CHART TECHNICAL ANALYSIS CRUDE OIL
- Faktor pendukung bearish (potensi menahan kenaikan) :
a. Trump ingin harga minyak lebih rendah
b. ketidakpastian tarif memicu kekhawatiran melambatnya permintaan karena ekonomi yang melambat
c. kekhawatiran resesi karena imbas melambatnya ekonomi
d. OPEC+ mulai naikkan produksi per bulan April secara bertahap - Gangguan geopolitik kembali membayangi (kemungkinan jangka pendek) :
a. Israel-Hamas -> Hamas disebut-sebut menolak perpanjang gencatan senjata
b. AS tekan Iran untuk kesepakatan nuklir -> jika tidak merespon, akan ada aksi militer ke fasilitas nuklir Iran - Trump sudah umumkan tarif resiprokal untuk 60 negara, dan tarif lebih tinggi akan mulai berlaku 9 April -> negatif untuk minyak
- Pengumuman tarif Trump mengancam memperlambat pertumbuhan ekonomi sehingga permintaan diperkirakan melemah -> negatif untuk minyak
- Fundamental besar cenderung negatif, sehingga kenaikan kemungkinan masih bersifat terbatas (gangguan geopolitik)
- Secara teknis, level psikologis saat ini berada di 65-66, kemungkinan target penurunan berikutnya sekaligus penentu -> potensi turun lebih tajam jika tembus support psikologis
- Resistance 72-74 target rebound berikutnya, tapi waspada jika OPEC+ sesuai rencana mulai menaikkan produksi per April, maka peluang kenaikan relatif terbatas karena permintaan yang masih lemah
Suggest : SELL on Rally
Area : 70.00 – 70.20
Target : 1) 69.00 2) 68.00
SL : 71.20
Alternatif :
Pertahankan/follow SELL jika tembus 69.00
Switch to BUY jika tembus 71.50
CHART TECHNICAL ANALYSIS DOW JONES
- US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
- Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
- Trump umumkan tarif dasar untuk semua impor ke AS 10% dan tarif resiprokal lebih tinggi untuk negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama China 34% (total 54%) dan sekutu dagang Uni Eropa 20%, memicu kekhawatiran perang dagang yang lebih luas -> saham/risk asset cenderung turun
- Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 155K vs 118K, tapi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan saham karena fokus pada kekhawatiran perang dagang pasca pengumuman tarif resiprokal -> negatif untuk saham
- Fokus data Initial jobless claims jam 19.30 WIB, dan ISM services PMI jam 21.00 WIB
a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY
b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL - Khusus jobless claims, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
- Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 41950-> switch to Buy jika konfirm tembus
- Pertahankan/follow SELL jika tembus 41400
Suggest : SELL on Rally
Area : 41650 - 41670
Target : 1) 41550 2) 41450
SL : 41770
Alternatif :
Follow/Pertahankan SELL jika tembus 41400
Switch to BUY jika tembus 41950
CHART TECHNICAL ANALYSIS S&P 500
- US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
- Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
- Trump umumkan tarif dasar untuk semua impor ke AS 10% dan tarif resiprokal lebih tinggi untuk negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama China 34% (total 54%) dan sekutu dagang Uni Eropa 20%, memicu kekhawatiran perang dagang yang lebih luas -> saham/risk asset cenderung turun
- Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 155K vs 118K, tapi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan saham karena fokus pada kekhawatiran perang dagang pasca pengumuman tarif resiprokal -> negatif untuk saham
- Fokus data Initial jobless claims jam 19.30 WIB, dan ISM services PMI jam 21.00 WIB
a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY
b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL - Khusus jobless claims, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
- Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 5650-> switch to Buy jika konfirm tembus
- Pertahankan/follow SELL jika tembus 5500
Suggest : SELL on Rally
Area : 5560.00 – 5580.00
Target : 1) 5530.00 2) 5500.00
SL : 5610.00
Alternatif :
Pertahankan SELL jika tembus 5500
Switch to BUY jika tembus 5650
CHART TECHNICAL ANALYSIS NASDAQ
- US Treasury Yield ditutup bearish, dolar ditutup melemah -> secara teori positif untuk saham
- Indeks saham AS rata-rata ditutup bearish -> negatif untuk saham
- Trump umumkan tarif dasar untuk semua impor ke AS 10% dan tarif resiprokal lebih tinggi untuk negara-negara lain, termasuk mitra dagang utama China 34% (total 54%) dan sekutu dagang Uni Eropa 20%, memicu kekhawatiran perang dagang yang lebih luas -> saham/risk asset cenderung turun
- Data ADP dirilis lebih baik dari ekspektasi, 155K vs 118K, tapi tidak cukup untuk mempertahankan kenaikan saham karena fokus pada kekhawatiran perang dagang pasca pengumuman tarif resiprokal -> negatif untuk saham
- Fokus data Initial jobless claims jam 19.30 WIB, dan ISM services PMI jam 21.00 WIB
a. Act > Exp = saham naik -> pertahankan BUY
b. Act < Exp = saham turun -> switch to SELL - Khusus jobless claims, angka lebih tinggi menandakan lebih banyak pengangguran dan berdampak jelek untuk saham. (berlaku sebaliknya untuk angka yang menurun)
- Secara teknis, bullish akan lebih kuat jika tembus 19300-> switch to Buy jika konfirm tembus
- Pertahankan/follow SELL jika tembus 18970
Suggest : SELL on Rally
Area : 19110.00 – 19130.00
Target : 1) 19010.00 2) 18910.00
SL : 19230.00
Alternatif :
Pertahankan/Follow SELL jika tembus 18970
Switch to BUY jika tembus 19300
CHART TECHNICAL ANALYSIS NIKKEI
- Indeks Saham AS (terutama Nasdaq) ditutup bearish -> Nikkei berpotensi ikuti Nasdaq
- Indeks Nikkei ditutup doji, secara teori cenderung turun-> negatif untuk Nikkei
- Daily sesuai ekspektasi, turun ikuti wave 5 Elliott wave down tren-> kemungkinan saat ini masih bagian dari wave 5, dan mencari peluang untuk rebound wave ABC
- Trump resmi umumkan tarif resiprokal untuk 60 negara, termasuk Jepang, dan mulai berlaku 9 April-> negatif untuk saham global dan Nikkei, membatasi kenaikan
- Pasar menunggu reaksi dan respon masing-masing negara yang dikenakan tarif, menimbulkan ketidakpastian -> negatif untuk saham
- Bearish akan lebih kuat jika secara teknis berhasil tembus 34460-> pertahankan/follow SELL
- Sebaliknya, bullish akan dominan jika tembus 35000 -> switch to BUY
Suggest : SELL on Rally
Area : 34660 - 34680
Target : 1) 34560 2) 34460
SL : 34780
Alternatif :
- Follow/Pertahankan SELL jika tembus 34460
- Switch to BUY jika tembus 35000
CHART TECHNICAL ANALYSIS HANG SENG
- Candle ditutup doji, secara teori peluang turun -> negatif untuk Hang Seng
- Secara fundamental, target pertumbuhan yang optimis dari pemerintah China, kesiapan untuk menangani dampak tarif Trump, dan kebijakan longgar lainnya dari moneter maupun fiskal mendukung ekonomi -> positif untuk saham/Hang Seng medium term, penurunan kemungkinan terbatas
- Pengumuman tarif resiprokal membuat kecemasan perang dagang dan membebani pasar saham global, termasuk Hang Seng yang dibuka gap down pagi ini
- Tarif resiprokal untuk China 34%, sehingga total tarif impor yang dikenakan untuk China sebesar 54%, menjadi faktor tekanan dan kekhawatiran perang dagang -> dibuka gap down
- Realisasi dari stimulus fiskal China kemungkinan masih menunggu respon China terhadap pengumuman terbaru tarif resiprokal AS sehingga kenaikan cenderung masih tertahan, tapi penurunan juga diperkirakan terbatas karena ekspektasi kebijakan longgar PBOC dan stimulus fiskal pemerintah yang tetap dinantikan -> incar buy jika konfirm stimulus meluncur
- Medium term : bullish tetap terbuka karena pemerintah China targetkan pemulihan konsumsi domestik, PBOC juga tetap longgarkan kebijakan-> setiap penurunan adalah peluang untuk buy untuk strategi medium term
- Bullish akan dominan jika mampu tembus 22815 -> pertahankan/follow BUY
- Tekanan bearish akan lebih dominan jika tembus 22350 -> switch to SELL
Suggest : BUY on Dip
Area : 22550 - 22570
Target : 1) 22670 2) 22770
SL : 22450
Alternatif :
Follow/Pertahankan BUY jika tembus 22815
Switch to SELL jika tembus 22350