Gold
Penggerak Pasar
Imbal hasil obligasi AS tenor 10-tahun rebound di hari Jumat, sesuai yang diharapkan. Kondisi ini juga membuat dolar menguat sampai penutupan. Tapi pagi ini, keduanya dibuka lebih rendah setelah Trump mengatakan tidak akan ada serangan ke Iran hari ini (Minggu waktu setempat atau Senin waktu Indonesia).
Sementara data PMI services bulan Oktober dirilis 57.9 vs exp 58.0, turun dibanding bulan sebelumnya dari 59.8. Sedangkan PMI manufaktur dirilis 56.0, vs exp 55.5. Bulan sebelumnya berada di 57.0. Pesanan baru mencapai level tertingginya dalam lebih dari 4,5 tahun. Sedangkan prospek produksi bisnis untuk 12 bulan ke depan melambat dibanding September, tapi tercatat sebagai yang tertinggi kedua sepanjang tahun ini. Hal ini juga yang membuat kenaikan emas di hari Jumat tertahan.
“Epic Furry” Skala Kecil Dipersiapkan
Dalam kampanyenya menjelang midterm election, Trump mengatakan bahwa AS mungkin akan kembali melakukan “operasi” terhadap Iran. Trump menyebutnya “Epic Fury” skala kecil, dan setelah beres dengan Iran akan lanjut tangani Kuba. Pernyataan ini langsung diartikan pasar bahwa Trump akan mengambil tindakan dalam waktu dekat, sehingga pasar minyak mengalami lonjakan tinggi dalam 2 hari terakhir minggu lalu. Bahkan Brent Crude tercatat tembus $116 per barel, sedangkan WTI berada di $103 per barel saat itu.
Namun, Trump baru-baru ini kembali menyebut tidak akan ada serangan sebelum pemilu sela (midterm election). Hal ini memberi sedikit kelegaan bagi pasar yang sempat dilanda kecemasan di akhir pekan kemarin.
Meski demikian, risiko geopolitik tetap membayangi. The New York sebelumnya Times menulis laporan tentang AS dan Israel yang sudah menyusun rencana spesifik untuk serangan baru ke Iran setelah midterm election AS. Target kemungkinan besar meliputi fasilitas nuklir Iran, Gudang rudal dan drone, serta infrastruktur energi. Hal ini membuat pasar belum bisa sepenuhnya tenang hingga midterm election yang diagendakan 3 November.
Di sisi lain, ada kekhawatiran Trump sengaja menundanya sampai Netanyahu dipastikan memenangkan pemilu Israel yang diadakan 27 Oktober 2026. Jika Netanyahu kembali terpilih, maka hampir dipastikan rencana serangan terbaru bersama AS terhadap Iran kemungkinan segera terjadi, dan kekhawatiran terbesar pasar adalah serangan paling cepat akan dilakukan di akhir pekan ini, setelah FOMC, sebelum midterm election. (skenario pasca midterm election tetap sebagai risiko utama minggu depan yang terus membayangi sentimen).
Kondisi ini membuat harga minyak melonjak naik sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga di level yang lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, sehingga menaikkan biaya peluang (opportunity cost) atas kepemilikan emas.
Tetap ingat skema berikut ini:
perang berlanjut -> minyak naik/tetap tinggi -> tekanan inflasi membayangi -> Fed tetap berpeluang naikkan suku bunga = berisiko membebani emas jangka pendek
Fokus Minggu ini
Dari sisi data ekonomi, data durable goods order akan memulai minggu ini dengan rilis hari Selasa bersama CB Consumer confidence dan New Home Sales, dengan bobot utama tertuju pada durable goods dan CB consumer confidence. Fed selanjutnya diharapkan mempertahankan suku bunga di 4.00%, dan fokus akan tertuju pada pidato Kevin Warsh. Beberapa jam berselang, data PCE dan GDP AS di Kamis malam menjadi sorotan, dan ditutup di hari Jumat dengan pengumuman BOJ dan juga data Chicago PMI.
Fed butuh bukti inflasi yang tinggi meresap pada ekonomi sehingga dikhawatirkan terjadi perlambatan ekonomi sehingga dalam case ini peluang kenaikan suku bunga relatif berkurang. Sebaliknya, jika data-data tetap kuat, maka hal itu berpotensi membuat Fed tetap di jalur pengetatan moneter.
Geopolitik diwarnai dengan Pemilu Israel di 27 Oktober yang akan menentukan apakah Trump kembali berduet dengan Netanyahu (jika kembali terpilih sebagai PM Israel) untuk lanjutkan serangan ke Iran, atau Trump akan bergerak sendiri tanpa Israel (kandidat lain pesaing Netanyahu tidak seagresif itu untuk memulai perang dengan Iran). Tapi opsi “kesepakatan dengan Iran” juga tetap dipertimbangkan sebagai sisi lain yang mungkin mengejutkan sekaligus menenangkan pasar secara umum.
Di sisi lain, kami masih melihat imbal hasil obligasi AS juga indikator penting untuk arah emas, bahkan sampai mendekati pengumuman suku bunga Fed minggu depan. Jika Yield obligasi tetap di jalur penurunan, maka ada harapan untuk emas tidak turun tajam, atau minimal berpeluang kembali naik. Sebaliknya, jika Yield obligasi berbalik naik, maka emas berpeluang turun, dan ini bisa membuat trader harus membalikkan strateginya menjadi sell.
Secara umum, trader perlu mencermati kedua hal ini 1-3 hari ke depan:
- Netanyahu terpilih kembali sebagai PM Israel. Kemenangan akan memicu kekhawatiran bahwa AS dan Israel akan segera menyerang Iran dalam waktu dekat. Hal ini berpotensi memicu eskalasi geopolitik.
- Harga minyak berpotensi terus naik (dikhawatirkan WTI tembus $110 per barel), berpotensi memicu kembali kekhawatiran tentang inflasi.
- Berimbas pada keputusan Fed untuk menaikkan suku bunga -> waspadai pernyataan Kevin Warsh berubah lebih hawkish di hari Rabu (Kamis dinihari)
- Efek : Emas akan merespon negatif (peluang tekanan tembus di bawah 3886, potensi support 3719, terjauh 3550).
- Netanyahu gagal terpilih kembali sebagai PM Israel. Kekalahan Netanyahu akan membuat Trump kehilangan “partner” untuk menekan Iran.
- Trump tetap serang Iran, tapi kemungkinan skenario potensial setelah midterm Election
Efek : Emas berpotensi rebound terbatas, sebelum berbalik turun saat serangan militer benar-benar terealisasi - Trump tunda atau batalkan serangan Iran, atau diplomasi berlanjut
Efek : Penurunan terbatas, emas lanjut rebound
- FOMC Meeting 27-28 Oktober 2026
- Fed “hold” suku bunga di 4.00% sesuai ekspektasi, Kevin Warsh bernada “kurang hawkish” (tetap tanpa forward guidance)
Efek : Emas naik, peluang kembali ke zona di atas 4100 dalam waktu dekat, meskipun tetap dibayangi sisi geopolitik (perang pasca midterm election) - Fed “menaikkan” suku bunga 25 bps, kejutan hawkish Fed. Kevin Warsh bernada “lebih hawkish”
Efek : Emas tertekan dalam jangka pendek, ditambah tekanan dari geopolitik yang membayangi pasca midterm election
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bearish, meskipun dengan real body yang relatif lebih kecil dibanding sehari sebelumnya, dan berada di zona support historical 3929-4023. Secara teknis, area ini akan menjadi area krusial beberapa waktu ke depan. Penembusan di bawah 3965 akan membuka peluang risiko penurunan berikutnya ke support 3886 (low 28 Okt 2025), dan risiko geopolitik yang memanas berpotensi membuat tekanan lebih kuat mendesak, dengan potensi 3719 sebagai target, dan 3550 paling ekstrim.
Sebaliknya, jika support 3886 dan 3959-3965 cukup kuat, dan asumsi geopolitik tidak memanas seperti yang dikuatirkan, peluang demand diperkirakan mendorong kembali harga rebound, minimal kembali ke zona 4035-4050. Emas kemungkinan akan lebih volatile 3 hari ke depan sampai FOMC umumkan kebijakan moneternya.
Di H4, zona pink di 4019-4049 menjadi resistance baru sejak ditembus 2 hari lalu. Bahkan rebound Jumat terhambat sehingga harga kembali turun sentuh 3975 sebelum ditutup di 3997. Sedangkan pagi ini di sesi Asia, harga sempat mengalami swing low cepat hingga 3978, diikuti rebound ke 4016. Untuk saat ini, zona 3975-3978 cukup efektif menahan penurunan beberapa poin di atas support 3959 yang diharapkan sebagai support psikologis terdekat, selain zona 3886.
RSI mulai berbalik naik dari zona oversold di bawah 30% saat ini kembali di 31%. Artinya, secara teknis momentum rebound diperkirakan cukup terbuka, sehingga buy dipertimbangkan untuk memaksimalkan momentum tersebut. Rebound berpeluang berlanjut jika harga mampu tembus minimal resistance 4033, atau jauh lebih kuat jika berhasil kembali naik di atas resistance tertinggi zona pink 4049 (zona pink kisaran 4019-4049). Saat ini pasar sedikit bernafas lega karena Trump mengatakan tidak akan ada serangan ke Iran di hari Minggu waktu setempat (Senin waktu Indonesia).
Sementara, posisi bearish juga tetap harus diwaspadai mengingat 2 hari berturut-turut ke depan market akan dibayangi oleh pemilu Israel besok (27 Okt 2026) dan juga keputusan suku bunga FOMC di hari Rabu 28 Okt 2026 (Kamis dinihari waktu Indonesia). Kekhawatiran muncul jika Netanyahu kembali terpilih sebagai PM Israel dan Fed kejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga atau Kevin Warsh bersikap lebih hawkish. Dalam case ini, emas berpotensi kembali tertekan dan skenario bearish akan membayangi emas ke zona 3719 atau paling ekstrim 3550.
Sebaliknya, skenario bullish akan lebih kuat jika didukung oleh risiko geopolitik yang mereda (tanda-tanda de-eskalasi) dan Fed tahan suku bunga, atau Kevin Warsh bersikap kurang hawkish (atau lebih baik mengarah ke sisi dovish).
Per jam 11.10 WIB, harga berada di 4008.20 dengan high 4016.67, dan low 3978.12. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 26 Oktober 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama pagi ini buy di zona 3965-3967 mempertimbangkan area support historical di kisaran 3959-3965 sebagai zona demand terdekat, dan juga mempertimbangkan kondisi rsi yang cukup dekat dengan zona oversold 30%. Saat artikel ditulis, kondisi rsi mulai merangkak naik kembali ke 46% yang menandakan cukup mendukung rebound.
Di sisi lain, skenario alternatif untuk buy saat tembus 4006 teraktivasi! Harga tembus 4006 dan sentuh level tertinggi sementara di 4016, yang berarti bahwa TP1 dari skenario alternatif pun langsung terpenuhi. Meski demikian, tidak ada jaminan untuk naik hingga zona TP2 yang diinginkan di 4026. Tapi secara teknis, kenaikan diatas 4014 berpeluang mendukung kenaikan lebih lanjut dengan zona orange kisaran 4034-4048 sebagai target potensial.
Jika dalam 1-2 jam ke depan harga tetap di atas 3989-3998, pertahankan skenario buy tersebut sampai dekati zona orange. Sebaliknya, jika harga kembali turun di bawah 3980, maka area buy utama tetap mengincar zona 3965-3967 atau setidaknya di zona support 3959-3965. (opsi area lain cek di bagian keterangan “Alternatif” di grafik di atas).
Sebaliknya, skenario sell juga bisa dipertimbangkan. Tapi dengan zona support kritis berada cukup dekat kisaran 3959-3965 dan 3886, maka tidak disarankan untuk sell dekat zona tersebut. Trader bisa pertimbangkan sell jika zona orange 4034-4048 tidak ditembus, atau area lain yang juga potensial kisaran zona abu 4093-4108. Hal ini diasumsikan bahwa situasi geopolitik yang tidak menentu membuat emas dikhawatirkan belum cukup kuat untuk naik di atas zona 4100-an sehingga rebound yang ada berpotensi kembali diincar sebagai zona sell.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy
Opsi BUY dekat support
(resistance 3959-4000)
Entry : 3965 - 3967
Target/Reward: 3987.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow BUY jika tembus 4006 (activate!), target terdekat 4016 (done!), terjauh 4026, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 3957 ($8 - $10)
(ideal SL 5-7 poin di bawah 3959.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
(Support 3886-3890)
Entry: 3888.00 – 3890.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 3910.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 3878.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di bawah 3878.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures