Gold (Emas)
Penggerak Pasar
Imbal hasil Treasury AS 10 tahun dan USD kembali menguat di sesi perdagangan hari Kamis. Emas pun mengalami tekanan lebih lanjut hingga tembus di bawah 5100. Situasi geopolitik yang tidak reda membuat pasar kembali khawatir dengan lonjakan harga minyak hingga $96 per barel sehingga pasar kini tidak lagi mengharapkan penurunan suku bunga Fed dalam waktu dekat, dan hal itu menjadi sentimen negatif untuk emas.
Data ekonomi cenderung diabaikan oleh pasar di tengah kekhawatiran situasi geopolitik yang kembali memanas.
Selat Hormuz Tetap Ditutup
Sebelumnya, pernyataan pemimpin baru Iran mengatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup. Situasi tersebut langsung memicu lonjakan harga minyak kembali sehingga kekhawatiran inflasi kembali menekan harga emas yang saat itu sempat naik ke zona 5190.
Namun setelah itu pernyataan berikutnya dari pejabat Iran memberi sinyal yang berbeda. Pernyataan terbaru menunjukkan upaya meredakan kekhawatiran terkait gangguan total lalu lintas kapal tanker yang melalui Selat Hormuz. Jubir Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menyebut bahwa banyak kapal yang masih bisa melewati Selat Hormuz jika melakukan koordinasi dengan Angkatan Laut Iran. Hal itu cenderung dianggap pernyataan yang akomodatif dan meredam kekhawatiran pasar. Tapi emas tetap sulit untuk naik di tengah ancaman eskalasi yang terus meningkat, terutama memasuki akhir pekan, dan kenyataan bahwa harga minyak masih berada di zona $95/96.
Di tengah kabar buruk, ada kabar baik. Wakil Menteri Keuangan Iran yang juga berusaha menenangkan kekhawatiran pasr, menyebutkan bahwa Iran tidak menanam ranjau laut di Selat Hormuz seperti yang dituduhkan AS. Bahkan Iran tetap mengizinkan beberapa kapal untuk terus melintas di perairan tersebut.
Fokus Malam ini
Di luar geopolitik, pasar perlu mencermati lebih dulu data PCE yang akan dirilis berbarengan dengan data GDP dan Durable goods nanti malam di jam 19.30 WIB. Namun, semua akan lebih fokus dengan data PCE yang merupakan indikator inflasi yang disukai Fed. Core PCE sebelumnya di 0.4% m/m dan 3.0% y/y. Laporan terbaru diperkirakan naik menjadi 4.1% y/y dan stabil untuk basis bulanan di 0.4% m/m.
Data yang lebih tinggi dari ekspektasi akan memicu aksi jual emas berlanjut. Sedangkan data yang lebih lemah dari ekspektasi akan mendorong emas kembali rebound/naik.
Tapi seperti 2 minggu sebelumnya secara berturut-turut, situasi belum banyak berubah pada geopolitik. Kami tetap sarankan jika data ekonomi selesai dirilis, maka tetap kembali fokus dengan situasi geopolitik akhir pekan. Kemungkinan data tidak akan terlalu direspon, dan cenderung reaksinya ditunda sampai ke FOMC minggu depan.
Sedangkan terkait geopolitik, sebaiknya hindari overnight mengingat situasi saat ini yang relatif labil, tidak bisa dipastikan apakan emas gap up atau gap down minggu depan.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bearish, secara teori peluang turun tetap membayangi. Situasi ini dilatarbelakangi eskalasi geopolitik yang kembali membuat harga minyak naik dan menekan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Secara umum, mungkin terjadi pengulangan mirip akhir pekan lalu di saat eskalasi geopolitik meningkat di akhir pekan sehingga perlu mewaspadai potensi eskalasi yang bisa terjadi di akhir pekan ini.
Secara struktural, tren utama masih bullish. Namun, situasi geopolitik yang tidak menentu membuat investor enggan untuk terlalu berspekulasi lebih lanjut, setidaknya sebelum keputusan FOMC minggu depan. Support 4996-5016 terancam setelah harga berhasil tembus di bawah 5120 kemarin, meski saat ini sedikit tertahan di 5050. Sedangkan bullish butuh minimal kembali naik di atas 5164/5165 untuk membuka ruang kembali ke jalur kenaikannya.
Di H4, trendline 5120 berhasil ditembus sehingga saat ini berperan sebagai resistance. Untuk sementara penurunan tertahan oleh MA 200 yang ada di 5083, meski semalam sempat turun sampai 5054. Dalam jangka pendek, bearish diperkirakan mendominasi, terutama jika berhasil lebih lanjut tembus MA 200.
Saat artikel ditulis, rebound sempat menguji kembali zona ungu 5112-5146, dan berhasil terhenti di 5128, diikuti penurunan ke 5109. Dengan situasi geopolitik yang kemungkinan tetap memanas hingga akhir pekan, dan memicu kenaikan harga minyak mentah kembali, maka emas berpeluang lanjut mendapat tekanan ke bawah dalam jangka pendek. Penembusan MA 200 akan menekan lebih lanjut ke zona 4996-5016 (area yang pernah menahan penurunan 3 Maret 2026), dan jika zona tersebut ditembus, maka peluang tekanan berlanjut hingga zona pink 4854-4907.
Bahkan dalam skenario paling ekstrim, dimungkinkan emas turun hingga zona abu-abu kisaran 4631-4712. Ini bisa terjadi jika harga minyak lanjut melonjak di atas $100 atau bahkan lebih dari $120/barel, ditambah dengan data PCE yang ternyata mengalami lonjakan.
Sebaliknya, situasi bisa berubah seandainya data PCE nanti malam cenderung dingin, dan harga minyak mentah bertahan di kisaran $86-$95 (tidak ada lonjakan yang dikhawatirkan). Kondisi ini setidaknya bisa meredam ketegangan ke akhir pekan dan emas berpeluang rebound jika zona 4996-5000 atau support 4854-4907 tidak ditembus. Demand diperkirakan akan muncul di antara kedua zona sehingga mampu mendorong kembali harga untuk rebound.
Jika kondisi yang disyaratkan terpenuhi, Anda bisa mulai incar buy di salah satu zona support tersebut.
Per jam 10.40 WIB, harga berada di 5109.10 dengan high 5128.25, dan low 5073.01. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 13 Maret 2026, maka strategi tersebut sudah tepat, langsung sentuh zona sell dan juga langsung turun hingga zona TP 2 karena saat artikel ditulis, harga kembali ke level 5109. Meski demikian, penurunan diperkirakan masih dominan sehingga strategi sell dipertahankan.
Secara umum, selama tidak ada kenaikan di atas 5155-5165, sell tetap disarankan. Dalam waktu dekat tunggu pantulan sedikitnya ke zona 5115-5120 untuk kembali mengincar sell. Bahkan jika tekanan berlanjut, maka penembusan di bawah 5100 bisa juga dipertimbangkan untuk follow sell dengan potensi terdekat support 5085, dan terjauh 5050-5054, area low tadi malam.
Yang perlu diperhatikan malam nanti data PCE. Jika setelah data PCE tekanan berlanjut, maka peluang buy kemungkinan bisa dipertimbangkan di zona biru kisaran 4960-4976. Ini dengan pertimbangan bahwa tekanan sudah cukup besar, dan support diperkirakan efektif sebagai zona demand sehingga ada peluang untuk rebound lebih dulu.
Meski demikian, tidak disarankan menahan posisi apapun ke akhir pekan karena risiko geopolitik yang ada di akhir pekan dikhawatirkan memicu open gap di hari Senin.
Pasar juga diperkirakan baru akan pulih setelah mendapat kepastian dari FOMC sehingga kemungkinan dampak kekhawatiran harga minyak masih dominan sampai ke akhir pekan!
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy:
Opsi SELL on Rally
Entry: 5125.00 – 5127.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 51113 ($12 - $14)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 5100, target terdekat 5090, terjauh 5080, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 5133.00 ($6 - $8)
(ideal 3-5 poin di atas 5135.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY on Dip
Entry : 4960.00 – 4962.00
(atau cek di artikel untuk area alternatif )
Target/Reward: 4974.00 ($12 - $14)
Stop Loss: 4954.00 ($6 - $8)
(ideal SL 3-5 poin di bawah 4953)
Risk Reward: 1: 2
Disclaimer: Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis PT Agrodana Futures
