Gold
Penggerak Pasar
Imbal hasil obligasi US 10-tahun mendekati level 5% (4.975%) dan tenor 30 tahun melonjak hingga 5.383% sehingga mendorong penguatan dolar yang menyebabkan emas tertekan di sesi tersebut. Bahkan penurunan berlanjut pagi ini saat artikel ditulis hingga mendekati level 4300 (low sementara 4304).
Lonjakan harga minyak yang didorong oleh situasi Timur Tengah yang terus memanas dan laporan produksi Arab Saudi yang turun hingga level terendah sejak 1990, membuat pasar cemas bahwa situasi tersebut bisa memicu kembali lonjakan inflasi akibat gangguan pasokan. Data PPI yang melonjak ke 5.4% dari 4.7% y/y juga menambah tekanan bagi emas karena memperkuat alasan untuk kenaikan suku bunga Fed di bulan September.
3 Faktor Utama Sebelum Fed Meeting
Situasi geopolitik yang tidak menentu semakin diperparah oleh pernyataan Trump yang mengatakan bahwa dia tidak dalam rencana untuk mencapai kesepakatan apapun dengan Iran dalam waktu dekat. Bahkan Trump menyebut bahwa harga minyak kemungkinan baru akan turun setelah Midterm Election di US 4 November mendatang.
Kondisi ini membuat pasar menangkap sinyal perang masih akan berlanjut dan tidak akan mereda dalam waktu dekat sehingga mendorong kenaikan harga minyak WTI. Di sisi lain, Arab Saudi juga melaporkan kuota produksinya ke OPEC yang turun ke level terendah sejak 1990. Bahkan tercatat lebih rendah dari produksi April 2026.
Lonjakan harga minyak di atas $100 per barel membuat pasar kembali dihantui oleh lonjakan inflasi beberapa waktu ke depan yang tergambarkan pada kondisi imbal hasil obligasi yang sudah naik pasca kekecewaan pasar terhadap program buyback obligasi Departemen Treasury US yang dianggap terlalu kecil untuk meredam gejolak pasar keuangan. Pasar menginginkan imbal hasil yang lebih tinggi untuk memegang surat utang pemerintah US.
Berikutnya datang dari PPI yang dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, 5.4% vs 4.7% y/y untuk PPI utama, dan 4.6% vs 4.2% y/y untuk core PPI.
Kombinasi ketiganya membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Fed minggu depan tidak terhindarkan sehingga memicu tekanan pada emas. Namun, kondisi ini belum final karena pasar masih akan mencermati data CPI yang baru akan dirilis malam nanti. Tapi dengan data inflasi produsen (PPI) yang melonjak, ditambah situasi geopolitik yang belum akan reda dalam waktu dekat, praktis membuat pasar memperhitungkan kemungkinan inflasi konsumen (CPI) yang memanas sehingga mendukung peluang kenaikan suku bunga minggu depan.
CME FedWatch Tools per hari ini menunjukkan peluang 72.4% untuk kenaikan 25 bps minggu depan, naik dari 61.2% sebelum data PPI dirilis.
Fokus Malam Ini
Data CPI menjadi fokus utama, puncak dari penantian pasar minggu ini sebelum memasuki FOMC Meeting 15 – 16 September mendatang. Data akan dirilis di jam 19.30 WIB dan akan menentukan sentimen market yang terpicu oleh kenaikan PPI tadi malam dan situasi geopolitik yang tidak menentu.
CPI utama diperkirakan stabil di 3.4% y/y, dan core CPI turun ke 2.4% y/y dari 2.5%. Sedangkan basis bulanan, CPI utama diperkirakan naik dari 0.1% ke 0.4% m/m, dan core CPI stabil di 0.2% m/m.
Jika data dirilis stabil (tidak mengalami lonjakan), maka ekspektasi kenaikan suku bunga September berpotensi berkurang, emas cenderung naik. Sebaliknya, jika data dirilis lebih kuat (terjadi lonjakan), maka ekspektasi kenaikan suku bunga September semakin menguat, dan emas merespon turun.
Fokus dengan angka lonjakannya! Angka yang “jauh lebih tinggi” akan semakin memperkuat alasan kenaikan suku bunga Fed. Angka yang mengejutkan “lebih rendah” bisa meredam kekhawatiran tersebut sehingga emas bisa saja berbalik naik di malam hari.
Premi risiko geopolitik di Timur Tengah masih terus membayangi, sehingga trader juga perlu mencermati perkembangan yang terjadi seputar geopolitik. Ketegangan yang terus berlanjut dan meluas akan berpeluang memicu gejolak harga minyak sehingga mendorong kekhawatiran lonjakan inflasi kembali. Hal ini berpotensi memperkuat alasan Fed untuk menaikkan suku bunga sehingga emas cenderung tertekan. Sebaliknya, jika ketegangan mereda, maka ekspektasi kenaikan suku bunga Fed berkurang sehingga emas berpeluang rebound/naik.
Note : Tetap waspada dengan volatilitas besar pada market yang sewaktu-waktu bisa tiba-tiba berubah!
Analisis Teknikal Gold
Candlestick daily ditutup bearish, dan harga kembali ditutup di bawah EMA100 daily 4367. Bahkan hari ini harga sedang menguji EMA200 daily 4319. Level terendah sementara tertahan di 4300, dan data CPI nanti malam menjadi penentu.
Jika harga ditutup di bawah EMA200, maka peluang penurunan diperkirakan berlanjut dengan support terdekat 4277 dan 4228 proyeksi terdekat. Dan jika zona tersebut ditembus, maka peluang penurunan di bawah 4200 juga kembali mengancam dengan zona terjauh 4106 – 4200 sebagai zona yang paling potensial. Sebaliknya, jika CPI dirilis lebih lunak, maka ada harapan untuk emas ditutup di atas EMA200 sehingga membuka peluang rebound di hari Senin.
Di H4, zona coklat terbaru di 4351-4376 saat ini menjadi resistance terjauh bersama EMA200 @4376 dengan opsi sell sebagai strategi utama untuk saat ini setelah PPI tadi malam dirilis lebih tinggi dari ekspektasi sehingga membuat emas tertekan dan tembus 2 support di bawahnya, EMA200 dan zona abu 4331-4364. Dengan demikian zona abu, zona coklat dan EMA200 adalah 3 area penting untuk hari ini, sampai data CPI dirilis.
Secara teknis, rebound ke zona abu, coklat maupun retest EMA200 diharapkan terjadi lebih dulu di sesi Asia, tapi kenaikan tetap terbatas sehingga strategi sell bisa dilakukan di salah satu zona tersebut. Tekanan diperkirakan masih dominan sampai nanti malam CPI. Dan berpeluang berlanjut menekan emas jika data CPI dirilis lebih kuat dari perkiraan.
Area 4277-4300 adalah support terdekat, dan low sejauh ini juga berhasil tertahan sementara waktu di 4300. Namun, jika CPI dirilis lebih tinggi, maka peluang ini bisa berlanjut sampai zona hijau 4229-4259, atau bahkan area 4164-4180 sebagai proyeksi terjauh.
Sebaliknya, data CPI yang lebih lunak bisa membuat emas rebound, dan sangat mungkin penurunan tidak perlu mencapai 4164-4180, atau pun 4229-4259 jika memang CPI melunak. Strategi buy bisa dipertimbangkan jika : 1) data CPI lebih lunak, atau 2) rsi oversold + range penurunan cukup besar untuk harian, atau bisa kombinasi keduanya. Dan jika itu terjadi, maka zona 4164-4180 dan 422904259 adalah opsi terbaik untuk mengincar buy.
Per jam 11.20 WIB, harga berada di 4325.00 dengan high 4340.38, dan low 4300.83. Jika Anda melihat rekomendasi sebelumnya di website Technical Analysis Commodity (Gold, Crude Oil) 11 September 2026 | PT. Agrodana Futures, strategi utama adalah sell di zona 4342-4344. Rebound pagi tadi sempat sentuh 4340, cukup dekat dengan area sell utama, diikuti penurunan hingga 4300. Ini berarti meskipun zona sell utama tidak tersentuh, tren valid, dan opsi alternatif untuk sell saat tembus 4300 belum teraktivasi karena level terendah tertahan tepat di 4300.83.
Saat artikel ditulis, harga kembali rebound hingga 4325. Ini berarti masih sesuai dengan “skenario bullish” yang kami cantumkan di dalam grafik H1 hari ini “buy memanfaatkan rebound jangka pendek karena rsi oversold, bisa dilakukan selama tidak tembus 4300”. Dan posisi rsi saat ini juga masih mendukung rebound tersebut setelah penurunan cepat tertahan di zona orange yang ditandai di kisaran 4282-4304.
Jika dalam 1-2 jam ke depan rebound terus berlangsung, pastikan zona coklat 4332-4351 tidak ditembus! Jika terpenuhi, maka SELL masih tetap bisa dilakukan di zona ini, dan strategi utama masih sesuai. Itu berarti juga bahwa buy untuk memanfaatkan rebound pagi tadi disarankan tidak dipertahankan, dan fokus kembali ke strategi utama.
Sebaliknya, jika harga cenderung lanjut naik hingga tembus di atas 4358, maka dalam jangka pendek, kenaikan diperkirakan berlanjut hingga zona abu-abu yang menjadi resistance berikutnya di kisaran 4374-4390. Buy bisa kembali dilakukan jika konfirm tembus 4358 (follow/buy on breakout).
Tapi karena agenda utama adalah CPI, maka pastikan bahwa penembusan ini terjadi sebelum atau sesudah CPI? Jika sebelum, maka segera exit maksimal zona abu-abu, lalu tunggu peluang entry berikutnya disesuaikan dengan data CPI (asumsi utama CPI lebih kuat dari ekspektasi sehingga lebih disarankan sell). Jika sesudah CPI, dan kenaikan disebabkan oleh CPI yang lebih lunak, maka Anda bisa pertahankan posisi buy tersebut.
Untuk malam hari sebaiknya Anda fokus perhatikan catatan kami di grafik H4!
Trading Strategy
Opsi SELL on Rally
Entry: 4342.00 – 4344.00
(atau cek di artikel untuk opsi lainnya)
Target/Reward : 4322.00 ($20 - $22)
(Alternatif Follow SELL jika tembus 4300, target terdekat 4290, terjauh 4280, sesuaikan stop loss dengan risk management masing-masing)
Stop Loss: 4354.00 ($10 - $12)
(ideal 7-8 poin di atas 4350.00)
Risk Reward: 1: 2
Opsi BUY jika support tidak ditembus
(zona 4223-4243 atau jika CPI lebih rendah)
Entry : 4225.00 – 4227.00
Target/Reward: 4247.00 ($20 - $22)
Stop Loss: 4215.00 ($10 - $12)
(ideal SL 7-8 poin di bawah 4215.00)
Risk Reward: 1: 2
Copyright © 2026 Agrodana Futures
Disclaimer:
Artikel ini berupa pandangan Agrodana Research, Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan atau menjual market tertentu. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
Research & Analysis Agrodana Futures
