Weekly Newsletter Ed. 291

Published on 01/18/2026


19 - 23 Januari 2026


Quick Insights: Forum Davos, BOJ Meeting, Geopolitik

world exchanges

Minggu ke-3 Januari dan situasi geopolitik yang belum jelas, tapi pasar juga dibayangi data ekonomi dan beberapa risk event lainnya. Forum Ekonomi Dunia di Davos berlangsung minggu depan di mana Presiden dan Gubernur Bank Sentral akan bertukar pikiran tentang basis tahunan mereka. Tahun lalu forum ini menjadi mimbar bagi Trump pasca dilantik sebagai presiden AS di 20 Jan 2025

Central Bank: BOJ Meeting

BOJ melakukan pertemuan moneter 2 hari dan diharapkan pengumuman keputusan di hari Jumat, 23 Jan 2026. Tidak diharapkan ada kenaikan suku bunga, tapi pasar berharap BOJ memberi pernyataan yang tegas terkait pelemahan yen. Kegagalan berkomunikasi berpotensi memperburuk situasi. Beredar rumor bahwa BOJ bisa saja menaikkan suku bunga disertai intervensi mata uang untuk membuat penguatan lebih signifikan

In Focus: Pidato Trump

Presiden Trump diagendakan kembali berpidato di hari Rabu, 21 Jan 2026, dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia yang dihadiri para elit bisnis, politik dan budaya di Davos, Swiss.  Trump didampingi 5 sekretaris kabinet dan pejabat tinggi lainnya di acara yang akan berlangsung 19-23 Jan 2026. Investor mungkin akan mencermati apa yang menjadi poin utama pidato Trump kali ini di tengah isu Venezuela dan Greenland, juga terkait situasi geopolitik lain.

Perkembangan Situasi Geopolitik

Yang juga tidak kalah penting adalah perkembangan terbaru seputar Iran dan juga keinginan Trump untuk mencaplok Greenland yang semakin intens disuarakan. Pasar minyak akan sensitif pada situasi Iran. Kabar terbaru menyebut pemerintah Tehran tetap menghukum para pendemo meski Trump di hari Jumat menyebut bahwa eksekusi dihentikan. Sedangkan NATO mulai kirim pasukan untuk berjaga-jaga di Greenland.

US GDP in Spotlight

Selain data ADP mingguan yang dirilis hari Selasa, tidak ada data ekonomi lain sampai akhirnya GDP di hari Kamis, 22 Jan 2026. Laporan sebelumnya menunjukkan angka pertumbuhan yang sangat kuat, 4.3% y/y dari kuartal sebelumnya 3.8%.  Di sambung dengan data PCE di hari yang sama, dan kali ini core PCE lebih disorot. Bulan sebelumnya berada di 2.8% y/y. Jika CPI sudah memberi indikasi inflasi yang relatif mendingin, pasar ingin memastikan bahwa PCE juga memberi indikasi tanda-tanda pendinginan yang sama, meskipun tidak mungkin mendorong Fed memangkas suku bunga Januari.

GDP China

Data GDP China minggu depan juga tidak kalah menarik. Setelah rilis data perdagangan China menunjukkan rekor ekspor mereka mencapai $1,2 triliun meski di tengah adanya tarif AS, para investor akan mencermati data GDP China yang akan dirilis. Laporan akan dirilis hari Senin pagi, yang juga diikuti dengan keputusan suku bunga dari PBOC. Ingat bahwa pemerintah China selalu berupaya mendorong tingkat pertumbuhan untuk tetap berada di atas 5% y/y, tapi beberapa Analis melihat angka tersebut akan meleset. Biasanya ada upaya tertentu dari pemerintah untuk mencapai target mereka.

dollar bill values
world-monetary

AGENDA DATA EKONOMI

CHINA GDP

19 Jan 2026

Angka sebelumnya di 4.8%, ekspektasi 4.4%. Angka yang turun menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat. Perlambatan berarti menandakan konsumsi domestik yang masih lemah sehingga mendorong ekspektasi stimulus lebih lanjut dari pemerintah China

EUR CPI

19 Jan 2026

Sebelumnya berada di 2.0% y/y dan diharapkan stabil di zona tersebut. Zona Eropa mengalami periode inflasi yang stabil sejak Oktober 2025 sehingga mendorong optimisme ECB untuk tidak tergesa-gesa menurunkan suku bunga

US GDP & Core PCE

22 Jan 2026

Lonjakan tidak terduga di periode yang lalu dari 3.8% ke 4.3% y/y meredam kekhawatiran tentang hard landing karena melambatnya pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, Fed akan cermati laporan PCE untuk memastikan proses disinflasi tetap berlanjut

UK CPI

21 Jan 2026

Sebelumnya di 3.2%. Angka diharapkan menunjukkan tingkat inflasi yang moderat. BOE di pertemuan terakhirnya mengatakan terbuka untuk kembali pangkas suku bunga. Kemungkinan jika inflasi kembali turun, pintu itu semakin terbuka di pertemuan mendatang

GLOBAL PMI

23 Jan 2026

Jepang, Inggris, zona Euro dan AS akan merilis PMI manufacture dan Services. Khusus AS, biasanya manufacture beri indikasi melambat, meski di zona ekspansi (di atas 50), tapi services justru tetap kuat. Laporan ini bisa menjadi catatan tambahan bagi Fed di pertemuan berikutnya.

gold-bullion-bars

Fluktuasi Berlanjut! Investor Cermati Data, tapi Waspadai Iran dan Pidato Trump di Davos!

Tren utama masih bullish, ditandai dengan penutupan candle weekly yang bullish dan formasi higher high – higher low pada harga. Tapi momentum sepertinya mulai jenuh. RSI weekly overbought, tapi situasi kemungkinan fase konsolidasi sehat. Harga saat ini dekat area Fibonacci Extension (FE) weekly 161.8% 4681, dan rawan profit taking. Tapi jika melihat 2 minggu terakhir, penurunan tersebut tertahan di zona 4274, support historis yang kuat, lalu diikuti kenaikan. Dan minggu lalu kenaikan tersebut berlanjut. Secara struktur, gap yang terjadi di minggu lalu dari 4509 ke 4519 kemungkinan jadi target jika koreksi turun berlanjut. Area paling ekstrim mungkin berlanjut ke 4379 jika profit taking berlanjut. Namun, selama 4520-4540 tidak ditembus, maka fase kenaikan berikutnya sudah menanti dan proyeksi 4700 atau bahkan 4815 sangat terbuka, terutama jika risiko geopolitik kembali memanas.

GDP AS mungkin tidak terlalu menggerakkan. Pasar akan tokus dengan PCE dari sisi data, dan risk event lain terkait perkembangan situasi di Iran, dan pidato Trump di Davos akan menjadi penggerak utama.

Daily Trend : Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 4642, 4681, 4815
(S) : 4536, 4450, 4380

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 60.50, 62.40, 64.60
(S) : 57.70, 55.95, 53.00

Iran Jadi Kunci Utama, Pidato Trump di Davos ‘Highly Sensitive’ ke Urusan Pasokan!

Secara struktur, level tertinggi masih lebih rendah dibanding beberapa high di periode September 2025 (66.38), maupun Juli 2025 (70.48). Bahkan kenaikan minggu lalu hingga 62.33 juga tidak mampu bertahan, dan harga ditutup di bawah 60 kembali secara mingguan. Penurunan di 2 minggu terakhir tertahan di 54.95 – 55.73. Zona ini berpotensi terancam jika selama geopolitik tenang. Fase berikutnya akan melirik zona 53 maupun 51 dalam situasi kekhawatiran pasokan global yang melimpah, apalagi AS disebut-sebut sudah mulai mendapatkan produk minyak Venezuela yang menurut rencana akan dilepas ke pasar global dalam skala besar.

Data GDP China mungkin salah satu yang bisa dipertimbangkan karena China merupakan konsumen energi terbesar di dunia. GDP yang lemah akan membuat outlook demand cenderung tertekan sehingga harga minyak bisa lanjutkan melemah. Sedangkan GDP AS meski bisa menopang demand energi, tapi efeknya lebih kecil dibanding China. Kunci utama tetap pada situasi di Iran. Selama tidak ada gangguan pasokan nyata dari Selat Hormuz maupun sanksi baru, minyak sulit naik. Tapi jika situasi memanas, bisa saja harga dengan cepat naik kembali di atas $62 per barel.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

euro-inflation-interest
EURUSD

Ada pola triangle yang sedang terbentuk dan saat ini penurunan mengarah ke zona support 1.15100. Tren besar secara struktur masih bullish, tapi momentum cenderung melambat. Pasar masih tunggu katalis. Jika weekly berhasil close di atas 1.15100, ada peluang triangle kembali mendorong ke atas. Tapi sebaliknya, ancaman turun di bawah 1.15100 berdampak tekanan lebih lanjut. Risiko geopolitik rentan pada Euro. Tapi CPI yang stabil bisa harapkan rebound.

Resistance :  1.16975, 1.18140, 1.20000

Support  :  1.15000, 1.13900, 1.10650

Outlook : Bullish

uk-economy-inflation-rate
GBPUSD

GBPUSD berhasil bertahan di zona FR 23.6% weekly, didukung MA50 yang naik, dan saat ini ada di 1.32795. Jika MA ditembus, maka tekanan turun berpeluang berlanjut. Kondisi bullish moderat ini akan bergantung pada data CPI. Jika inflasi lemah, BOE kemungkinan semakin didesak untuk turunkan suku bunga di pertemuan berikutnya, dan hal itu akan membebani GBP kemungkinan kembali ke area 1.29-1.30. Risiko geopolitik juga membebani GBP sehingga peluang kenaikan hanya bisa mengandalkan meredanya situasi geopolitik dalam jangka pendek.

Resistance :  1.34937, 1.35668, 1.37256

Support  :  1.32795, 1.31428, 1.30000

Outlook : Bearish

yen-banknotes
USDJPY

Kenaikan terhambat di 159.45, tidak jauh dari resistance historikal yang kuat di kisaran 158.00-158.500. Hal ini membuat Yen ditutup menguat minggu lalu di 158.06. Pasar sepertinya melakukan positioning jelang BOJ Meeting minggu depan. Resistance penting saat ini di zona 158.50 – 160.00. Zona ini menjadi kritis karena intervensi verbal yang semakin intensif di 1 minggu terakhir. Bahkan setelah pertemuan dengan AS, Menteri Ekonomi menyebut bahwa intervensi mata uang tidak terhindarkan. Keputusan BOJ Jumat ditunggu. Sinyal pengetatan ataupun perubahan kebijakan berpotensi memicu penurunan tajam. Tapi situasi bisa berubah jika BOJ tidak memberi indikasi kuat tentang mata uang, meski suku bunga diperkirakan ditahan.

Resistance :  159.45, 161.95, 163.00

Support : 157.50, 156.09, 154.39

Outlook : Bearish

usdollar-economy
INDEKS USD

Indeks dolar sedang menstabilkan diri pasca penurunan tajam di periode sebelumnya. Kali ini mampu bertahan di atas zona 98.00-99.00. Sejak turun tajam dari 102, DXY mengalami perubahan tren medium term yang sangat bearish. Tapi candle terbaru menunjukkan fase rebound, tapi bukan reversal. Outlook cenderung netral menuju bearish, kecuali jika weekly close kembali di atas 100.80. Geopolitik dan data ekonomi memainkan peran besar terhadap kelangsungan USD.

Resistance :  100.00 – 100.80

Support :  98.00, 95.00

Outlook : Netral

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

japan-asset-inflation
NIKKEI

Indeks NIKKEi berada dalam kenaikan yang kuat dari basis weekly yang besar. Harga bahkan sudah tembus area ATH lama 53840 (ATH baru 54560) dan bertahan cukup baik.  Tapi candle weekly ditutup doji, dan kondisi RSI menunjukkan puncak kedua yang lebih rendah, mirip formasi bearish divergence. Meski demikian tidak berarti reversal, karena tren utama masih bullish. Risiko utama minggu depan di tangan BOJ.  Jika BOJ bersikap lebih hawkish, maka ada peluang untuk profit taking jangka pendek, tapi bukan perubahan tren besar!

Resistance : 54000, 54560, 55000

Support  :  53000, 52665 52000

Outlook : Limited Bearish

hongkong flag
HANG SENG

Hang Seng berada di fase recovery, tapi masih lebih lemah secara struktural dibanding indeks AS maupun Jepang. Sejak berhasil tembus FR 61.8% 24812, harga cenderung stabil ke arah atas, tapi kenaikan juga relatif terhenti di zona 27255. Ada harapan bahwa secara umum tren naik ini akan berlanjut. Apalagi jika didorong oleh ekspektasi stimulus untuk mendorong konsumsi domestik. GDP China mungkin jadi petunjuk. Jika data lemah, maka risiko rejection di zona resistance 27255-27300. Tapi GDP yang positif akan menjadi pendorong kenaikan lanjutan, meski tren naik belum sekuat AS dan Nikkei

Resistance : 27255, 27600, 28000

Support  :  26000, 25500, 25000

Outlook : Bullish

stock-market-data-analysis
NASDAQ

Saat ini berada di fase range expansion pasca kenaikan yang cukup kuat. Resistance kunci 25500 memegang peran penting. Secara teknis, bullish continuation masih valid, tapi Nasdaq kemungkinan paling sensitif pada data makro. Jika gagal bertahan di atas 25500, ada potensi koreksi teknikal atau cenderung sideways, tapi bukan reversal besar!

Resistance : 26043, 26396, 26600

Support : 25500, 24657, 23900

Outlook : Bullish

us-flag-arrow-up
DOW JONES

Tren bullish masih kuat dan cetak higher high dengan konsisten. Harga bertahan di sekitaran weekly Fibonacci Extension (FE) 100% di zona 49642. Secara teknis, ada risiko konsolidasi ataupun koreksi pendek di sekitaran extension (FE 100%). Candle weekly ditutup hanging man sehingga membuka peluang koreksi tersebut. Jangan abaikan pidato Trump dan juga perkembangan geopolitik minggu depan!

Resistance : 49642, 49894, 50530

Support : 49047, 48590,  48087

Outlook : Bullish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.