Kongres AS menyetujui dana darurat, data di sektor tenaga kerja tidak akan mengalami penundaan

Published on 10/03/2023

Dolar kembali menguat terhadap mata uang lainnya dengan terhindar dari penutupan sejumlah instansi pemerintah setelah tercapainya kesepakatan dana darurat oleh Kongres AS, meskipun dana anggaran yang disetujui tersebut hanya cukup untuk masa kurang dari 2 bulan. Namun ini sudah menjamin dipastikannya data sektor tenaga kerja terutama Non-Farm Payroll pekan ini tidak akan mengalami penundaan. Penundaan akan menimbulkan ketidakpastian bagi Fed untuk menentukan langkah moneter yang tepat. Fundamental ekonomi di AS menunjukkan pemulihan di sektor manufaktur terus berlangsung dengan data PMI mengalami peningkatan baik dari S&P maupun ISM yang lebih baik dari perkiraan dan semakin mendekati ambang batas ekspansif 50. Komponen tenaga kerja dari data ISM tersebut juga menunjukkan peningkatan dari 48.5 menjadi 51.2. Kondisi ekonomi di AS yang terus meningkat berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi di Eropa membuat permintaan akan mata uang dolar terus meningkat. Hal ini semakin memperkuat peluang akan bertahannya suku bunga acuan di level tertinggi saat ini untuk waktu yang lebih lama dari perkiraan guna menekan inflasi untuk mencapai target yang diinginkan. Ketua Fed – Jerome Powell dalam pidato semalam juga semakin memperkuat peluang tersebut dengan mengatakan masih perlunya menjaga stabilitas harga agar inflasi tetap terkendali. Sedangkan Wakil Ketua Fed – Michael Barr di tempat berbeda mengatakan suku bunga acuan sudah mendekati level cukup tepat untuk terus menekan inflasi namun suku bunga saat ini perlu dipertahankan di level tersebut untuk jangka waktu yang lebih lama. Namun ada juga pejabat Fed yang merasa perlu untuk terus menaikkan suku bunga acuan yaitu Gubernur Fed – Michelle Bowman yang mengatakan hal tersebut jika inflasi tidak juga turun atau laju penurunannya terlalu lemah. Yield obligasi pemerintah AS jangka 10 tahun juga mencapai level tertinggi sejak tahun 2007, begitu pula dengan jangka 2 tahun maupun 30 tahun semuanya terus menguat yang  semakin mengangkat mata uang dolar. Hari ini akan dirilis data optimisme ekonomi dari IBD/TIPP dan data lowongan kerja dari JOLTS.

Euro semakin terpuruk hingga tembus dibawah level 1.05 terhadap dolar. Meskipun data ekonomi relatif positif dengan data PMI di sektor manufaktur yang cukup meningkat melampaui perkiraan di beberapa wilayah di kawasan ini walau untuk Uni Eropa secara keseluruhan masih stabil 43.4, masih dalam zona kontraksi dengan di bawah ambang batas eskpansif 50. Sedangkan tingkat pengangguran juga relatif stabil di angka 6.4% sesuai perkiraan, meski data periode sebelumnya direvisi menurun dari 6.4% menjadi hanya 6.3%. Hari ini diperkirakan akan semakin menurun seiring dengan liburan di Jerman merayakan observance of German Unity Day.

Poundsterling juga terus melemah terhadap dolar seiring dengan data aktifitas ekonomi di sektor manufaktur masih dalam zona kontraksi. Data PMI di sektor manufaktur hanya sedikit meningkat dari 44.2 menjadi 44.3 walaupun diatas perkiraan sama seperti periode sebelumnya. Pejabat Bank Sentral Inggris (BOE) – Catherine Mann dalam pidato semalam mengatakan inflasi terlalu dianggap sepele sehingga saat ini tingkat inflasi masih di batas tertinggi. Awalnya tidak terlalu mendukung kenaikan suku bunga acuan, namun saat ini justru memihak untuk terus melanjutkan kenaikan suku bunga acuan. Hari ini tidak ada data penting yang akan dirilis. Data penting berikutnya akan dirilis esok hari berupa data PMI di sektor jasa.