Gold
Penggerak Pasar
Posisi usd ditutup melemah karena pasar obligasi di hari Senin libur dan baru aktif kembali hari ini. Kondisi ini membuat emas sedikit diuntungkan sehingga terhindar dari tekanan lebih lanjut saat turun dan terhenti di 4381. Namun, pembukaan pagi ini imbal hasil Treasury AS 10-tahun bergerak turun, sehingga secara teori seharusnya menjadi peluang bagi emas untuk rebound.
Di sisi lain, USD tertekan oleh penguatan yen. Katalis utama di saat market US libur adalah perubahan prospek dari kebijakan BOJ. Salah satunya dipicu oleh pernyataan Takuji Aida, penasihat ekonomi PM Jepang Sanae Takaichi yang menyebut BOJ akan menaikkan suku bunga di pertemuan September. Aida sebelumnya dianggap menentang kebijakan moneter yang lebih ketat. Meski tidak berhubungan langsung dengan emas, tapi prospek kenaikan suku bunga BOJ membuat dolar melemah, sehingga emas diuntungkan secara tidak langsung dari pelemahan dolar akibat kebijakan BOJ tersebut.
Gap Suku Bunga Federal Reserve vs BOJ
Pasar saat ini hampir sepenuhnya memperhitungkan kenaikan 25 bps menjadi 1.25% dari BOJ. Hal ini penting karena bertahun-tahun USDJPY berada dalam tekanan dari selisih (gap) suku bunga yang lebar antara Federal Reserve dan BOJ. Jika BOJ menaikkan suku bunga sementara Federal Reserve tetap pertahankan suku bunga, maka gap tersebut mulai menyempit. Kondisi ini mengurangi daya tarik “carry trade”, di mana investor meminjam yen untuk membeli aset berimbal hasil lebih tinggi.
Hal lain yang juga memperkuat yen selama sesi perdagangan yang tipis karena liburnya market US adalah tentang kemungkinan intervensi Jepang untuk memperkuat yen. Tapi hal itu lemah, faktor utama yang mendasari tetap tertuju pada meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga BOJ, dan juga kemungkinan Fed masih bisa mempertahankan suku bunganya di pertemuan September, menurut Gubernur Fed Christopher Waller pekan lalu. Tapi semua itu akan bergantung pada CPI US yang baru akan dirilis di hari Jumat, 11 September 2026.
Ketegangan di Timur Tengah
Hal yang juga tidak bisa dianggap remeh adalah bahwa situasi di Timur Tengah sampai saat ini belum tuntas. Kembali memanasnya ketegangan di sekitar Selat Hormuz memperkuat kembali kekhawatiran tentang pasokan energi, juga gangguan di jalur pelayaran tersebut.
Iran dilaporkan meluncurkan rudal balistik ke arah dua kapal perang Angkatan Laut US, sedangkan US membalasnya dengan menyerang 3 kapal tanker Iran di akhir pekan kemarin. Dan sampai saat artikel ini ditulis pagi ini, belum ada perkembangan lebih lanjut yang menunjukkan meredanya ketegangan, Mengingat sebagian besar pasokan minyak dunia harus melintas Selat Hormuz, maka eskalasi sekecil apapun cenderung menambah premi risiko geopolitik yang bisa pengaruhi harga minyak mentah.
Kenaikan harga energi berdampak lebih luas pada pasar. Jika harga minyak naik terus menerus, maka akan meningkatkan risiko inflasi sehingga mempersulit bank sentral untuk melonggarkan kebijakan moneter.
Fokus Minggu Ini
Market US kembali aktif seperti sedia kala dan market diperkirakan akan lebih volatile, meskipun di malam hari tidak terlihat data ekonomi US yang signifikan. Hanya ada NY Fed 1-year consumer inflation expectations yang dampaknya medium. Namun, jika angka ini melunak, kemungkinan menjadi kabar bagus untuk market karena tanda-tanda inflasi yang cenderung mendingin untuk ekspektasi 1 tahun ke depan.
Reminder untuk 9 September, di hari Rabu. Tanggal ini diagendakan Departemen Treasury US memulai rencana buyback obligasi pemerintah jangka panjang. Pasar akan mencermati seberapa agresif upaya Treasury tersebut, mengingat sasarannya adalah mengendalikan imbal hasil Treasury US dari lonjakan. Hal ini dimungkinkan membuat dolar dan imbal hasil Treasury US naik terbatas.
Namun, jika buyback tidak sesuai rencana, atau tidak sebesar yang disebutkan Scott Bessent saat itu (naik dari $2 miliar menjadi $4 miliar, dan kemungkinan lebih besar dari $4 miliar), maka dolar berpotensi menguat, disertai lonjakan imbal hasil Treasury. Kondisi ini bisa membuat emas berbalik turun kembali.
Dan agenda utama data ekonomi yang dinantikan akhirnya memuncak di hari Jumat dengan data CPI US yang menjadi perhatian para pelaku pasar. CPI utama diperkirakan stabil di 3.4% y/y dan basis bulanan naik dari 0.1% ke 0.4% m/m. Sedangkan core CPI diperkirakan turun dari 2.5% ke 2.4% y/y, dan basis bulanan stabil di 0.2% m/m. Jika data dirilis stabil (tidak mengalami lonjakan, dan core CPI terutama turun), maka ekspektasi kenaikan suku bunga September berpotensi kembali melemah. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat (terjadi lonjakan), maka ekspektasi kenaikan suku bunga September semakin menguat.
Terlepas dari data ekonomi, premi risiko geopolitik di Timur Tengah masih terus membayangi, sehingga trader juga perlu mencermati perkembangan yang terjadi seputar geopolitik. Iran dikabarkan akan mendeklarasikan pembatasan zona dekat Hormuz dan mengumumkan kesepakatan baru dengan Oman tentang jalur pelayaran kapal dalam beberapa hari atau minggu ke depan. Trader perlu mencermati reaksi atau respon US, dalam hal ini Presiden Trump untuk mengantisipasi eskalasi militer di seputar Hormuz yang bisa memicu gejolak harga minyak sehingga mendorong kekhawatiran lonjakan inflasi kembali.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bearish, mirip dengan hammer yang muncul dekat zona EMA100 daily 4367 saat itu. Sementara level terendah Senin tercatat di 4381. Secara teknis, kitab isa menganggap bahwa EMA100 masih cukup efektif menahan penurunan, dan munculnya candle hammer dekat support biasanya menandakan peluang rebound/naik sehingga strategi pagi ini dominan buy.
Resistance daily akan berada di zona 4510 (high 3 Sep 2026) atau zona 4471-4566 yang lebih luas untuk ditaklukkan. Jadi, meskipun 4510 nantinya ditembus, bullish belum bisa sepenuhnya bernafas lega karena zona 4566 akan menjadi rintangan serius. Sebaliknya, support akan berada di EMA100 daily yang saat ini berada di 4368 dan EMA200 daily 4319.
Di H4, zona pink terbaru di kisaran 4460-4490 masih menjadi resistance utama beberapa waktu ke depan. Selama zona ini tidak ditembus, maka kenaikan tetap dalam bayang-bayang tekanan yang bisa kembali terjadi jika pemicunya kurang mampu mendorong harga lewati zona tersebut.
Swing low sebelumnya tetap bertahan di antara EMA200 H4 (saat itu 4372) dan zona coklat 4391-4406 sehingga secara teori seharusnya hari ini didominasi pantulan naik menuju zona pink. Itu sebabnya strategi buy lebih baik dibanding sell. Dan jika zona pink ditembus, trader bisa pertahankan atau lanjutkan buy dengan potensi 4536-4550 sebagai proyeksi berikutnya. Tapi jika gagal tembus, maka sebaiknya segera keluar lebih dulu dari posisi buy, lalu tunggu sinyal berikutnya untuk memastikan apakah lanjut naik atau berbalik turun.
Zona coklat di 4391-4406 pagi ini pun tetap efektif mengingat low sementara di sesi Asia tertahan di 4406. EMA200 @4374 adalah area alternatif untuk buy, atau zona abu 4331-4364 jika terjadi swing low yang lebih rendah.
Sebaliknya, sell bisa dipertimbangkan jika zona pink 4460-4490 tidak berhasil ditembus, atau jauh lebih kuat jika 4330 ditembus. Ini dengan asumsi bahwa situasi geopolitik cenderung memanas atau dengan kata lain eskalasi di Timur Tengah kembali meningkat. Emas akan turun dengan cepat, sehingga tekanan di bawah 4330 bisa membuat emas melirik kembali zona 4277-4300, atau maksimum zona hijau 4229-4259.
Per jam 11.00 WIB, harga berada di 4440.20 dengan high 4442.95, dan low 4406.21. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 8 September 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama kali ini buy di zona 4390-4392. Hal ini sejalan dengan ulasan kami kemarin di live streaming Senin, 7 Sep 2026 bahwa di malam hari kemungkinan penurunan mulai terbatas karena reaksi market terhadap NFP Jumat mulai pudar, dan pasar mulai mencermati rencana buyback obligasi Departemen Treasury US yang dimulai 9 Sep 2026.
Di sisi lain, kenaikan juga didukung posisi dolar yang melemah akibat menguatnya prospek kenaikan suku bunga BOJ sehingga posisi ini menguntungkan bagi emas.
Saat artikel ditulis, harga emas mulai memasuki zona hijau 4434-4465. Peluang 50-50 antara melanjutkan kenaikan lebih tinggi, atau justru mengalami rejection. Zona tengah dari area ini berada di kisaran 4448-4450 sehingga trader perlu mencermati area tersebut. Jika dalam 1 jam ke depan zona ini tetap tidak ditembus, maka segera exit dari strategi buy cadangan “buy on breakout jika tembus 4435”. Ini berarti hanya TP1 kisaran 4445 yang disentuh.
Tapi jika zona 4450 berhasil ditembus, trader bisa sedikit lama mempertahankan buy, setidaknya mendekati atau sentuh TP2 alternatif di 4455. Dan selanjutnya pastikan zona 4465 ditembus. Jika ya, lanjut kembali incar buy untuk peluang mencapai zona pink kisaran 4484-4510.
Sebaliknya, sell bisa dipertimbangkan jika zona pink tidak ditembus. Zona hijau tidak disarankan, karena kemungkinan penurunannya relatif terbatas. Sedangkan opsi sell lainnya hanya disarankan jika tembus di bawah 4360. Selama zona ini tidak ditembus berarti penurunannya masih relatif lebih terbatas, sehingga buy tetap disarankan.
Dan jika penurunan di bawah 4360 berlanjut, maka trader bisa pertimbangkan untuk tunggu zona support berikutnya, minimal 4277-4300, atau maksimal zona orange 4282-4297 untuk zona buy lainnya.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy
Opsi BUY on Dip
Entry: 4390.00 – 4392.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4412.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4435, target terdekat 4445, terjauh 4455, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4380.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4380.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
(zona 4282-4297)
Entry : 4292.00 – 4294.00
Target/Reward: 4314.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4282.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4280.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures