5 - 9 Oktober 2026
Quick Insights: NFP Lemah, Tapi Pasar Obligasi Tak Bergeming!
Data tenaga kerja kembali memberi kejutan dengan pemberi kerja di AS hanya menambah 29.000 pekerjaan di bulan September, jauh di bawah ekspektasi. Bahkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4.2%. Imbal hasil Treasury secara spontan bergerak lebih rendah setelah data NFP dirilis. Tapi kemudian berbalik di pertengahan hari. Laporan NFP memang berhasil meredam kenaikan suku bunga Oktober, tapi tidak mengubah gambaran besar masalah yang dihadapi Federal Reserve dengan inflasi masih menjadi kekhawatiran akibat guncangan energi global
Minyak Rebound
Kenaikan imbal hasil Treasury ternyata dipicu oleh harga minyak yang rebound dari posisi terendahnya, menghapus sebagian besar penurunan sebelumnya. Kondisi ini menggarisbawahi betapa cepat kekhawatiran inflasi bisa kembali muncul. Dengan demikian jelas bahwa pasar tidak perlu khawatir tentang pasar tenaga kerja penyebab inflasi karena inflasi sedang melambat. Tapi harga minyaklah sebenarnya yang mendorong inflasi tersebut
100 Juta barel Minyak Darurat dari G7
Negara-negara G7 mencapai kesepakatan untuk melepas sekitar 100 juta barel stok darurat solar dan minyak mentah untuk 4 bulan ke depan. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan pelepasan tersebut nantinya akan dikoordinasikan melalui Badan Energi Internasional dengan menitikberatkan bahan bakar diesel. Kesepakatan ini disambut Trump di tengah kerusakan kilang di Rusia dan pembatasan ekspor. Pasokan darurat ini diharapkan bisa menjembatani gangguan pasokan.
Cari Petunjuk Tersembunyi dari Minutes
FOMC Minutes menjadi agenda utama bank sentral pekan depan. Para pelaku pasar akan mencermati petunjuk tersembunyi tentang keseimbangan kekhawatiran antara inflasi dan lapangan kerja, tingkat suku bunga yang disepakati di antara para pembuat kebijakan, juga kondisi yang bisa membenarkan langkah-langkah kebijakan lanjutan. Tapi risalah ini hanya memuat pembahasan bulan September, bukan tentang NFP 2 Oktober kemarin. Poin utamanya tentang pola pikir Fed dan bagaimana data terbaru sejalan dengan kerangka pemikiran tersebut
ISM Services Ujian di Tengah Minimnya Data Ekonomi
Kalender ekonomi minggu depan cenderung lebih ringan, tapi beberapa agenda masih mungkin menyebabkan pergerakan pada mata uang dan juga imbal hasil. Data yang menjadi sorotan di antaranya ISM services di hari Senin dan FOMC Minutes di hari Rabu, dan laporan sentimen konsumen AS. ISM services jadi ujian pertama di pekan depan. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, tapi komposisi data juga penting. Aktivitas yang solid disertai angka yang tinggi akan mengisyaratkan berlanjutnya tekanan inflasi.
Sebaliknya, laju pesanan yang melambat dan kondisi ketenagakerjaan yang melemah bisa memberi gambaran yang berbeda. Dolar akan bergantung pada pergerakan imbal hasil obligasi berikutnya. Jika ISM menguat, kemungkinan mendorong penguatan keduanya. Terlebih pasca data NFP yang mengejutkan tidak membuat pasar obligasi terkesan. Namun, agenda sesungguhnya yang paling ditunggu adalah CPI. Tapi sayang data baru dirilis Rabu, 14 Oktober.
AGENDA DATA EKONOMI
US ISM Services PMI
5 Okt 2026
Kadang disebut juga ISM Non-Manufacturing PMI. Laporan ini diperhitungkan sebagai indikator kondisi ekonomi keseluruhan untuk sektor jasa. Angka di atas 50 menandakan sektor jasa secara umum ekspansi, dan menguatkan dolar. Sebaliknya, di bawah 50 menandakan kontraksi.
EUR & UK PMI Services
5 Okt 2026
Laporan ini mengukur aktivitas di sektor jasa. Angka di bawah 50 menandakan ekspansi, dan angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Angka yang lebih tinggi berpotensi menguatkan mata uang. Angka yang lebih rendah berpotensi melemahkan mata uang
US FOMC Minutes
8 Okt 2026
FOMC Minutes ini bukan keputusan suku bunga melainkan rekaman detail dari kebijakan komite yang pertemuannya diadakan 3 minggu sebelumnya. Sering disebut notulen. Para pelaku pasar biasanya perlu mencari tahu petunjuk yang mungkin terlewatkan dalam pengumuman tersebut untuk mencari petunjuk kebijakan ke depan
US Initial Jobless Claims
8 Okt 2026
Laporan ini mengukur jumlah individu yang mengisi klaim pengangguran untuk pertama kali selama 1 minggu ke belakang. Angka yang lebih tinggi berdampak negatif untuk USD. Angka yang lebih rendah berdampak positif untuk USD
US Michigan Consumer Sentiment
9 Okt 2026
Ada 2 versi data ini yang dirilis dengan jarak 2 minggu, preliminary dan revised. Versi preliminary biasanya lebih berdampak. Angka yang lebih tinggi berdampak positif untuk USD. Angka yang lebih rendah berdampak negatif untuk USD
Kejutan NFP Digagalkan Kenaikan Yield! Kenaikan Emas Tertunda atau Gagal Sepenuhnya?
Banyak yang heran dengan tekanan yang terjadi pada emas, padahal NFP dirilis mengejutkan “jauh lebih rendah” dari perkiraan. Tapi apakah benar emas tidak naik saat NFP lebih rendah? Faktanya emas merespons naik saat data dirilis lebih rendah dari perkiraan. Kenaikan tersebut terjadi dengan cepat sejak dirilis sampai beberapa menit setelah rilis. Namun, kenaikan itu terhambat di 4227, untuk kedua kalinya menguji zona yang sama dan reaksi itu berjalan sampai 20 menit. Pembalikan terjadi setelah harga turun di bawah 4190, dan lanjut menekan sampai 4125, dan berakhir di 4143. Tekanan tersebut muncul setelah imbal hasil obligasi yang sempat turun saat data NFP, berbalik naik kembali seiring rebound pada harga minyak. Hal ini membuktikan kekhawatiran inflasi pasar tenaga kerja tidak terbukti, tapi inflasi karena lonjakan energi dipastikan terus dominan. Kondisi ini sekaligus membuktikan tekanan inflasi terus membayangi sehingga peluang kenaikan suku bunga Fed masih bisa terjadi di akhir tahun, meskipun peluang Oktober berkurang. Pasar kini harus tunggu sampai 14 Oktober untuk memastikan CPI benar-benar melunak!
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4240, 4350, 4440
(S) : 4040, 3965, 3886
Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 96.50, 100.00, 105.00
(S) : 87.85, 84.07, 80.80
Rencana SPR G7 Redam Kekhawatiran Pasokan, Tapi Seberapa Efektif Penurunannya?
Harga minyak sempat turun tajam setelah Emmanuel Macron dari Prancis menyatakan bahwa stok solar dan minyak mentah akan dilepas selama 4 bulan. Para pemimpin G7 mengkonfirmasi rencana tersebut akan melibatkan sekitar 100 juta barel dalam 4 bulan ke depan. Presiden Trump pun mengumumkannya dan menyebut proses akan segera dimulai. Rencana pasokan tambahan ini memberi alasan seller menekan harga, meskipun di sisi lain harga justru kembali rebound hingga zona $91 saat penutupan akhir pekan pasca turun hingga $87 per barel. Pelepasan cadangan ini hanya bersifat sumber pasokan sementara, tidak mencerminkan peningkatan produksi permanen. Pasar akan pertimbangkan seberapa cepat pasokan itu tersedia, ke mana dikirim, dan apakah mencukupi untuk imbangi gangguan pasokan yang berlangsung. Secara teknis, weekly tetap bearish, meskipun secara angka masih terjebak di kisaran 88-92. Butuh penurunan di bawah $86 untuk tekanan jual lebih lanjut. Tapi jika tetap gagal, risiko kenaikan tetap mengintai, terutama dengan gap 2 minggu lalu yang belum ditutup, di zona $99 per barel.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Weekly ditutup bearish, menandakan tekanan turun yang kemungkinan masih berlanjut minggu depan. Dengan minimnya data ekonomi, otomatis sulit untuk mendapatkan pembalikan tren yang kuat. Zona 1.10646 kemungkinan proyeksi selanjutnya jika zona 1.12000 ditembus. Di sisi lain, rebound diharapkan terbatas dengan resistance potensial di kisaran 1.13500 dan 1.13870 sebagai area optimal sebelum berakhir dengan tekanan lebih lanjut. Meski demikian, Euro bisa saja berbalik menguat jika dolar tertekan turun. Namun, perlu pemicu yang kuat untuk membuat dolar melemah lebih lanjut. Sedangkan dengan data ekonomi yang juga minim untuk AS, maka satu-satunya harapan hanya datang dari ISM services.
Resistance : 1.13500, 1.14950, 1.17100
Support : 1.11000, 1.10600, 1.08880
Outlook : Bearish
GBPUSD
Candle weekly ditutup bearish, dan berada di bawah EMA50 weekly 1.34020. Kondisi ini memberi indikasi tekanan turun yang kemungkinan belum berakhir. EMA200 weekly di 1.29129 akan menjadi target utama jika tekanan tersebut berlanjut di bawah 1.31400. Sebaliknya, butuh kenaikan di atas 1.33900 untuk membuat GBP berbalik menguat. Sama halnya dengan Euro, Inggris juga minim data ekonomi minggu depan sehingga bergantung pada status USD minggu depan. Rebound teknis cukup terbuka untuk jangka pendek, tapi zona 1.33250 diperkirakan akan relatif kuat sehingga sulit untuk naik lebih lanjut. Sebaliknya, risiko penurunan cenderung lebih dominan.
Resistance : 1.33250, 1.34400, 1.36200
Support : 1.31500, 1.30000, 1.29130
Outlook : Bearish
USDJPY
Yen terus berada pada posisi kurang menguntungkan sejak intervensi terkoordinasi yang terjadi di akhir Agustus dan awal September. Hampir belum ada lagi tindakan yang berhasil membuat yen menguat sebanyak itu. Meski sempat terjadi 2 minggu lalu, tapi intervensi verbal terbukti hanya menyebabkan penguatan terbatas. Weekly ditutup di atas EMA50 @156.930. Secara teori, biasanya mendukung kenaikan, dan itu berarti yen berpotensi lanjut melemah. Penurunan yang ditunjukkan pada daily cukup terbuka, tapi lagi-lagi indikasinya belum terlalu kuat untuk menguatkan terlalu jauh. Dengan minimnya data dari semua kawasan minggu depan, otomatis Yen akan kembali bergantung pada US Treasury Yield. Selama Yield AS terus naik, maka yen berisiko lanjut melemah, dan kalaupun Jepang terus memantau, maka hasilnya adalah penguatan sementara, dan status pelemahan yang tetap dominan
Resistance : 158.800, 159.600, 160.200
Support : 156.200, 155.550, 154.700
Outlook : Bullish
INDEKS USD
Status dolar sepertinya masih terus diuntungkan dengan pelemahan obligasi sehingga membuat imbal hasil obligasi naik. Kondisi ini secara teknis terlihat pada weekly di mana dolar ditutup bullish untuk ketiga kalinya dalam 3 minggu berturut-turut. Posisi ini juga menandakan bahwa penurunan apa pun pada dolar hanya akan berdampak sementara. Daily memberi alasan untuk penurunan tersebut, tapi weekly tidak memberi ruang sedikit pun untuk melemah berlarut-larut. ISM services yang lebih tinggi akan mendukung penguatan tersebut. Sedangkan ISM services yang lebih lunak akan mendukung penurunan.
Resistance : 102.500, 103.000, 103.500
Support : 101.500, 100.800, 100.000
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Indeks Jepang tertolong oleh kenaikan sektor teknologi. Meski risiko intervensi yen mengintai, tapi tidak terlihat dampak signifikan pada Nikkei. Kondisi ini terus mendorong indeks hingga di atas 70000, meski akhirnya ditutup di 69755. Secara teknis, daily masih bertahan di zona resistance 69600, sedangkan weekly menunjukkan candle bullish yang panjang sehingga memperkuat alasan untuk kenaikan lebih lanjut secara mingguan. Trader perlu mewaspadai perubahan drastis pada Nasdaq karena akan ikut mempengaruhi rally Nikkei. Meski demikian, kenaikan di atas 70000 cukup terbuka, dan area 73760 sangat mungkin dicapai jika tidak ada gangguan dari sisi internal. Sebaliknya, waspadai pembalikan turun jika tembus 64800
Resistance : 70500, 71500, 73000
Support : 69000, 67800, 65500
Outlook : Bullish
HANG SENG
Weekly candle ditutup bearish, sehingga mengindikasikan peluang penurunan berisiko berlanjut minggu depan. Tekanan berturut-turut tembus di bawah 24000 membuat risiko itu semakin terbuka. Bahkan support zona 22865 berpotensi dicapai jika tekanan ini berlanjut di bawah 23400. Tapi jika support 23400 tidak ditembus, maka peluang rebound juga bisa terjadi. Meski demikian, peluang kenaikan di atas 24800 akan bergantung pada aktivitas setelah China kembali dari libur panjang di hari Selasa. Pasar butuh dukungan kebijakan longgar untuk membuat ekonomi tumbuh. Rapat Pleno China akan segera dilakukan di bulan Oktober, dan biasanya para pembuat kebijakan akan terus menargetkan pemulihan konsumsi domestik setelah kesepakatan dengan Trump berhasil dikunci sebelumnya
Resistance : 24400, 25480, 26000
Support : 23040, 22500, 21500
Outlook : Bearish
NASDAQ
Candle weekly ditutup hanging man setelah indeks berhasil cetak ATH baru 31281. Kondisi ini secara umum memberi indikasi peluang koreksi turun berpotensi terjadi. Apalagi jika imbal hasil obligasi terus mengalami kenaikan. Meski demikian, status Nasdaq lebih solid dibanding Dow Jones sehingga tekanan seharusnya relatif lebih terbatas. Area support 30290 dan 29827 kemungkinan diuji dalam waktu dekat. Dan jika kedua level tidak ditembus, maka ada harapan untuk rebound. Sebaliknya, jika 29800 ditembus, maka perlu waspada dengan tekanan lebih lanjut hingga 29060, atau bahkan jauh lebih rendah. Pasar akan terus memantau imbal hasil obligasi. Jika yield terus naik, maka risiko tekanan terus mengintai, meski di sisi lain, sektor teknologi terlihat cukup solid
Resistance : 31500, 32000, 32500
Support : 30300, 29820, 29000
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
Candle weekly ditutup bearish, dan di bawah EMA20 51971 sehingga secara teknis cenderung mengindikasikan peluang penurunan lebih lanjut. EMA50 di 49989 potensi target berikutnya. Area ini bisa terjadi jika EMA200 daily di 50600 ditembus. Mesmi demikian, peluang rebound jangka pendek bisa terjadi jika EMA200 daily tidak ditembus. Hal ini juga didukung oleh posisi RSI yang cukup dekat dengan posisi oversold. Namun, data ISM yang lebih kuat dan juga imbal hasil obligasi yang terus naik akan mempersulit kenaikan Dow. Sebaliknya, jika data ekonomi dirilis lebih rendah, maka peluang rebound bisa terjadi, meskipun area 52000 dan 52500 kemungkinan resistance kuat
Resistance : 52000, 52560, 53332
Support : 51000, 50500, 49760
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
