dan di sisi lain Presiden Trump dikabarkan menolak syarat-syarat terkait pengaktifan kembali MoU gencatan senjata Juni. Market tampaknya mulai memperkecil harapan mereka untuk skenario pembukaan kembali Selat Hormuz dan mulai bertransaksi berdasarkan fakta bahwa belum ada kesepakatan akhir di antara kedua pihak yang berseteru. Di sisi lain, Iran dan Oman mencapai kesepakatan untuk jalur pelayaran, terutama terkait pengendalian dan pembagian pendapatan di Selat Hormuz. Namun, detail menunjukkan bahwa kesepakatan itu belum final karena Iran masih ingin perang diakhiri lebih dulu, lalu sanksi dicabut, blokade diakhiri dan sayangnya AS belum mau terima. Secara teknis, posisi daily berakhir dengan hanging man, demikian juga weekly candle sehingga mendukung skenario penurunan minggu depan. Selama tidak ada perang, maka kenaikan harusnya terbatas. Tapi penurunan perlu pemicu untuk turun di bawah $79. Sebaliknya, kenaikan di atas $86 akan memicu kenaikan melirik zona $90-$93. Perkembangan sekecil apapun terkait diplomasi bisa mendukung skenario penurunan.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly candle ditutup bearish, dipicu oleh penurunan drastis yang terjadi di hari Jumat pasca pidato Kevin Warsh membuat USD menguat versus mayoritas mata uang global. Secara teknis, kondisi tersebut juga mendukung tekanan turun bagi Euro yang sempat naik dalam 2 minggu terakhir. Namun, situasi akan ditentukan dari inflasi zona Euro yang akan dirilis minggu depan, juga termasuk efek USD lebih lanjut pasca NFP. Secara teknis, support 1.14900 berpotensi terancam jika USD terus menguat, dan penembusan akan berdampak pada tekanan lebih lanjut dengan support 1.12500 sebagai potensi terjauh. Sebaliknya, butuh lebih dari sekedar CPI yang tinggi untuk membuat EUR kembali menguat
Resistance : 1.16400, 1.18000, 1.19260
Support : 1.15000, 1.14400, 1.13300
Outlook : Bearish
GBPUSD
Pound gagal lanjutkan kenaikannya di atas 1.37000 setelah tekanan turun di hari Jumat berbalik menekan hingga zona 1.35262. Posisi ini membuat risiko penurunan kembali membayangi Pound ke depan. Support zona 1.34000 dan 1.33800 minggu depan perlu diwaspadai. Jika kedua area ditembus, maka tekanan diperkirakan berlanjut, dan membuat Pound terancam tertekan lebih lanjut hingga tembus di bawah 1.32000. Sebaliknya, jika risiko penurunan terhenti di 1.33800, maka ada peluang untuk berbalik kembali, terutama jika USD berbalik melemah pasca NFP minggu depan. Sayangnya Inggris hanya fokus dengan PMI saja, sehingga nasib Pound tetap bergantung pada USD.
Resistance : 1.36200, 1.37800, 1.38500
Support : 1.34000, 1.33300, 1.32000
Outlook : Bearish
USDJPY
Risiko utama adalah yen lanjut melemah, terutama setelah US Treasury Yield kembali naik pasca pidato Kevin Warsh yang dianggap hawkish karena memberi indikasi akan menaikkan suku bunga jika inflasi terus naik. Kondisi ini tidak ideal bagi yen yang sejak diintervensi terakhir di akhir Juli, akhirnya harus kembali naik setengah dari dampak intervensi tersebut. Pertemuan BOJ 18 September butuh waktu untuk memastikan BOJ menaikkan suku bunga sehingga menyelamatkan yen dari pelemahan lebih lanjut. Namun, G20 minggu depan mungkin bisa menjadi clue jika AS dan Jepang berencana kembali melakukan tindakan terkoordinasi. Jika tidak, risiko pelemahan bisa kembali datang dari NFP AS yang lebih kuat. Zona 160-161 akan menjadi zona kritis, dan zona lainnya 163-165 bisa menjadi ancaman jika tidak ada tindakan
Resistance : 160.440, 161.940, 163.000
Support : 157.900, 156.400, 155.200
Outlook : Bullish
INDEKS USD
Dolar berbalik menguat hingga akhirnya ditutup naik di sesi perdagangan akhir pekan kemarin pasca pidato Kevin Warsh yang cenderung hawkish. Kondisi ini membuat dolar terhindar dari tekanan berkelanjutan yang sempat membayangi dalam 1 minggu terakhir. Secara teknis, weekly candle juga ditutup bullish, sehingga peluang penguatan diperkirakan bisa berlanjut di minggu depan dengan pembukaan Senin kemungkinan masih dalam reaksi terhadap pidato Kevin Warsh kemarin. Namun, NFP akan menjadi figur berikutnya yang sensitif untuk USD. USD berpotensi lanjut menguat, kecuali jika NFP dirilis lebih lemah
Resistance : 100.000, 101.500, 102.000
Support : 99.000, 98.500, 98.000
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Kabar buruk untuk Nikkei datang setelah Nasdaq kembali gagal lanjutkan kenaikan pasca pidato Kevin Warsh. Tapi kabar baiknya adalah carry trade kembali dominan pasca yen lanjut melemah karena pidato Kevin Warsh yang hawkish. Seharusnya pelemahan yen menjadi momentum penguatan Nikkei. Tapi hal itu tidak mudah, karena di sisi lain pelemahan yen memicu ekspektasi intervensi terkoordinasi bisa kembali dilakukan Jepang dan AS. G7 Meeting minggu depan bisa menjadi petunjuk. Tapi jika tidak terbukti, maka ada waktu sampai 18 September untuk tunggu BOJ. Dan risiko tekanan turun mungkin mereda jika berhasil naik kembali di atas 66845. Sebaliknya, selama indeks di bawah 66800, maka risiko tembus 65500 cukup tinggi
Resistance : 66120, 67000, 68000
Support : 65000, 64000, 63000
Outlook : Bearish
HANG SENG
Risiko penurunan mungkin tidak sebesar pada Dow Jones, maupun Nikkei. Tapi tekanan itu tetap terbuka, terutama jika Hangseng melorot di bawah support 25200. Area ini merupakan zona EMA50 dan EMA200 daily yang berhimpitan membentuk jalur support psikologis untuk 1-2 hari ke depan. Dan jika tekanan pada Wall Street berlanjut di hari Senin, bukan tidak mungkin Hang Seng dibuka gap down, dan risiko pembukaan di bawah 25200 menjadi indikasi tekanan bisa mendominasi beberapa waktu ke depan. Jika data China juga melemah, respons instan adalah indeks lanjut tertekan. Namun, jika pelemahan data tersebut memicu dorongan stimulus lebih kuat, maka ekspektasi stimulus tersebut yang akan memulihkan indeks Hang Seng. Bullish minimal butuh kenaikan di atas 25770
Resistance : 26000, 26520, 27000
Support : 24660, 24000, 23500
Outlook : Limited Bearish
NASDAQ
Sama halnya dengan Dow Jones, Indeks Nasdaq juga berisiko kembali tertekan jika NFP AS dirilis lebih kuat minggu depan. Nasdaq terakumulasi positif dalam penutupan mingguan, tapi semua berubah di hari terakhir pekan kemarin saat pidato Kevin Warsh cenderung hawkish. Area 29050 berisiko kembali diuji jika zona support 29200 ditembus. Namun, ljika tidak berhasil ditembus, maka akan menjadi momentum untuk terjadinya perlawanan di zona support 29200 tersebut. Meski demikian, jalur kenaikan tidak mudah. Butuh data-data ekonomi yang lemah untuk meredam kekhawatiran kenaikan suku bunnga Fed. Jika 29200 dan 29050 ditembus, maka tekanan berpotensi melirik 28700 sebagai target utama. Sebaliknya, jika NFP lemah, ada harapan rebound ke zona 29800
Resistance : 30320, 30880, 31500
Support : 29050, 28575, 28000
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
Kabar baiknya, meski ditekan turun di akhir sesi perdagangan Jumat pasca pidato Warsh yang hawkish, indeks Dow Jones masih positif secara mingguan. Kondisi ini bisa menjadi modal berharga mingu depan. Pidato Warsh memang menjadi risiko tekanan serius bagi indeks saham AS jika dikaitkan dengan peluang kenaikan suku bunga. Namun, kondisi itu belum 100% akan terjadi mengingat Warsh tetap menekankan pentingnya pada data ekonomi. NFP bisa menjadi tantangan pertama sebelum CPI di tanggal 11 September. Jika NFP lemah, maka berpeluang meredam tekanan, dan Dow bisa terhindar dari tekanan lebih lanjut. Tapi tekanan lebih dominan jika NFP menguat
Resistance : 54000, 54880, 55000
Support : 53000, 52600, 51872
Outlook : Limited Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.