TOP GAINERS
| 1. International Business Machines (IBM) +15.95% |
| 2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +14.87% |
| 3. Merck & Co., Inc. (MRK) +10.07% |
| 4. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +7.60% |
| 5. GE Aerospace (GE) +6.91% |
TOP LOSERS
| 1. Walmart Inc. (WMT) -8.43% |
| 2. Nvidia Corporation (NVDA) -5.36% |
| 3. Uber Technologies, Inc. (UBER) -3.68% |
| 4. Starbucks Corporation (SBUX) -3.67% |
| 5. Alphabet Inc. (GOOG) -3.25% |
Pekan 18-22 Mei 2026 diwarnai oleh dua narasi besar yang menarik perhatian pasar secara bersamaan. Di satu sisi, gelombang investasi pemerintah Amerika di teknologi masa depan mendorong sejumlah saham teknologi melesat ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Di sisi lain, sejumlah perusahaan besar harus menghadapi kenyataan bahwa rencana bisnis mereka belum cukup meyakinkan di mata investor. Hasilnya, pasar kembali memilah dengan sangat selektif: saham dengan katalis nyata melesat, sementara yang dibayangi ketidakpastian mendapat tekanan cukup signifikan.
TOP 5 GAINERS
1. International Business Machines (IBM) +15.95%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 22 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 8 Mei 2026 ($1.69)
52-Week Range: $212.34 - $324.90
Weekly Range: $216.49 - $263.84
Previous Close Price: $253.80 (22 Mei 2026)
IBM menjadi saham dengan kenaikan paling mencolok pekan ini, dan pemicunya sangat konkret. Pemerintah Amerika mengumumkan investasi senilai $2 miliar untuk pengembangan teknologi komputasi kuantum, dan IBM sendiri berkomitmen menambahkan $1 miliar untuk membangun pabrik chip kuantum. Bagi pasar, ini adalah sinyal serius bahwa IBM bukan sekadar perusahaan teknologi lama yang hidup dari warisan masa lalu, melainkan kandidat pemain utama di era komputasi berikutnya. Analis dari Wedbush langsung menyebut investasi pemerintah ini sebagai katalis pertumbuhan baru bagi IBM. Perlu dicatat, sebagian analis masih skeptis dan memperkirakan manfaat komersial besarnya baru akan terasa sekitar tahun 2030, namun untuk saat ini, optimisme pasar jelas lebih mendominasi.
2. QUALCOMM Incorporated (QCOM) +14.87%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 29 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 4 Juni 2026
52-Week Range: $121.99 - $247.90
Weekly Range: $191.09 - $242.96
Previous Close Price: $238.27 (22 Mei 2026)
Qualcomm mencetak kenaikan besar setelah melaporkan hasil keuangan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar: total pendapatan $10,6 miliar, dengan penjualan di segmen otomotif yang memecahkan rekor sepanjang masa senilai $1,33 miliar atau tumbuh 38% dibanding tahun lalu. Ini adalah kuartal keempat berturut-turut Qualcomm berhasil melampaui estimasi analis Wall Street. Yang semakin menambah semangat investor adalah pengumuman pembelian kembali saham senilai $20 miliar, sebuah tanda kepercayaan diri dari manajemen bahwa bisnis mereka dalam kondisi prima. Analis dari Benchmark memasang target harga $225, sementara TD Cowen berada di $200. Dua angka itu sebenarnya berada di bawah harga pasar saat ini di $238, yang menandakan sebagian analis menilai kenaikan minggu ini sudah melampaui valuasi wajar mereka. Sementara itu, konsensus target dari mayoritas analis berada di kisaran $268, yang masih memberi ruang kenaikan sekitar 13% dari harga penutupan pekan ini.
3. Merck & Co., Inc. (MRK) +10.07%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 16 Maret 2026 ($0.85)
52-Week Range: $75.40 - $125.14
Weekly Range: $110.99 - $122.71
Previous Close Price: $122.55 (22 Mei 2026)
Merck melonjak lebih dari 10% didorong oleh kabar positif dari Eropa: badan pengawas kesehatan Uni Eropa memberikan rekomendasi positif untuk obat kanker andalan mereka, Keytruda, dalam kombinasi dengan Padcev untuk pengobatan kanker kandung kemih. Ini membuka jalan bagi persetujuan resmi yang bisa memperluas jangkauan pasar Merck secara signifikan di benua Eropa. Di tengah euforia ini, ada satu catatan yang tidak bisa diabaikan: penjualan vaksin Gardasil mereka turun 22% menjadi $1,07 miliar di kuartal pertama akibat permintaan yang lemah, dan manajemen sendiri tidak memproyeksikan pemulihan untuk sepanjang tahun 2026. Namun pasar pekan ini memilih untuk merayakan Keytruda terlebih dahulu, dan itu cukup untuk mendorong saham Merck naik tajam.
4. Advanced Micro Devices, Inc. (AMD) +7.60%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 27 April 1995
52-Week Range: $107.67 - $469.22
Weekly Range: $393.49 - $477.27
Previous Close Price: $467.89 (22 Mei 2026)
AMD mencatat kenaikan solid setelah mengumumkan komitmen investasi lebih dari $10 miliar di Taiwan untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan mereka, termasuk pengembangan teknologi pengemasan chip generasi berikutnya. Nilai perusahaan di bursa kini melampaui $750 miliar, dan CEO Lisa Su secara terbuka memproyeksikan pertumbuhan pasar prosesor sebesar 35% per tahun. Benchmark baru-baru ini menaikkan rekomendasi dengan target di $485. Di balik semua kabar positif ini, ada satu hal yang patut dicermati: ada aksi jual saham dari pihak internal perusahaan senilai sekitar $13,4 juta dalam rentang 8-15 Mei. Jumlahnya relatif kecil dibandingkan total nilai perusahaan, namun investor yang jeli biasanya selalu memperhatikan sinyal semacam ini.
5. GE Aerospace (GE) +6.91%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 16 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 9 Maret 2026 ($0.47)
52-Week Range: $232.24 - $348.48
Weekly Range: $282.18 - $304.68
Previous Close Price: $302.65 (22 Mei 2026)
GE Aerospace menutup pekan dengan kenaikan hampir 7%, ditopang oleh kombinasi laporan keuangan yang kuat dan kontrak baru dari militer Amerika. Dalam kuartal pertama 2026, GE mencatat lonjakan pesanan sebesar 87% menjadi $23 miliar, dengan pesanan dari segmen komersial naik 93%. Pendapatan tumbuh 29% menjadi $11,61 miliar dengan margin keuntungan operasional hampir 20%. Di pertengahan pekan, harga saham sempat bergoyang akibat kekhawatiran soal harga minyak dan kenaikan imbal hasil obligasi Amerika, namun berhasil ditutup positif setelah pengumuman kontrak dengan Angkatan Udara AS untuk pengembangan mesin jet generasi baru GE426.
TOP 5 LOSERS
1. Walmart Inc. (WMT) -8.43%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 20 Agustus 2026
Last Dividend Ex-Date: 21 Agustus 2026
52-Week Range: $93.43 - $135.16
Weekly Range: $118.92 - $135.22
Previous Close Price: $120.38 (22 Mei 2026)
Menjadi saham yang paling dalam koreksinya di antara para Losers pekan ini, hal tersebut terasa agak ironis bagi Walmart. Bisnis Walmart sebenarnya masih berjalan baik: pangsa pasar mereka tumbuh dan bisnis belanja online terus menanjak. Masalahnya datang dari pemangkasan panduan keuangan ke depan oleh manajemen, yang disebabkan oleh naiknya biaya bahan bakar yang mulai menekan keuntungan. Ada satu data dari CFO Walmart yang menarik perhatian pasar: para pelanggan mereka kini mengisi bahan bakar kendaraan dengan kurang dari 10 galon per kunjungan, sesuatu yang tidak pernah terjadi sejak 2022. Angka kecil itu mencerminkan tekanan nyata yang dirasakan konsumen Amerika saat ini. Meski begitu, analis dari JPMorgan justru melihat penurunan ini sebagai peluang beli, dengan keyakinan bahwa Walmart tetap akan menjadi pemenang jangka panjang di industri ritel.
2. Nvidia Corporation (NVDA) -5.36%
Last Earnings (Laporan Keuangan): 20 Mei 2026
Last Dividend Ex-Date: 11 Maret 2026 ($0.01)
52-Week Range: $132.92 - 236.54
Weekly Range: $214.84 - $227.56
Previous Close Price: $215.22 (22 Mei 2026)
Penurunan Nvidia pekan ini terasa paradoks mengingat laporan keuangan mereka yang baru dirilis pada 20 Mei sangat kuat: pendapatan $81,6 miliar dengan pertumbuhan 92% di segmen pusat data. Namun koreksi setelah kenaikan besar adalah hal yang sangat lumrah di pasar saham. Yang menambah tekanan adalah pengumuman kesepakatan Nvidia dengan Corning senilai $3,2 miliar untuk kebutuhan optik pusat data AI, yang memunculkan kekhawatiran investor soal kemampuan keuangan Corning untuk memenuhi komitmen tersebut. Kemitraan Nvidia dengan Uber untuk pengembangan teknologi kendaraan tanpa pengemudi tetap menjadi cerita menarik untuk jangka panjang, namun untuk pekan ini, investor lebih memilih mengunci keuntungan setelah periode kenaikan yang cukup panjang.
3. Uber Technologies, Inc. (UBER)-3.68%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 4 Agustus 2026
Next Dividend Ex-Date: N/A (Uber tidak membagikan dividen)
52-Week Range: $68.46 - $101.99
Weekly Range: $71.29 - $76.00
Previous Close Price: $71.84 (22 Mei 2026)
Uber mendapat tekanan dari berita rencana pengambilalihan penuh terhadap Delivery Hero, sebuah platform pengiriman makanan besar yang beroperasi di berbagai negara. Bagi investor, rencana ini memunculkan dua kekhawatiran sekaligus: risiko dari sisi regulasi, dan besarnya dana yang harus dikeluarkan Uber untuk mewujudkannya. Di saat yang sama, Uber juga tengah berkomitmen menginvestasikan $10 miliar untuk kendaraan otonom. Ketika sebuah perusahaan terlihat mengejar begitu banyak ambisi besar secara bersamaan, wajar jika sebagian investor memilih bersabar dan menunggu kejelasan arah. Bisnis Uber sendiri sebenarnya masih tumbuh solid dengan peningkatan total nilai pemesanan sebesar 25% di kuartal pertama, namun berita akuisisi ini lebih mendominasi sentimen pasar pekan ini.
4. Starbucks Corporation (SBUX) -3.67%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 28 Juli 2026
Last Dividend Ex-Date: 15 Mei 2026 ($0.62)
52-Week Range: $77.99 - $108.88
Weekly Range: $102.40 - $108.15
Previous Close Price: $103.11 (22 Mei 2026)
Starbucks menghadapi pekan yang cukup berat, bukan karena bisnisnya kolaps, melainkan karena serangkaian berita yang menciptakan kesan bahwa operasional perusahaan sedang dalam masa transisi yang penuh tantangan. Yang paling mengejutkan adalah pengumuman bahwa mereka telah menghentikan penggunaan alat manajemen inventaris berbasis AI setelah sembilan bulan berjalan, karena sistem tersebut terlalu sering salah menghitung stok produk dan mendapat banyak keluhan dari karyawan. Perusahaan kembali ke cara manual. Bersamaan dengan itu, mereka juga mengumumkan pemangkasan 300 posisi sebagai bagian dari rencana penghematan biaya senilai $2 miliar. Meski pendapatan kuartal ini masih tumbuh hampir 6%, laba per saham turun tajam lebih dari 52%, mengindikasikan tekanan profitabilitas yang belum sepenuhnya teratasi.
5. Alphabet Inc. (GOOG) -3.75%
Next Earnings (Laporan Keuangan): 23 Juli 2026
Next Dividend Ex-Date: 8 Juni 2026
52-Week Range: $149.49 - $383.39
Weekly Range: $378.25 - $404.50
Previous Close Price: $379.42 (22 Mei 2026)
Alphabet, perusahaan induk Google, menutup pekan sebagai salah satu saham yang terkoreksi, meski secara fundamental bisnis mereka masih dalam kondisi sangat sehat: margin keuntungan operasional di atas 32% dan rasio utang yang sangat rendah di angka 0,16. Tekanan utama datang dari kekhawatiran investor atas besarnya pengeluaran modal perusahaan, termasuk investasi $15 miliar untuk pusat data berbasis AI di Missouri. Di mata sebagian investor, pengeluaran besar semacam ini memang diperlukan untuk bersaing di era AI, namun pertanyaan soal kapan investasi tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan nyata belum terjawab dengan jelas. Dari sisi valuasi, koreksi ini sebenarnya membuat saham Alphabet semakin menarik: rasio harga terhadap laba turun dari 28,58 kali menjadi 21,71 kali hanya dalam satu kuartal.
Pekan 18-22 Mei 2026 kembali membuktikan bahwa di pasar saham, yang paling sering menentukan arah harga bukan seberapa bagus kinerja bisnis sebuah perusahaan hari ini, melainkan seberapa jauh hasilnya berbeda dari apa yang sudah diperkirakan pasar sebelumnya. IBM dan Qualcomm melonjak karena ada katalis konkret yang melampaui ekspektasi. Walmart dan Nvidia terkoreksi bukan karena bisnis mereka bermasalah, melainkan karena ada celah antara harapan pasar dan kenyataan yang disampaikan manajemen. Pekan depan, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi dagang AS dan sinyal terbaru dari The Fed soal arah suku bunga. Dua faktor itu masih akan menjadi penentu utama sentimen Wall Street dalam waktu dekat
Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures