Dolar bergerak mixed seiring dengan kekhawatiran akan dampak dari agenda kenaikan tarif impor AS secara umum dan terutama di sektor otomobil yang baru saja diumumkan Presiden Trump sehari sebelumnya. Setelah sebelumnya sempat sedikit optimis akan perubahan sikap Trump yang mengatakan akan lebih fleksibel dalam kenaikan tarif impor. Presiden Trump mengumumkan akan mengenakan kenaikan impor sebanyak 25% terhadap kendaraan bermotor yang tidak diproduksi di AS dan akan segera diberlakukan bersamaan dengan kenaikan tarif impor produk lainnya yang sudah diumumkan sebelumnya. Tahun 2024 lalu AS mengimpor produk otomotif senilai $474 miliar termasuk mobil penumpang di dalamnya senilai $220 milyar. Dengan Mexico, Jepang, Korea Selatan. Kanada dan Jerman sebagai supplier terbesar bagi AS. Mitra dagang AS mulai dari Kanada hingga Prancis mengancam akan melakukan perlawanan, Perdana Menteri Kanada – Mark Carney mengatakan akan melawan kenaikan tarif impor otomobil ini, namun tidak menyebutkan secara spesifik tindakan apa yang akan diambil. Menteri Perdagangan Kanada – Doug Ford menghubungi Menteri Perdagangan AS - Howard Lutnick berharap untuk medapatkan keringanan dari kebijakan tersebut. Menteri Ekonomi Mexico juga sejak kemarin mencari jalan keluar dari agenda AS tersebut. Sedangkan pemerintah Inggris terus bernegosiasi secara intensif dengan pihak AS sebelum waktu pelaksanaan mulai dijalankan pekan depan. Jika tidak ada keringanan dari hasil pertemuan AS dengan mitra dagang, bukan tidak mungkin akan terjadi perang tarif yang lebih buruk dari yang diperkirakan. Yang berpotensi memicu kembali kenaikan inflasi dan akan berdampak terhadap pelambatan ekonomi secara global. Dan dipastikan Fed akan menahan suku bunga acuan saat ini untuk lebih lama lagi. Fundamental ekonomi domestik AS sendiri masih solid dengan data pertumbuhan ekonomi GDP mengalami kenaikan untuk kuartalan menjadi 2.4% yang lebih baik dari perkiraan stabil 2.3% sama seperti pada kuartal sebelumnya. Dan tekanan harga juga malah turun menjadi 2.3% yang lebih rendah dari perkiraan stagnan 2.4%. Sedangkan di sektor tenaga kerja angka klaim pengangguran mengalami sedikit penurunan menjadi 224K yang lebih rendah dari perkiraan sama seperti pekan sebelumnya 225K. Hal ini menunjukkan sektor tenaga kerja relatif masih solid meskipun dampak dari pengurangan pegawai federal yang direncanakan departemen efisiensi pemerintahan di bawah Elon Musk belum terlaksana. Begitu juga dampak dari agenda kenaikan tarif impor belum sampai di sektor tenaga kerja. Hari ini ada data indikasi inflasi dari sisi personal/rumah tangga yaitu Personal Consumption Expenditure (PCE) dan hasil survey dari University of Michigan.
Yen masih cenderung melemah terhadap dolar hingga level terendah dalam 3 pekan terakhir. Kekhawatiran akan kenaikan tarif impor sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap Jepang karena nilai investasi Jepang di AS yang cukup signifikan. Namun kekhawatiran akan dampak dari agenda tersebut secara global membuat Bank Sentral Jepang (BOJ) menunda menaikkan suku bunga acuannya. Meski pada dasarnya pejabat BOJ masih berencana untuk kembali menaikkan suku bunga acuan. Data inflasi terakhir yang dirilis pagi ini oleh BOJ menunjukkan indikasi masih cenderung meningkat lebih tinggi 2.4% dari perkiraan stabil sama seperti periode sebelumnya 2.2%. Spekulasi di pasar memperkirakan BOJ akan menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan moneter di bulan Juli mendatang.
Euro rebound terhadap dolar setelah sempat melemah dalam 6 hari berturut-turut seiring dengan rencana pemerintah Jerman menaikkan anggaran dan meningkatkan limit hutang. Sementara perang dagang dengan AS sepertinya tidak akan terhindarkan karena neraca perdagangan yang tidak seimbang. Dan dipastikan akan berdampak pada inflasi, namun diperkirakan hanya akan terbatas pada pertumbuhan di kawasan ini. Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Sentral Prancis sekaligus Wakil Presiden ECB - Luis de Guindos. Dengan asumsi tersebut, ECB diperkirakan akan menurunkan laju pemangkasan suku bunga acuan. ECB diperkirakan hanya akan menurunkan suku bunga acuan hanya sampai 2.0% di bulan September mendatang yang lebih tinggi dari perkiraan semula hingga 1.75%. Pemulihan ekonomi di kawasan ini sepertinya akan tertunda karena faktor berbagai ketidakpastian yang berlangsung secara global menurut pejabat ECB - Isabel Schnabel. Hari ini tidak ada data ekonomi yang akan dirilis.
Poundsterling juga bergerak menguat seiring revisi anggaran dari Menteri Keuangan - Rachel Reeves agar tidak melampaui batas atas anggaran yang diijinkan. Selain itu Reeves juga mengusahakan perundingan dengan AS guna mendapat pengecualian dari kebijakan kenaikan tarif impor AS. Dengan mengajukan pemberian subsidi pada Tesla guna mendukung industri mobil listrik. Inggris merupakan pengekspor terbesar kedua ke AS setelah Uni Eropa dengan memasok mobil penumpang premium dan mewah senilai $9.8 miliar di tahun 2024 lalu. Hari ini ada data pertumbuhan ekonomi GDP, neraca perdagangan dan retail sales.