11 - 15 Mei 2026
Quick Insights: Transisi Ketua Fed & Pertemuan AS-Iran
Pasar terus mencermati perkembangan konflik Timur Tengah memasuki bulan ke-3 sejak dimulainya serangan Israel dan AS ke Iran 28 Februari yang lalu. Situasi yang mendebarkan karena memasuki akhir pekan dengan saling serang keduanya di hari Kamis dan Jumat. Namun, kabar menyebut ada harapan untuk pertemuan keduanya di Pakistan minggu depan. Tak kalah penting, pasar juga menantikan momen peralihan kepemimpinan Fed dari Powell ke Warsh minggu depan.
Tantangan Warsh Tidak Muda
Bagi Warsh, tantangannya tidak semudah yang dibayangkan. Seandainya perang tidak pernah terjadi di 28 Februari, mungkin Warsh hanya tinggal mengikuti arahan Trump lalu dengan cepat menurunkan suku bunga. Tapi tantangannya sejak perang bergulir justru inflasi kembali memanas sehingga memaksa Fed harus menunda, bahkan terancam menaikkan suku bunga. Pasar akan mencermati apakah Warsh akan se-hawkish dulu. Tapi juga kekhawatiran tentang independensi semakin kuat saat Warsh mulai memimpin nanti
Inflasi AS & Transisi Kepemimpinan Fed
Minggu depan menjadi momen penting bagi Fed. Bukan hanya menghadapi data penting seperti inflasi, tapi juga masalah transisi kepemimpinan Powell yang akan mengakhiri jabatannya sebagai ketua Fed, lalu Kevin Warsh dijadwalkan langsung mengisi posisi itu di 15 Mei. Tugas berat menanti, dengan inflasi utama di hari Selasa diperkirakan naik ke 0.9%, dibayangi kenaikan harga bensin dan diesel, sementara inflasi inti di 0.3% m/m, dan 2.7% untuk y/y. Situasinya tidak lebih baik untuk Warsh setelah data NFP Jumat dirilis solid.
Konflik Timur Tengah Mulai Ganggu China?
Dampak konflik Timur Tengah juga dirasakan oleh Asia. China sebagai importir minyak Iran tentunya juga merasakan dampaknya. Minggu depan, pasar juga akan mencermati data inflasi dari China yang dirilis hari Senin. Cerita sesungguhnya tertuju pada PPI yang cenderung meningkat. Pasar akan sangat hiper-sensitif dengan bagaimana China mampu mengatasi dampak dari kenaikan harga energi dan juga dibebani oleh dampak tarif Trump.
Inggris vs Zona Euro
Kenaikan harga energi juga berdampak paling nyata di Eropa. Tapi pasar mendapati saat ini kecenderungan BOE dan ECB dalam perahu yang berbeda, meskipun pasar saat ini mengharapkan keduanya berada dalam badai inflasi yang sama. Pasar saat ini memperhitungkan secara signifikan pernyataan yang lebih hawkish di sisi Inggris daripada zona Euro. Inggris sangat bergantung pada energi, tapi harga gas lebih stabil dibanding kenaikan minyak. Sebagian lainnya berpikir ECB akan lebih hawkish di pertemuan Juni sehingga posisi EUR dan GBP menarik dicermati
Diplomasi AS-Iran
AS dan Iran saling serang di hari Kamis dan Jumat kemarin sehingga sempat menimbulkan kekhawatiran bagi pasar yang berpikir hal itu bisa membuat konflik semakin berlarut-larut tanpa penyelesaian. Namun, Trump kembali meyakinkan pasar bahwa gencatan senjata masih tetap berlaku sehingga pasar kembali tenang. Meski demikian, deadline yang ditentukan 3 hari untuk Iran memberi respon atas 14-poin proposal AS hampir habis, dan Iran belum memberi respon resmi. Pasar saat ini mengharapkan pertemuan keduanya benar terjadi minggu depan di Pakistan
AGENDA DATA EKONOMI
CNY CPI & PPI
11 Mei 2026
Dampak kenaikan harga energi menjadi penyebab bagi kenaikan inflasi global, tanpa terkecuali China. Namun, kenaikan ini bukan yang diharapkan karena tidak didorong dari kenaikan permintaan domestik. Namun, sorotan utama adalah PPI yang diperkirakan melonjak dari 0.5% ke 1.5%.
GER & US CPI
12 Mei 2026
Inflasi Jerman diperkirakan stabil di 2.9% y/y, tapi pasar akan mencermati jika terjadi kenaikan karena ikut mempengaruhi sebagian zona Euro. Sedangkan inflasi AS diperkirakan mulai menunjukkan tanda-tanda pendinginan, meskipun ada kekhawatiran tetap tinggi karena kenaikan harga minyak
US PPI
13 Mei 2026
Laporan ini menunjukkan inflasi dari sisi produsen di mana tingkat kenaikan harga produsen diperkirakan akan mempengaruhi inflasi PCE nantinya. Jika harga di tingkat produsen naik, maka dikhawatirkan akan membebani konsumen
UK GDP
14 Mei 2026
Inggris akan merilis data pertumbuhan GDP Q1 2026. Laporan sebelumnya berada di 1,0% y/y dan 0.1% untuk basis kuartal q/q. Jika data menunjukkan perlambatan, maka situasi ini mungkin akan membuat BOE bertahan untuk tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga di pertemuan mendatang
US Retail Sales
14 Mei 2026
Laporan sebelumnya menunjukkan pertumbuhan di 1.7% untuk retail sales utama, dan 1.9% untuk core retail sales. Namun, pasar akan mencermati dampak dari kenaikan harga energi terhadap daya beli konsumen AS. Jika melambat, maka posisi ini akan membuat Fed lebih berhati-hati sebelum menyesuaikan kebijakan moneternya
‘Triple Combo’ Event Ganggu Emas: Inflasi, Geopolitik & Pergantian Powell
Kabar buruknya adalah bahwa situasi geopolitik kemungkinan belum menunjukkan tanda-tanda segera berakhir, kecuali jika ada keajaiban yang membuat Iran akhirnya setuju dengan proposal AS, dan keduanya benar-benar bertemu di Pakistan untuk menyepakati perdamaian. Dua hari pertama minggu depan adalah beban sesungguhnya bagi emas. Dua minggu terakhir, emas selalu volatile di hari Senin, meski akhirnya stabil dan cenderung naik di hari kedua hingga jelang penutupan Jumat. Tapi situasi minggu depan mungkin belum tentu sama. Geopolitik, Inflasi AS, dan peralihan Powell ke Warsh berpotensi memicu pergerakan yang lebih luas bagi emas minggu depan. Weekly candle ditutup bullish, dan secara teori berarti menunjukkan peluang kenaikan akan lebih dominan minggu depan. Tapi resistance 4750 dan 4850 berpotensi menghadang. Terutama jika gagal naik di 2 hari pertama untuk minimal tembus 4750. Ini bisa menjadi alarm bahaya untuk emas. Tapi jika selamat dari ujian inflasi di hari Selasa, maka emas akan relatif lebih mudah naik sampai hadangan berikutnya di hari Jumat. Waspada support 4610 tetap terbuka, dan jika ditembus, maka penurunan kembali lirik zona 4500!
Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4750, 4850, 4950
(S) : 4610, 4550, 4420
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 101.30, 107.40, 115.00
(S) : 90.00, 85.50, 77.00
Jalur Diplomasi Kembali Terbuka, Pasar Minyak Tetap Waspada Jika Iran Tolak Proposal AS!
Meski aksi saling serang sempat terjadi di hari Kamis dan Jumat minggu lalu, tapi keduanya menganggap bahwa gencatan senjata dan pembicaraan ke arah diplomasi tetap berjalan. Pasar bisa sedikit tenang sehingga harga minyak relatif mereda setelah sebelumnya naik hingga 107 di awal pekan lalu. Kondisi ini belum sepenuhnya menggambarkan bahwa situasi perang benar-benar selesai. Tapi setidaknya harapan itu ada, terutama jika Iran merespon positif pada proposal AS, dan siap bertemu di Pakistan minggu depan. Kami tetap mewaspadai perkembangan terburuk jika ternyata Iran mengulur waktu dan memicu kemarahan AS. Tapi ada harapan jika Xi Jinping behasil membujuk Trump untuk bersikap melunak saat pertemuan keduanya di China 14-15 Mei mendatang. Secara teknis, kami mencari penurunan minimal di bawah $85 dan stabil. Jika terpenuhi, maka jalur penurunan di bawah $80 semakin terbuka lebar. Tentunya akan jauh lebih cepat jika geopolitik betul-betul membaik. Sebaliknya, kami juga mewaspadai kemungkinan kenaikan kembali mendorong harga di atas $110, terutama jika Trump kembali marah dan situasi geopolitik menjadi tidak terkendali.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Candle weekly ditutup bullish, secara teori mendukung kenaikan. Namun, bullish masih harus berjuang tembus di atas resistance 1.18500 lebih dulu sebelum berhadapan dengan resistance kuat lainnya di zona 1.20800. Data CPI Jerman mungkin bisa sedikit membantu, jika data dirilis lebih tinggi dari ekspektasi sehingga mendukung ECB untuk memperkuat nada hawkishnya di pertemuan Juni. Namun, situasi geopolitik juga memainkan peran, dan ketidakpastian akan membebani pertumbuhan zona Euro. Waspadai support 1.15600! Jika tembus, maka tren cenderung berbalik menjadi bearish
Resistance : 1.18500, 1.20800, 1.22000
Support : 1.16400, 1.15445, 1.13667
Outlook : Bullish
GBPUSD
Candle weekly ditutup bullish, kondisi ini memperkuat case untuk kenaikan lebih lanjut minggu depan. Tapi situasi bisa berubah drastis seandainya geopolitik tidak membaik. Sedangkan dari sisi data ekonomi, data GDP Inggris akan menjadi petunjuk, jika data melemah, maka berpeluang memperkecil ekspektasi kenaikan suku bunga BOE. Peluang penurunan secara teknis akan lebih kuat jika dipicu oleh penembusan support 1.33500. Tapi selama area tersebut tidak ditembus, maka masih cukup ruang untuk GBP kembali rebound. Sementara resistance 1.37800 minggu depan wajib ditembus untuk memperkuat case kenaikan lebih lanjut.
Resistance : 1.37800, 1.39200, 1.40000
Support : 1.33500, 1.31800, 1.30000
Outlook : Bullish
USDJPY
Kita butuh penurunan di bawah 154 untuk membuat keyakinan pasar bahwa intervensi yang dilakukan Jepang minggu lalu berhasil. Sejauh ini penurunan memang terjadi, tapi selalu diikuti rebound. Pertemuan Bessent dan Katayama di Tokyo minggu depan diharapkan menjadi petunjuk. Jika AS merestui, maka intervensi terkoordinasi mungkin jawabannya. Tekanan turun di bawah 154 membuka peluang penguatan Yen lebih lanjut, dan zona terjauh 150-151 bisa saja terjadi. Sebaliknya, risiko geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah bisa kembali membuyarkan upaya Jepang memperkuat mata uangnya dan zona 159-160 tetap membayangi
Resistance : 157.800, 160.500, 161.940
Support : 155.480, 154.820, 151.960
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Candle weekly ditutup bearish meskipun data NFP Jumat dirilis lebih baik dari ekspektasi. Pasar kemungkinan akan lebih fokus dengan inflasi di hari Selasa. Jika inflasi lebih dingin dari ekspektasi, atau sekedar “sesuai ekspektasi”, maka ada kemungkinan DXY bisa tembus di bawah support 97.800, dan berpotensi memicu pelemahan lebih lanjut. Sebaliknya, jika CPI menunjukkan kenaikan, maka DXY berpeluang berbalik menguat. Kenaikan di atas 98.700 berpeluang mengurangi pelemahan dolar, tapi masih perlu tembus 100 untuk membuat penguatannya berlanjut
Resistance : 99.500, 100,550, 101.50
Support : 96.800, 95.200, 94.000
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup bullish seolah-olah tidak terpengaruh oleh intervensi Yen yang dilakukan pejabat berwenang Jepang. Kenaikan diperkirakan dipicu oleh keuntungan perusahaan-perusahaan teknologi Jepang yang ikut terkena dampak dari kenaikan Nasdaq. Saham-saham teknologi menjadi paling kuat mendorong, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga BOJ kemungkinan tetap membayangi ke depan. Secara teknis, RSI juga masih belum menunjukkan tanda-tanda overbought sehingga peluang kenaikan diperkirakan berlanjut. Tapi, waspada potensi profit taking juga membayangi
Resistance : 64000, 65500, 67000
Support : 61800, 60900, 59010
Outlook : Bullish
HANG SENG
Candle weekly ditutup bullish dan membuka peluang untuk menjauh dari zona support 25400 yang selama 3 minggu berturut-turut membayangi indeks. Jika resistance 27170 berhasil ditembus, maka peluang kenaikan cukup terbuka. Target 28130 mungkin bisa dicapai seandainya indeks saham global tidak menghadapi kendala dari geopolitik. Pertemuan Trump dan Xi Jinping di China minggu depan bisa menjadi harapan. Tapi ketidaksepakatan antara keduanya bisa menjadi bumerang bagi indeks. Waspadai support 25400 sebagai zona psikologis! Selama tidak terjadi penurunan di bawah zona ini, maka indeks relatif aman untuk tetap di jalur kenaikannya
Resistance : 26500, 27500, 28150
Support : 25400, 25000, 24669
Outlook : Bullish
NASDAQ
Candle weekly ditutup bullish dan catatkan rekor rally 6 minggu berturut-turut. Dengan RSI yang belum memasuki periode overbought, kenaikan masih memiliki ruang untuk berlanjut. Apalagi jika laporan pendapatan perusahaan teknologi yang menjadi pondasi, cukup beralasan bagi Nasdaq terus mengalami kenaikan. Tapi disisi lain, data ekonomi juga akan berpengaruh. Dan kondisi perlu diwaspadai karena profit taking bisa membayangi sewaktu-waktu mengingat harga yang sudah terlalu tinggi dengan ATH di 3 minggu terakhir tanpa henti. Geopolitik yang memanas bisa menjadi penyebab, atau transisi Powell ke Warsh yang tidak mulus bisa membebani
Resistance : 29500, 30000, 31000
Support : 28200, 27610, 26500
Outlook : Bullish
DOW JONES
Candle weekly ditutup doji untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, ada pola yang dicurigai membentuk V-bottom pada grafik weekly. Jika kenaikan konsisten, maka hanya perlu menunggu konfirmasi penembusan resistance 50600 sebagai neckline, sekaligus membuka jalur kenaikan lebih lanjut, ATH baru dan mungkin mengejar ketinggalannya dari S&P maupun Nasdaq yang lebih dulu cetak ATH minggu lalu. Tapi perlu waspada, jika data inflasi tetap panas, maka tekanan Fed untuk menaikkan suku bunga semakin kuat, dan saham bisa berbalik turun
Resistance : 50600, 51200, 52000
Support : 49000, 48500, 47500
Outlook : Bullish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.