12 - 16 Januari 2026
Geopolitik Kacau Sejak AS Serang Venezuela, Pasar Cemas Serangan Meluas ke Iran!
Aksi protes di Iran meluas Jumat malam dan memberi dorongan tambahan bagi minyak mentah global di awal tahun 2026 karena risiko gangguan pasokan yang kembali menjadi perhatian.
Di sisi lain, kegagalan pemerintahan Trump meyakinkan perusahaan minyak besar AS untuk berinvestasi di Venezuela dan melakukan pengeboran di negrara tersebut meredakan kekhawatiran tentang lonjakan pasokan dari Venezuela dalam waktu dekat. Harga minyak pun akhirnya ditutup naik.
Kabar lainnya menyebut militer AS menangkap kapal tanker berbendera Rusia, Marinera, di Samudra Atlantik Utara pasca pengejaran selama 3 minggu, bersamaan dengan ditangkapnya kapal M Sophia yang dipenuhi muatan minyak di perairan Karibia dengan tuduhan melakukan aktivitas ilegal.
Tidak sampai disitu. Trump juga beri lampu hijau kepada Kongres AS untuk voting terhadap RUU yang diajukan Lindsey Graham, tentang penerapan tarif 500% untuk negara-negara yang membeli minyak mentah Rusia.
Serangkaian peristiwa tersebut muncul setelah serangan AS ke Venezuela yang akhirnya memicu kekhawatiran ketegangan geopolitik yang semakin meningkat. Bahkan risiko terdekat yang mungkin adalah serangan AS ke Iran jika Iran mengatasi aksi protes di negaranya hingga menyebabkan para demonstran terbunuh.
Ancaman Perang Dunia 3 Bayangi Pasar di Tengah Penantian Inflasi AS!
Sepertinya perdamaian Rusia-Ukraina belum akan terwujud dalam waktu dekat. Padahal di akhir tahun Zelenskiy mengatakan bahwa beberapa hal sedang dipersiapkan, dan segera menandatangani kesepakatan di awal tahun 2026. Namun pasca AS melakukan serangan ke Venezuela di 3 Januari 2026 sepertinya pembahasan perdamaian cenderung abu-abu.
Rusia dikabarkan meluncurkan rudal balistik berkemampuan nuklir dengan hulu ledak ganda ke wilayah barat Ukraina. Hal ini merupakan bagian dari serangan rudal dan drone yang menghantam kota-kota Ukraina, termasuk Kyiv. Rusia mengklaim bahwa peluncuran rudal Oreshnik merupakan reason terhadap serangan drone Ukraina yang diduga terjadi di akhir Desember.
Angkatan Udara Ukraina sempat memperingatkan tentang peluncuran rudal yang akan dilakukan dari lapangan uji Kasputin Yar Rusia jelang tengah malam.
Tidak hanya itu, Rusia juga dikabarkan mengirimkan armada lautnya untuk mengawal kapal tanker yang terancam disita AS di perairan Karibia. Hal itu dikhawatirkan membuat eskalasi geopolitik cenderung memanas dan diperkirakan belum akan reda dalam waktu dekat.
Dengan ketidakpastian di sisi geopolitik yang membayangi, data inflasi AS yang seharusnya menjadi concern utama minggu depan kini membuat pasar harus kembali mewaspadai potensi yang bisa terjadi sewaktu-waktu pada eskalasi geopolitik.
AGENDA DATA EKONOMI
Jepang dan China
Jepang berhasil catatkan pertumbuhan upah yang kembali menguat. Kombinasi upah yang naik, pernyataan hawkish BOJ dan dukungan publik yang tinggi mendorong PM Takaichi mengumumkan pemilu dadakan di pertengahan Februari untuk mengkonsolidasikan kekuasaannya sebagai PM Wanita pertama yang terpilih resmi dalam sejarah Jepang.
Sementara di China, stimulus terbaru dan pergeseran ke regulasi yang lebih ramah bisnis berhasil memicu pemulihan yang layak dari deflasi sebelumnya. Pasar akan mencermati serangkaian data China, dimulai dengan laporan perdagangan di hari Selasa, diikuti dengan retail sales Rabu dan GDP hari Kamis. Jika data dirilis lebih baik, maka hal ini akan juga mendorong mata uang Antipodean, seperti AUD selain tentunya Hangseng.
CNY Trade Balance
14 Jan 2026
Jam 13:50 WIB
US CPI & PPI
13 & 14 Jan 2026
Jam 20:30 WIB
US Retail Sales
14 Jan 2026
Jam 20:30 WIB
UK GDP
15 Jan 2026
Jam 14:00 WIB
GER CPI
16 Jan 2026
Jam 14:00 WIB
Inggris & Eropa
Kali ini Inggris lebih disorot daripada Eropa. Setelah inflasi Inggris bulan lalu membaik, trader akan mencari konfirmasi bahwa BOE akan menjalani pemangkasan suku bunga yang lebih mulus di 2026. Hal ini bisa terwujud jika data tenaga kerja Inggris tidak memberi kejutan penguatan yang tidak terduga.
Selain itu, ada pernyataan dari beberapa anggota BOE yang memberi pandangan tentang kebijakan bank sentral. Dan ditutup dengan GDP Inggris di hari Kamis.
Sedangkan zona Euro akan mulai dengan pernyataan dari Wakil Presiden ECB Luis de Gandos yang merupakan salah satu kandidat kuat pengganti Christine Lagarde. Dan dari sisi data, CPI Prancis dan Jerman di hari Kamis dan Jumat perlu dicermati.
US
Setelah data ketenagakerjaan berikan kejutan yang baik minggu lalu, kini pasar akan mencermati data inflasi yang dirilis tepat waktu. CPI di hari Selasa dan PPI di hari Rabu kemungkinan menjadi sorotan yang akan dipantau ketat oleh pasar global.
Pasar akan mencermati dengan ketat karena laporan terakhir menumbuhkan kecurigaan tentang akurasi. CPI saat itu dirilis 2.7% vs ekspektasi 3.4% karena BLS memiliki kebebasan untuk mengisi celah data CPI Oktober akibat penutupan pemerintah.
CPI diperkirakan akan berada di 0.3% m/m, angka yang tinggi dan hampir pasti akan memupus harapan untuk pemangkasan Januari. Retail Sales di hari Rabu dan para pejabat Fed memberi pernyataan.
Pertempuran “Bullish vs Bearish” Belum Selesai! Risiko Geopolitik vs CPI AS Sama-Sama Tebar Ancaman!
Data AS akan menjadi penggerak makro yang utama karena pasar akan mencermati data inflasi AS setelah data pekerjaan AS yang solid kemarin. Inflasi yang panas akan menghambat jalur kenaikan emas karena berkurangnya kesempatan untuk pemangkasan suku bunga Fed di bulan Januari. Meski demikian, risiko geopolitik juga menjadi penggerak yang potensial. Ketegangan yang meningkat antara Iran dan AS, terutama seputar penanganan demonstran dalam negeri Iran, juga berisiko pada meningkatnya sanksi terhadap Iran. Gangguan pasokan minyak juga berpotensi membuat permintaan safe haven meningkat.
Tren bullish masih cukup kuat. Terbukti setelah data NFP yang lemah dan tingkat pengangguran yang berkurang, emas justru hanya merespon turun terbatas, diikuti kenaikan berkelanjutan sampai penutupan pasar. Harga tetap bertahan di atas 4500. Jika kenaikan berlanjut, maka FE 161.8% weekly di 4680 cukup terbuka. Sebaliknya data inflasi yang panas + geopolitik yang reda berpeluang membuat koreksi tajam bagi emas tak tertahan, terutama mungkin mengincar gap 4330 yang sempat terjadi di hari Senin minggu lalu.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4549, 4600, 4680
(S) : 4450, 4380, 4280
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 60.50, 62.40, 64.60
(S) : 57.70, 55.95, 53.00
Eskalasi Geopolitik Ancam Minyak! Fokus Perkembangan AS-Iran!
Harga minyak sangat sensitif dengan perkembangan geopolitik yang tertuju pada ketegangan AS dan Iran. Hal ini dipicu oleh penanganan aksi protes di Iran. Pasar cemas AS akan menyerang Iran seperti yang dilakukannya pada Venezuela. Risiko sanksi lebih lanjut dan juga gangguan pada Selat Hormuz menjadi fokusnya. Tapi minyak juga dibayangi oleh narasi lemahnya permintaan global dan menguatnya dolar membuat kenaikan minyak yang terbatas.
Secara umum, harga sebenarnya masih berada di bawah $60 per barel dan cenderung dalam batas netral cenderung bearish. Namun skenario bullish akan meningkat hanya jika ketegangan geopolitik meningkat tajam. Kenaikan yang cepat tanpa adanya eskalasi justru hanya akan menjadi penyebab aksi jual yang lebih kuat.
Meski candle weekly ditutup bullish, tapi bullish masih butuh pemicu untuk tembus lebih lanjut di atas 60.30. Jika berhasil tembus, maka peluang kenaikan lebih lanjut cukup terbuka lebar. Tapi kondisi ini tetap perlu pendorong besar dari geopolitik. Sebaliknya, ancaman penurunan kembali terjadi jika geopolitik reda, dan area $55 per barel kembali terancam tertekan atau ditembus.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
Minggu kedua Januari cenderung terfokus pada data AS yang lebih dominan. Sementara Inggris hanya bergantung pada GDP, dan zona Euro tergantung CPI Jerman. Sedangkan Jepang mungkin relatif ringan dari sisi data, tapi kesamaan dari semuanya adalah ada risiko geopolitik yang mengintai. Trader perlu waspada dengan perkembangan yang terjadi di geopolitik, selain tentunya sensitif juga terhadap data ekonomi AS.
EURUSD
Geopolitik Membebani
Candle weekly ditutup turun. Penurunan berpeluang berlanjut dan akan lebih kuat jika tembus di bawah 1.15500. Tapi ada pola triangle yang terlihat. Dan jika support 1.15500 tidak ditembus, maka ada peluang untuk kembali naik. Secara umum bias cenderung netral, tapi geopolitik yang meningkat justru menjadi beban bagi Euro
Resistance : 1.18200, 1.19200, 1.20200
Support : 1.14600, 1.13560, 1.10650
Outlook : Limited Bearish
GBPUSD
Tergantung GDP
Pola Ascending Broadening Wedge di H4 berhasil turun, tapi penurunan sebenarnya belum terjadi karena support 1.33800 belum ditembus. Tapi secara struktural, weekly menunjukkan peluang penurunan bisa berlanjut. Terutama karena penutupan di bawah 1.3450. Dan hal ini bisa lebih tertekan jika GDP Inggris menunjukkan perlambatan.
Resistance : 1.34500, 1.35300, 1.37260
Support : 1.33800, 1.31700, 1.30000
Outlook : Bearish
USDJPY
Pelemahan Berlanjut
Kenaikan diperkirakan berlanjut karena candle weekly ditutup bullish, terpacu oleh kondisi dolar yang terlalu kuat termasuk vs Yen. Resistance 158.200 mungkin ditembus jika risiko geopolitk terus mendorong USD dan juga fundamental Jepang yang lemahkan Yen. Tapi kenaikan juga perlu waspadai ancaman intervensi yang bisa terjadi kapanpun.
Resistance : 159.670, 162.930, 164.000
Support : 155.500, 154.390, 152.800
Outlook : Bullish
INDEKS USD
US CPI vs Risiko Geopolitik
DXY bertahan di zona 99 dan secara struktural cenderung sideways, tapi condong mengarah ke atas. Pembalikan ke bawah perlu tembus zona 95. Bias bullish yang lebih kuat akan mendorong DXY tembus zona 100-101. Sejauh ini premi risiko geopolitik membuat DXY diuntungkan sebagai safe haven currency, dan juga data ekonomi yang relatif solid. Jika CPI dan retail sales AS kembali solid, dan risiko geopolitik tetap ada, DXY berpeluang tetap menguat.
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
Tema minggu depan belum banyak berubah. Semua tentang risiko geopolitik masih membayangi, meskipun sepanjang minggu lalu pasar saham relatif mengabaikan. Data ekonomi AS akan menjadi pusat perhatian, dan optimisme stimulus di Jepang maupun China sepertinya menjadi pendorong bagi Asia. Tapi kejutan inflasi AS yang panas ataupun eskalasi geopolitik berisiko membalikkan keadaan sehingga trader perlu waspada dengan perkembangan minggu depan
NIKKEI
Rekor Baru Berlanjut
Indeks Nikkei terus cetak rekor dengan kenaikan kini tembus zona 53000, rekor tertinggi baru di 53840, didukung pernyataan hawkish dari BOJ yang melihat optimis pada pertumbuhan ekonomi Jepang. Melemahnya Yen juga membantu kenaikan dan minat terhadap aset berisiko dari pasar global. Namun kondisi overbought juga berpeluang mengancam profit taking
Resistance : 54100, 54770, 55500
Support : 53000, 52690, 52000
Outlook : Strong Bullish
HANG SENG
Kenaikan Yang Rapuh
Kondisi Hangseng tidak seberuntung Nikkei, karena candle weekly ditutup bearish. Tapi bukan berarti tekanan turun terus mendominasi. Harga justru ditutup di tengah-tengah, pasca tembus area 25140, meskipun tidak mampu bertahan di atas 26600. Harapan stimulus besar mungkin jadi pendorong, tapi berisiko terhadap kejutan CPI AS, eskalasi geopolitik dan ketidakpastian makro ekonomi China.
Resistance : 26690, 27440, 28000
Support : 25550, 25000, 24500
Outlook : Limited Bearish
NASDAQ
US Data vs Geopolitik
Tren bullish juga terdeteksi pada Nasdaq karena candle weekly berhasil ditutup bullish, mendekati level tertingginya 26396. Jika 26396 ditembus, maka bullish berpeluang berlanjut. Tapi area 25538 akan tetap membayangi dan bisa saja ditembus kembali jika CPI tinggi dan ketegangan geopolitik meningkat.
Resistance : 26396, 27610, 27000
Support : 25700, 25000, 24500
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
US Data vs Geopolitik
Secara teknis, tren utama cenderung bullish. Weekly candle ditutup dengan bullish sehingga menunjukkan indikasi kenaikan yang kuat dan berkelanjutan. Resistance 49642 berhasil ditembus dan penutupan berada di 49727. Jika bullish terus mempertahankan momentumnya, terbuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut tembus zona 50000. Tapi data CPI yang tinggi dan risiko geopolitik bisa memaksa Dow terkoreksi turun
Resistance : 49860, 50530, 51040
Support : 48900, 48170, 47700
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.