Weekly Newsletter Ed. 289

Published on 01/04/2026


5 - 9 Januari 2026


Bukan lagi gertakan, AS Serang Venezuela, Eskalasi Geopolitik di Awal Tahun 2026

crude oil productions

AS di bawah kepemimpinan Donald Trump kini memasuki fase baru yang lebih konfrontatif dalam upayanya melawan pemerintahan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Hal ini terlihat dalam serangan militer AS pertama di wilayah Venezuela, menandai eskalasi signifikan dari operasi maritim dan taktik tekanan ekonomi yang sebelumnya diumumkan Trump 1 bulan terakhir.

Trump secara terbuka mengkonfirmasi bahwa pasukan AS sudah melakukan serangan terhadap fasilitas dermaga pesisir di Venezuela yang dianggap sebagai tempa perdagangan narkoba.

Insiden terbaru terjadi dimulai sekitar jam 2 pagi waktu setempat, saat warga Caracas mendengar pesawat pertama dan ledakan yang terjadi di wilayah militer dan sipil. Beberapa jam setelah itu, pengakuan muncul dari seorang pejabat Amerika yang menyebut Operasi Militer AS sedang berlangsung di Venezuela.

Ledakan menghantam Caracas setelah Presiden Trump berulang kali mengancam serangan darat di Venezuela, setelah berbulan-bulan kampanye tentang serangan udara AS yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan perdagangan narkoba di negara itu.

Serangan ini menandai puncak dari tekanan yang kian meningkat, setelah penyitaan kapal tanker minyak dari dan menuju Venezuela oleh AS.

Pasar bisa bernafas lega setelah BOJ tidak memberi panduan hawkish. Hal itu memberi dukungan pada pembelian saham yang didorong carry trade, tepat di momen Santa Claus Rally

Saham Naik, Tapi Santa Claus Rally Tidak Impresif, Investor Tunggu Pengganti Powell

Indeks Dow dan S&P 500 ditutup lebih tinggi di hari Jumat, mengawali tahun 2026 dengan mengakhiri penurunan 4 hari beruntun. Hal ini dipicu oleh kenaikan saham produsen chip Nvidia, Intel dan Boeing.

Dalam catatan 2025, Dow, S&P 500, dan Nasdaq semuanya mencatatkan kenaikan 2 digit, tahun ketiga berturut-turut berada di zona hijau tren yang terakhir terlihat selama periode 2019-2021.

Meski demikian, beberapa saham unggulan seperti Apple dan Microsoft justru turun sehingga menahan kenaikan pada S&P 500 dan Nasdaq. Saham-saham sektor barang konsumsi non-esensial, termasuk Amazon mencatatkan kerugian.

Joe Mazzola, kepala strategi perdagangan & derivative di Charles Schwab, mengatakan bahwa pasar saat ini sedang berada dalam mentalitas “beli saat turun, jual saat naik”. Dan menurutnya hal itu tidak akan berganti dalam waktu dekat.

Aksi jual baru-baru ini menghancurkan ekspektasi untuk Santa Claus rally, di mana pasar seharusnya mendapat dorongan naik selama 5 hari terakhir Desember dan 2 hari pertama bulan Januari, menurut Stock Trader’s Almanac.

Sorotan utama Januari tertuju ke data pasar tenaga kerja minggu depan, terutama setelah Powell di FOMC Desember menekankan tentang penurunan suku bunga lebih lanjut jika ada kejelasan tentang kondisi lapangan kerja. Dan ketua Fed berikutnya kemungkinan akan jauh lebih lunak daripada Powell, dan itu akan positif untuk semua saham, bukan hanya teknologi. 

stock-market-data-analysis
world-monetary

AGENDA DATA EKONOMI

federal-reserve-dollar-bill

Jepang dan China

Minggu pertama Januari ditandai dengan kembalinya partisipan pasar secara penuh setelah libur bank di Tahun Baru yang diperpanjang di Jepang.

Investor akan memantau secara ketat BOJ minggu depan. Data upah baru akan dirilis di 7 Januari akan membuka peluang untuk kenaikan suku bunga yang dipercepat jika data pendapatan lebih tinggi dari perkiraan. Hal ini akan berdampak pada penguatan yen.

Di China, investor akan mencermati data inflasi yang dirilis 9 Januari, dan diperkirakan akan menyoroti masalah yang terus berlanjut pada turunnya harga pabrik. Tapi sebelum itu, laporan perdagangan di 8 Januari akan menunjukkan sejauh mana China bisa mengatasi ketegangan perdagangan global

UK Services PMI

6 Jan 2026
Jam 16:30 WIB 

EUR Services PMI

6 Jan 2026
Jam 16:00 WIB 

EUR CPI

7 Jan 2026
Jam 17:00 WIB 

US ADP

7 Jan 2026
Jam 20:15 WIB 

US NFP

9 Jan 2026
Jam 20:30 WIB 

US Unemployment Rate

9 Jan 2026
Jam 20:30 WIB 

Inggris & Eropa

Minggu pertama Januari untuk Inggris identik dengan “Golden Quarter” post-mortem. Sektor ritel yang menjadi andalan ekonomi Inggris, akan menjalani penilaian ketat dengan serangkaian pembaruan perdagangan dari entitas terkemuka: Next, Marks & Spencer, Tesco dan J Sainsbury.

Laporan-laporan tersebut kemungkinan akan memberi gambaran definitif pertama tentang bagaimana konsumen merespons musim liburan di tengah kenaikan biaya tenaga kerja dan potensi perang harga di sektor ritel makanan.

Sedangkan PMI services dari Inggris dan juga Eropa juga akan dirilis di 6 Januari 2026. Dan Inflasi CPI zona Eropa akan menjadi pelengkap data di hari Rabu untuk melihat apakah data akan mendukung ECB memangkas kembali dalam waktu dekat.

US

Agenda utama adalah laporan ketenagakerjaan AS yang akan dirilis 9 Januari 2026. Penciptaan lapangan kerja secara bertahap melambat dalam setahun terakhir. Para ahli memperkirakan ekonomi menciptakan sekitar 55K lapangan kerja di bulan Desember, tidak terlalu jauh dengan angka yang dirilis November.

Tingkat pengangguran sendiri diperkirakan turun dari 4.6% menjadi 4.5%. Meski pasar tidak mengharapkan pemangkasan suku bunga Januari, peluang Maret saat ini 50%. Tapi, jika laporan tenaga kerja secara mengejutkan melemah, maka akan memicu kekhawatiran resesi dan mendorong investor bertaruh pada pemangkasan suku bunga yang lebih cepat.

gold-bullion-bars

Geopolitik vs Data NFP, Investor Cermati Zona 4270 dan 4404 Sebagai Pemicu Trend!

Hari pertama bulan Januari tidak berhasil untuk emas. Meski sempat naik, tapi berakhir dengan penurunan. Saat itu kabar tentang kemungkinan perdamaian Rusia-Ukraina akan segera terwujud membuat emas kehilangan daya tarik sebagai safe haven. Namun, geopolitik di akhir pekan dipicu oleh serangan AS ke Venezuela kemungkinan menjadi titik balik bagi emas di pembukaan Senin. Dan akhirnya data NFP akan berperan penting untuk penentu sentimen berikutnya bagi suku bunga Fed.

Kabar buruknya, secara teknis, weekly candle ditutup bearish dan ancaman bearish divergence yang terlihat dari RSI. Beruntungnya posisi candle meski mirip dengan bearish engulfing, tapi tidak terlalu kuat untuk dianggap sinyal engulfing karena panjang 2 candle terakhir yang nyaris sama. Kabar baiknya, 3 candle pertama (sebelum candle ke-4 ditutup bearish)  adalah 3 candle bullish yang berurutan sehingga terbuka sebagai “3 White Soldiers” yang berarti memungkinkan untuk kembali naik minggu depan. Jika resistance 4404 berhasil ditembus, maka kenaikan berlanjut. Sebaliknya, jika support 4274 yang ditembus, maka koreksi turun berlanjut dan area 4170-4200 sebagai target.

Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4404, 4486, 4534
(S) : 4274, 4170, 4129

Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 58.80, 60.00, 62.40
(S) : 55.95, 53.00, 50.00

Awal Tahun, AS Serang Venezuela, OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi, Oil Naik?

Kabar di hari Sabtu tentang serangan AS ke Venezuela menjadi pembuka yang menarik bagi pasar minyak yang awalnya hanya berharap pada perdamaian Rusia-Ukraina. Serangan tak terduga di 3 Januari, Sabtu pagi waktu setempat, berpotensi membuat pasar minyak berpotensi dibuka gap up di hari Senin.

Pasar akan mencermati lebih lanjut apakah Venezuela akan memberi perlawanan, mengingat pemimpin mereka Maduro dikabarkan ditangkap beberapa jam setelah serangan AS. Jika ini berlanjut, maka minyak berpeluang naik. Sementara OPEC+ di 4 Januari kemungkinan konsisten dengan kesepakatan di pertemuan sebelumnya untuk menunda kenaikan produksi di Q1-2026.

Weekly candle ditutup inverted hammer 2 minggu berturut-turut, dan dekat zona support. Jumat bahkan ditutup hammer sehingga peluang kenaikan cukup terbuka, Jika gap terjadi, maka diharapkan harga lanjut tembus di atas $58.80 untuk membuka peluang naik hingga $60. Tapi jika geopolitik mereda, maka harga kemungkinan kembali turun. Dan mengancam $56. AS akan pegang kendali atas harga minyak karena menguasai pasokan minyak Venezuela.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

Minggu pertama Januari segera dimulai, dan diperkirakan semua partisipan market mulai kembali aktif. Sentimen utama saat ini masih seputar ekspektasi penurunan suku bunga Fed karena sikap Fed yang melunak di FOMC Desember. Namun, semua itu akan diuji oleh data NFP yang akan dirilis Jumat. Sedangkan Eropa akan bergantung pada data CPI, dan Jepang akan diuji oleh data industri. Meski demikian, penggerak utamanya tetap pada data ketenagakerjaan AS

euro-inflation-interest
EURUSD
CPI Kemungkinan Penentu

Pasar saat ini masih berada di zona sideways, belum menunjukkan indikasi untuk pembalikan arah meskipun candle weekly ditutup bearish. Weekly terbuka dalam pola triangle, dan breakout salah satu area diperlukan untuk menjadi penentu tren. Skenario bullish akan lebih kuat jika mampu tembus resistance 1.17640

Resistance :  1.18200, 1.19200, 1.20200

Support  :  1.16140, 1.14600, 1.13560

Outlook : Limited Bearish

uk-economy-inflation-rate
GBPUSD
Broadening Wedge Berlanjut

Baik daily maupun weekly ditutup candle bearish, meskipun secara keseluruhan keduanya masih dalam tren utama bullish. Short term correction kemungkinan mendominasi, terutama jika dipicu data-data yang lemah. H4 mengindikasikan penurunan dari pola ascending broadening wedge belum tuntas sehingga penurunan kemungkinan terjadi lebih dulu

Resistance :  1.35300, 1.37260, 1.38000

Support  :  1.33800, 1.31700, 1.30000

Outlook : Limited Bearish

yen-banknotes
USDJPY
Sideways Continue

Harga belum menunjukkan perubahan yang signifikan dalam 3 minggu berturut-turut. Resistance 158 tetap mengancam, tapi kenaikan 3 minggu terakhir tertahan di 157, dan lebih rendah. Ancaman intervensi tetap membayangi, meskipun spekulan melihat sekedar gertakan. Resistance 157.70 dan support 155.500 area yang perlu diwaspadai!

Resistance :  157.770, 158.880, 160.000

Support : 155.500, 154.390, 152.800

Outlook : Limited Bullish

usdollar-economy
INDEKS USD
Penguatan Tergantung NFP

Dalam seminggu terakhir, dolar menunjukkan kenaikan yang impresif, meskipun tidak disebut “sangat kuat”. Hal ini ditandai kenaikan yang efektif, tapi bertahap dalam 6 hari terakhir secara beruntun. Namun penguatan tersebut akan menghadapi ujian sebenarnya saat NFP dirilis minggu depan. Jika data dirilis lebih rendah, maka kenaikan berakhir, dolar kembali dalam tekanan. Jika data lebih kuat, maka penguatan berpeluang lanjut.

Outlook : Bullish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

Santa Claus rally sepertinya kurang impresif tahun ini dibanding tahun-tahun sebelumnya, meski secara keseluruhan indeks saham AS tetap ditutup naik, dan stabil di zona resistance hingga penutupan 2 Januari. Rintangan akan lebih tangguh memasuki minggu pertama Januari yang mulai aktif secara total. Rintangan pertama kemungkinan efek geopolitik karena AS serang Venezuela di hari Sabtu pagi waktu setempat. Namun, penggerak utama akan tertuju pada data NFP Jumat.

japan-asset-inflation
NIKKEI
Butuh Pemicu Besar!

Harga beranjak naik di hari pertama Januari, tapi tidak sekuat yang diharapkan. Pola double bottom daily tetap terbuka, tapi kini bertempur dengan peluang pola bearish flag sehingga butuh pemicu kuat untuk tembus salah satu resistance atau support. Bullish mutlak harus tembus 51820 untuk berlanjut. Sebaliknya tembus 49000 picu penurunan

Resistance : 51000, 51500, 52000

Support  :  50000, 49500, 48320

Outlook : Limited Bearish

hongkong flag
HANG SENG
Ujian di Resistance 27000

Akhirnya indeks mengalami kenaikan secara keseluruhan di grafik weekly, ditandai dengan penutupan candle bullish dan kenaikan yang paling kuat terjadi di hari Jumat, hari pertama Januari. Ekspektasi stimulus kemungkinan dibalik dorongan tersebut. Namun, area 27000 secara teknis berpotensi menjadi penjegal jika gagal tembus. Sebaliknya, pola penurunan mengancam jika tembus 25500

Resistance : 26700,  27400, 28000

Support  :  26000, 25300, 25100

Outlook : Bullish

stock-market-data-analysis
NASDAQ
Geopolitik vs NFP

Kabar buruknya adalah candle weeky ditutup turun, dan geopolitik kemungkinan menambah tekanan di awal pembukaan Senin. Kabar baiknya, pola v-bottom weekly masih tetap terbuka, dan data NFP mungkin memberi harapan itu jika dirilis lebih lemah. Resistance 25900 dan support 24600 adalah 2 area yang perlu diwaspadai!

Resistance : 25890, 26400, 27000

Support : 25000, 24500, 23806

Outlook : Limited Bearish

us-flag-arrow-up
DOW JONES
Geopolitik vs NFP

Secara teknis, Dow tetap berada di zona resistance dalam 3 minggu terakhir, meskipun di minggu terakhir tercatat lebih rendah. Bahkan hal ini membuat Santa Claus rally di minggu terakhir Desember dan hari pertama Januari tidak berjalan mulus. Kondisi ini juga berpotensi terganggu oleh perkembangan AS-Venezuela terbaru. Perkembangan Geopolitik dan NFP sebagai sasaran utama data ekonomi

Resistance : 49000, 49500, 50000

Support : 48000, 47500, 47000

Outlook : Limited Bearish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.