Weekly Newsletter Ed. 189

Published on 02/04/2024

Periode: 5 - 9 Feb 2024

What to Expect from OIL?

Rumor dan spekulasi mendorong pasar minyak di minggu lalu dan menambah volatilitas karena dunia masih menantikan potensi kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

Di sisi fundamental, OPEC+ membatalkan kebijakannya dan menolak untuk mengubah arah kebijakan yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan pemadaman kilang yang tak terduga di AS, bisa memiliki dampak yang lebih besar pada harga dengan melemahkan permintaan AS lebih jauh.

DPR AS akan berusaha membatalkan penghentian permintaan Biden atas persetujuan proyek-proyek LNG baru bulan depan. Mereka menuduh Gedung Putih menenangkan para aktivis iklim radikal, tapi tidak melewati Senat.

Sementara pertemuan OPEC+ akan menunggu pertemuan berikutnya di bulan Maret karena mereka tidak membuat perubahan apapun minggu lalu.

(oilprice)

NFP Mengejutkan, Mungkinkah Saham Mengulang Tahun 1987?

Pasar dikejutkan dengan data non farm payroll di hari Jumat yang fantastis, jauh melebihi ekspektasi. Namun data tersebut ternyata tidak membuat semua takjub, terutama di antara para pejabat Fed. Salah satunya adalah Presiden Fed Chicago, Austan Goolsbee.

Berikut wawancaranya di program “PBS NewsHour” di hari Jumat.

NFP Kuat, Tapi Rincian Tidak Sekuat itu!

Austan Goolsbee mengatakan bahwa meskipun laporan pekerjaan bulan Januari sangat menakjubkan terlihat dari angka yang dirilis, tapi detail yang mendasarinya tidak sekuat itu.

Goolsbee mengatakan “Angka utama hampir menakjubkan, tapi jika Anda mengupas sedikit bawangnya, angka tersebut tidak sekuat yang dikeluarkan oleh angka utama, tapi ya masih sangat kuat”.

Jumlah Jam Kerja Turun

Goolsbee menyoroti secara khusus jam kerja turun 0.2% bulan lalu meskipun ada lonjakan pekerjaan baru. Tapi dia menghindari pertanyaan tentang apakah data tersebut berarti tidak akan ada pemangkasan suku bunga di pertemuan Maret.

Mei atau Juni?

Dalam wawancara terpisah di hari Jumat sebelumnya, mantan Wakil Ketua Fed Richard Clarida mengatakan bahwa dia berpikir Juni akan menjadi waktu yang paling mungkin untuk pemangkasan suku bunga pertama dari siklus tersebut karena kuatnya laporan pekerjaan di bulan Januari.

Mayoritas ekonom memiliki pandangan yang sama dengan Clarida. Namun, trader di pasar derivatif berpikir pemangkasan pertama diperkirakan akan terjadi lebih cepat di awal Mei. Terkait tuduhan mantan Presiden Donald Trump tentang keputusan Ketua Fed Powell yang dinilai politis, Goolsbee mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Pelajaran dari Tragedi 1987 

Para pedagang berjangka Fed-funds memperkirakan ada 5-6 kali pemangkasan suku bunga dengan masing-masing seperempat poin persentase antara saat ini sampai akhir tahun. Hal ini berbeda dengan dot plot Fed di bulan Desember yang menyebut hanya akan ada 3 kali pemangkasan 25 bps di tahun ini.

Para ekonom mengaitkan pemangkasan suku bunga yang agresif tersebut dengan ekspektasi bahwa Fed akan mempertahankan suku bunga riil tetap stabil jika inflasi terus turun. Di hari Rabu lalu, Fed secara luas mempertahankan suku bunga 5.25 – 5.50%, dengan pasar memperkirakan peluang 50% lebih baik untuk kesempatan pemangkasan di bulan Maret.

DataTrek meninjau kembali siklus pelonggaran di masa lalu untuk melihat bagaimana ekspektasi pasar sejalan dengan siklus pelonggaran di masa lalu. Dan mereka menemukan satu contoh dalam 44 tahun terakhir saat Fed memangkas suku bunga 1.25 poin persentase (125 bps) atau lebih dalam setahun saat resesi tidak terjadi ataupun terlihat jelas dalam waktu dekat.

Di tahun 1985-1986, Fed menaikkan suku bunga menjadi 11.6% di bulan Agustus 1984 sebelum mulai melonggarkan kebijakan di pertengahan siklus dan memangkas hingga 5.9% di bulan Oktober 1986. Hal itu menambah bahan bakar untuk rally di pasar saham dengan S&P naik 31% di tahun 1985, dan naik 18% di tahun 1986, lalu naik 31% lagi di akhir September 1987. Dan sejarah pasar mencatat yang terjadi selanjutnya Black Monday 19 Oktober 1987, S&P 500 anjlok lebih dari 20% dalam 1 hari, Dow turun 23%. Dan S&P 500 saat itu mengakhiri Q4 1987 dengan kerugian 23%. (marketwatch)

Laporan NFP ‘Mengejutkan’, Sektor Jasa Semua Kawasan, Inflasi China dan Geopolitik Fokus Utama Minggu Depan!

Kabar baiknya adalah minggu depan relatif minim data tingkat tinggi yang bisa membuat sentiment pasar bergejolak secara signifikan. AS hanya akan fokus pada sektor jasa dari S&P Global maupun ISM. Demikian juga kawasan lainnya. Namun, China akan merilis data inflasi CPI sebelum libur perayaan imlek. Data ini menjadi penting karena pemerintah sedang mencari cara untuk mendongkrak aktivitas ekonomi domestik sehingga mendorong tingkat permintaan untuk menaikkan inflasi. Sementara geopolitik pun tidak akan luput dari pengawasan setelah kabar menyebut AS mulai melakukan serangan ke perbatasan Suriah dan Irak di hari Jumat kemarin. 

Fokus Pekan ini:

Jumat di akhiri dengan laporan pekerjaan AS yang mengejutkan jauh lebih kuat dari ekspektasi. Non farm payroll naik 353K, jauh lebih tinggi dari estimasi yang mengharapkan kenaikan hanya di 180K saja. Angka ini juga cukup jauh bila dibandingkan data ADP yang dirilis hari Rabu, 2 hari sebelum NFP, dan tercatat di 107K.

Laporan tersebut memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan juga menguatnya dolar di hari Jumat. Meski demikian, imbal hasil secara keseluruhan cenderung lebih rendah di minggu lalu, sementara dolar berakhir kuat. Data yang mengejutkan kuat mempertegas apa yang dikatakan Fed dalam FOMC Meeting yang menahan diri untuk tidak tergesa-gesa memangkas suku bunga di bulan Maret.

Di sisi lain, minggu depan pasar hanya akan mencermati sektor jasa dari semua kawasan, inflasi dari China dan Jerman, dan beberapa pidato dari pejabat bank sentral.

AS

Data akan diawali dengan sektor jasa versi S&P Global maupun ISM. Keduanya diharapkan menunjukkan kenaikan dibanding bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah 50 adalah kontraksi. Dengan potensi menguatnya jasa, dolar berpotensi kembali menguat. Sebaliknya, data yang lemah berpotensi menekan dolar.

Raphael Bostic dari Fed Atlanta akan memberi komentar di malam hari. Kemudian Rabu giliran Michelle Bowman. Kamis tertuju pada data klaim pengangguran mingguan dan pasar kemungkinan diperkirakan relatif minim data penunjang di hari Jumat.

Dengan reaksi pasar yang diperkirakan masih terkejut dengan data NFP di hari Jumat kemarin, maka sentimen diperkirakan masih bertahan sampai beberapa jam di awal sesi Asia di awal pekan depan. Tapi pasar juga akan mencermati konflik geopolitik yang masih membayangi karena AS dikabarkan mulai melakukan serangan balasan ke perbatasan Suriah dan Irak, sesuai rencana mereka untuk merespon tewasnya 3 personil militer mereka akibat serangan drone 2 minggu lalu.

EU

Zona Euro akan mengawali pekan depan dengan PMI Services, juga untuk Jerman dan Prancis. Laporan diperkirakan turun sehingga sektor jasa diperkirakan bisa menjadi alasan untuk ECB lebih awal memangkas suku bunga dibandingkan Fed.

Di hari Rabu, Jerman akan merilis data produksi industri yang diperkirakan menguat dari -0.7% menjadi -0.1%.

Inflasi Jerman dirilis di hari Jumat. Angka inflasi diperkirakan turun dari 3.7% menjadi 2.9% y/y, dan basis bulanan sedikit naik dari 0.1% menjadi 0.2% m/m.

Inggris

Kawasan Inggris kemungkinan hanya memiliki sedikit fokus data ekonomi di minggu depan, dengan fokus utama yang relatif berdampak adalah data PMI Services di hari Senin. Data diperkirakan naik dari 53.4 menjadi 53.8. BOE memiliki alasan yang kuat untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama karena sektor jasa yang menguat di atas 50.

Selasa rilis data BRC Retail Sales yang akan memberi gambaran untuk kondisi daya beli konsumen Inggris saat ini.

Rabu terfokus pada indeks harga rumah dari Hailfax dan juga suku bunga kredit.

Pejabat BOE Catherine Mann akan memberi pernyataan di hari Kamis malam. Mann merupakan salah satu pejabat BOE yang cenderung hawkish dan kondisi terakhir dalam voting MPC menjadi salah satu dari dua orang yang mendukung untuk BOE menaikkan suku bunga.

Pernyataan Mann bisa memberi dampak terhadap pergerakan pound yang sepi data penunjang di minggu depan.

Lanjut di hari Kamis dengan data PMI Manufacture versi Caixin di mana data diperkirakan secara luas turun dari 50.8 menjadi 50.5. Jika data sesuai perkiraan, maka potensi penurunan pada ekuitas bisa terjadi meski diharapkan tidak terlampau dalam.

China

Minggu depan adalah minggu tercepat untuk China karena mereka akan libur perayaan tahun baru China di akhir pekan. Libur akan berlangsung sejak 9 Februari hingga 1 minggu ke depan pasca tahun baru yang jatuh di tanggal 10 Februari.

Di awal pekan, China akan mengawali dengan merilis laporan PMI Services dari Caixin. Kemudian topik utama tertuju pada data inflasi CPI di hari Kamis. Data diperkirakan turun dari -0.3% menjadi -0.5% y/y, tapi basis bulanan diperkirakan naik dari 0.1% ke 0.4% m/m.

Sementara PPI diperkirakan menguat tipis dari -2.7% menjadi -2.6% y/y.

Pasar masih menunggu realisasi dari janji paket stimulus senilai 2 triliun yuan atau setara $ 278 miliar.

Jepang

Di hari Senin, Jepang juga akan merilis data PMI Services, yang diperkirakan naik dari 51.5 menjadi 52.7. Lanjut dengan Selasa data pengeluaran rumah tangga yang diperkirakan juga menguat. Basis tahunan dari -2.9% menjadi 02.1% y/y, dan basis bulanan dengan kenaikan dari -1.0% menjadi 0.2% m/m.

USDJPY mengalami kenaikan setelah data NFP di hari Jumat mendorong kenaikan imbal hasil Treasury. Tapi secara internal, pasar masih menunggu rampungnya pembahasan upah musim semi untuk mendapat petunjuk lebih kongkrit tentang kenaikan upah yang dibutuhkan BOJ.

(marketpulse)

HIGH EVENT – ECONOMIC CALENDAR

Senin

JPY Jibun Bak Japan Services PMI, CNY Caixin Services PMI, German Services PMI, EZ Services PMI, UK Services PMI, US Services PMI, US ISM Non Manufacturing PMI

Selasa

US Fed Bostic speaks, JPY Household Spending, UK BRC Retail Sales Monitor, AUD Retail Sales, AUD RBA Interest Rate Decision, German Factory Orders, UK Construction PMI, CAD Building Permits

Rabu

EIA Short Term Energy Outlook, US Fed Mester speaks, German Industrial Production

Kamis

US Fed Bowman speaks, UK RICS House Price Balance, AUD Building Approvals, CNY CPI, US Continuing Jobless Claims, UK BOE MPC Mann speaks

Jumat

China Holiday, German CPI, CAD Unemployment Rate

Weekly Technical Outlook

FOREX

FOREX

EURUSD: Weekly kembali ditutup bearish, semakin mempertegas potensi penurunan sejak 4 minggu terakhir setelah penurunan yang drastis di hari Jumat. Penurunan diperkirakan berlanjut minggu depan dengan potensi support 1.06780 kemungkinan disentuh. Ini dengan catatan tidak ada data ekonomi yang relatif lebih kuat dari perkiraan, terutama fokus pasar hanya tertuju pada PMI Services zona Euro dan beberapa negara lainnya di Eropa. Namun, inflasi Jerman bisa menjadi penolong. Itu pun di akhir Jumat, jika dirilis menguat kembali. Resistance 1.08969 kemungkinan menjadi penentu pembalikan naik. Sementara kondisi geopolitik bisa mengganggu potensi apapun yang mendorong naik. Dolar kemungkinan masih akan lebih kuat dibanding mata uang lainnya. Waspadai penurunan di bawah area 1.06000 yang akan memicu penurunan lanjutan hingga kisaran 1.04600.

Resistance : 1.09317, 1.10320, 1.12748

Support :  1.07272, 1.06785, 1.05000,

Outlook :  Bearish

INDEKS SAHAM ASIA

Nikkei: Weekly candle ditutup naik kembali ke zona 36320, menahan pola Dark Cloud Cover yang terbentuk minggu sebelumnya Tapi belum berakhir sampai benar-benar tembus 36965, tertinggi 2 minggu lalu. Jika harga tertahan di bawah itu, maka peluang bearish masih bisa membayangi minggu depan. Terlebih dengan minimnya data ekonomi yang berpengaruh signifikan, maka kondisi ini bisa berbalik menjadi tekanan bearish kembali. H&S di grafik H4 juga belum gagal sehingga kenaikan apapun minggu depan masih berpotensi kembali turun.

Resistance : 36400, 36600, 36965

Support : 36250, 35700, 35505

Outlook : Bearish

HANGSENG:  Weekly ditutup bearish dan menghapus hampir sebagian kenaikan yang diciptakan minggu sebelumnya. Namun, potensi penurunan diharapkan tidak kembali menghampiri zona 14792, low 2 minggu lalu, dan kenaikan bertahap diperkirakan bisa kembali dominan jika harga naik di atas 16000. Di sisi lain, stimulus yang diharapkan belum kunjung tiba sehingga membuat tekanan terus membayangi.

Resistance : 15740, 16030, 16567

Support : 15377, 15000, 14792

Outlook : Bullish

CFD

Dow Jones: Weekly kembali ditutup bullish Rally diperkirakan belum usai setelah data nfp Jumat malam dirilis mengejutkan lebih kuat dari perkiraan. Posisi ini secara teori positif untuk saham karena data ekonomi yang kuat menunjukkan kondisi yang stabil sehingga saham naik. Tapi di sisi lain bisa berarti negatif jika dikaitkan dengan minimnya kemungkinan untuk Fed memangkas suku bunga lebih cepat. Secara teknis, bullish diperkirakan masih akan berlanjut dan Dow punya kesempatan menciptakan high baru kembali. Waspadai pembalikan turun jika harga tertekan hingga kisaran 38370! Hal ini bisa memicu penurunan sekaligus gelombang koreksi lanjutan. Tapi selama penurunan tetap berada di atas zona tersebut, maka peluang kenaikan cenderung dominan. Waspadai kondisi geopolitik di awal pembukaan pekan depan karena kabar terakhir yang menyebut AS mulai luncurkan serangan tahap pertama ke perbatasan Suriah dan Irak! Dan juga pernyataan Powell di hari Senin, meskipun tidak diharapkan ada hal baru yang disampaikan terkait kebijakan moneter.

Resistance : 38800, 39000, 39300     

Support :  38500, 38371, 37900

Outlook : Bullish

CRUDE OIL: Weekly ditutup bearish dengan long black menutup seluruh kenaikan di minggu sebelumnya. Bearish engulfing berpotensi membuka jalan untuk harga bergerak lebih rendah minggu depan, dan support 70.66 terancam ditembus. Jika ini yang terjadi, maka support 68 dan area 63- 65 kembali berpotensi muncul. Sebaliknya, jika support 70.66 tidak ditembus, dan gangguan geopolitik memicu kenaikan komoditi minyak, maka potensi rebound bisa terjadi. Resistance akan berada di zona 75, 78 dan 81. Ketiganya menjadi area penting dan dibutuhkan untuk memvalidasi kenaikan ataupun reversal bullish. Dari sisi data ekonomi, menguatnya dolar akan berarti negatif bagi minyak. Tapi jika saham tetap positif, maka minyak punya kesempatan kembali naik meskipun terbatas. Kondisi geopolitik juga mencermati perkembangan perjanjian gencatan senjata antara Israel – Hamas. Gagal terwujud, maka akan berpotensi membuat minyak kembali rebound. Tapi jika terwujud, minyak kemungkinan menemukan area low baru untuk 2024.

Resistance : 74.15, 77.60, 79.74,

Support : 70.66, 68.58, 63.81

Outlook : Bearish

GBPUSD: No Hope! Descending Triangle Siap Tembus 1.26000?

Weekly berakhir dengan bearish kembali dan lebih rendah dibanding minggu sebelumnya. Dan MA 200 Weekly lagi-lagi menjadi area yang sulit ditembus. Meskipun sempat mendapat kesempatan naik, tapi resistance daily dari pola descending triangle ternyata gagal tembus dan berbalik turun dekati support 1.26000. Dengan minimnya data minggu depan, dan dolar yang kemungkinan masih kuat, maka penurunan di bawah 1.26000 lebih diharapkan, dan 1.24900 berpotensi muncul.

Resistance :  1.28450, 1.3000, 1.31411  

Support  :  1.26000, 1.24790, 1.22000

Outlook : Bearish

GOLD: Imlek & Geopolitik Tahan Penurunan di bawah 2000?

Candle weekly ditutup lemah, dengan kondisi real body putih yang kecil disertai tail atas yang lebih panjang dibanding tail bawah. Secara teori, bullish belum selesai, tapi secara teori pula menunjukkan adanya rejection kuat di zona resistance 2062 – 2065 yang merupakan area resistance psikologis lainnya yang dihadapi bullish emas. Kejutan NFP seharusnya sudah menekan emas turun lebih jauh dan tembus di bawah 2000. Tapi kondisi geopolitik yang membayangi dan juga seasonal jelang imlek, harga cenderung tertahan di atas 2015 – 2020. Minggu depan area support tersebut akan kembali menjadi pedoman. Bearish akan lebih kuat jika harga bermain di bawah 2015, dan target terdekat adalah menguji zona 2001 – 2005, terjauh 1972 – 1974. Tapi jika pasar masih khawatir dengan geopolitik yang belum jelas dan juga minat terhadap emas jelang imlek masih cukup kuat, maka peluang rebound dari zona 2015 – 2020 masih sangat terbuka. Namun, waspada di akhir pekan depan (Jumat) di mana China sudah memasuki libur dan potensi profit taking atau pun melemahnya pembelian dari China memasuki imlek bisa menekan. Efek imlek biasanya berjalan optimal 1 minggu sebelum dan beberapa hari setelah imlek.

Resistance : 2048,  2065.27, 2075

Support :   2019.12, 2005.57, 1988

Outlook : Bearish

USDJPY: Another Doji Weekly, Sentuh 150 Sebelum Turun?

Weekly ditutup dengan doji. Tapi secara teori, doji yang dimaksud masih kategori hanging man sehingga biasanya sinyal masih adanya potensi penurunan. Tapi hal ini mungkin akan sedikit sirna jika harga lanjut naik di atas 148.600, dan mulai memasuki area 149.50 – 150.00. Jika ini terjadi, maka seller kemungkinan akan kembali muncul di dekat resistance 150 – 151. Namun, minimnya data akan sulit membuat harga turun jauh!

Resistance :  149.660, 150.762, 152.000

Support :  147, 443, 146.086, 143.408

Outlook : Bearish

Disclaimer:

FOREXLATESTEND OF LAST WEEK3-MONTHS AGO1-YEAR AGO
GBPUSD1.263161.270051.262311.20313
EURUSD1.078601.085291.089031.05779
USDJPY148.365148.146148.148136.186
AUDUSD0.651010.657380.660340.67316
COMMODITIES
XAUUSD2037.392018.552036.011826.31
CLSCID72.3478.1575.6076.82
INDEKS SAHAM
DJI38736382443598732650
HSI15547159441704419739
NKI36320359253348527455
NASDAQ17685.2517503.0015957.0012039.00

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.