7 - 11 September 2026
Quick Insights: NFP Mengejutkan! Wall Street Rontok, Yield Melonjak!
Laporan tenaga kerja US kembali membuat kejutan. Perusahaan secara tak terduga menambahkan sekitar 162K pekerjaan di bulan Agustus. Hal itu membuat peluang Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga di pertemuan September kembali meningkat. S&P500 merespons turun sekitar 0.4%, meski secara mingguan masih ditutup positif. Sedangkan DJI turun 0.5% dan Nasdaq turun 0.3%. Revisi Departemen Tenaga Kerja juga terlihat bagus, dengan penambahan 55K di bulan Juni dan Juli
Fed Dihadapkan Dilema
Meskipun data NFP yang kuat memberi ruang untuk kenaikan suku bunga, tapi di sisi lain, ini bisa menjadi permasalahan yang rumit bagi Fed yang harus menyeimbangkan pertumbuhan lapangan kerja dan melawan inflasi. Menaikkan suku bunga bisa mengendalikan inflasi, tapi di sisi lain pertumbuhan ekonomi melambat karena biaya pinjaman untuk rumah tangga dan usaha meningkat. Bola panas kini bergulir pada data inflasi yang akan dirilis 11 September
ECB: 25 bps untuk kedua dan terakhir di 2026
Jajak pendapat Reuters yang dirilis akhir pekan ini menunjukkan ECB mungkin akan menaikkan suku bunga 25 bps untuk kedua kalinya, tapi juga sekaligus terakhir untuk tahun ini. Mengutip alasan bahwa ECB kemungkinan enggan untuk mengambil risiko yang bisa membuat perekonomian mereka yang rapuh tertekan lebih lanjut dengan kenaikan suku bunga yang terlalu agresif. Para pengamat menilai ECB tidak mau menimbulkan resesi untuk mengatasi guncangan di sisi penawaran. Inflasi Zona Euro di bulan Agustus naik di 3.3%, sebagian besar didorong oleh kenaikan harga energi
Inflasi US: Tantangan Yield US dan Yen
inflasi US minggu depan akan lebih memastikan apakah Fed perlu menaikkan suku bunga secara agresif, atau hanya 25 bps, atau bahkan tidak diperlukan. Menariknya, hal ini akan menjadi ujian lebih lanjut untuk pasar obligasi US, sekaligus nasib Yen Jepang. Tekanan lebih besar justru tertuju pada BOJ di 18 September daripada Fed.. Jika inflasi US memanas, Fed dipastikan menaikkan suku bunga di 16 September, dan BOJ semakin tertekan untuk lakukan hal yang sama demi menyelamatkan Yen
Bersiap untuk Minggu Yang Menegangkan!
Ada 2 topik utama dari ekonomi dan 1 topik yang terus menggantung dari sisi geopolitik. Ketiganya akan bergulir minggu depan dan diperkirakan akan membuat market tetap bergejolak. ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 bps untuk kedua sekaligus terakhir kalinya dalam kampanye kenaikan suku bunga terpendek dalam 15 tahun, menurut jajak pendapat Reuters. Para pengamat menilai ECB tidak akan menambah tekanan terlalu dalam untuk ekonomi yang rapuh meskipun perang Timur Tengah kembali memanas sehingga mendorong imbal hasil obligasi global kembali melonjak.
US akan merilis laporan inflasi terbaru. Data ini akan diawasi dengan ketat. Bulan lalu inflasi Juni dan Juli meningkat 3.4% y/y, dan tercatat sudah bertahan di atas 3% hampir sepanjang tahun. Kevin Warsh pekan lalu di Jackson Hole menyebut inflasi belum menunjukkan perbaikan yang cukup sehingga bank sentral mungkin memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Sedangkan Waller menyebut jika inflasi melambat, dia lebih mendukung mempertahankan suku bunga
AGENDA DATA EKONOMI
JPY GDP
8 Sep 2026
Data ini mengukur aktivitas ekonomi secara keseluruhan, sekaligus indikator utama kesehatan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi yang positif berpotensi mendukung kenaikan suku bunga BOJ. Tapi jika data dirilis negatif atau lemah, maka berpeluang membuat BOJ dilema untuk menaikkan suku bunga
ECB Interest Rates
10 Sep 2026
ECB diperkirakan akan menaikkan suku bunga 25 bps. Ini adalah kali kedua setelah pertemuan sebelumnya menaikkan 25 bps. Namun, pasar mungkin akan mencermati pernyataan ECB apakah kenaikan suku bunga akan kembali berlanjut, atau sesuai perkiraan pasar bahwa ini akan menjadi kenaikan terakhirnya di 2026
US PPI
10 Sep 2026
Data ini merupakan leading indicator untuk CPI, yang mana menjadi acuan untuk inflasi secara keseluruhan. PPI merupakan inflasi dari sisi produsen. Angka yang lebih tinggi berpotensi mendukung penguatan dolar. Sebaliknya, angka yang melunak bisa meredakan penguatan dolar
UK GDP
11 Sep 2026
Data ini mengukur aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Angka yang lebih tinggi mendukung penguatan mata uang GBP. Sebaliknya, angka yang lebih rendah berpotensi menekan GBP
US CPI
11 Sep 2026
Laporan inflasi konsumen akan menjadi puncaknya. Angka inflasi yang melonjak akan memperkuat alasan untuk Federal Reserve menaikkan suku bunga di bulan September. Sebaliknya, kejutan yang melunak akan meredam ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut.
‘Buyback’ Obligasi Mulai 9 September, Risiko Inflasi Juga mengancam Emas jelang FOMC 16 September!
Setelah NFP yang kembali mengejutkan, pasar kembali harus mencermati data inflasi US yang menjadi concern utama Kevin Warsh di Jackson Hole Symposium pekan lalu. Pertanyaan muncul, apakah jika inflasi memanas, Fed akan kaku dengan benar-benar menaikkan suku bunga di pertemuan 16 September mendatang, atau ada hal lain yang bisa membuat Fed mengabaikan kenaikan September. Di sisi lain, emas juga akan mencermati dimulainya buyback obligasi yang diumumkan Scott Bessent beberapa waktu lalu, yang diagendakan mulai berlaku 9 September. Ini mungkin bisa menjadi penopang bagi emas di tengah risiko penurunan karena ekspektasi kenaikan suku bunga Fed pasca NFP yang jauh lebih kuat di hari Jumat. Weekly ditutup doji mirip hammer, tapi juga bisa dianggap hanging man jika memposisikannya muncul di zona resistance. Namun, bullish akan memerlukan pemicu sehingga inflasi lebih lunak dianggap paling mendukung kenaikan. Resistance 4510 dan 4570 mungkin ditembus. Sebaliknya, inflasi yang panas berisiko menekan hingga di bawah 4220
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4510, 4570, 4712
(S) : 4240, 4160, 4040
Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 95.00, 104.40, 110.85
(S) : 87.57, 84.00, 80.00
Timur Tengah “Unclear”! Zona Resistance $95 tetap Berisiko, Waspadai kondisi ini!
Kita memasuki fase di mana pelaku pasar mulai jenuh dengan situasi Timur Tengah yang tidak menunjukkan tanda-tanda berakhir. Tekanan ekonomi menjadi target utama dari US untuk Iran supaya Iran menyerah dan akhirnya mau mengikuti kesepakatan yang ditentukan US. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Iran sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda itu. Bahkan kabar menyebut Iran memperingatkan US untuk mempersiapkan diri untuk hadapi masa gelap ekonomi, dan lebih lanjut bersiap layani US sampai ke mid-term election November. Apakah itu gertakan? Masih perlu divalidasi! Yang jelas saat ini harga tetap berada di zona $90-$93 dengan kemungkinan tembus $95 per barel sewaktu-waktu bisa terjadi. Apalagi candle weekly ditutup bullish, yang cenderung mengindikasikan peluang kenaikan tetap terbuka. Kenaikan bisa lebih kuat jika kedua pihak terus melakukan aksi saling serang. Sebaliknya, daily memberi ruang untuk bernafas. Candle daily ditutup hanging man tepat di zona resistance $90-$95, dengan asumsi bahwa kenaikan terakhir terus tertahan di zona $93, maka peluang turun juga cukup potensial. Penurunan di bawah $87, membuka ruang untuk kelanjutan penurunan hingga terdekat $85 dan terjauh $80.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly ditutup bullish, tapi dengan body candle yang kecil, mirip dengan shooting star, tapi ditutup tepat di atas EMA20 dan EMA50 weekly sehingga secara teori harusnya mendukung untuk kenaikan minggu depan. Namun, EMA20 dan EMA50 tidak boleh ditembus. Zona 1.15400 menjadi zona yang perlu dicermati. Selama tidak ada penurunan di bawah level tersebut, maka peluang bullish cenderung tetap dominan. Keputusan ECB untuk menaikkan suku bunga mungkin sudah diantisipasi sehingga peluang untuk kenaikan mulai terbatas, kecuali jika ECB memberikan komitmen bahwa kenaikan suku bunga masih bisa dilakukan sepanjang inflasi yang mendasari tetap lebih tinggi dari target inflasi 2% bank sentral.
Resistance : 1.17100, 1.18000, 1.19260
Support : 1.15000, 1.14400, 1.12300
Outlook : Bullish
GBPUSD
Daily ditutup di zona tengah antara EMA20 @1.35270 dan EMA50 @1.34770. Ekspektasi utama, EMA50 tidak ditembus, tapi jika pun tembus, maka EMA200 Daily @1.34130 diharapkan menjadi pertahanan terakhir, sekaligus demand sehingga mampu kembali mendorong penguatan GBP. Namun, jika zona ini pun tembus, maka peluang tekanan berlanjut sehingga zona 1.33500 pun berisiko diuji. Secara mingguan, zona 1.33500 merupakan support psikologis sehingga penurunan diperkirakan mendapat perlawanan yang tangguh. Namun, status kenaikan akan bergantung juga pada reaksi pasar pasca inflasi US dirilis, terutama status pada USD ke depan.
Resistance : 1.36200, 1.37800, 1.38500
Support : 1.34000, 1.33300, 1.32000
Outlook : Limited Bearish
USDJPY
Weekly candle ditutup bearish dan berada di bawah EMA50 weekly 157.020. Secara teori, hal ini mendukung penurunan lebih lanjut. Namun, tidak semudah itu untuk Yen mengingat tekanan sebelumnya didorong oleh ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ dan juga dibayangi oleh kenaikan suku bunga Federal Reserve. Kondisi ini mungkin akan berlanjut minggu depan. Tapi sejak NFP US dirilis lebih kuat, US Treasury Yield pun kembali melonjak naik sehingga tekanan pelemahan Yen berpotensi berlanjut sehingga penguatan di minggu lalu berpeluang berkurang. Area support 155 sejauh ini efektif. Daily candle ditutup inverted hammer tepat di zona support sehingga mendukung rebound di hari Senin. Namun, weekly memberi dukungan penurunan lebih lanjut seandainya inflasi US melunak dan kenaikan tertahan di 157.000. Sebaliknya, inflasi US yang memanas berpotensi melemahkan yen
Resistance : 160.440, 161.940, 163.000
Support : 155.200, 154.000, 153.200
Outlook : Bullish
INDEKS USD
Weekly ditutup bearish secara keseluruhan meskipun data NFP mengejutkan dirilis lebih kuat dari ekspektasi di hari Jumat. Tapi hal itu tidak menutup kemungkinan dolar menguat di hari Senin karena sebagian pelaku pasar diperkirakan masih akan merespons hasil data NFP yang mengejutkan tersebut yang memperkuat sentimen kenaikan suku bunga Fed. Skenario utama adalah kenaikan berlanjut sampai jelang data inflasi Jumat. Alternatifnya, bisa saja Selasa hingga Kamis dolar justru melunak sebelum ditentukan akhirnya oleh Inflasi Jumat. Resistance 99.860 dan support 98.560 akan ditentukan dari inflasi
Resistance : 99.860, 100.000, 101.500
Support : 98.560, 98.000, 97.500
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Fundamental di 1 sisi mungkin bergulat di antara faktor pendorong bullish dan penekan bearish untuk indeks Jepang. Tekanan sektor teknologi juga mengancam Nikkei, ditambah risiko intervensi Yen Jepang maupun ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dan BOJ yang bisa menekan indeks saham, terutama sektor teknologi. Namun, ruang untuk rebound juga cukup terbuka mengingat carry trade yang masih mendominasi seandainya Fed menaikkan suku bunga, sedangkan BOJ justru kembali menahan suku bunga. Secara teknis, weekly menunjukkan 2 candle doji berturut-turut di zona EMA20 weekly, yang membuka peluang untuk rebound. Dan EMA20 daily di 65944 harus ditembus untuk mendukung kenaikan tersebut
Resistance : 66120, 66800, 67130
Support : 65500, 65000, 64200
Outlook : Bullish
HANG SENG
Dibanding indeks saham lainnya, Hang Seng ditutup positif, baik daily maupun weekly. Hal ini mendukung indeks untuk lanjutkan kenaikannya minggu depan. Namun, kondisi ini bukan berarti Hang Seng tanpa tantangan ataupun tidak terpengaruh oleh perkembangan geopolitik, maupun tekanan dari pasar obligasi global. Secara teknis, bullish akan jauh lebih kuat jika mampu tembus minimal resistance 26200. Tapi sebaliknya, risiko penurunan akan mendominasi jika zona 24940 yang ditembus. Dan pada skenario ini, zona 24100-24190 perlu dicermati. Jika tekanan berlanjut tembus di bawah 24100, maka tekanan berpotensi lanjut ke 23600 dan 23000. Sebaliknya, jika tekanan terhenti di 24100-24190, kita mungkin akan melihat dorongan kenaikan yang didukung pola inverse head & shoulders pada grafik weekly
Resistance : 26000, 26520, 27000
Support : 25000, 24660, 24000
Outlook : Bullish
NASDAQ
Kabar buruknya, risiko turun juga mengancam Nasdaq jika inflasi dirilis memanas. Zona 29000 mungkin diuji, dan jika pasar lanjut mengantisipasi kenaikan suku bunga Fed 16 September, maka tekanan berpeluang berlanjut di bawah 29000 dengan potensi support 28300 sebagai target yang cukup terbuka. Kabar baiknya, secara teknis support 28900 (EMA20 Weekly) juga peluang double bottom terdeteksi di daily, kemungkinan bisa diharapkan menahan tekanan turun yang berkelanjutan. Tapi syaratnya ketat, yaitu inflasi harus dirilis lebih lunak. Jika terpenuhi, maka 1 syarat lainnya adalah neckline resistance daily 29800 dari pola yang dicurigai double bottom, wajib ditembus. Jika kondisi terpenuhi, maka peluang bullish lebih kuat.
Resistance : 30320, 30880, 31500
Support : 29050, 28575, 28000
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
Candle weekly ditutup hanging man, menandakan peluang turun masih membayangi minggu depan. Tantangan ada di inflasi US pasca kejutan data NFP US yang lebih kuat di hari Jumat yang lalu. Jika inflasi memanas, maka tekanan turun semakin besar untuk indeks saham karena peluang kenaikan suku bunga Fed di 16 September tidak terhindarkan. Support 52000 berpotensi terancam, bahkan berisiko ditembus. Sebaliknya, jika inflasi melunak, maka peluang kenaikan suku bunga September mungkin berkurang, meskipun keputusan final tetap di FOMC Meeting 15-16 September. Namun setidaknya hal itu bisa meredam tekanan pada indeks saham. Resistance 53850 mungkin ditembus.
Resistance : 54000, 54880, 55000
Support : 53000, 52600, 51872
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.