Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 24 - 28 Agustus 2026

Published on 08/30/2026

Salesforce melesat lebih dari 22 persen dalam sepekan, sementara Eli Lilly justru tertekan hampir 7 persen meski ada kabar baik dari FDA. Simak ringkasan lengkap pemenang dan pecundang pasar saham AS periode 24 sampai 28 Agustus 2026.

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Minggu perdagangan 24 sampai 28 Agustus 2026 menunjukkan wajah pasar saham AS yang penuh warna. Di satu sisi ada saham yang melesat tajam berkat kabar bagus dari perusahaan, di sisi lain ada saham yang justru tertekan meski laporannya tidak buruk buruk amat. Dari 50 saham CFD yang dipantau Agrodana Futures, lima saham berhasil mencatat kenaikan terbesar dan lima lainnya menjadi pelemah terbesar selama sepekan. Yuk kita lihat siapa saja pemenang dan siapa yang tertinggal minggu ini.

1. Salesforce, Inc. (#CRM) +22.83%

Salesforce jadi juara mingguan dengan lonjakan lebih dari 22 persen. Pemicunya adalah laporan keuangan yang jauh melampaui ekspektasi, ditambah pertumbuhan pesat dari layanan AI mereka bernama Agentforce yang nilainya sudah lebih dari 1,5 miliar dolar. Kenaikan yang sangat besar dalam waktu singkat ini juga membuat saham rawan koreksi jika investor mulai ambil untung.

2. Microsoft Corporation (#MSFT) +6.27%

Microsoft

Microsoft naik solid ditopang permintaan tinggi terhadap layanan AI mereka lewat Azure, bahkan disebut permintaannya melebihi kapasitas yang tersedia. Kerja sama baru dengan perusahaan asal Arab Saudi untuk memperluas layanan AI juga menambah sentimen positif sepanjang pekan.

3. Adobe Inc. (#ADBE) +6.01%

Adobe ikut terangkat arus positif saham teknologi setelah laporan bagus dari Salesforce dan Nvidia. Perusahaan juga baru saja memperluas fitur AI kreatif mereka ke bidang audio, meski di sisi lain mereka harus menambal celah keamanan pada salah satu produknya.

4. Meta Platforms, Inc. (#META) +5.06%

Meta tetap naik meski harus menyelesaikan tuntutan hukum besar terkait perlindungan anak di platform mereka, dengan kewajiban bayar yang bisa mencapai belasan miliar dolar dalam sepuluh tahun ke depan. Bisnis inti iklan digital dan pengembangan AI mereka dinilai investor tetap menjadi penopang utama.

5. Oracle Corporation (#ORCL) +3.95%

Oracle berbalik naik setelah sebelumnya sempat tertekan cukup dalam. Salah satu bank besar menilai harga saham ini sudah terlalu murah dibanding potensi bisnisnya, terutama dari sisi permintaan layanan cloud dan AI yang masih tumbuh.

1. Eli Lilly and Company (LLY) -6.94%

Meski mendapat kabar baik berupa persetujuan FDA untuk perluasan penggunaan obat diabetes mereka, saham Eli Lilly justru anjlok hampir 7 persen dalam sepekan. Ini terjadi karena ekspektasi pasar terhadap perusahaan ini sudah sangat tinggi, sehingga hasil yang sebenarnya bagus pun dianggap belum cukup memuaskan investor.

2. ExxonMobil Holdings Corporation (#XOM) -4.37%

ExxonMobil melemah mengikuti tren pelemahan harga di sektor energi secara umum. Di tengah tekanan ini, perusahaan dikabarkan sedang menjajaki pembelian aset bisnis kimia dari Shell senilai hingga 8 miliar dolar, meski rencana ini masih sebatas penjajakan awal.

3. Tesla Inc. (#TSLA) -3.50%

Tesla mengalami pekan yang naik turun tajam, sempat jatuh dalam di awal pekan lalu pulih di tengah pekan, kemudian melemah lagi di akhir pekan. Perusahaan juga resmi menghentikan penjualan produk atap tenaga surya mereka yang sudah dijual selama satu dekade.

4. Nike Inc. (#NKE) -3.41%

Nike masih menghadapi tekanan penjualan yang lemah dan sempat menyentuh harga terendah dalam setahun terakhir. Di sisi lain ada kabar positif dari peluncuran sepatu baru Air Jordan 41 yang mulai dijual terbatas di China, meski proses pemulihan bisnis secara keseluruhan diperkirakan masih butuh waktu.

5. Abbott Laboratories (#ABT) -3.28%

Abbott turun meski mendapat dua kabar bagus, yaitu izin dari otoritas obat AS untuk sensor kesehatan baru dan persetujuan Eropa untuk salah satu alat medis mereka. Perhatian pasar sedikit teralihkan oleh aksi jual saham dalam jumlah besar oleh CEO perusahaan pada pekan yang sama.


Dari sepuluh saham di atas, terlihat jelas bahwa harga saham tidak selalu bergerak sesuai logika sederhana. Ada saham naik karena kabar baik, ada juga yang justru turun meski beritanya positif, karena investor sudah menaruh ekspektasi terlalu tinggi sebelumnya. Ini pelajaran penting bagi trader dan investor, bahwa membaca berita saja tidak cukup, perlu juga memahami bagaimana pasar bereaksi terhadap berita tersebut. Sampai jumpa di ringkasan mingguan berikutnya.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.