Risiko Geopolitik Tekan Emas, Pernyataan Trump Bisa Pulihkan atau Perburuk Risiko!

Published on 10/22/2026

Harga emas tertekan di sesi Asia pagi ini di bawah 4100, setelah rebound yang terjadi di hari Rabu kemarin terhambat di zona 4142, diikuti dengan tekanan yang terus menguji area 4104-4110. Situasi geopolitik yang memanas memicu tekanan jual.

Gold

Penggerak Pasar

Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun yang awalnya sempat turun, berbalik naik di sore hari. Tapi kenaikan pun terbatas, diikuti dengan penutupan yang kembali turun, meskipun tidak lebih rendah dari penurunan sehari sebelumnya. Namun, kondisi tersebut tidak diikuti oleh USD yang justru tetap dominan melemah sepanjang sesi perdagangan hari Rabu. Tapi hal itu tidak cukup untuk membuat emas bertahan ataupun naik lebih tinggi.

Adalah situasi geopolitik yang membuatnya sulit berkembang lebih lanjut dengan kenaikan yang terhambat di 4142, dan berlanjut turun di bawah 4100 di sesi Asia pagi ini. 

Israel dan AS Rencanakan Serangan Baru ke Iran

Kabar datang dari geopolitik yang menyebut bahwa militer AS dan Israel sudah menyusun rencana spesifik untuk serangan baru terhadap Iran setelah midterm election di AS 3 November mendatang. New York Times mengutip pejabat AS dan pihak lain yang mengetahui pembahasan tersebut. 

Informasi menyebut tentang target yang kemungkinan besar akan diserang. Fasilitas nuklir Iran, Gudang rudal dan drone, juga infrastruktur energi menjadi sasaran utama, meskipun beberapa pejabat menyebut kilang minyak maupun infrastruktur minyak kemungkinan akan dihindari untuk menghindari potensi kenaikan harga bensin. Informasi juga menyebut bahwa penguatan militer AS, termasuk pengiriman 3 kapal induk, diperkirakan akan siap sepenuhnya di awal November. 

Yang perlu diingat adalah bahwa rencana serangan ke Iran sudah seringkali dibahas dan Pentagon sudah memberi beberapa opsi skenario pada Trump, dan Trump juga sudah berulang kali memveto kembalinya pertempuran besar-besaran, termasuk di awal bulan ini saat kedua Angkatan bersenjata sudah bersiap untuk melancarkan serangan. Jadi, rencana serangan yang disusun oleh AS dan Israel tetap akan bergantung pada keputusan Trump. 

Di sisi lain, ada laporan juga terkait penarikan pasukan dan diplomat AS yang berada di Timur Tengah. NBC News mengutup pernyataan 2 pejabat AS, menulis laporan tentang pengurangan militer AS di pangkalan-pangkalan milik AS di seluruh Timur Tengah. Departemen Luar Negeri AS juga dikabarkan mulai memerintahkan pengurangan staf lebih lanjut di pos-pos diplomatik di kawasan tersebut. Langkah-langkah ini dilakukan di Tengah ancaman regional dan potensi tindakan militer AS terhadap Iran.

Penarikan pasukan dan diplomat biasanya dianggap sinyal bahwa risiko aksi militer semakin meningkat dan hal itu menambah premi risiko geopolitik yang terlihat pada harga minyak mentah, mengingat peran sentral dari kawasan Teluk terhadap pasokan minyak global.

Fokus Malam ini

Dari sisi data ekonomi, initial jobless claims di jam 19.30 WIB dan leading index di jam 21.00 WIB menjadi menu utama, dengan jobless claims sebagai bobot yang lebih utama terhadap pergerakan market. Namun, kedua data tidak diharapkan menjadi pengubah sentimen terhadap ekspektasi suku bunga Fed yang akan diumumkan minggu depan. Dengan demikian, sorotan kami tetap tertuju pada imbal hasil obligasi AS dan geopolitik. 

Imbal hasil obligasi AS tetap menjadi indikator penting untuk arah emas, bahkan sepanjang minggu ini. Jika Yield obligasi kembali lanjutkan turun, maka emas berpeluang kembali ke jalur kenaikan. Sebaliknya, jika Yield obligasi berbalik naik, maka emas berpeluang turun, dan ini bisa membuat trader harus membalikkan strateginya menjadi sell.

Dan dari geopolitik, trader disarankan tetap waspada, dan pantau perkembangan di Timur Tengah (Arab Saudi – Houthi dan juga Iran-AS) dan juga hubungan Rusia-Ukraina ke depan. Trader akan mencermati setiap ancaman pelayaran via Selat Hormuz atau terhadap infrastruktur energi Arab Saudi, di mana gangguan akan berdampak langsung pada pasokan fisik. Konfirmasi dari Pentagon ataupun dari Departemen Luar Negeri AS tentang skala penarikan pasukan akan membantu pasar mengukur apakah ini sebagai pertanda awal eskalasi, atau hanya langkah pencegahan.

Secara umum, trader perlu mencermati kedua hal ini:

  1. Eskalasi akan terus membuat minyak berada di sisi kenaikan sehingga berpotensi memicu kembali kekhawatiran tentang inflasi. Hal itu secara umum berpengaruh pada keputusan Fed untuk menaikkan suku bunga. Emas akan merespon negatif . 
  2. Pembicaraan atau mediasi yang intens diharapkan membuka jalur de-eskalasi sehingga tekanan pada inflasi berkurang sehingga hal itu bisa meredam ekspektasi kenaikan suku bunga. Penolakan Trump terhadap rencana serangan juga bisa meredam ketegangan geopolitik sehingga emas berpeluang rebound/naik kembali pada skenario ini.

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup hammer, tapi harga belum mampu naik setelah kedua kalinya rebound tertahan di zona 4155 dan 4142 dalam 2 hari terakhir. Bahkan saat artikel ditulis, emas tertekan di bawah 4100 di sesi Asia pagi ini. Kondisi ini membuat support 4066-4073 berisiko ditembus.

Potensi tekanan diperkirakan mengancam zona 4000 dan 3965 jika support 4066-4073 ditembus. Tapi jika zona tersebut tidak ditembus, maka diharapkan demand mampu mendorong harga dari zona tersebut, meskipun kenaikan mungkin relatif tetap terbatas dengan kisaran 4135 dan 4155 sebagai proyeksi rebound terdekat. Sedangkan kenaikan lebih tinggi butuh de-eskalasi atau setidaknya ada tanda-tanda untuk kedua pihak yang berseteru kembali ke meja perundingan.



Di H4, zona coklat 4149-4162 menjadi resistance yang dalam 2 hari terakhir cukup solid dan sulit ditembus. Terbukti rebound yang sempat terjadi kemarin tertahan di 4142, dilanjutkan dengan tekanan turun kembali. Bahkan tekanan berlanjut pagi ini tembus di bawah 4100, dengan level terendah sementara sentuh 4091. Hal ini menandakan zona abu di 4106-4136 akhirnya ditembus sehingga tekanan jual diperkirakan berlanjut, dengan area 4066-4073 sebagai target support potensial mengingat kedua level tersebut adalah level terendah yang sempat disentuh 7 Okt dan 14 Okt 2026. 

Peluang penurunan kemungkinan berlanjut jika zona 4066-4073 ditembus, dengan risiko terbesar menguji zona pink 4019-4049, atau bahkan jika situasi geopolitik terus memanas, emas berisiko tergelincir sampai di bawah 4000 untuk pertama kalinya sejak Juli 2026. Zona 3995 dan 3959 adalah area potensial dalam case penurunan ekstrim tersebut. 

Di sisi lain, tekanan bisa saja tidak sampai tembus di bawah 4000, atau jika pun tembus, maka tekanan tersebut langsung di balas rebound cepat karena demand yang diperkirakan akan kembali mendorong harga memantul ke atas. Jika ini terjadi, maka trader bisa pertimbangkan mulai buy bertahap di zona dekat 4000 ataupun saat harga pertama kalinya sentuh level di bawah 4000 (asumsi 4095 atau paling jauh 4059). 

Sebaliknya, jika tekanan tidak sampai tembus di bawah 4066-4073, trader juga bisa keluar dari posisi sell, lalu tunggu reversal candle untuk mulai mencari sinyal buy. Kondisi ini dimungkinkan terjadi jika imbal hasil obligasi AS di malam hari tetap menunjukkan penurunan sebagai alasan untuk menahan penurunan tajam pada emas. Tapi jika imbal hasil obligasi AS terus turun, jangan tergesa-gesa untuk melakukan buy!



Per jam 10.50 WIB, harga berada di 4091.80 dengan high 4141.06, dan low 4090.63. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 22 Oktober 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama pagi ini masih pertahankan sell seperti rekomendasi Rabu, karena rebound yang terjadi ternyata masih tetap tertahan di bawah zona 4155, bahkan hanya sempat sentuh 4142. Alasan berikutnya adalah situasi geopolitik yang memanas, memicu kekhawatiran tekanan inflasi lebih lanjut yang bisa memaksa Fed tetap di jalur kenaikan suku bunga sehingga emas diperkirakan cenderung turun merespon hal tersebut. 

Meskipun pantulan kedua di sesi Asia pagi ini tertahan di 4127, tapi tekanan di bawah 4100 mengaktivasi saran alternatif kami untuk melakukan sell saat tembus support 4106. Bahkan TP 1 di 4096 sudah disentuh, dan level terendah sementara saat ini berada di 4089. 

Jika dalam 1-2 jam ke depan rsi terindikasi mulai memasuki zona oversold di bawah 30%, trader sebaiknya waspadai peluang rebound! Dalam case ini, exit segera dari posisi sell, tapi tidak disarankan untuk langsung switch ke posisi buy. Opsi buy lebih baik dilakukan setelah : 1) tekanan turun mulai reda, atau 2) rsi sudah oversold (lebih baik berada di bawah 20% untuk indikasi oversold yang lebih kuat). Jika syarat terpenuhi, buy bisa dipertimbangkan.

Sedangkan risiko penurunan lebih lanjut diperkirakan melirik zona 4066-4073 ataupun support zona orange 4045-4060. Namun, ekspektasi terjauh dari penurunan ini diperkirakan menguji support psikologis 4000-4020, dan paling ekstrim jika geopolitik terus memanas, indikasi penurunan diperkirakan berlanjut sampai zona di bawah 4000, dengan harapan zona 3959-3965 sebagai target penurunan maksimal. Dan demand paling kuat diperkirakan berada di kisaran 4000 atau 3959-3965, untuk pertimbangan buy yang lebih baik (lower risk)

Trading Strategy

Opsi SELL selama resistance tidak ditembus
(resistance 4108-4123)
Entry : 4115.00 - 4117.00 (update!)
Target/Reward: 4095.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4106 (activate), target terdekat 4096 (done), terjauh 4086, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4127 ($8 - $10)
(ideal SL 5-7 poin di atas 4127.00)
Risk Reward: 1: 2

Opsi BUY jika support tidak ditembus
(Support 4045-4060)
Entry: 4048.00 – 4050.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4070.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4038.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 4036.00)
Risk Reward: 1: 2