Weekly Market Wrap: Top 5 Gainers & Losers 14 - 18 September 2026

Published on 09/20/2026

Saham AMD dan Intel melonjak di atas 14% pekan ini, sementara Comcast dan Netflix tertekan cukup dalam. Simak penyebab di balik pergerakan 10 saham Wall Street dengan performa terbaik dan terburuk.

TOP GAINERS

TOP LOSERS

Pekan ini pasar saham Amerika Serikat didominasi satu cerita besar, yaitu kebangkitan sektor cip. Advanced Micro Devices (AMD) dan Intel (INTC) memimpin daftar saham penguat dengan kenaikan di atas 14%, disusul Nvidia (NVDA), Oracle (ORCL), dan Qualcomm (QCOM). Di sisi lain, saham Comcast (CMCSA), Netflix (NFLX), IBM, Bank of America (BAC), dan Salesforce (CRM) tertekan oleh kabar buruk dari masing-masing perusahaan dan perpindahan dana investor ke sektor teknologi perangkat keras. Berikut penjelasan singkat di balik pergerakan kesepuluh saham tersebut.

1. Advanced Micro Devices (#AMD) +15.63%

Saham AMD naik paling tinggi berkat kabar bahwa penyedia layanan komputasi awan khusus AI menaikkan tarif penggunaan cip. Prosesor (CPU) AMD ikut merasakan lonjakan permintaan. Pasar juga merespons positif rumor performa cip grafis (GPU) generasi 2027 yang berpotensi memperkuat posisi AMD di hadapan pesaing utamanya.

2. Intel Corporation (#INTC) +14.77%

Saham Intel melonjak setelah Reuters melaporkan bahwa perusahaan ini sedang berdiskusi dengan SK Hynix untuk memproduksi cip memori di pabrik Intel di Ohio, Amerika Serikat. Jika terwujud, kerja sama ini bisa membuat kapasitas pabrik Intel terpakai lebih optimal, dan investor menyambutnya dengan positif.

3. Nvidia Corporation (#NVDA) +5.88%

Nvidia ikut naik seiring membaiknya sentimen terhadap sektor cip secara keseluruhan. Naiknya tarif komputasi awan berbasis cip AI juga memperkuat harapan pasar bahwa keuntungan di sektor ini akan tetap tebal.

4. Oracle Corporation (#ORCL) +3.21%

Oracle menguat karena investor memburu saham yang terkait pertumbuhan infrastruktur AI dan layanan komputasi awan. Permintaan yang terus tumbuh di area ini membuat Oracle ikut terangkat oleh arus dana yang masuk ke sektor teknologi.

5. QUALCOMM Incorporated (#QCOM) +2.19%

Qualcomm naik tipis didukung permintaan cip untuk ponsel dan server yang masih solid. Kenaikannya lebih kecil dibanding AMD dan Intel, tetapi tetap sejalan dengan arah sektor cip pekan ini.

1. Comcast Corporation (#CMCSA) -10.43%

Saham Comcast turun paling dalam setelah CFO Jason Armstrong memperingatkan bahwa jumlah pelanggan internet rumah masih akan menurun pada kuartal ini. Comcast juga menghadapi perang harga dari para penyedia internet berbasis serat optik, sehingga investor khawatir tekanan ini belum akan segera berakhir.

2. Netflix Inc. (#NFLX) -9.67%

Netflix melemah setelah Wells Fargo menurunkan peringkatnya menjadi Underweight, yang setara dengan rekomendasi jual. Analis menyoroti turunnya keterlibatan penonton dan kekhawatiran bahwa katalog konten orisinal baru akan kurang kuat pada paruh kedua tahun ini.

3. International Business Machines (#IBM)-7.87%

Saham IBM turun karena investor memindahkan dana dari perusahaan perangkat lunak dan layanan teknologi tradisional ke sektor cip yang sedang naik daun. IBM ikut terseret arus perpindahan dana tersebut.

4. Bank of America Corporation (#BAC)  -7.04%

Saham Bank of America melemah seiring keluarnya dana investor dari sektor perbankan. Dana tersebut berpindah ke saham teknologi perangkat keras dan cip yang pekan ini menawarkan kenaikan harga jauh lebih besar.

5. Salesforce, Inc. (#CRM) -6.52%

Salesforce tertekan oleh pola yang sama, yaitu investor menjual saham perangkat lunak bisnis dan memindahkan dananya ke sektor cip. Selama momentum sektor cip masih kuat, saham perangkat lunak cenderung kurang diminati.


Pekan ini menunjukkan seberapa cepat arah dana di Wall Street bisa berubah, dari perbankan, perangkat lunak, dan hiburan menuju sektor cip dan infrastruktur AI. Namun, perlu diingat bahwa pergerakan satu pekan belum tentu menjadi tren jangka panjang. Investor sebaiknya tetap memantau apakah kenaikan di sektor cip berlanjut dan apakah saham-saham yang turun mulai menemukan pijakan baru pada pekan depan.

Semua saham yang disebutkan dalam artikel ini tersedia untuk diperdagangkan sebagai CFD di Agrodana Futures.