9 - 13 Maret 2026
Quick Insights: Geopolitik vs Fundamental, Harga Energi Menjadi Barometer
Memasuki minggu kedua Maret 2026, pasar global masih dibayangi konflik Timur Tengah yang meningkat dengan cepat. Serangan militer yang dipimpin AS terhadap Iran juga memasuki minggu kedua dan Selat Hormuz kini menjadi sumber kecemasan. Di Jumat malam, Brent mentah sempat sentuh $94 per barel, Dan WTI sentuh $92.50 per barel. Mayoritas analis memperingatkan bahwa level $100 per barel merupakan level psikologis, dan jika ditembus bisa memicu aksi jual aset berisiko yang lebih dalam.
CPI dan PPI China
Asia tetap menjadi yang terdepan dalam gangguan pasokan. Tapi Iran sudah menekankan bahwa mereka masih mengizinkan Rusia, China Dan Pakistan untuk mengakses Selat Hormuz. Fokus mengarah ke penutupan Kongres Rakyat Nasional China, diikuti data CPI Dan PPI di hari Senin dan Selasa. Data akan menunjukkan bagaimana pengeluaran selama Tahun Baru Imlek di 2026, meskipun sepertinya data ini lebih ke musiman, bukan trend.
Alarm Bahaya: Oil Bisa Lewati $100/barel?
Selat Hormuz kini menjadi bagian dari medan perang. Iran menyebut tidak menutup Selat Hormuz secara total, tapi hanya kapal tanker yang terhubung dengan AS atau Israel saja yang dipersulit aksesnya. Kondisi ini membuat harga minyak melonjak hingga sentuh $92 per barel (WTI) Dan $94 (Brent). Situasi semakin panas setelah Trump menyebut tidak menerima gencatan senjata, kecuali Iran menyerah. Kondisi ini membuat minyak dalam tanda bahaya, kemungkinan $100 berpotensi tercapai dalam beberapa hari ke depan, atau bahkan hitungan jam saat pasar dibuka Senin.
CPI Dan PCE Sinyal Penting FOMC Maret
Pasar saat ini sedang mencari tanda-tanda inflasi yang "lengket", bahkan sebelum adanya lonjakan energi yang terlihat pasca perang di Timur Tengah. CPI di hari Rabu dan PCE di hari Jumat, keduanya akan menjadi catatan tambahan. Kemungkinan CPI akan memaksa pasar untuk mengurangi ekspektasi terhadap 2 kali pemangkasan suku bunga Fed yang saat ini diperhitungkan untuk 2026. Dengan harga BBM di AS mulai naik, pertanyaannya apakah kondisi ini sudah diperhitungkan ke dalam data CPI dan PCE yang dirilis minggu depan?
GDP Q4-2025 Jepang
Laporan akan dirilis di hari Selasa. Ekonom memperkirakan akan terjadi revisi naik dari laporan GDP tersebut, dari 0.1% menjadi 0.3% Q/Q. Hal ini didorong oleh kuatnya pengeluaran kapital dan bonus musim dingin. Dengan demikian, jika sesuai ekspektasi, maka hal itu akan membuat BOJ tetap di jalur normalisasi kebijakan (pengetatan moneter), meskipun terjadi gejolak di pasar global.
Zona Eropa dan Inggris
Zona Eropa sedang mengalami kejutan stagflasi yang disebabkan defisit energi sehingga menekan mata uang Euro. Meski demikian, gap suku bunga antara ECB dan Fed yang mengecil memberi sedikit dukungan bagi Euro. Minggu depan, data Industrial Production dan inflasi Jerman akan menunjukkan apakah pemulihan di manufaktur bisa bertahan menghadapi lonjakan harga energi terbaru. Inggris akan merilis data GDP dan Industri di hari Jumat. Pasar saat ini mengharapkan sinyal pertumbuhan di Inggris
AGENDA DATA EKONOMI
CNY CPI& PPI
9 Mar 2026
Data bulan sebelumnya berada di 0.2% untuk CPI Dan -0.4% untuk PPI. Ekonom memperkirakan ada kenaikan CPI ke 1% karena imbas perayaan Imlek. Data yang lebih lemah akan memicu ekspektasi kebijakan longgar pemerintah dan bank sentral untuk serius mendukung konsumsi domestik
JPY GDP
10 Mar 2026
Data bulan sebelumnya berada di 0.1% Q/Q. Ekonom memperkirakan akan ada revisi naik untuk Q4 dari 0.1% menjadi 0.3% Q/Q. Jika terpenuhi, maka BOJ berpeluang tetap di jalur kenaikan suku bunga seperti yang ditegaskan Gubernur Kazuo Ueda.
US CPI
11 Mar 2026
Bulan sebelumnya menunjukkan pelunakan hingga2.4% y/y untuk inflasi utama dan 2.5% untuk core CPI. Fed akan mencermati laporan inflasi dengan seksama sebagai salah satu data yang menjadi alasan sebelum bank sentral memutuskan kebijakan. Data yang lemah lebih disukai saat ini daripada data yang kuat
UK GDP
13 Mar 2026
Bulan sebelumnya Inggris mencatatkan laju pertumbuhan GDP di 0.1% m/m. Pasar saat ini mencari kenaikan pertumbuhan yang meyakinkan tanda-tanda yang terlihat dari survei PMI terbaru
US GDP& PCE
13 Mar 2026
Bulan sebelumnya GDP Q3 menunjukkan perlambatan signifikan dari 4.3% ke 1.4% Q/Q, tapi kemungkinan pasar lebih menyoroti core PCE yang juga dirilis di hari yang sama. Bulan sebelumnya menunjukkan kenaikan dari 2.8% ke 3.0%. Sama halnya dengan CPI, pasar mencari petunjuk melunaknya inflasi PCE, tapi perlu waspada kejutan ke atas
NFP "Longgar", Konflik Militer Berlanjut, Emas Tunggu Inflasi AS! Bullish vs Bearish 5500 vs 4800?
Situasi geopolitik saat artikel ditulis cenderung menunjukkan tanda-tanda memanas. Namun tidak diketahui apakah AS dan Israel sama-sama mengerahkan serangan besar yang diancamkannya atau hanya sekedar ancaman perang kata-kata. Iran sendiri dengan tegas menolak ajakan gencatan senjata. Jika eskalasi tidak terbukti di akhir pekan, maka minggu depan pasar cenderung mengabaikan geopolitik, tapi akan tetap pantau situasi Selat Hormuz. Data inflasi AS juga akan menjadi penggerak setelah NFP Jumat menunjukkan tanda-tanda melonggar. Tapi jika ancaman Trump terbukti benar, maka waspada pembukaan gap di hari Senin! Weekly candle ditutup bearish sehingga ancaman turun masih mengintai meskipun penutupan Jumat berhasil naik ke 5168. Minimal secara teknis emas butuh naik di atas 5350 untuk membuka peluang kembali ke jalur kenaikan utama. Tapi skenario di minggu 1 bisa saja terulang dengan posisi gap up di hari Senin hanya mendorong naik sementara, sebelum akhirnya ditekan turun oleh data CPI dan membuka peluang turun ke 4800-an. Tapi jika CPI dirilis lebih lunak, maka kenaikan hari Jumat pasca NFP kemungkinan berlanjut Dan membuka ruang untuk lirik zona 5500 kembali.
Daily Trend : Strong Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 5310, 5419, 5500
(S) : 5090, 4936, 4850
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 95.00, 101.30, 130.56
(S) : 88.50, 84.00, 80.00
Ketegangan Meningkat, Harga Minyak Buka Peluang Lewati Zona $100 Dalam Waktu Dekat!
Situasi geopolitik sepertinya tidak akan mereda dalam waktu dekat. Iran tidak menyerah maupun mengajak gencatan senjata seperti yang diklaim Trump, dan memicu kemarahan Trump untuk meluncurkan serangan besar lainnya dengan target baru yang tidak diketahui pasti. Di sisi lain, Iran tegaskan bahwa Selat Hormuz tidak ditutup total. Mereka hanya akan membatasi akses untuk kapal tanker yang terhubung dengan AS dan Israel. Tapi pasar sudah terlanjur khawatir bahwa situasi geopolitik yang terus berlanjut akan membuat pasokan terancam sehingga Jumat kemarin harga tembus level 92.50 untuk pertama kalinya sejak 2023, dan bahkan terancam lanjut naik hingga $130 level tertinggi 2022. Bahkan Goldman Sachs perkirakan level tertinggi 2008 di 147 juga tercapai jika perang terus berlanjut. Secara teknis, falling wedge weekly berhasil tembus resistance 69 dilanjutkan kenaikan nyaris non-stop sepanjang minggu lalu hingga tembus 92. Secara teori, target dari falling wedge hanya sampai 95. Tapi dengan situasi geopolitik yang belum reda diperkirakan kenaikan berlanjut ke zona $100-101, bahkan lebih. Sebaliknya, jika sanksi minyak Rusia benar dicabut, ditambah dengan pasokan minyak Venezuela kembali ke pasar, dan AS maupun Arab Saudi membanjiri pasokan global, kemungkinan kenaikan bisa diredam.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly ditutup bearish, membuka peluang untuk penurunan lebih lanjut di minggu depan. Tapi daily memberi harapan untuk terjadinya rebound setelah penurunan Jumat berhasil rebound karena lemahnya data AS sehingga membuat dolar melemah dan menguntungkan Euro. Sayangnya, resistance 1.17400 menjadi penentu. Jika mampu tembus, maka Euro punya kesempatan rebound lebih tinggi. Tapi jika gagal tembus, maka rebound hanya relatif terbatas sebelum kembali dibenamkan oleh dampak geopolitik.
Resistance : 1.17400, 1.18900, 1.19630
Support : 1.15200, 1.14800, 1.13667
Outlook : Bearish
GBPUSD
Kabar baiknya weekly candle ditutup hammer setelah rejection di zona support pada penutupan Jumat. Tapi kabar buruknya, kenaikan masih diragukan di tengah situasi geopolitik yang diperkirakan masih akan memanas. Kenaikan di atas 1.35000 mungkin bisa membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut. Tapi penentunya ada di data ekonomi Inggris sendiri, dan perkembangan geopolitik yang secara tidak langsung terdampak dari penguatan dolar sebagai safe haven. Waspadai tekanan turun membuka peluang melirik zona 1.31789
Resistance : 1.35000, 1.36400, 1.37870
Support : 1.33700, 1.32795, 1.31400
Outlook : Bearish
USDJPY
Situasi tidak menguntungkan bagi Yen setelah gagal menekan di bawah 155. Harga justru berbalik naik di hari Jumat dan berakhir di zona 157. Weekly ditutup bullish dan membuka peluang untuk kenaikan lebih lanjut jika tembus 157.900. Meski otoritas Jepang "mencermati dengan urgensi" dan mengindikasikan tindakan terkoordinasi, tapi belum adanya tindakan nyata membuat pasar berspekulasi dan mendorong Yen lanjut melemah. Secara teknis, zona 158-160 kemungkinan zona yang dianggap bisa mengundang tindakan intervensi, tapi data GDP Jepang yang kuat kemungkinan bisa meredam pelemahan tersebut.
Resistance : 158.600, 159.200, 161.940
Support : 156.400, 154.820, 152.000
Outlook : Bullish
INDEKS USD
Kenaikan terhenti di hari Jumat, meski secara umum dolar tetap kuat dalam mingguan. Kondisi ini mungkin masih berlanjut mengingat status dolar kini dilirik sebagai safe haven sejak perang AS-Israel ke Iran yang sudah berjalan 1 minggu terakhir. Tanda-tanda gencatan senjata sepertinya tidak dalam waktu dekat. Peluang tembus level 100 cukup terbuka, meskipun di sisi lain peluang turun lebih lanjut di bawah 97 juga bisa terjadi, terutama jika data CPI AS lebih lemah sehingga status safe haven kembali beralih ke emas.
Resistance : 99.60, 100.40, 101.94
Support : 97.00, 96.00, 95.00
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Candle weekly ditutup bearish, dan 2 candle terakhir membentuk formasi bearish engulfing yang biasanya memberi indikasi penurunan lebih lanjut mungkin akan terjadi. Zona 52630 berpeluang disentuh, bahkan potensi ditembus jika situasi geopolitik semakin memburuk. Di sisi lain, peluang rebound juga kemungkinan bisa terjadi jika data GDP Jepang melambat sehingga tidak cukup alasan untuk BOJ menaikkan suku bunga dalam waktu dekat. Resistance 54500 dan 55000 kemungkinan target kenaikan jika situasi geopolitik diabaikan, dan tidak ada intervensi pada yen
Resistance : 54500, 55000, 56145
Support : 52600, 52000, 51500
Outlook : Bearish
HANG SENG
Meski berhasil ditutup naik di sesi perdagangan Jumat, tapi secara keseluruhan indeks Hangseng tetap lemah dalam 1 minggu. Ini menandakan gangguan kemungkinan masih ada. Tapi kabar baiknya, daily head & shoulders sebelumnya sudah tuntas sehingga tidak ada ancaman struktural daily yang menekan. Namun, tidak berlaku untuk weekly yang ditutup bearish. Situasi bisa berubah terutama jika weekly support di 24440 tidak disentuh, atau tidak ditembus. Tapi, bullish harus mendapat dorongan tembus di atas 26500 untuk membuatnya minimal kembali ke zona tengah
Resistance : 26358, 27419, 28500
Support : 25150, 24440, 23600
Outlook : Bearish
NASDAQ
Kondisi candle weekly ditutup doji, tapi cenderung memberi indikasi tentang potensi tekanan turun yang masih bisa terjadi. Level 24440 adalah support kritis, dan penutupan Jumat cukup dekat di zona tersebut. Jika pembukaan Senin dibuka gap down, maka tekanan kemungkinan berhasil lewati support tersebut dan berpeluang lanjut menguji 24000 dan zona 23300-23500 kemungkinan support target. Waspadai juga CPI Dan perkembangan geopolitik
Resistance : 25000, 25470, 26025
Support : 24450, 24000, 23500
Outlook : Bearish
DOW JONES
Candle weekly kembali ditutup bearish, situasi geopolitik masih tetap tidak menentu sehingga tekanan minggu depan kemungkinan terus membayangi. Apalagi kalau harga minyak tembus $100, dikhawatirkan pasar saham kembali mengalami aksi jual besar-besaran karena kepanikan. Area 56500 dan 55700 berpeluang tercapai, kecuali jika situasi geopolitik terkendali dan harga minyak bisa diredam. Data CPI akan menjadi salah satu penentu untuk meredam atau justru menambah kepanikan.
Resistance : 48500, 49560, 49961
Support : 46500, 45750, 43700
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
