27 April - 1 Mei 2026
Quick Insights: Bebas dari Dakwaan, Powell Pimpin Fed Terakhir Kalinya
Setelah sempat terkatung-katung oleh status hukumnya karena tuduhan Presiden Trump atas renovasi gedung Federal Reserve, Powell kini bisa bernafas lega setelah Jaksa Agung memutuskan untuk hentikan penyelidikan. Kondisi ini membuka jalan bagi suksesornya, Kevin Warsh, yang sempat terhambat oleh Senator Tilis dari Partai Republik. Ini berarti minggu depan adalah FOMC Meeting terakhir yang dipimpin Powell sebelum menyelesaikan masa jabatan 15 Mei mendatang.
Situasi Geopolitik tetap bebani market
Selain perpisahan Powell data data ekonomi AS yang cenderung krusial di akhir bulan, market juga masih terbebani oleh situasi geopolitik yang belum tuntas. Setelah gagal menekan Iran untuk maju ke diplomasi, Trump berulang kali mengklaim bahwa Iran akan lakukan pertemuan di hari Jumat, tapi tidak terbukti. Kabar terakhir kunjungan Menlu Iran ke Pakistan juga tidak terbukti menjadi pertemuan yang dinantikan. Hal ini membuat market harus tetap waspada minggu depan
Konsisten atau Kado Perpisahan Powell?
Ini akan menjadi pertemuan terakhir Fed yang dipimpin oleh Powell setelah selamat dari tuduhan Trump terkait penipuan renovasi Gedung Federal Reserve. Suku bunga April secara luas diperkirakan akan bertahan, tapi pidato Powell akan menjadi penggerak utama. Sikap terakhir Powell jelas tidak mengagendakan kenaikan suku bunga, tapi juga tidak terburu-buru dengan pemangkasan. Sikap kewaspadaan dan bergantung data kemungkinan tetap dipertahankan, kecuali jika Powell ingin memberi “kado perpisahan” untuk Trump.
Risiko Geopolitik Tetap Tidak Menentu!
Meskipun Menteri Luar Negeri Iran berkunjung ke Pakistan di akhir pekan, tapi tidak ada tanda-tanda kunjungannya adalah untuk melakukan pertemuan dengan delegasi AS. Pihak Iran mengklaim tidak ada agenda untuk melakukan diplomasi, sedangkan pihak AS mengklaim Iran akan menawarkan sesuatu yang akan menarik perhatian AS. Kondisi ini menjadikan risiko geopolitik masih tidak pasti. Dan ketidakpastian itu akan kembali disorot sampai akhir bulan dengan ancaman eskalasi militer yang tetap membayangi
BOE & ECB Meeting
Bank of England (BOE) dan European Central Bank (ECB) akan merilis pengumuman tentang kebijakan moneternya masing-masing di hari Kamis, beberapa jam setelah FOMC Meeting. Concern utama adalah kenaikan harga energi yang dipicu oleh perang di Iran yang belum tuntas sehingga dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan kawasan. Gubernur BOE Bailey terakhir meredam ekspektasi kenaikan suku bunga, sedangkan Lagarde cenderung konsisten dengan sikap “wait and see”.
BOJ Meeting
Kenaikan harga minyak juga membuat BOJ harus berpikir keras untuk mengatasi potensi gangguan pada ekonomi. Meski inflasi mengalami kenaikan karena kenaikan harga energi, tapi sikap anggota BOJ di pertemuan terakhir mayoritas cenderung memilih menahan, dan hanya 1 yang mendukung kenaikan suku bunga dengan alasan syarat yang dibutuhkan sudah terpenuhi. BOJ kemungkinan menahan suku bunga minggu depan, tapi pasar akan mencermati pernyataan Ueda untuk mencari petunjuk tentang langkah kebijakan berikutnya
AGENDA DATA EKONOMI
BOJ Meeting
28 Apr 2026
BOJ diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga di 0.75%. Tapi pasar akan mencermati pernyataan atau sikap dari Kazuo Ueda untuk mencari petunjuk apa yang akan dilakukan ke depan. Potensi kenaikan suku bunga di pertemuan berikutnya akan ditangkap sebagai sinyal hawkish bagi Yen (=USDJPY turun)
FOMC Meeting
30 Apr 2026
Fed secara luas diperkirakan juga akan mempertahankan suku bunga. Market akan mencari petunjuk dari pernyataan Powell karena ini akan menjadi pertemuan Fed yang terakhir dipimpinnya. Sikap hawkish akan membuat USD menguat, sebaliknya dovish akan membuat USD melemah
BOE Meeting
30 Apr 2026
BOE diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 3.75%. Pasar mengharapkan kenaikan suku bunga dari BOE sejak pertemuan yang lalu, tapi Bailey meredam ekspektasi tersebut. Jika Bailey tidak memberi indikasi kenaikan, maka GBP berpeluang melemah. Tapi jika Bailey membuka peluang kenaikan, maka GBP berpeluang menguat
ECB Meeting
30 Apr 2026
ECB kemungkinan besar juga mempertahankan suku bunga di 2.15% dan deposit rate di 2.00%. Pernyataan Lagarde tegas bahwa bank tidak terburu-buru untuk mengubah kebijakan. Pasar akan mencermati jika ada perubahan sikap yang signifikan dari Presiden ECB Lagarde
US GDP & PCE
30 Apr 2026
Data GDP minggu depan merupakan data Q1-2026. Di Q4-2025 data menunjukkan ekonomi yang melambat. Angka yang lebih rendah akan membuat Fed semakin dilema karena di sisi lain kenaikan energi dampak perang memicu kenaikan inflasi.
Ujian Terberat Emas Menuju Akhir Bulan: “Perpisahan” Powell, US Data dan Geopolitik
Minggu depan bisa menjadi minggu terburuk atau bisa juga menjadi minggu terbaik untuk emas. Kita tidak tahu apa yang akan disampaikan Powell di meeting FOMC terakhirnya minggu depan. Masa jabatan Powell akan berakhir 15 Mei sehingga FOMC April adalah meeting terakhir yang akan dipimpin olehnya. Sementara data AS terfokus pada GDP dan juga PCE. Sedangkan geopolitik praktis terus terkunci pada perkembangan AS-Iran. Selama AS berlakukan blokade, sulit rasanya memancing Iran untuk kembali ke diplomasi. Tapi harapan itu ada setelah kunjungan Menlu Iran ke Pakistan di akhir pekan. Market masih menunggu kepastian. Secara struktural penurunan minggu lalu tertahan di zona 4657, tapi kenaikan juga terhambat di 4832. Butuh sikap Fed yang dovish atau kurang hawkish untuk membuat emas tembus resistance 4832-4850, atau kesepakatan AS-Iran yang bisa meredam semua kekhawatiran inflasi. Tapi jika Fed hawkish dan diplomasi tidak kunjung tiba, maka emas berpotensi tertekan di bawah 4600.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4850, 4950, 5050
(S) : 4620 4550, 4420
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 100.00, 108.60, 123.00
(S) : 87.95, 83.20, 78.00
“Blokade” AS Kunci Utama Diplomasi, Minyak Masih Terancam Volatile!
Menteri Luar Negeri Iran dikabarkan berkunjung ke Pakistan dan beberapa negara yang dianggap sahabat Iran. Kabar ini sempat memberikan angin segar bagi pasar yang mengharapkan diplomasi AS-Iran kembali terjadi. Bahkan Trump memerintahkan Witkoff dan Kushner untuk bertolak ke Pakistan untuk membuka peluang jalur diplomasi di akhir pekan. Tapi sampai artikel ini ditulis, per 25 April belum ada kabar yang jelas seputar diplomasi. Pihak Iran menyebut tidak ada agenda untuk pertemuan AS-Iran di akhir pekan. Tapi ada kabar yang dikutip dari pejabat Pakistan yang menyebut bahwa Iran kemungkinan akan menyodorkan penawaran yang akan memenuhi permintaan AS. Minyak pun pulih dari kenaikan tertinggi hari Jumat di 97 sampai 92. Tapi kemudian bantahan Iran justru membuat harga kembali rebound. Secara struktur, bias bullish mungkin relatif berkurang, tapi bukan berarti tidak mungkin naik lagi. Weekly candle ditutup bullish, dan pola falling wedge tertahan di 97 dari target utama 104. Jika diplomasi tetap gagal terlaksana, maka dorongan berpotensi tembus $100 kembali. Tapi jika Iran dan AS berhasil lanjut diplomasi, maka peluang minyak kembali mereda, dan mungkin tembus di bawah $90.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Candle weekly ditutup spinning tops. Biasanya cenderung menunjukkan peluang yang imbang untuk naik dan turun, dan tren berikutnya akan bergantung dari penutupan candle minggu depan. Secara struktur, bias bullish masih terbuka. Tapi jika support 1.15445 ditembus, maka peluang reversal akan terjadi, dan tekanan turun berpotensi dominan. Sikap ECB yang hawkish mungkin akan mencegah penurunan. Tapi di sisi lain, perang yang terus berlanjut di Iran akan membebani Euro karena kenaikan harga energi akibat perang berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Sedangkan jika perang berakhir, maka Euro berpotensi menguat
Resistance : 1.18500, 1.20800, 1.22000
Support : 1.16400, 1.13667, 1.11450
Outlook : Bearish
GBPUSD
Candle weekly ditutup bullish, dan bias bullish cenderung masih terbuka untuk minggu depan. Hal ini salah satunya dipicu oleh ekspektasi kenaikan suku bunga BOE, meskipun di sisi lain Gubernur BOE Andrew Bailey beberapa kali memberi pernyataan yang meredam ekspektasi tersebut. Jika BOE tetap menutup pintu untuk kenaikan suku bunga, maka Pound berpeluang turun dan area 1.33500 kemungkinan akan kembali diuji. Di sisi lain, jika perang di Iran berakhir, maka GBP berpeluang menguat karena diuntungkan dari peluang pelemahan USD dan resistance 1.36612 berpotensi tembus.
Resistance : 1.36610, 1.38000, 1.40000
Support : 1.33500, 1.31800, 1.30000
Outlook : Bullish
USDJPY
Belum banyak perubahan yang berarti bagi USDJPY. Candle ditutup dengan small body putih, bisa dikategorikan bullish, tapi juga bisa dianggap spinning tops karena tail atas dan bawah yang sama panjang. Dengan posisi tetap tertahan di zona 159.800, situasi mungkin akan ditentukan dari sikap kebijakan BOJ minggu depan. BOJ diperkirakan secara luas menahan suku bunga tetap, tapi pasar mencoba mencari petunjuk dari pernyataan bank sentral untuk kebijakan ke depan. Jika sikapnya hawkish (membuka peluang kenaikan suku bunga), maka USDJPY berpotensi turun menguji 158.000 atau bahkan lanjut turun. Sebaliknya, sikap dovish akan membuka peluang kenaikan tembus zona 161
Resistance : 160.500, 161.940, 163.000
Support : 157.800, 156.400, 154.820
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Candle weekly ditutup inverted hammer yang berarti secara struktural justru membuka ruang untuk terjadinya rebound atau pun penguatan minggu depan. Namun, situasi ini akan bergantung pada sikap Fed atau perkembangan geopolitik. Hawkish Fed atau gagalnya diplomasi berpotensi membuat dolar kembali menjadi safe haven. Ini berarti peluang kenaikan bisa saja menuju 99.590 yang merupakan gap yang sempat terjadi di 8 April yang lalu. Tapi jika diplomasi terjadi di akhir bulan, maka peluang kenaikan berpotensi terbatas dan berbalik turun.
Resistance : 99.500, 100,55, 101.5
Support : 97.00, 95.00, 94.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup bullish, dan polanya punya kemiripan dengan Nasdaq AS. Secara teori, kenaikan cukup terbuka lebar dan potensi cetak ATH baru. Secara struktural bias bullish juga masih cukup kuat. Tapi posisi RSI cukup mengkhawatirkan karena puncak ke-2 masih lebih rendah dari puncak pertama (lower high), sedangkan harga justru lebih tinggi (higher high) sehingga dibayangi bearish divergence. Selain itu, sikap BOJ juga akan menjadi tantangan. Jika sikapnya hawkish, maka peluang kenaikan suku bunga di pertemuan Juni berpotensi menekan balik indeks. Tapi jika tidak lebih hawkish, maka peluang kenaikan bisa mengincar 61800 (ATH baru)
Resistance : 61000, 61800, 62800
Support : 59010, 5835, 56120
Outlook : Bullish
HANG SENG
Candle weekly ditutup bearish menjadikan Hang Seng satu-satunya indeks saham yang berakhir lemah di minggu lalu dibanding lainnya. Namun, penurunan diperkirakan masih relatif terbatas mengingat hal itu terjadi setelah kenaikan di 3 minggu terakhir, meskipun tidak memberikan indikasi 3 white soldiers mirip Dow Jones maupun Nasdaq. Secara struktur, bias bullish tetap terbuka selama tidak terjadi tekanan di bawah 25080 (EMA50 Weekly) atau paling ekstrim di bawah 24669 (FR 38.2% weekly). Tapi di sisi lain, investor masih menunggu gebrakan yang akan dilakukan pemerintah China dan PBOC untuk pelonggaran kebijakan yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi.
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 25480, 24669 23600
Outlook : Bullish
NASDAQ
Candle weekly ditutup bullish untuk ke-4 kalinya secara beruntun. Ini berarti juga indeks sudah naik hampir 1 bulan terakhir. Secara teori, tanda-tanda kenaikan masih relatif kuat. Candle ke-4 bisa saja menandakan validasi dari pola “3 white soldiers” yang juga dimiliki Nasdaq selain Dow Jones. Jika resistance 28000 ditembus, kenaikan berpeluang lanjut ke 29100, dengan catatan semua ini akan berhasil jika sikap Fed tidak terlalu hawkish atau geopolitik membaik dengan diplomasi. Dan akan gagal jika yang terjadi adalah kebalikannya (Fed hawkish atau diplomasi gagal dan berlanjut tindakan militer)
Resistance : 27700, 28200, 29000
Support : 26800, 26025, 25000
Outlook : Bullish
DOW JONES
Candle weekly ditutup shooting star. Kondisi ini membuat pasar kemungkinan mulai melambatkan kenaikan yang terjadi di 3 minggu berturut-turut. Secara teori seharusnya indeks cenderung turun. Tapi fundamental dominan minggu depan dengan data ekonomi, pengumuman Fed dan juga situasi geopolitik yang tetap membayangi. Secara struktural, 3 candle bullish sebelumnya bisa saja menandakan pola “3 white soldiers”, biasanya mendukung kenaikan yang lebih kuat. Ini hanya akan berhasil jika sikap Fed tidak terlalu hawkish atau geopolitik membaik dengan diplomasi
Resistance : 50600, 51200, 52000
Support : 49000, 48500, 47500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.