Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 28 September - 2 Oktober 2026

Published on 10/03/2026

Oracle memimpin Top Gainers dengan kenaikan 7.21%, sedangkan Qualcomm menjadi Top Loser dengan penurunan 7.18% pada perdagangan 28 September sampai 2 Oktober 2026.

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Perdagangan saham Amerika Serikat pada 28 September sampai 2 Oktober 2026 berakhir dengan tekanan yang cukup luas. Sebanyak 17 emiten mencatat kenaikan mingguan, sedangkan 33 emiten lainnya berakhir turun. Oracle memimpin lima saham dengan kenaikan terbesar, disusul Cisco, Salesforce, Airbnb, dan Adobe. Di kelompok saham yang melemah, Qualcomm mencatat penurunan paling dalam, diikuti Netflix, Johnson & Johnson, Bank of America, dan Nike. Perubahan mingguan dalam artikel ini dihitung dari Open Senin ke Close Jumat, sedangkan perubahan harian dihitung dari Open ke Close pada masing-masing sesi.

1. Oracle Corporation (#ORCL) +7.21%

Oracle mendapat dukungan dari perluasan strategi kecerdasan buatan dan rencana kerja sama infrastruktur senilai US$7 miliar dengan Tencent. Peluncuran Oracle Fusion Claw, Oracle Nexus, serta kerja sama dengan NetApp untuk kebutuhan Oracle Cloud Infrastructure turut memperkuat prospek bisnis perusahaan.

2. Cisco Systems, Inc. (#CSCO) +5.33%

Cisco menguat setelah Zacks Research menaikkan rekomendasi saham menjadi Strong Buy. Pesanan infrastruktur kecerdasan buatan yang tumbuh 35% sampai 40% dibandingkan tahun sebelumnya serta pembayaran dividen yang akan datang ikut mendukung sentimen positif.

3. Salesforce, Inc. (#CRM) +4.32%

Salesforce mendapat perhatian berkat meningkatnya penggunaan Agentforce, layanan kecerdasan buatan untuk pelanggan korporasi. Akuisisi Fin dan kerja sama dengan Nvidia untuk mengembangkan model Koa turut memperkuat peluang pertumbuhan bisnis perangkat lunak perusahaan.

4. Airbnb, Inc. (#ABNB) +4.16%

KeyBanc menaikkan rekomendasi Airbnb menjadi Overweight karena menilai pemesanan hotel dan pertumbuhan bisnis utama masih kuat. Sentimen juga didukung pembaruan produk dengan fitur penetapan harga dinamis, perbandingan akomodasi, dan penyaring pencarian berbasis kecerdasan buatan.

5. Adobe Inc. (#ADBE) +3.47%

Adobe mendapat dukungan dari kerja sama dengan National Hockey League sebagai mitra kreatif, pemasaran, dan kecerdasan buatan. Proyeksi Adobe Analytics bahwa penjualan belanja online Amerika Serikat dapat tumbuh 6.7% menjadi US$275.1 miliar juga memperkuat prospek bisnis digital perusahaan.

1. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) -7.18%

Qualcomm tertekan setelah pemegang saham besar berencana menjual hingga 25 juta saham di pasar terbuka. Investor juga mempertanyakan kemampuan bisnis chip khusus bersama Amazon untuk menggantikan ketergantungan Qualcomm pada pendapatan dari Apple mulai 2027.

2. Netflix, Inc. (#NFLX) -6.28%

Netflix menghadapi kekhawatiran terhadap pertumbuhan pelanggan dan keterlibatan pengguna domestik menjelang laporan keuangan kuartal ketiga. Pertumbuhan waktu menonton yang hanya 2% pada paruh pertama tahun ini serta catatan analis yang terbelah membuat investor lebih berhati-hati.

3. Johnson & Johnson (#JNJ) -5.23%

Johnson & Johnson tertekan oleh kekhawatiran mengenai keamanan dividen, berakhirnya masa perlindungan paten sejumlah obat, dan biaya hukum terkait kasus talc. Investor juga menunggu laporan keuangan kuartal ketiga pada 13 Oktober.

4. Bank of America Corporation (#BAC) -4.73%

Bank of America ikut melemah akibat perpindahan dana dari sektor keuangan dan ketidakpastian arah suku bunga. Investor mencermati dampaknya terhadap selisih antara pendapatan bunga bank dan biaya dana.

5. NIKE, Inc. (#NKE) -4.48%

Nike menghadapi kekhawatiran terhadap keuntungan per produk, biaya promosi, dan permintaan konsumen internasional. Laba per saham kuartal pertama sebesar 0.48 menjadi kabar positif, tetapi belum cukup untuk menghapus kekhawatiran terhadap kualitas pertumbuhan perusahaan.


Pekan ini menunjukkan bahwa investor lebih menyukai perusahaan dengan katalis bisnis yang jelas, terutama di bidang kecerdasan buatan, infrastruktur digital, dan layanan korporasi. Sebaliknya, saham yang menghadapi masalah pertumbuhan, tekanan biaya, ketidakpastian suku bunga, atau perubahan sumber pendapatan cenderung masuk daftar Top Losers.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.