2 - 6 Februari 2026
Quick Insights: BOE & ECB Meeting, Bank Sentral Diperkirakan Bertahan
“Super Thursday” di awal Februari menempatkan pasar pada situasi yang mudah untuk melihat dua bank sentral BOE dan ECB dalam keputusan yang diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunganya. Pasar berharap BOE tetap pertahankan suku bunga di 3.75%, dan ECB di 2.15%. Tapi yang membuat menarik adalah data tingkat pengangguran Inggris yang sentuh level tertinggi multi-tahunan di 5.1% sehingga pasar akan mencari dukungan untuk pemangkasan di Q1 atau Q2 2026.
Headline Event : US Non Farm Payrolls
Meski Powell cenderung netral di pernyataannya minggu lalu saat FOMC Januari, mayoritas pejabat Fed setuju mereka akan menunggu data lebih banyak sebelum memutuskan kebijakan berikutnya. Keseimbangan risiko di pasar tenaga kerja dan inflasi membuat Fed masih akan lanjut memprioritaskan kedua data. NFP 6 Feb diperkirakan naik ke 70K (vs bulan sebelumnya di 50K), dan tingkat pengangguran tetap di 4.4%. Angka yang lebih tinggi bisa mendorong USD, dan data lebih lemah bisa menekan USD.
Tarik Ulur Trump: Strategi atau Gertakan?
Sampai saat artikel ditulis, informasi simpang siur tentang klaim Trump yang menyebut bahwa Iran ingin berbicara dan AS membuka pintu untuk diplomasi, sedangkan di sisi lain, laporan juga menyebut Iran hanya akan diplomasi tanpa tekanan. Armada AS sudah siaga di perairan Iran, dan diklaim sebagai armada yang lebih besar dari yang pernah dikirim ke Venezuela. Hal ini jelas menjadi ancaman dan membayangi setiap negosiasi. Gejolak AS-Iran, dan rencana AS incar Kuba, masih menjadi bagian geopolitik yang tidak menentu.
Penunjukkan Warsh dibayangi ‘Sikap’ Masa Lalu
Penurunan emas dan indeks saham AS di hari Jumat disebut-sebut salah satunya disebabkan oleh penunjukkan Kevin Warsh sebagai kandidat pengganti ketua Fed. Hal ini dikarenakan pandangan kebijakannya semasa di gubernur Fed 2006-2011 yang dianggap cenderung hawkish. Pasar khawatir rencana Trump turunkan suku bunga akan gagal. Tapi Trump meyakinkan pasar bahwa dia tidak akan memilih orang yang tidak bisa bekerja sama turunkan suku bunga
Ketidakpastian Berlanjut
Dalam 3 hari terakhir Januari membuat pasar bergejolak, ditandai dengan naik-turun dalam range besar pada komoditi emas. Setelah cetak rekor ATH baru 5597 di Kamis pagi pasca FOMC yang netral, pasar dikejutkan dengan likuiditas besar yang membuat emas tertekan di hari Kamis dan Jumat. Sedangkan minyak relatif stabil di zona 64-66, meskipun situasi tidak menentu terkait Iran. Situasi ini ditambah dengan shutdown parsial karena DPR AS belum setujui RUU pendanaan sementara. Senin akan menentukan, apakah shutdown berlanjut, atau hanya berjalan singkat.
Ujian Besar Sektor Teknologi
Minggu depan tetap padat untuk laporan pendapatan perusahaan, dan dampaknya akan signifikan pada Nasdaq, terutama terkait perdagangan AI. Penurunan Microsoft minggu lalu bukan pertanda yang bagus bagi risk-assets. Dan minggu depan narasi AI akan menghadapi ujian besar lainnya dari laporan pendapatan Alphabet (GOOGL) dan Amazon (AMZN). Termasuk juga perusahaan-perusahaan produsen chip seperti AMD, Arm Holdings dan Qualcomm yang akan menjadi kunci untuk industri semikonduktor.
AGENDA DATA EKONOMI
PMI Manufacture & Services
2 & 4 Feb 2026
Inggris, Eropa, dan AS akan merilis laporan PMI di hari Senin. Khusus AS, semua akan fokus pada data PMI versi ISM yang biasanya lebih sensitif pada pasar dibanding versi S&P Global. Data yang lebih baik akan mendorong penguatan mata uang masing-masing
EUR CPI
4 Feb 2026
Zona Eropa akan merilis laporan inflasi Januari. Angka sebelumnya berada di 1.9% y/y. Inflasi zona Eropa beberapa bulan terakhir relatif stabil di dekat 2%. Tapi inflasi yang lebih rendah bisa saja membuat ECB mempertimbangkan di pertemuan berikutnya
ADP Employment
4 Feb 2026
Laporan ADP selalu dikait-kaitkan dengan laporan non farm payrolls. Tapi tidak terbukti memiliki korelasi positif. Artinya, ADP yang buruk tidak selalu berarti NFP buruk. Demikian sebaliknya. Angka bulan lalu berada di 41K. Angka yang lebih rendah bisa memicu pelemahan USD
BOE & ECB Interest Rate
5 Feb 2026
“Super Thursday” menampilkan dua bank sentral BOE dan ECB yang akan umumkan kebijakan moneternya. Meski keduanya diharapkan bertahan, tapi pasar akan mencermati peluang pemangkasan suku bunga BOE di Q1 atau Q2 tahun ini karena tingkat pengangguran yang tinggi
US NFP & Unemployment Rate
6 Feb 2026
Inflasi produsen (PPI) mengukur perubahan harga barang yang dijual oleh produsen. Meski terkadang diabaikan, data ini merupakan indikator utama inflasi harga konsumen (CPI). Angka PMI Chicago juga perlu dicermati. Angka yang naik berpotensi mendorong penguatan USD
Crash 2 Hari Bukan Pembalikan Tren! “Ketidakpastian” Masih Simpan Peluang Berikutnya untuk Emas!
Emas benar-benar mengalami fluktuasi yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Hanya butuh 2 hari untuk membuatnya kembali hampir ke titik awal sebelum semua eskalasi geopolitik terjadi sejak awal Januari 2026. Dimulainya serangan AS ke Venezuela, tekanan pada Iran, keinginan Trump kuasai Greenland, menjadi poin utama gap-gap yang sempat terjadi setiap minggunya sejak awal Januari 2026. Dengan meredanya masing-masing geopolitik akhirnya membuat emas terkoreksi turun, tapi dalam waktu singkat hanya 2 hari untuk membalas kenaikan 4 minggu berturut-turut. Tapi semua itu bukan reversal atau pembalikan.
Secara teknis, emas memasuki fase koreksi wave 4 yang cepat sehingga penurunan diperkirakan mulai terbatas. Risiko geopolitik yang tidak menentu dan ketidakpastian kebijakan Fed pasca ditunjuknya Warsh membuat emas masih buka peluang untuk kembali rebound, dan secara teknis mendukung untuk dimulainya kenaikan wave 5. Jika data NFP lemah, kenaikan akan mendapat dukungan. Jika data lebih kuat, maka koreksi masih berlanjut. Waspada dengan support 4689, 4618 dan 4512. Sedangkan resistance berjenjang melirik 4900, 5000 dan 5100
Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 4950, 5050, 5144
(S) : 4815, 4664, 4512
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 66.60, 68.00, 71.30
(S) : 62.40, 60.90, 58.50
Tarik Ulur Diplomasi, Geopolitik Simpan Ancaman Serius untuk Minyak!
Risiko geopolitik dengan tarik ulur diplomasi masih menjadi tema utama. Harga WTI naik secara umum dari area $60 ke $66 dalam seminggu terakhir. Hal ini dipicu oleh kekhawatiran penutupan Selat Hormuz oleh Iran untuk melakukan latihan penembakan langsung di hari Minggu dan Senin. Tapi situasi terakhir, Trump melakukan tarik-ulur diplomasi sambil tetap mengerahkan armadanya. Hal ini membuat Iran tidak mau menerima ajakan diplomasi karena di bawah tekanan.
Kenaikan berpotensi berlanjut, dan resistance 66-67 bisa ditembus dengan mudah jika eskalasi meningkat sehingga peluang berlanjut melirik zona $70 dalam waktu singkat. Sebaliknya, tanpa eskalasi nyata, atau jika Iran bersedia diplomasi dan terjadi kesepakatan kedua pihak, tekanan turun bisa dengan cepat membuat minyak berbalik turun sampai di bawah $64, bahkan menuju $60.
Mengingat situasi yang tidak menentu, dan peluang diplomasi maupun eskalasi geopolitik tetap terbuka, maka perlu waspada dengan fluktuasi yang lebar. Dalam hal ini stop loss untuk menjaga kerugian besar sebaiknya dilakukan sebagai bagian Risk Management
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
EUR terbantu oleh pelemahan dolar sepanjang pekan lalu, sampai akhirnya berbalik melemah di 2 hari terakhir Januari. Pola bullish penant/triangle di TF Weekly berhasil ditembus, dan penurunan terakhir dianggap pullback sehat selama harga bertahan di atas area tersebut. Waspada jika tembus 1.17900! Sedangkan bullish butuh dorongan di atas 1.20800. Fokus utama ke ECB Meeting, dan utamanya adalah pernyataan dari Lagarde yang akan menjadi penentu arah. Jika ECB buka peluang pemangkasan di pertemuan berikutnya, maka Euro berpeluang melemah.
Resistance : 1.19180, 1.20000, 1.22500
Support : 1.17000, 1.15000, 1.13900
Outlook : Bearish
GBPUSD
GBP ditutup melemah di 2 hari terakhir Januari. Hal ini membuat kenaikan yang impresif sebelumnya nyaris dihapus oleh penurunan di 2 hari terakhir. Candle weekly membentuk doji mirip shooting star, sinyal yang sering diasosiasikan dengan peluang koreksi turun lebih lanjut. Tekanan tambahan bisa datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga di Q1 atau Q2. Bearish berpeluang kuat jika tembus 1.35600. Sebaliknya, bullish akan mendorong lebih lanjut jika tembus 1.38700, terutama jika dolar kembali melemah.
Resistance : 1.37870, 1.39820, 1.42400
Support : 1.35900, 1.33890, 1.32795
Outlook : Bearish
USDJPY
USDJPY masih sensitif terhadap data ekonomi AS dan ancaman intervensi Yen oleh otoritas Jepang. Ancaman intervensi memang belum terealisasi, tapi pejabat Jepang tetap buka opsi tindakan sewaktu-waktu, terutama jika USDJPY naik agresif atau data AS melemah sehingga membuat intervensi lebih efektif. Support krusial 152.00, jika tembus, maka penurunan berlanjut ke 148. Jika 156 ditembus, maka waspada kenaikan lanjutan ke zona 158-159.
Resistance : 155.58, 157.00, 159.20
Support : 152.08, 150.25, 146.56
Outlook : Bearish
INDEKS USD
DXY berhasil rebound 2 hari berturut-turut di akhir Januari dan candle weekly ditutup hammer, menandakan potensi pemulihan lanjutan secara teknis. Sentimen dipicu kekhawatiran pasar terkait pengajuan Kevin Warsh ke Senat sebagai kandidat pengganti Jerome Powell. Sentimen berikutnya tergantung pada 2 faktor utama, yaitu geopolitik Iran-AS dan data NFP. Jika diplomasi berhasil dan kombinasi data NFP yang kuat, maka dolar lanjut menguat. Sebaliknya, jika eskalasi konflik terjadi, kombinasi dengan data NFP yang lemah, maka dolar berpeluang melemah
Resistance : 99.60, 100.40
Support : 95.00, 93.00
Outlook : Bullish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Nikkei berhasil ditutup bullish meski sempat tertekan oleh isu intervensi Yen pasca rate-check minggu sebelumnya. Tapi kekhawatiran tersebut tidak terealisasi sampai penutupan Jumat. Tapi bukan berarti sudah benar-benar terhindar karena pejabat yang berwenang masih terus memantau pergerakan. Selama tidak ada intervensi nyata, peluang tembus 54560 cukup terbuka sehingga berpeluang cetak rekor ATH baru. Sebaliknya, jika intervensi Yen terwujud, waspada dengan penurunan tembus support 52385.
Resistance : 54130, 54560, 55000
Support : 52910, 52385, 51850
Outlook : Limited Bullish
HANG SENG
Hang Seng mencatat kenaikan paling impresif dibanding indeks saham utama lainnya. Hal ini didukung kombinasi ekspektasi kebijakan fiskal longgar pemerintah China dan sikap moneter akomodatif dari PBOC. Momentum diperkirakan berlanjut di Februari, terutama efek musiman Imlek yang biasanya terasa kuat di pekan pertama – kedua Februari. Meksi demikian, waspadai koreksi singkat ke 26800. Selama tidak ditembus, koreksi ini adalah sehat sebelum lanjutkan kenaikannya. Tapi jika tembus, maka cenderung lanjutkan koreksi turun.
Resistance : 27940, 28500, 29000
Support : 26800, 26275, 25500
Outlook : Bullish
NASDAQ
Nasdaq gagal mempertahankan kenaikan pasca sentuh 26.346, dan candle weekly ditutup shooting star. Pelemahan dipicu tekanan pada saham Microsoft yang memicu kekhawatiran lanjutan soal valuasi dan kesinambungan narasi sektor AI. Laporan pendapatan teknologi besar berpotensi tentukan arah berikutnya, selain risiko geopolitik dan kekhawatiran profil Warsh. Waspada support 25367 dan 25024! Data NFP juga menjadi penentu minggu depan!
Resistance : 26016, 26346, 26600
Support : 25367, 25024, 24657
Outlook : Bearish
DOW JONES
Dow Jones ditutup melemah dengan candle weekly ditutup shooting star, menandakan tekanan jual diperkirakan masih mendominasi minggu depan. Pola ini akan memperkuat kelanjutan koreksi yang sejalan dari pola ascending broadening wedge di grafik daily. Data ekonomi seperti NFP dan unemployment rate akan menjadi concern utama, tapi risiko geopolitik dan juga kekhawatiran pada profil Warsh juga berpotensi mendukung penurunan lebih lanjut. Waspada support 48000!
Resistance : 49616, 49869, 50500
Support : 48900, 48486, 48087
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
