Weekly Newsletter Ed. 287-288

Published on 12/21/2025


22 Desember 2025 - 2 Januari 2026


CPI Yang Lemah dan Keputusan BOJ Bantu Saham Bangkitkan Momen Santa Claus Rally?

santa rally stock markets

Ada yang menarik pada saham-saham AS yang terjadi sampai akhir pekan ini, yaitu tekanan terjadi dalam 4 hari berturut-turut pasca libur Thanksgiving, sempat membuat pesimis investor tentang kemungkinan Santa Claus Rally yang gagal tahun ini.

Namun ternyata investor bisa bernafas lega setelah data CPI AS di 18 Desember yang lalu berhasil memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut di 2026.  Sempat terjadi kebingungan pada angka CPI November karena angka yang cukup rendah dibandingkan dengan yang dikhawatirkan. Bahkan Presiden Fed New York, John Williams sempat membalikkan pernyataannya bahwa data CPI tersebut kemungkinan terpengaruh distorsi akibat government shutdown sehingga memperkirakan penurunan suku bunga berpotensi tertunda. Sedangkan Goolsbee cukup terkejut, tapi menyambut positif.

Tapi ada hal lain yang lebih mendasar dan diperkirakan menjadi pendorong kenaikan saham selain CPI. Keputusan BOJ untuk menaikkan suku bunga menjadi 0.75% setelah jeda 11 bulan sempat membuat pasar khawatir bahwa pengetatan kebijakan BOJ akan mengurangi peluang carry trade karena konvergensi selisih suku bunga.

Pasar bisa bernafas lega setelah BOJ tidak memberi panduan hawkish. Hal itu memberi dukungan pada pembelian saham yang didorong carry trade, tepat di momen Santa Claus Rally

Nikkei Tetap Naik Meski BOJ Umumkan Siklus Kenaikan Suku Bunga sampai 2026

Pasar yang cemas saat BOJ memutuskan untuk menaikkan suku bunga menjadi 0.75%, tertinggi sejak 30 tahun terakhir, bisa sedikit lega setelah Gubernur BOJ Kazuo Ueda tidak memberi panduan hawkish yang ditakutkan. BOJ memberi sinyal bahwa bank berencana melanjutkan kebijakan kenaikan suku bunga secara bertahap sampai 2026 dengan menekankan pengelolaan volatilitas di pasar Obligasi Pemerintah Jepang (JGB).

Indeks Nikkei 225 naik dalam 2 sesi berturut-turut, pulih pasca penurunan 4 hari sebelumnya sejak 12 Desember 2025. Hal itu dikarenakan kekhawatiran pasar pada pengetatan moneter BOJ yang biasanya membuat Nikkei anjlok. Namun, era di mana tren bullish Nikkei memerlukan Yen yang lemah sepertinya sudah berlalu.

Yen yang menguat kemungkinan akan meredam tekanan kenaikan biaya hidup yang sedang terjadi di Jepang. Pada gilirannya akan menaikkan kepercayaan konsumen sehingga mendorong pengeluaran domestik.

Di dalam indeks Nikkei 225, terdapat saham-saham yang lebih bergantung pada penjualan domestik di Jepang, dan saham-saham tersebut bisa mengunggulisaham-saham yang lebih bergantung pada ekspor. Sejak 9 Desember 2025, Indeks Nikkei 225 Domestic Exposure 50 (penjualan domestik) unggul dari Indeks Nikkei 225 Global Exposure 50 (penjualan internasional).

Dengan rasio melonjak 5.4% per 18 Desember 2025, maka siklus kenaikan suku bunga BOJ yang bertahap tidak akan memicu penurunan besar pada Nikkei 225

rising stock markets
world-monetary

AGENDA DATA EKONOMI

federal-reserve-dollar-bill

Jepang dan China

Pasca kenaikan suku bunga BOJ kemarin, BOJ akan merilis notulen rapat Oktober di hari Rabu, 24 Desember, di mana saat itu bank mempertahankan suku bunga setelah PM baru Sanae Takaichi menjabat.  Sehari berselang, Gubernur BOJ Kazuo Ueda akan bertemu dengan kelompok lobi bisnis Jepang, Keidanren.

Produksi pabrik diperkirakan akan turun sehingga mengurangi sebagian kemajuan yang dicapai dalam 2 bulan terakhir. Sedangkan retail tetap tumbuh karena kenaikan upah pekerja. Namun, para ekonom memperkirakan data November belum akan menunjukkan dampak dari penurunan jumlah turis dari China.

Dan China akan merilis laporan PMI manufacture jelang penutupan tahun 2025

UK GDP

22 Des 2025
Jam 14:00 WIB 

UK Manufacturing PMI

2 Jan 2026
Jam 16:30 WIB 

BOJ Minutes

24 Des 2025
Jam 06:50 WIB 

CNY Manufacturing PMI

31 Des 2025
Jam 08:30 WIB 

US GDP

23 Des 2025
Jam 20:30 WIB 

US Manufacturing PMI

1 Jan 2026
Jam 20:45 WIB 

Inggris

Inggris akan melewati minggu 2 minggu terakhir di 2025 dengan masa yang singkat karena di 24-26 Des akan libur Natal dan juga perayaan tahun baru di 31 Des – 1 Jan.

Namun, sebelum libur Natal, Inggris akan merilis data GDP Q3 lebih dulu. Data akan dirilis 22 Des, diperkirakan stabil di 0.1% untuk q/q dan 1.3% untuk y/y.  Pertumbuhan yang melambat membuat bank sentral Inggris (BOE) tidak menutup pintu untuk pemangkasan suku bunga di periode 2026.

Dan di awal tahun, 2 Januari 2026, Inggris akan merilis laporan PMI manufaktur. Angka manufaktur terakhir naik dari 50.2 menjadi 51.2, menunjukkan ekspansi untuk sektor tersebut. Tidak ada proyeksi untuk data terbaru

US Data

Market AS akan libur mulai 24-25 Des untuk perayaan Natal, kembali aktif di 26 Des tapi relatif terbatas. Lalu akan libur kembali di awal tahun, 1 Jan 2026. Namun sebelum itu, minggu depan akan rilis data GDP. Meskipun data ini tidak akan mengguncang pasar, tapi ekonomi diperkirakan akan melambat secara signifikan menjadi sekitar 1% di kuartal berikutnya (Q4) akibat gangguan government shutdown.

Data lainnya sebelum Natal seperti CB consumer confidence, ADP mingguan, new home sales, jobless claims, durable goods juga akan dirilis. Dilanjutkan dengan minggu terakhir 2025 dengan pending home sales, Chicago PMI, dan mengawali 1 Jan dengan PMI manufaktur. Kita tidak akan mendapatkan data NFP Des di 1 atau 2 Jan 2026. Data baru akan dirilis 9 Jan 2026.

gold-bullion-bars

Waspadai “Extreme Correction” Sebelum Rally Menutup Akhir Tahun 2025!

Secara data, tingkat pengangguran yang tinggi dan inflasi CPI yang melunak seharusnya sudah cukup untuk membuat emas lanjutkan kenaikan, minimal sampai akhir tahun. Data minggu depan relatif bertumpu pada GDP, ADP mingguan dan jobless claims. Sedangkan minggu terakhir Desember dan 2 hari pertama Januari hanya terpusat pada PMI manufacture. 

Perdamaian Rusia-Ukraina kemungkinan satu-satunya penghambat jangka pendek jika kedua negara sepakat sebelum libur Natal. Emas sangat mungkin turun tajam dengan cepat, tapi trader harus waspada karena penurunan justru menjadi kesempatan investor ataupun bank kembali membeli di harga relatif murah karena makro fundamental ekonomi yang masih cukup bullish untuk emas.

Area 4180-4200, 4120 dan 4040-4060 kemungkinan menjadi zona support yang paling memungkinkan disentuh jika terjadi perdamaian Rusia-Ukraina sebelum Natal. Tapi setelah itu emas diperkirakan bangkit dengan cepat dan menutup akhir tahun dengan rekor tertinggi baru. Zona 4420-4430 dan 4500 sebagai proyeksi selanjutnya

Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4381, 4430, 4500
(S) : 4245, 4195, 4128

Daily Trend : Limited Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 58.30, 60.00, 62.40
(S) : 55.95, 53.00, 50.00

Geopolitik Masih Tidak Pasti, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi di Q1-2026

Harga minyak stabil di kisaran $55-56 per barel setelah menjalani minggu yang cukup ringan. Tidak ada perkembangan apapun dari geopolitik, baik Rusia-Ukraina maupun AS-Venezuela. Mungkin saja AS menyembunyikan serangan ke Venezuela, tapi kabar mengatakan bahwa Trump ingin mengamankan minyak Venezuela sambil menekan Nicolas Maduro yang dituduh sebagai teroris karena perdagangan Narkoba dan korupsi. Sedangkan proses Rusia-Ukraina “tidak jelas”.

Di sisi lain, 2 minggu ke depan 2025 akan berakhir, dan pertemuan OPEC+ Desember sepertinya tidak terlalu berubah banyak. Mengacu pada pertemuan terakhir, OPEC+ putuskan untuk jeda kenaikan produksi di Q1-2026 untuk mengatasi lemahnya permintaan. Hal ini harusnya menjadi sinyal positif jelang memasuki awal tahun 2026.

Weekly candle ditutup hammer di zona support 55, daily candle ditutup bullish sehingga peluang kenaikan kemungkinan lebih dominan dalam 2 minggu ke depan. Ada harapan untuk naik di atas $58-60 kembali. Tapi ancaman penurunan di bawah $55 juga tidak bisa diabaikan, terutama jika Rusia-Ukraina damai sebelum Natal


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

Dua data di minggu lalu menjadi bukti bahwa tindakan Fed untuk memangkas suku bunga di pertemuan terakhirnya tahun ini adalah benar. Imbasnya pelemahan dolar menguntungkan bagi mayoritas mata uang. Tapi tindakan BOJ di hari Jumat membuatnya sedikit rebound. Tapi 2 minggu ke depan akan menjadi penentuan bagi dolar, apakah akan ditutup rebound atau mengakhiri tahun 2025 dan awal tahun 2026 dengan pelemahan.

euro-inflation-interest
EURUSD
Shooting Star Weekly

Candle weekly ditutup shooting star, memberi indikasi akan terjadi penurunan di minggu depan. Meski ECB pertahankan suku bunga, tapi dolar sepertinya masih lebih kuat dibanding Euro sehingga sementara waktu tertekan. Tapi hal ini bisa berbalik jika area 1.18100 berhasil ditembus minggu depan. Namun, support 1.16140 juga masih terancam

Resistance :  1.18200, 1.19200, 1.20200

Support  :  1.16140, 1.14600, 1.13560

Outlook : Bearish

uk-economy-inflation-rate
GBPUSD
Spnning Tops Weekly

Candle weekly ditutup spinning tops, menandakan peluang bullish maupun bearish yang imbang. Jika resistance 1.34600 berhasil ditembus, maka tren cenderung bullish. Sebaliknya, jika support 1.33000 ditembus, maka cenderung turun. Market Inggris terbatas minggu depan, sehingga Dolar akan kembali berpengaruh pada Pound

Resistance :  1.34500, 1.37260, 1.38000

Support  :  1.31700, 1.30000, 1.29400

Outlook : Bullish

yen-banknotes
USDJPY
Area 160 Mengancam!

Weekly candle berbalik bullish setelah daily candle ditutup naik pasca pengumuman BOJ yang kurang hawkish, meskipun menaikkan suku bunga sesuai ekspektasi. Hal ini membuat area 160 terancam kembali dilirik, terutama jika 158.90 berhasil ditembus. Waspadai intervensi yang bisa muncul jika kenaikan terlalu agresif!

Resistance :  158.880, 160.000, 161.950

Support : 155.790, 154.390, 152.800

Outlook : Bullish

usdollar-economy
INDEKS USD
Tutup Tahun Dengan Pelemahan?

Candle Weekly ditutup bullish, menandakan ada peluang untuk rebound. Tapi secara umum, kenaikan diperkirakan terbatas. Hal ini karena data pekerjaan dan inflasi yang mulai turun sehingga memicu ekspektasi penurunan suku bunga lebih lanjut. Dolar pun melemah. Namun perlu penutupan candle bearish minggu depan agar mampu menutup akhir tahun 2025 dengan penurunan, dan mengawali tahun 2026 dengan tekanan yang lebih dominan.

Outlook : Bearish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

Dua minggu berturut-turut ke depan akan menjadi jawaban atas keraguan tentang apakah Santa Claus Rally itu ada. Hal ini dikarenakan peluang Santa Claus Rally yang biasanya terjadi di minggu terakhir Desember sampai 2 hari pertama Januari. Namun peluang ini bisa berlanjut lebih jika data-data ekonomi yang dirilis 2 minggu berturut-turut tetap mendukung pelonggaran moneter Fed dan juga faktor stimulus China maupun Jepang yang memicu kenaikan pasar saham

japan-asset-inflation
NIKKEI
Double Bottom Daily

Weekly candle berhasil keluar dari tekanan setelah sempat turun ke 48660. Kenaikan di hari Jumat pasca pengumuman BOJ menjadi pemicu untuk peluang kenaikan berikutnya karena BOJ tidak terlalu hawkish. Bahkan pola rising wedge di daily sebelumnya berbalik menjadi peluang double bottom. Pola ini konfirm naik jika neckline 51320 ditembus.

Resistance : 51000, 51500, 52000

Support  :  49500, 48320, 47500

Outlook : Bullish

hongkong flag
HANG SENG
Strong Support Psikologis

Sepertinya area 25100 cukup kuat setelah beberapa kali diuji, termasuk minggu lalu yang sempat turun hingga 25106. Tapi di momen Jumat semua berbalik naik, dengan kenaikan mendorong hingga 25720. Namun, bullish belum cukup kuat karena masih harus menempuh resistance 25830 dan 26040. Jika keduanya mampu ditembus, maka kenaikan bisa diharapkan berlanjut. Waspadai sebaliknya!

Resistance : 26275, 26700,  27400

Support  :  25300, 25100, 24400

Outlook : Bullish

stock-market-data-analysis
NASDAQ
V-bottom Weekly continues

Weekly candle berhasil ditutup naik setelah 4 hari berturut-turut ditekan turun dan dibayangi H&S pada grafik daily. Namun 2 momentum hari Kamis dan Jumat berhasil membuatnya bangkit dan membuka peluang untuk Santa Claus Rally. Pola v-bottom di weekly yang sempat terhenti bisa kembali terbuka

Resistance : 26000, 26500, 27400

Support : 25000, 24500, 23806

Outlook : Bullish

us-flag-arrow-up
DOW JONES
Santa is Coming! Peluang Rally Terbuka Luas!

Diawali gap up di hari Kamis, tapi sempat diragukan karena tekanan sektor teknologi. Tapi kemudian bangkit lagi dengan kenaikan yang hampir sempurna di hari Jumat. Hal ini membuka kembali peluang kenaikan dan zona 48910 akan menjadi pemicu rally yang lebih lanjut jika berhasil ditembus. Meski demikian, weekly candle tidak terlalu meyakinkan sehingga perlu waspada jika kenaikan terhambat

Resistance : 49000, 49500, 50000

Support : 47500, 47000, 46500

Outlook : Bullish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.