26 - 30 Januari 2026
Quick Insights: FOMC Meeting, Ketua Fed Baru dan Ketegangan Geopolitik
Meski memasuki minggu terakhir biasanya pasar hanya akan fokus pada FOMC Meeting, kali ini situasinya berbeda. Fed diperkirakan secara luas mempertahankan suku bunga di pertemuan pertamanya di 2026. Dan fokus utama akan tertuju pada pidato Powell. Dengan data tingkat pengangguran terbaru kembali turun dari 4.6% ke 4.4%, pasar memperkirakan Powell akan kembali bersikap hawkish, meskipun di sisi lain inflasi cenderung mulai melunak.
Kandidat Ketua Fed: Rieder vs Warsh
Di tengah jadwal pertemuan Fed, Trump diagendakan akan segera mengumumkan terkait calon Ketua Fed berikutnya. Belum ada agenda pasti terkait hari dan waktu. Tapi petunjuk Scott Bessent minggu lalu menyebut Presiden Trump akan umumkan calon ketua yang akan diajukan ke Komite Perbankan Senat setelah kembali dari pertemuan ekonomi dunia di Davos. Ini akan membuat pasar volatile, meskipun secara umum siapa pun yang menjadi ketua Fed, dipastikan akan cenderung mendukung suku bunga yang lebih rendah.
In Focus: Trump Siagakan Armada Laut Besar!
Januari sepertinya benar-benar penuh dengan ketidakpastian geopolitik dan belum akan berakhir dalam waktu dekat. Meski sempat membatalkan serangan ke Iran beberapa waktu lalu, sempat mengalihkan tekanan ke Eropa terkait Greenland, tapi kali ini Trump kembali fokuskan Iran. Pernyataannya di hari Jumat sepulang dari Davos menyebut AS sudah mengerahkan armada besar ke Timur Tengah dan berjaga-jaga “just in case” diperlukan untuk mengakhiri kekuasaan rezim di Iran dan membantu pendemo
Ketidakpastian Politik vs Kebijakan Moneter
Dolar AS tercatat mengalami pelemahan terbesarnya sejak Mei dengan turun 1.5% pada indeks DXY. Menariknya terjadi pergeseran kekhawatiran dari investor, bukan hanya perubahan kebijakan moneter, tapi lebih tertuju pada ketidakpastian geopolitik. Sinyal kebijakan yang tidak konsisten dari Trump membuat investor berhati-hati, dan memicu permintaan safe haven pada Yen Jepang maupun Franc Swiss, sehingga dolar terus tertekan.
Geopolitik: Kuba & Iran
Kondisi ini menjadi kekhawatiran pasar sejak memasuki tahun 2026, lebih tepatnya pasca serangan AS ke Venezuela. Sejak itu, Trump memberi isyarat untuk beberapa negara Amerika Latin seperti Kuba dan Meksiko. Terbaru, pemerintahan Trump dikabarkan sedang mempertimbangkan taktik baru untuk mendorong perubahan rezim di Kuba, termasuk blokade impor minyak ke negara tersebut. Situasi serupa juga dengan Iran. Trump targetkan pergantian rezim dengan alasan membantu warga negara Iran untuk memiliki pemimpin yang baru dan keluar dari tekanan keras rezim Khamenei.
Earnings Season
Terlepas dari suku bunga Fed yang diperkirakan akan tetap dipertahankan, dan sikap Fed yang kemungkinan sedikit hawkish, juga pertimbangan geopolitik, minggu depan investor juga akan mencermati laporan keuangan yang memasuki fase puncak. Beberapa perusahaan teknologi berkapitalisasi besar dan raksasa energi akan merilis laporan. UPS, GM dan UnitedHealthCare di hari Selasa, dikuti Microsoft di hari Rabu bersama Meta dan Tesla. ExxonMobil dan Chevron akan merilisnya di hari Jumat.
AGENDA DATA EKONOMI
Trump Speaks
27 - 28 Jan 2026
Minggu ini Trump dijadwalkan kembali berpidato di jam 20.30 WIB, tidak diketahui topik atau event. Diperkirakan seputar energi dan agenda ekonomi. Investor juga perlu mencermati peluang pengumuman seputar ketua Fed yang baru.
FOMC Announcement
29 Jan 2026
Suku bunga diperkirakan tetap 3.75%. Fokus tertuju pada pernyataan. Pertemuan terakhir di bulan Desember memberi indikasi Fed tetap terbuka dengan pemangkasan, tapi tidak terburu-buru. Market sensitif pada perubahan nada Dovish dan Hawkish.
Tokyo CPI
30 Jan 2026
Angka sebelumnya 2.3%, diperkirakan turun tipis ke 2.2%, masih stabil di atas 2%. Pasar akan mencermati tren inflasi Jepang. Inflasi yang meningkat menjadi alasan BOJ untuk tetap di jalur kenaikan suku bunga.
German GDP & CPI
30 Jan 2026
Zona Eropa akan merilis laporan pertumbuhan dan inflasi konsumen. German fokus utama, mengingat posisinya cukup sentral sebagai negara ekonomi terbesar di zona Eropa. Data yang positif atau menguat bisa mendorong penguatan Euro secara umum.
US PPI & Chicago PMI
30 Jan 2026
Inflasi produsen (PPI) mengukur perubahan harga barang yang dijual oleh produsen. Meski terkadang diabaikan, data ini merupakan indikator utama inflasi harga konsumen (CPI). Angka PMI Chicago juga perlu dicermati. Angka yang naik berpotensi mendorong penguatan USD.
Konflik AS-Iran Tentukan ‘Welcome $5000/oz’ Hanya Naik Sebentar atau Konsisten Lanjut Lebih Tinggi
Harga emas kembali cetak ATH baru, 4989 di akhir pekan, terpaut tipis dari zona psikologis $5000/oz. Ketidakpastian geopolitik global, narasi independensi The Fed dan pengganti Powell, juga aliran safe haven yang masih konsisten sehingga mendukung struktur bullish yang berkelanjutan. Situasi ini mungkin akan berubah jika sikap Fed cenderung hawkish, dikombinasikan dengan meredanya geopolitik. Hal itu bisa meredam kenaikan emas sementara waktu, dan penurunan cepat berpeluang terjadi.
Struktur tren naik tetap terjaga, dengan higher high dan higher low terus terlihat. Zona 5000 menjadi resistance psikologis. Jika tembus, maka peluang kenaikan terbuka untuk lanjut melirik FE 100% 5144. Bahkan jika geopolitik tidak mereda dalam waktu dekat, maka peluang ini bisa berlanjut hingga 5200-an atau lebih. Sebaliknya, RSI berada di kondisi overbought. Momentum bullishnya kuat, tapi rawan pullback teknikal. Support 4815 menjadi area kunci. Jika penurunan tembus zona ini, didukung dengan situasi geopolitik yang reda dari Iran, maka peluang koreksi berlanjut lebih tajam dengan zona 4664 (FE 61.8%) sebagai target koreksi maksimal yang wajar.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 5050, 5144, 5200
(S) : 4900, 4815, 4664
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 60.50, 62.40, 64.60
(S) : 57.70, 55.95, 53.00
Timur Tengah Siaga, Harga Minyak Berpotensi Melonjak
Harga minyak sempat rebound di akhir pekan setelah komentar Trump tentang armada besar yang dikerahkan menuju Iran sehingga memicu kekhawatiran gangguan pasokan global akibat risiko konflik AS-Iran. Komentar Trump juga memberi sinyal bahwa meski eskalasi militer belum terjadi, tapi potensi risiko tetap tinggi sehingga mendorong premi geopolitik untuk harga minyak. Tapi di sisi lain, kenaikan pasokan dan data stok yang meningkat, membuat minyak rentan turun, terutama jika tidak terbukti terjadi eskalasi militer AS-Iran.
Resistance penting ada di zona $62-62.50 yang dianggap sebagai barrier psikologis jangka pendek. Penembusan akan mendorong harga berlanjut melirik zona $64-66, dan bisa lebih tinggi jika eskalasi benar-benar terjadi. Sebaliknya, harga berpotensi turun dengan area $58.50-59.30 sebagai support terdekat. Break di bawah zona ini akan membuat harga turun lebih lanjut dengan support penting di kisarsan 57.00-57.80, dan terjauh kemungkinan melirik zona $55.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Pola pennant atau pun triangle weekly chart masih valid. Penurunan minggu lalu tertahan beberapa poin di atas support dan berakhir dengan penutupan sedikit di atas resistance. Secara teori, harusnya cukup mudah untuk tembus dan lanjutkan kenaikan. Tapi bisa saja penembusan itu false breakout. Sehingga butuh konfirmasi lebih lanjut untuk tetap di atas 1.18050 sehingga pola bullish penant tersebut valid. Sebaliknya, pola akan gagal jika berbalik turun dan tembus 1.15000. Inflasi zona Euro dan GDP di hari Jumat bisa menjadi pendukung. Tapi geopolitik juga tidak bisa diabaikan.
Resistance : 1.19180, 1.20000, 1.22500
Support : 1.15000, 1.13900, 1.10650
Outlook : Bullish
GBPUSD
MA 50 weekly menjadi support yang efektif dan mendukung kenaikan setelah tekanan tidak mampu tembus zona tersebut. RSI weekly berada di 62, menandakan ruang kenaikan masih tersedia. Resistance 1.3650-1.3780 bisa menjadi pemicu kenaikan lanjutan jika mampu ditembus. Sebaliknya, support 1.3380-1.3140 bisa memicu tekanan turun. Saat ini kenaikan lebih disebabkan dolar yang melemah, sehingga perlu waspada jika situasi berbalik karena dolar yang kuat. Selama MA 50 weekly bertahan, maka tren naik belum gagal secara keseluruhan.
Resistance : 1.37870, 1.39820, 1.42400
Support : 1.33890, 1.32795, 1.31428
Outlook : Bullish
USDJPY
Yen sempat melemah sampai 159.200 setelah pernyataan BOJ dianggap tidak terlalu hawkish seperti yang diharapkan. Kondisi ini membuat mata uang Yen terus melemah. Tapi situasi berbalik. Beberapa jam kemudian Yen berbalik menguat dan tertekan hingga 157.800. Kondisi itu memunculkan kecemasan bahwa pembuat kebijakan sedang menyusun rencana intervensi sehingga yen bergerak turun lebih lanjut dan ditutup di area 155.600. Secara teknis, candle Weekly mendukung penurunan lebih lanjut. Tapi dengan penurunan signifikan 400 poin sejak 159 ke 155, maka perlu cermat dalam melihat situasi. Lebih disarankan sell on rally daripada sell on breakout.
Resistance : 157.00, 159.20, 161.95
Support : 154.39, 152.80, 151.52
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Indeks dolar ditutup negatif secara mingguan, melanjutkan rangkaian tekanan struktural pasca gagal bertahan di atas area 100-101. Faktor utamanya adalah situasi geopolitik yang tidak menentu dan ketidakpastian kepemimpinan di Fed sehingga membuat aksi jual dolar berlanjut. Intervensi Yen juga membuat DXY semakin terbenam di Jumat malam sehingga hal ini membuat mata uang terus melemah. Situasi bisa berlanjut jika intervensi Yen berlanjut dan ketidakpastian geopolitik terus berlanjut. Tapi sikap Fed yang hawkish bisa memicu rebound.
Resistance : 99.60, 100.40
Support : 96.20, 95.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Weekly ditutup turun, dipicu oleh kekhawatiran intervensi Yen dan imbal hasil JGB yang naik karena kekhawatiran disiplin fiskal. Sebelumnya, BOJ dinilai kurang hawkish sehingga Nikkei sempat rebound. Tapi momentum melemah setelah harga gagal lanjut naik di atas 54200. Pola 3 candle terakhir terdeteksi sebagai evening doji star yang memungkinkan koreksi turun masih berlanjut. Penurunan juga didukung dengan potensi bearish divergence. Area 51850 menjadi support kunci. Jika tembus, maka berpeluang lanjut tertekan hingga peluang mendekati 51000, atau bahkan lebih.
Resistance : 53480, 54130, 54560
Support : 51850, 50785, 50000
Outlook : Limited Bearish
HANG SENG
Hang Seng menjadi satu-satunya indeks saham yang ditutup positif secara mingguan. Tapi sayangnya masih berada di bawah resistance yang minggu sebelumnya 27255. Secara umum, harga tetap berada di zona rectangle yang memberikan peluang untuk kenaikan berikutnya seandainya penurunan tidak lebih rendah dari support 26300 atau pun 26000. Ekspektasi stimulus fiskal dan kebijakan moneter longgar seharusnya menahan indeks dari tekanan lebih lanjut. Tapi jika tekanan global tetap berlanjut, maka terbuka peluang untuk tembus 26000. Bullish kuat butuh konfirmasi untuk tembus di atas 27220
Resistance : 27255, 27600, 28000
Support : 26000, 25577, 25144
Outlook : Bullish
NASDAQ
Secara teknis, sedikit lebih baik dibandingkan Dow Jones. Tapi keduanya sama-sama gagal memanfaatkan momentum bullish pasca Forum Ekonomi di Davos. Nasdaq bisa kembali bangkit jika rebound berhasil tembus resistance 26000. Tapi selama masih di bawah level tersebut, maka rally cenderung rapuh. Sebaliknya, penembusan di bawah 25000 justru membuka ruang untuk berlanjut ke support 24650, atau bahkan paling jauh 24050.
Resistance : 26043, 26396, 26600
Support : 25024, 24657, 23900
Outlook : Limited Bearish
DOW JONES
Candle weekly tidak menguntungkan, ditutup turun setelah gagal bangkit di atas 49870. Risiko koreksi turun berlanjut, didukung dengan kombinasi ketidakpastian geopolitik, data ekonomi AS yang solid, dan pasar menunggu FOMC yang membuat investor cenderung defensif. Daily chart membentuk pola Ascending Broadening Wedge, indikasi penurunan valid jika tembus 48700. Dan penurunan lebih lanjut di bawah 48486 akan membuat tekanan cenderung berlanjut.
Resistance : 49616, 49869, 50500
Support : 48900, 48486, 48087
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
