Weekly Newsletter Ed. 173

Published on 10/15/2023

Periode: 16 – 20 Okt 2023 What to Expect from OIL? Harga minyak mentah kembali melonjak karena pasar minyak diperkirakan tetap sangat ketat dengan meningkatnya risiko geopolitik yang bisa mengancam pasokan dan setelah bank-bank terus menggambarkan perekonomian AS sebagai negara yang tangguh. Minggu depan pasar akan kembali melihat fokus para pedagang tertuju pada perang Israel ... Read more

Periode: 16 - 20 Okt 2023

What to Expect from OIL?

Harga minyak mentah kembali melonjak karena pasar minyak diperkirakan tetap sangat ketat dengan meningkatnya risiko geopolitik yang bisa mengancam pasokan dan setelah bank-bank terus menggambarkan perekonomian AS sebagai negara yang tangguh.

Minggu depan pasar akan kembali melihat fokus para pedagang tertuju pada perang Israel – Hamas, data ekonomi utama dari China, kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh PBOC, dan juga beberapa agenda pertemuan energi minggu depan.

Data GDP China Q3 dan aktivitas bulan September diperkirakan menunjukkan ekonomi sedang bergerak ke arah yang benar. Forum Intelijen Energi 2023 akan dihadiri oleh banyak CEO perusahaan minyak. Para menteri energi UE akan mencoba pendekatan umum terhadap proposal amandemen peraturan disain pasar listrik UE. Dan salah satu acara penting minggu depan adalah Forum Belt and Road China. Diperkirakan akan dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.

(marketpulse)

Ancaman Deflasi Kembali Bayangi China, Stimulus Mana?

China merilis serangkaian data ekonomi yang beragam di hari Jumat yang menunjukkan penurunan ekspor dan impor secara bertahap mulai mereda, tapi tekanan deflasi masih ada sehingga menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan untuk merekayasa pemulihan ekonomi yang lebih kuat.

Krisis Properti Berkepanjangan

Dukungan kebijakan China dalam beberapa bulan terakhir sudah mulai terlihat menstabilkan beberapa bagian dari perekonomian terbesar kedua di dunia. Tapi krisis properti yang berkepanjangan, perlambatan pertumbuhan global dan ketegangan geopolitik terus menghambat aktivitas yang lebih luas, juga kepercayaan konsumen dan bisnis.

Ekspor September turun 6.2% dari tahun lalu, sedikit melambat dari penurunan 8.8% di bulan Agustus. Data ini juga mengalahkan perkiraan ekonom yang memperkirakan penurunan sebesar 7.6% dalam jajak pendapat Reuters.

Pesanan ekspor baru sepertinya mendukung hal tersebut. Survei resmi pabrik 2 minggu lalu menunjukkan perbaikan yang sebagian disebabkan puncak musim pengiriman ekspor produk-produk Natal dan efek dasar yang menguntungkan.

Permintaan Domestik Pulih bertahap

Data komoditas China juga menunjukkan hasil yang beragam. Impor minyak mentah bulan September tumbuh hampir 14% dari tahun sebelumnya. Sementara impor tembaga turun 5.8% dibanding tahun lalu. Tapi secara keseluruhan total impor barang dagangan turun lebih lambat, sebesar 6.35% yang berarti menunjukkan adanya pemulihan secara bertahap dalam permintaan domestik. Penurunan tersebut tidak sesuai dengan perkiraan penurunan sebesar 6% dalam jajak pendapat. Tapi masih lebih baik dari kontraksi 7.3% di bulan Agustus.

Diragukan Mencapai Target pertumbuhan

Beberapa ekonom masih tidak yakin bahwa China akan mampu memenuhi target pertumbuhan tahunan sekitar 5%, meskipun terlihat tanda-tanda penurunan ekonomi sudah mencapai titik terendahnya.

PBOC memberi isyarat bahwa dukungan moneter tambahan sedang diberikan dan pada gilirannya diharapkan akan mendukung pemulihan ekonomi parsial di kuartal mendatang.

Tekanan Deflasi

Deflasi membayangi perekonomian China. Inflasi tersendat dan harga pabrik menyusut lebih cepat dari perkiraan bulan lalu dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi pihak berwenang bisa terhibur dengan data terbaru aktivitas pabrik dan retail sales yang optimis. Sementara perjalanan di masa liburan Golden Week minggu lalu naik tipis 4.1% dari tingkat sebelum pandemi di tahun 2019.

Siapkan Stimulus Baru

Beijing sepertinya sedang mempersiapkan putaran stimulus baru agar aktivitas lebih solid meskipun dampaknya diperkirakan baru akan terasa hingga memasuki tahun 2024.

China sedang pertimbangkan penerbitan 1 triliun yuan ($137 miliar) utang negara tambahan untuk mendanai proyek infrastruktur, seperti yang dilaporkan Bloomberg News di hari Selasa.

Data minggu depan akan memberi gambaran lebih jelas tentang seberapa besar stimulus pemerintah bisa membantu stabilkan aktivitas. Data juga akan menggambarkan seberapa besar tekanan yang dihadapi Presiden Xi Jinping saat pemerintahannya berusaha memastikan perekonomian mencapai target pertumbuhan 5% tahun ini. (reuters, bloomberg)

usdollar-economy

Inflasi Inggris, Retail Sales AS dan pengumuman PBOC menjadi fokus utama di tengah kekhawatiran Geopolitik

Inflasi dirilis tidak terlalu mengkhawatirkan, bahkan menunjukkan progress inflasi inti yang cenderung turun sehingga membuat investor cenderung tenang merespon. Tapi efek dari Geopolitik kembali mengguncang jelang penutupan sesi perdagangan hari Jumat seiring peringatan Israel yang memberi batas waktu 24 jam kepada warga untuk meninggalkan Gaza karena mereka akan menyapu bersih tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian pemberontak Hamas. Terlepas dari isu geopolitik, data ekonomi minggu depan tetap menjadi hal utama. Inggris merilis data inflasi, Amerika merilis retail sales dan China dengan fokus utama tertuju pada kebijakan moneter PBOC. Jika geopolitik kembali reda lebih cepat seperti minggu lalu, maka fokus pasar akan tetap kembali pada data ekonomi.

Fokus Pekan ini:

Sentimen konsumen anjlok ke level 63.0 dari 68.1 dan ini merupakan penurunan terburuk sejak Juni 2022. Di sisi lain saham sebagian besar diperdagangkan lebih rendah karena investor awalnya mencerna laporan pendapatan yang mengesankan, melonjaknya ekspektasi inflasi dan juga meningkatnya ketegangan geopolitik antara Hamas dan Israel.

Potensi eskalasi terbaru Hamas dan Israel memicu gelombang pembelian minyak dan emas sehingga terjadi lonjakan yang drastis untuk harga emas.

Di sisi lain pasar obligasi kemungkinan akan tetap bergejolak karena pernyataan The Fed tidak lagi berada di 1 sisi yang sama, dan juga ketidakpastian bagaimana risiko geopolitik bisa meningkat dalam jangka pendek.

AS

Minggu depan Wall Street akan mencermati seberapa cepat pelemahan konsumen AS dan apakah manufaktur memasuki mode pemulihan. Retail Sales AS bulan September diperkirakan menunjukkan peningkatan 0.3% saja, lebih rendah dari bulan sebelumnya 0.6%. Penjualan tidak termasuk mobil dan bensin diperkirakan naik 0.1%, lebih rendah dibandingkan bulan Agustus. Dan survei manufacturing diperkirakan memberi kejutan ekspansi 1.9 di bulan September.

Perhatian utama tertuju pada musim pendapatan dan juga lebih banyak pembicara Fed. Laporan penghasilan besar minggu depan akan datang dari American Express, Bank of America, J&J, Lockheed Martin, Morgan Stanley, Netflix, P&G dan Tesla.

Sementara pidato Fed fokus ke Ketua Fed Jerome Powell di acara Economic Club of New York dan juga rilis Beige Book Fed. Sementara Bowman dan Waller yang dikenal sebagai tokoh Fed garis keras karena pernyataannya yang hawkish, akan menarik perhatian ekstra untuk melihat apakah mereka juga akan mengabaikan seruan mereka untuk pengetatan lebih lanjut.

Washington DC sedang menjadi sorotan di saat para anggota DPR dari Partai Republik masih berjuang untuk memilih ketua DPR yang baru.

EU

Sorotan utama kembali tertuju pada sosok Christine Lagarde. Entah apa yang kali ini akan disampaikannya, tapi market sudah mendengar banyak hal dari presiden ECB baru-baru ini.

Di sisi lain, data final inflasi HICP akan menarik meski revisi umum terjadi dan seringkali kecil.

Inggris

Ada beberapa data ekonomi penting yang akan dirilis minggu depan dan harus diwaspadai. Yang paling utama tentunya inflasi CPI di hari Rabu.

Tapi di sisi lain, angka pekerjaan di hari Selasa dan juga retail sales di hari Jumat tentu akan diawasi dengan ketat.

Kemudian ada penampilan dari Gubernur BOE Andrew Bailey di akhir pekan yang diharapkan akan memberikan pandangan penting setelah pemungutan suara yang ketat di pertemuan BOE terakhir. Kepala Ekonomi BOE Huw Pill juga akan muncul di hari Senin.

China

PBOC akan menjadi pusat perhatian utama minggu depan. Konsensus memperkirakan tidak ada pemangkasan suku bunga lagi dalam suku bunga Fasilitas Pinjaman Jangka Menengah 1 tahun (MLF) sebesar 2.50% di hari Senin. Kemudian hari Jumat, Suku Bunga Pinjaman Perdana (LPR) 1 dan 5 tahun pun diperkirakan tidak berubah di 3.45% dan 4.2%.

Akan tetapi krisis likuiditas yang terus menerus di sektor properti membuat meningkatnya risiko gagal bayar (default) yang akan terjadi di Country Garden, devloper swasta terbesar di China yang pembayaran pokok obligasinya sudah jatuh tempo dalam beberapa hari terakhir. Hal ini diperkirakan bisa memicu pemikiran ulang dari PBOC untuk menimbang kebijakan moneter China yang saat ini diterapkan dalam pendekatan pelonggaran yang ditargetkan.

GDP Q3, retail sales, produksi industri dan tingkat pengangguran September juga dirilis. Konsensus memperkirakan adanya penurunan pertumbuhan GDP Q3 menjadi 4.4% y/y dari 6/3% y/y di Q2. Jika sesuai ekspektasi, maka pertumbuhan kuartal tersebut akan menjadi yang terlemah dan kemungkinan target pertumbuhan tahunan 2023 yang diproyeksikan 5%, berisiko tidak tercapai.

Sementara produksi industri kemungkinan turun menjadi 4.3% y/y dari 4.5% y/y di bulan Agustus, bersama retail sales yang diperkirakan turun dari 4.6% y/y menjadi 4.5% y/y. Tingkat pengangguran secara keseluruhan diperkirakan tetap stabil di 5.2%, tapi kekhawatiran masih berpusat pada tingkat pengangguran kaum muda yang semakin suram sejak Agustus.

Jepang

Neraca perdagangan bulan September dirilis hari Kamis, diharapkan menyusut menjadi JPY -425 miliar dari JPY -930.5 miliar karena impor turun dari 17.8% y/y menjadi -12.9% y/y, sementara ekspor naik menjadi 3.1% y/y dari -0.8% y/y.

Inflasi nasional utama bulan September dirilis hari Jumat diharapkan turun lebih lanjut menjadi 2.7% y/y dari 3.1% y/y. Jika sesuai ekspektasi, maka dorongan bagi BOJ untuk menormalisasi kebijakan suku bunga negatifnya di awal 2024 akan berkurang.

(marketpulse)

HIGH EVENT – ECONOMIC CALENDAR

Senin

US Empire Manufacturing Index, CNY MLF announcement, JPY Industrial Production, US Fed’s Harker speaks, ECB’s Villeroy speaks, BOE Pill speaks

Selasa

US retail sales, GER ZEW Survey expectations, UK Jobless Claims, UK Unemployment, Earnings from Goldman Sachs and Bank of America, Chinese President meeting with Rusia President Putin, BOE’s Dhingra speaks, US Fed’s Williams speaks, US Fed’s Barkin speaks

Rabu

US Fed Beige Book, US Housing starts, CNY GDP, CNY Retail Sales, CNY Industrial Production, US Fed’s Harker speaks, US Fed’s Williams speaks

Kamis

US Initial Jobless Claims, US Existing Home Sales, AUD Unemployment, CNY Property Prices, JPY Trade, US Fed’s Powell speaks, US Fed’s Goolsbee speaks, US Fed’s Bostic speaks, US Fed’s Logan speaks

Jumat

CNY LPR, JPY CPI, US Fed’s Harker speaks

Weekly Technical Outlook

FOREX

EURUSD: Candlestick weekly ditutup bearish dan kembali menunjukkan rejection kuat di zona resistance 1.06400. Level support 1.04600 kembali terancam dan sepertinya akan mudah dilewati mengingat penutupan hari Jumat cukup drastis setelah kekhawatiran geopolitik yang kembali memanas. Market mengantisipasi kemungkinan serangan Israel ke Gaza untuk menyisir pemberontak Hamas. Bahkan bukan tidak mungkin gap down bisa kembali terjadi seperti minggu lalu. Di sisi lain, resistance 1.07900 juga tetap terbuka jika geopolitik lebih cepat reda. Tapi semua itu akan bergantung pada data ekonomi AS yang lebih berat daripada data Eropa yang cenderung ringan. Dolar akan menjadi pemicu sentimen pasar minggu depan, termasuk terhadap Euro. Potensi penurunan berikutnya melirik 1.02830 (fr 50% Weekly jika geopolitik terus mendorong kekhawatiran pasar.  

Resistance :  1.06780, 1.07800, 1.08600

Support :  1.04044, 1.02830, 1.01062

Outlook :  Bearish

INDEKS SAHAM ASIA

Nikkei: Kabar baiknya, Weekly tetap ditutup bullish. Tapi Daily berada di sisi bearish setelah Jumat market khawatir dengan geopolitik yang bisa memicu gap di hari Senin. Support 31655 dan resistance 32520 akan menjadi perhatian utama. Efek geopolitik diharapkan singkat, dan fokus kembali pada ekonomi. Data Inflasi Tokyo akan menjadi harapan untuk kebijakan BOJ yang lebih jelas. Inflasi yang rendah mengubur harapan BOJ untuk segera naikkan suku bunga.

Resistance : 32200, 32525, 32678

Support : 31540, 31255, 31000

Outlook : Bullish

HANGSENG:  Weekly candle ditutup dengan inverted hammer yang seharusnya menjadi harapan untuk terjadinya kenaikan minggu depan. Tapi hal ini bisa gagal jika tidak ada kabar bagus dari China untuk menopang ekonomi. Support 17129 menjadi area psikologis, jika ditembus bisa memicu longsor susulan. Tapi resistance 18500 akan menjadi pemicu kenaikan yang bisa terjadi berikutnya. Jika mengabaikan geopolitik, maka pasar tetap harus menantikan petunjuk kebijakan PBOC diawali hari Senin dan diakhiri hari Jumat.

Resistance : 18000, 18386, 18500

Support : 17673, 17387, 17129

Outlook : Bullish

CFD

Dow Jones: Ancaman geopolitik juga tertuju pada Dow Jones dan Wall Street pada umumnya. Risk asset berpotensi gap down atau lanjut turun jika itu berlanjut. Tapi berkaca pada Senin lalu, maka geopolitik diharapkan segera pudar dan fokus tertuju pada laporan pendapatan perusahaan besar dan juga retail sales AS. Weekly candle ditutup masih bullish sehingga peluang teknis seharusnya naik. Tapi di sisi Daily kemungkinan akan bergantung pada pembukaan hari Senin. Jika tidak terjadi gap down yang cukup dalam, maka ekspektasi H4 untuk inverted head & Shoulders berada di zona support 33550. Selama zona ini tidak ditembus, maka pola cukup terbuka. Tapi proses kenaikan butuh dukungan dari data ekonomi dan laporan pendapatan perusahaan

Resistance :  33844, 34060, 34444     

Support :  33540, 33264, 33000,  

Outlook : Bullish

CRUDE OIL: Weekly candle ditutup bearish dengan real body hitam panjang dan mengkonfirmasi bahwa kekuatan bearish kemungkinan masih bisa membayangi minggu depan. Di sisi lain, penutupan juga berada di zona support FR 50% Weekly 82.09 yang bisa dikategorikan sebagai level support psikologis. Secara umum, rebound sangat mungkin terjadi karena support 81/82 cukup kuat. Tapi daily menunjukan kenaikan kemungkinan bisa saja bersifat retest resistance 85.70, kemudian berpotensi berbalik turun kembali. Selama tidak ada kenaikan di atas 85/86, kami rasa cukup wajar jika penurunan akan memicu kembali zona di bawah 80. Tapi kami juga mewaspadai area penurunan mendekati teritori 77 – 79 sebagai zona yang berpotensi membuat Arab Saudi dan kolega di OPEC+ tidak senang. Waspadai potensi pengumuman mendadak dari Arab Saudi tentang pemangkasan tambahan jika melihat penurunan harga minyak yang terlalu drastis!

Resistance : 84.88, 86.14, 91.98

Support :  81.49, 79.36, 77.58

Outlook : Bearish

pound-n-inflation

GBPUSD: MA50 Weekly Terlalu Kuat, Geopolitik dan Inflasi Inggris Membayangi!

MA50 sepertinya berada di sisi yang tepat menghalau kenaikan Pound minggu lalu. Kini dengan penutupan candle bearish dan berbentuk shooting star, support 1.20700 kembali terancam. Bahkan bukan mustahil dengan mudah terlewati terutama oleh kekhawatiran pasar tentang geopolitik di akhir pekan. Jika Senin di buka gap down, maka potensi penurunan diperkirakan lirik support berikutnya, tapi diharapkan efeknya sementara. Tapi data inflasi Inggris kemudian akan menjadi pemicu pergerakan.

Resistance : 1.23060, 1.24790, 1.26200

Support  :  1.20696, 1.18400, 1.17386

Outlook : Bearish

GOLD: “Morning Star” Weekly, Buka Peluang 1970-an?

Candle weekly ditutup oleh long bullish candle dan melewati high dari long black candle di 2 minggu sebelumnya. Formasi 3 candle terakhir membentuk pola Morning Star yang paling ideal karena keberadaan candle bullish yang cukup panjang. Hal ini menjadi isyarat kenaikan yang berpotensi berlanjut. Terlepas dari geopolitik yang masih membayangi, gap mungkin terjadi di hari Senin dan dengan mudah mendorong harga berada di kisaran 1940 – 1950. Tapi jike geopolitik reda, maka potensi koreksi diharapkan tidak melebihi area 1914/1916 dan 1900/1905. Jika sesuai harapan, maka resistance 1974 sangat mungkin dicapai. Geopolitik dan data ekonomi yang lemah seharusnya bisa mendukung skenario paling bullish. Tapi jika data ekonomi sangat kuat, maka penurunan pasca redanya geopolitik akan cukup curam!

Resistance : 1942.07, 1952.73, 1974.55

Support :  1915.00, 1909.60, 1884.60

Outlook : Bullish

USDJPY: Inflasi Tokyo ‘kunci’ utama USDJPY!

Weekly ditutup dengan bullish candle tapi memiliki tail bawah yang lebih panjang dibanding tail atas sehingga bisa dianggap sebagai hanging man karena berada di sisi resistance. Tapi di sisi lain, kenaikan yang dipicu oleh ekonomi AS yang kuat juga bisa memicu kenaikan memasuki area 150-an kembali. Meski demikian pasar masih cemas sewaktu-waktu BOJ maupun MOF bisa saja lakukan ‘stealth intervention’. Ini lebih terasa dampaknya daripada ‘verbal intervention’. Tapi data inflasi di hari Jumat pegang peranan kunci untuk harapan BOJ mengubah kebijakan moneternya.

Resistance : 150.000, 151.920, 154.00

Support :  148.150, 147.49, 144.528

Outlook : Limited Bullish

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.214161.223581.283331.14680
EURUSD1.050671.058531.099620.98860
USDJPY149.547149.277142.240148.780
AUDUSD0.629470.638380.671580.63980
COMMODITIES
XAUUSD1928.821830.031965.341633.50
CLSCID87.6782.7981.7486.22
INDEKS SAHAM
DJI33777336133570632769
HSI17803175282019414627
NKI31925313603330527530
NASDAQ15105.5015136.7515868.5011453.25

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.