Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 8 - 11 September 2026

Published on 09/12/2026

Wall Street mencatat pekan yang penuh kontras. Di satu sisi, saham teknologi seperti AMD dan Meta melesat berkat optimisme AI. Di sisi lain, Oracle ambruk lebih dari 10 persen karena kekhawatiran soal beban utang. Berikut rangkuman lengkap lima saham penguat dan lima saham pelemah terbesar pekan ini.

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Minggu ini pasar saham Amerika kembali menunjukkan kejutan. Saham teknologi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan masih jadi favorit banyak investor, tapi bukan berarti semua nama di sektor itu ikut menikmati kenaikan. Ada yang melonjak karena kabar bagus dari sisi bisnis, ada juga yang justru terjun bebas karena investor mulai khawatir soal cara perusahaan membiayai ambisi besar mereka. Lima saham naik dan lima saham turun paling tajam pekan ini jadi bukti bahwa pasar sedang memilah mana perusahaan yang benar benar sehat secara keuangan, dan mana yang cuma terlihat menjanjikan di atas kertas.

1. Advance Micro Devices (#AMD) +5.59%

Advanced Micro Devices masih menjadi salah satu nama paling dicari investor pekan ini. Perusahaan pembuat chip asal California ini terus mendapat sorotan positif setelah tampil di forum investor besar dan menegaskan permintaan produk AI mereka tetap kuat. Beberapa analis besar bahkan menaikkan proyeksi harga saham AMD karena melihat potensi besar dari chip untuk pusat data yang dipakai perusahaan teknologi raksasa. Meski begitu, saham ini sempat mengalami koreksi di tengah pekan sebelum akhirnya kembali menguat, tanda bahwa investor masih silih berganti antara optimis dan hati hati soal valuasi yang sudah naik sangat tinggi tahun ini.

2. Philip Morris International (#PM) +5.49%

Philip Morris International mencatat kenaikan yang cukup mengejutkan untuk perusahaan sekelas produsen rokok dan produk bebas asap. Perusahaan asal Connecticut ini sudah lama bertransformasi dari sekadar penjual rokok tradisional menjadi pemain besar di produk alternatif seperti kantong nikotin dan alat pemanas tembakau. Kinerja keuangan yang solid beberapa bulan terakhir, ditambah proyeksi laba yang terus direvisi naik oleh manajemen, membuat investor kembali melirik saham konsumer yang selama ini dianggap membosankan namun stabil.

3. Meta Platforms, Inc. (#META) +5.17%

Meta Platforms kembali menjadi perbincangan karena komitmen belanja besar besaran untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan. Perusahaan induk Facebook dan Instagram ini terus menambah anggaran untuk pusat data dan talenta AI, sebuah langkah yang awalnya bikin investor was was soal biaya, tapi belakangan justru dilihat sebagai investasi jangka panjang yang masuk akal. Sinyal bahwa fitur AI mereka mulai membantu pendapatan iklan menjadi salah satu alasan investor kembali percaya diri dengan arah bisnis Meta.

4. Apple Inc. (#AAPL) +4.75%

Apple ikut menikmati sentimen positif pekan ini, didorong ekspektasi tinggi menjelang peluncuran produk baru dan optimisme soal permintaan iPhone yang tetap kuat meski persaingan di pasar ponsel makin ketat. Perusahaan asal Cupertino ini juga sedang memasuki masa transisi kepemimpinan yang dipantau ketat oleh investor, namun sejauh ini pasar merespons positif karena fundamental penjualan perangkat mereka masih solid dibanding kompetitor.

5. International Business Machines (#IBM) +4.43%

IBM melanjutkan tren positif berkat kemajuan di bidang komputasi kuantum dan bisnis kecerdasan buatan untuk perusahaan besar. Raksasa teknologi asal New York ini sudah lama dikenal lambat berinovasi, tapi belakangan berhasil mengubah citra itu lewat investasi besar di teknologi kuantum dan layanan cloud hybrid. Kombinasi bisnis lama yang stabil dan taruhan baru di teknologi masa depan membuat investor mulai memandang IBM sebagai saham teknologi yang lebih menarik dari sebelumnya.

1. Oracle Corporation (#ORCL) -10.10%

Oracle menjadi saham dengan penurunan paling dalam pekan ini setelah investor mulai mempertanyakan cara perusahaan membiayai proyek besar mereka di bidang infrastruktur AI. Oracle memang punya kontrak jangka panjang senilai ratusan miliar dolar dengan berbagai perusahaan AI, tapi untuk memenuhi komitmen itu mereka harus menambah utang dalam jumlah sangat besar sementara arus kas mereka justru negatif. Beberapa analis juga menurunkan rekomendasi mereka pekan ini, menambah tekanan pada saham yang sepanjang tahun ini memang sudah naik turun cukup liar.

2. Airbnb (#ABNB) -6.17%

Airbnb mengalami koreksi tajam di tengah kekhawatiran soal daya beli konsumen untuk kebutuhan liburan dan perjalanan. Perusahaan penyedia layanan penginapan berbasis komunitas ini sensitif terhadap perubahan kebiasaan belanja masyarakat, terutama saat orang mulai lebih berhati hati mengeluarkan uang untuk hal hal yang sifatnya rekreasi. Sektor perjalanan secara keseluruhan memang sedang menghadapi sentimen yang beragam pekan ini, dan Airbnb menjadi salah satu yang terkena dampaknya paling terasa.

3. Nvidia Corporation (#NVDA)-5.83%

Nvidia ikut terkoreksi meski selama ini dikenal sebagai pemimpin pasar chip untuk kecerdasan buatan. Tekanan datang dari kekhawatiran baru soal semakin banyaknya penolakan warga dan pemerintah daerah terhadap pembangunan pusat data raksasa di berbagai wilayah Amerika, yang bisa memperlambat laju permintaan chip mereka ke depan. Meski fundamental bisnis Nvidia masih sangat kuat, sentimen jangka pendek seperti ini cukup untuk membuat investor mengambil untung setelah kenaikan panjang yang sudah terjadi tahun ini.

4. Starbucks Corporation (#SBUX)-4.60%

Starbucks melanjutkan tren pelemahan yang sudah berlangsung beberapa waktu terakhir. Perusahaan kedai kopi asal Seattle ini masih bergulat dengan tantangan jumlah pengunjung toko yang belum sepenuhnya pulih, ditambah tekanan biaya bahan baku yang membuat margin keuntungan mereka lebih tipis dari biasanya. Sektor konsumen yang berhubungan dengan gaya hidup dan jajan di luar rumah memang sedang menghadapi ujian berat karena masyarakat mulai lebih selektif dalam berbelanja.

5. Abbott Laboratories (#ABT) -3.63%

Abbott Laboratories menutup pekan dengan pelemahan yang cukup terasa untuk ukuran saham kesehatan yang biasanya bergerak lebih tenang. Perusahaan asal Illinois yang bergerak di bidang alat kesehatan, diagnostik, dan nutrisi ini terkena dampak dari rotasi investor yang sedang keluar dari saham saham defensif menuju saham yang dianggap punya potensi pertumbuhan lebih cepat. Meski begitu, bisnis inti Abbott di bidang diagnostik dan perangkat medis tetap dianggap solid oleh sebagian besar analis.


Melihat pergerakan pekan ini, jelas bahwa pasar sedang meninggalkan perusahaan yang belanja besar tanpa arus kas yang seimbang, sementara memberi penghargaan pada perusahaan yang bisa menunjukkan hasil nyata dari investasi mereka di bidang teknologi. Bagi para trader CFD, situasi seperti ini justru membuka banyak peluang, baik dari sisi saham yang sedang naik daun maupun dari saham yang terkoreksi tajam dan berpotensi memantul kembali. Yang terpenting, tetap perhatikan berita fundamental di balik setiap pergerakan harga sebelum mengambil keputusan, karena angka persentase saja tidak pernah bercerita lengkap soal apa yang sebenarnya sedang terjadi di balik layar.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.