Sinyal Dovish dari Fed, Emas Pantau ISM Malam ini!

Published on 08/05/2025

Harga emas berhasil perpanjang kenaikannya sampai 3385 setelah pernyataan Mary Daly yang dovish di tengah minimnya data ekonomi di hari Senin.

Gold (Emas)

Penggerak Pasar

Imbal hasil Treasury AS kembali ditutup turun, sedangkan dolar nampak ditutup sedikit rebound. Hal ini masih relatif menguntungkan bagi emas sehingga berhasil ditutup naik. Namun pasar kemungkinan masih menunggu beberapa hal yang menjadi concern utama minggu ini, diantaranya penunjukkan ketua BLS dan juga pengganti Adriana Kugler di Dewan Gubernur Fed.

Sementara data factory orders dirilis sesuai ekspektasi, mengalami penurunan dari 8.3% menjadi -4.8%. Tapi pasar mungkin masih perlu data lebih lanjut yang menunjukkan apakah tarif sudah mulai mempengaruhi pesanan manufaktur atau tidak. 

Kekhawatiran Bergeser ke Tarif Sekunder

Kesepakatan tarif yang dicapai di minggu terakhir sebelum deadline 1 Agustus sepertinya sudah tidak lagi menjadi concern utama. Saat ini pasar berusaha mencerna dan mencermati dampak mulai diberlakukannya tarif resiprokal terhadap ekonomi, terutama inflasi. Uni Eropa sepakat untuk tunda tarif balasan sampai 6 bulan ke depan, dan tim ekonomi AS dan Uni Eropa sedang bekerja untuk menyelesaikan Pernyataan Bersama tentang perdagangan.

Fokus kini bergeser pada tarif sekunder yang diancamkan Trump terhadap negara-negara yang membeli minyak dan produk lainnya dari Rusia. India menjadi target pertama. India membeli perlengkapan militernya dari Rusia, juga termasuk minyak dari Rusia. Trump memperingatkan untuk berhenti membeli dari Rusia atau kena tarif sekunder. Tapi respon India diluar dugaan tetap akan membeli minyak Rusia, dan hal itu membuat Trump mengumumkan kenaikan tarif untuk India, selain 25% yang dikenakan, juga tarif sekunder yang sampai saat ini belum jelas berapa besar.

India mengatakan penargetan terhadap India tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk akal. India akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya. India beralasan mulai mengimpor dari Rusia karena pasokan tradisional dialihkan ke Eropa setelah pecahnya konflik. Dan AS saat itu secara aktif mendorong impor semacam itu oleh India untuk memperkuat stabilitas pasar energi global. 
Ketegangan ini dikhawatirkan menimbulkan ancaman perang tarif lebih lanjut. Dan apa yang terjadi pada India, juga bisa mengancam China karena China bersama India dan Turki tercatat sebagai pembeli minyak Rusia terbesar. Ini berarti bisa saja mengancam gencatan perang tarif AS-China yang akan berakhir 12 Agustus mendatang terancam batal diperpanjang, terutama jika China tidak mau mengikuti saran AS untuk berhenti membeli minyak Rusia. Jika China putuskan untuk melawan, maka kesepakatan Mei dan Juni kemungkinan bisa batal, dan gencatan perang tarif berpotensi terhenti. Dan hal ini bisa menimbulkan kembali kekhawatiran atas tarif 145% dari AS untuk China dan 125% dari China untuk AS.

banner youtube agrodana1

Daly Dukung 2 Kali Penurunan Suku Bunga

Presiden Federal Reserve San Francisco, Mary Daly memberikan pernyataan yang lebih dovish. Daly mencatat bahwa penurunan suku bunga di bulan September belum pasti, tapi pada dasarnya dia mendukung 2 kali penurunan suku bunga di tahun ini.

Daly mengatakan dirinya nyaman dengan keputusan Fed mempertahankan suku bunga bulan Juli, tapi kurang nyaman untuk membuat keputusan yang sama lagi dan lagi. Dia menambahkan 2 kali penurunan masih menjadi jumlah penyesuaian yang tepat. Tapi mungkin bisa lebih sedikit dari 2 kali, atau kemungkinan besar perlu melakukan lebih banyak. 

Daly menambahkan dirinya tidak melihat adanya indikasi pengaruh tarif yang berkelanjutan terhadap inflasi. Pasar kerja tidak terlalu lemah, tapi melemah dan pelemahan lebih lanjut tidak akan diharapkan. Dan Daly menegaskan bahwa Fed tidak bisa menunggu untuk memastikan tidak ada inflasi yang terus berlanjut, tapi Fed perlu membuat keputusan berdasarkan apa yang ada. 

Fokus Malam ini

Investor akan mencermati data PMI services yang akan dirilis malam nanti. Data ini setidaknya bisa memberi petunjuk apakah dampak tarif sudah mempengaruhi industri di AS. Akan ada 2 versi data, versi S&P Global dan versi ISM. Seperti biasa yang sudah dan selalu dilakukan saat dua versi data dirilis, adalah Anda hanya perlu cermati versi ISM yang kemungkinan lebih direspon pasar. 

Jika data dirilis lebih rendah dari ekspektasi, maka emas berpeluang naik. Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang turun. 

Ketidakpastian akan membuat emas kembali dilirik sebagai safe haven, sehingga meskipun geopolitik tidak meningkat nantinya, penurunan emas kemungkinan terbatas, dan berpotensi kembali rebound karena dibayangi ketidakpastian ekonomi dan ekspektasi penurunan suku bunga Fed tersebut.

Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah! 

banner youtube agrodana2

Analisis Teknikal Gold

Candlestick daily ditutup bullish, tapi dengan range yang lebih sempit dibanding kenaikan sehari sebelumnya. Ini dimungkinkan terjadi setelah kenaikan yang cepat di hari Jumat sehingga pasar cenderung membatasi agresivitasnya di awal pekan sebelum menghadapi beberapa rintangan lainnya yang akan muncul di minggu ini. Tertinggi sentuh 3385.45, sekaligus menandakan penembusan resistance area 3364-3373 yang sebelumnya cukup kuat menahan kenaikan. 

Meski demikian kenaikan sepertinya belum terlalu stabil sehingga ancaman koreksi turun masih bisa terjadi, terutama jika ISM services nanti malam cenderung lebih baik dari ekspektasi. Waspada support area 3344.99 (low kemarin), dan 3307.99 (high 29 July 2025). Sedangkan penembusan di atas 3393 akan membuka peluang kenaikan lebih lanjut, tembus zona 3400-an kembali

slide20

Di H4, kenaikan berlanjut, naik hingga 3385, tembus resistance 3373 yang berada di zona orange (area 3364-3373). Tapi kenaikan yang belum stabil diperkirakan akan dibayangi oleh potensi koreksi turun yang bisa kembali terjadi. Zona orange 3364-3373 menjadi support terdekat, sedangkan FR 38.2% 3345 dan MA 200 yang ada di 3339 kemungkinan support berikutnya yang diperkirakan menjadi sasaran koreksi turun. 

Secara teknis, trader memiliki peluang untuk kembali lakukan buy saat koreksi turun sentuh zona orange atau kisaran antara MA 200 dan FR 38.2%. Atau maksimal koreksi di zona merah yang secara kebetulan berhimpitan dengan FR 50% 3333 dan 61.8% 3321. Alternatif lain adalah jika resistance 3385 ditembus, sehingga tren naik berlanjut menuju target resistance berikutnya di kisaran 3393-3400.

Data ISM service nanti malam kemungkinan bisa menjadi petunjuk berikutnya. Jika data dirilis lebih baik dari ekspektasi, maka emas berpeluang koreksi lebih lanjut, dan penurunan kemungkinan dekati MA 200 atau area arsir merah. Tapi jika data dirilis lebih lemah dari ekspektasi, maka koreksi emas diperkirakan tidak sentuh zona merah, dan harga berpotensi lanjutkan kenaikan.

Peluang penurunan kemungkinan relatif minim mengingat kondisi fundamental yang saat ini mendominasi seperti ketidakpastian tarif sekunder yang berpotensi picu ketegangan tarif baru dengan Rusia dan China, penunjukkan ketua BLS yang berpotensi memicu ketidakpercayaan investor pada data AS, dan juga termasuk penggantian gubernur Fed setelah pengunduran diri Adriana Kugler. 

Estimasi terjauh dari penurunan (jika geopolitik reda dan tembus support 3320) kemungkinan berada di kisaran 3270-3282.

slide21

Per jam 10.00 WIB, harga berada di 3374.00, dengan high di 3382.41 dan low 3373.36. Secara teknis, area 3366-3373 adalah “resistance become support” sehingga koreksi saat ini terjadi relatif normal. Namun, bearish divergence terdeteksi sehingga estimasi penurunan untuk koreksi kemungkinan bisa berlanjut mendekati area FR 23.6% 3360 atau FR 38.2% 3345.  

Sementara dari Elliott wave diperkirakan wave 3 diperpanjang yang semula diharapkan berada di 3360, menjadi puncaknya di 3385 karena penurunan kemarin tidak terjadi sesuai target 3330. Dengan demikian wave 4 diperkirakan baru muncul hari ini, dengan catatan kemungkinan panjangnya 38.2% dari panjang wave 3. Ini berarti zona buy idealnya akan berada di kisaran 3339-3345 atau zona merah 3344-3353.

Sebaliknya, sell disarankan hanya jika terjadi penurunan di bawah 3321 (Fr 61.8%), atau jika data ISM nanti malam dirilis “jauh lebih baik dari ekspektasi”. Potensi target diperkirakan melirik zona 3310-3315 atau terjauh 3300.

Sebaliknya, jika data lebih lemah dari ekspektasi, maka emas punya alasan untuk lanjutkan kenaikan, didukung faktor ketidakpastian tarif dan geopolitik.

Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4! 

Trading Strategy: 
Opsi BUY on Dip
Entry: 3348.00 – 3350.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward :  3362.00 ($12 - $14) 
(follow/pertahankan BUY jika tembus 3385.00,
Target terdekat 3393, terjauh 3405, SL sesuaikan kebutuhan)
Stop Loss: 3342.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di bawah 3344.00)
Risk Reward: 1: 2 

Opsi SELL jika support ditembus
Entry : 3318.00 – 3320.00 
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 3306.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 3326.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di atas 3325)
Risk Reward: 1: 2

Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

Research & Analysis PT Agrodana Futures

1 PIP Fixed Spread