Pasar Masih Mencermati Data Ekonomi Sebelum Kenaikan Tarif Impor AS Diberlakukan Pekan Depan

Published on 03/25/2025

Dolar terus menguat terhadap mata uang lainnya seiring dengan perubahan sikap atas kenaikan tarif yang baru dari Presiden Trump dan juga data fundamental ekonomi berupa aktifitas bisnis yang meningkat di AS. Data PMI di sektor jasa meningkat tajam dari 51 menjadi 54.3 yang jauh lebih baik dari perkiraan hanya naik 51.2. Data di sektor jasa ini sekaligus mengdongkrak data di sektor manufaktur yang masih menurun dari 52.7 menjadi 49.8 yang lebih rendah dari perkiraan hanya turun 52.1. Sehingga secara komposit data PMI relatif masih baik yaitu meningkat dari 51.6 menjadi 53.5 yang lebih baik dari perkiraan sedikit menurun 51.5. Angka di atas ambang 50 menunjukkan aktifitas ekonomi dalam zona ekspansif. Disamping memang sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi di AS lebih besar hampir ¾ dari GDP. Sementara itu juga administratif Presiden Trump membuat pengecualian terhadap beberapa sektor yang akan terdampak oleh kenaikan tarif impor AS yang akan segera diberlakukan pekan depan. Tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Trump perihal negosiasi kenaikan tarif akan berakhir dan akan efektif berlaku pada 2 April mendatang. Perubahan sikap Presiden Trump membuat sedikit berkurang kekhawatiran tersebut walau belum sepenuhnya merasa lega. Sebelumnya agenda ekonomi tersebut dikhawatirkan akan memicu inflasi dan akan melambatkan pertumbuhan ekonomi global. Gubernur Fed Atlanta - Raphael Bostic memperkirakan hanya akan terjadi sedikit perubahan inflasi dalam beberapa bulan mendatang yang membuat spekulasi meningkat bahwa Fed hanya akan memangkas suku bunga acuan sebanyak 25 bps atau 1 kali hingga akhir tahun nanti. Meskipun dalam pertemuan moneter FOMC pekan lalu Fed masih memproyeksikan suku bunga acuan tetap akan dipangkas sebanyak 50 bps dalam 2 kali pertemuan hingga Desember nanti. Pada intinya Fed masih akan melihat dampak yang diakibatkan oleh agenda kenaikan tarif Presiden Trump terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi hingga paruh kedua tahun ini untuk menentukan langkah moneter yang sesuai dengan kondisi ekonomi. Hari ini akan dirilis data Kepercayaan Konsumen dan data indeks manufaktur di negara bagian Richmond serta data-data di sektor perumahan.

Yen juga semakin melemah terhadap dolar seiring dengan masih belum pastinya Bank Sentral Jepang (BOJ) akan menaikkan suku bunga acuannya. Dalam pertemuan moneter BOJ pekan lalu tidak membuat perubahan suku bunga acuan meskipun inflasi masih jauh di atas target. Gubernur BOJ - Kazuo Ueda menyatakan menunggu dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS. Setelah itu masih belum ada indikasi dari pejabat BOJ manapun yang berkomentar pasca pertemuan moneter pekan lalu. Hari ini akan dirilis data inflasi CPI dari internal BOJ.

Euro masih cenderung melemah terhadap dolar setelah data PMI di sektor jasa mengalami penurunan dari 50.6 menjadi 50.4 yang lebih jelek dari perkiraan meningkat 51.2. Sementara di sektor manufaktur meski meningkat dari 47.6 menjadi 48.7 yang lebih baik dari perkiraan hanya naik 48.3, namun masih di bawah ambang batas 50 yang menandakan kondisi sektor ini masih dalam zona kontraksi. Dengan kondisi ekonomi yang masih rentan dan ancaman kenaikan tarif impor dari AS menjadi sentimen negatif untuk aset-aset Eropa. Meskipun stimulus fiskal senilai €500 juta diharapkan dapat memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Hari ini akan dirilis data iklim bisnis di Jerman dan Belgia.

Poundsterling bergerak menguat terhadap dolar selain karena data aktifitas bisnis di sektor jasa yang meningkat melampaui perkiraan. Data PMI di sektor jasa terus meningkat di Inggris menjadi 53.2 yang lebih baik dari perkiraan naik 51.2 dari periode sebelumnya 51.0. Meskipun di sektor manufaktur masih cenderung menurun menjadi 44.6 yang lebih rendah dari perkiraan naik 47.3 dan data periode sebelumnya direvisi membaik menjadi 46.9. Dengan sektor jasa menyumbang pertumbuhan ekonomi maka data di sektor manufaktur diabaikan karena secara global sektor manufaktur masih belum pulih dan masih mengalami kontraksi di bawah ambang batas 50. Selain itu pasar juga mengantisipasi update anggaran dari Menteri Keuangan Inggris - Rachel Reeves yang akan disampaikan di depan parlemen dalam pekan ini juga. Gubernur Bank Sentral Inggris (BOE) - Andrew Bailey semalam tidak menyinggung kebijakan moneter dalam pidatonya. Hari ini akan dirilis data Realized Sales.

Cek informasi lainnya di kanal resmi Agrodana Futures

https://agrodana-futures.com/

https://t.me/AGROdanaOFFICIAL

https://instagram.com/agrodanafuturesofficial

https://www.youtube.com/c/agrodanafuturesofficial