Weekly Newsletter Ed. 294

Published on 02/08/2026


9 - 13 Februari 2026


Quick Insights: Banjir Data AS, Market Cermati Data NFP & CPI

us nfp

FYI, data tenaga kerja AS mengalami penundaan dari 6 Feb menjadi 11 Feb akibat penutupan parsial pemerintah AS yang berjalan singkat. Data tersebut akan menjadi sorotan utama bersama CPI yang dimundurkan ke tanggal 13 Feb. NFP diperkirakan catatkan kenaikan +70K pekerjaan, lebih tinggi dari 50K sebelumnya, sedangkan unemployment rate tetap di 4.4%. Sebagai pembanding, data ADP di hari Rabu dirilis hanya naik +22K (lebih rendah dari sebelumnya) dipicu oleh lemahnya sektor jasa & bisnis

CPI Jadi Puzzle Terakhir The Fed

Sementara inflasi utama masih di 2.7% sehingga Fed masih tetap waspada. Jika saja CPI mampu dirilis lebih rendah, maka kombinasi dengan NFP yang rendah akan semakin mendukung cut rate dalam waktu dekat. Tapi jika CPI tetap tinggi, USD berpotensi menguat. Data NFP dan CPI akan menentukan apakah aggressive easing masih relevan di 2026

Snap Election di Jepang

Akhir pekan 8 Feb 2026, Jepang menggelar pemilu dadakan yang diajukan PM Takaichi. Hasil pemilu tersebut akan berdampak langsung pada JPY saat market Asia dibuka hari Senin.  Skenarionya jika Takaichi mampu menang telak, maka kebijakan fiskal ekspansif akan dijalankan dan BOJ kemungkinan ditekan untuk tetap dovish. Hal ini bisa membuat USDJPY naik ke 160 atau lebih. Sedangkan jika koalisi Takaichi kehilangan mayoritas, maka akan terjadi ketidakstabilan politik, dan Yen menguat sebagai safe haven

Benarkah China keluar dari Deflasi?

Di hari Rabu, China akan merilis data inflasi CPI dan PPI. Data ini bisa menjadi bukti apakah upaya stimulus terbaru dari pembuat kebijakan mampu meredam tekanan deflasi. Meski permintaan domestik tetap lemah, yang disebabkan penurunan 17% dalam investasi properti, tapi kenaikan harga jual di bulan Januari justru menunjukkan bagian terburuk dari siklus deflasi mungkin sudah mulai mereda. Konsumsi domestik memang jadi biang keladi dari masalah deflasi

ECB Pantau GDP

Di Eropa, fokus kini beralih pada momentum laju pertumbuhan. Minggu lalu saat umumkan keputusan kebijakan moneternya, Presiden ECB Christine Lagarde mengekspresikan keresahannya. Terhadap penguatan Euro. Menurut Lagarde, Euro yang kuat bisa menekan inflasi “terlalu” berlebiih. Ini berarti GDP yang lemah bisa memperkuat sikap dovish ECB ke depan. GDP zona Euro akan dirilis hari Jumat, 13 Feb 2026. Sebelumnya zona Euro mencatatkan laju pertumbuhan GDP di 1.4% y/y, dan kali ini diperkirakan melambat menjadi 1.3%.

Inggris Juga Waspadai GDP

Hal yang sama juga terjadi pada Inggris. Minggu lalu BOE memutuskan untuk mempertahankan suku bunga dengan hasil voting yang tipis 5 vs 4. Mereka yang memilih mempertahankan melihat kasus yang tidak mendesak untuk turunkan suku bunga seperti halnya Fed. Namun, data GDP yang lemah bisa membuat perbedaan signifikan dengan meningkatnya peluang pemangkasan suku bunga di bulan Maret. Para Analis mencatat bahwa sektor manufaktur mendapat dukungan dari produksi mobil, tapi sektor jasa justru tetap lesu secara keseluruhan. Data akan dirilis hari Kamis, 12 Feb 2026.

ecb-buildings
world-monetary

AGENDA DATA EKONOMI

US Retail Sales

10 Feb 2026

Bulan sebelumnya berada di 0.6%, dan data diharapkan turun menjadi 0.4%. Angka yang lebih tinggi berpotensi mendorong penguatan USD. Sebaliknya, data yang lemah akan menekan USD

CNY CPI & PPI

11 Feb 2026

Bulan sebelumnya CPI berada di 0.8%, dan kali ini diperkirakan turun ke 0.4% y/y. Sedangkan PPI diperkirakan menguat dari -1.9% menjadi -1.5% y/y. Pulihnya permintaan domestik bisa terlihat dari angka yang meningkat. Jika sebaliknya, maka risiko deflasi masih mengancam

US NFP & Unemployment Rate

11 Feb 2026

Laporan NFP sebelumnya 50K, diperkirakan naik ke 70K. Sedangkan unemployment rate diperkirakan tetap 4.4%. Data ini menjadi semakin penting karena para pembuat kebijakan berdebat tentang situasi pasar tenaga kerja AS yang sebenarnya, sebelum Fed tentukan sikap kebijakan berikutnya

UK & EU GDP

12 & 13 Feb 2026

GDP Inggris sebelumnya di 0.3% m/m, diperkirakan turun menjadi 0.1%. Sedangkan EU diperkirakan turun tipis dari 1.4% menjadi 1.3% y/y. Keduanya akan menentukan apakah bank sentral terpaksa harus kembali membuka peluang pemangkasan suku bunga atau tidak

US CPI

13 Feb 2026

Inflasi utama diperkirakan turun dari 2.7% menjadi 2.5% y/y, dengan basis bulanan tetap di 0.3% m/m, sedangkan core CPI naik tipis dari 0.2% menjadi 0.3% m/m. Ini akan menjadi potongan terakhir dari puzzle yang ditunggu Fed. Data inflasi yang melandai bisa memicu ekspektasi penurunan suku bunga di pertemuan berikutnya. Sedangkan jika data tetap tinggi, USD berpeluang kembali menguat

gold-bullion-bars

AS-Iran ‘Reda’ Tapi Masih Berisiko! Emas ‘Hyper-Sensitive’ pada NFP & CPI AS, juga Dukungan Imlek!

Ini akan sulit untuk menentukan apakah emas akan ikut satu arah oleh redanya geopolitik, atau hanya akan ditentukan data ekonomi AS, atau abaikan semua, cukup pada Imlek. Yang jelas, risiko geopolitik tidak sepenuhnya reda, meskipun AS-Iran sudah bertemu dan bersepakat. Ancaman armada AS yang tetap ada di perairan Arab adalah penyebab kekhawatiran risiko eskalasi tetap ada. Di sisi lain, data ekonomi AS akan menunjang untuk keputusan Fed, sehingga sensitif pada Emas. Dan tentunya seasonal event seperti Imlek juga mendukung untuk emas.

Ekspektasi kami adalah bahwa penurunan akibat redanya geopolitik “sudah diperhitungkan”. Itu sebabnya penurunan kemarin terbatas dan berbalik cepat dari 4655 ke 4953. Berarti fokus akan tertuju pada risiko eskalasi (jika ada), data ekonomi AS dan Imlek. Data ekonomi yang rendah akan mendukung kenaikan, data yang kuat akan meredam kenaikan emas. Dan setelah itu fokus pada pembelian emas oleh retail investor China jelang Imlek, juga laporan pembelian emas yang masih kuat dari PBOC. Support 4402 kritis, tapi tidak diharapkan diuji ataupun ditembus. Sedangkan bullish butuh dorongan untuk naik di atas 5091, dengan peluang target potensial 5250 kemungkinan cukup terbuka

Daily Trend : Limited Bearish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 5050, 5144, 5250
(S) : 4815, 4664, 4512

Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 66.60, 68.00, 71.30
(S) : 62.40, 60.90, 58.50

AS-Iran “Lancar”, Tapi Risiko Eskalasi Tetap Mengancam!

Kabar baiknya adalah pertemuan AS dan Iran berjalan lancar meski Iran dalam tekanan akibat AS tetap siagakan pesawat tempur dan kapal induk di perairan Arab. Ancaman serangan tidak hilang begitu saja karena Trump ingin memastikan Iran terus melanjutkan kesepakatan dan hentikan pengayaan uranium. Meski demikian Iran juga meminta AS untuk benar-benar mencabut sanksi. Namun, info menyebut entitas pribadi dari warga Iran tetap dikenakan sanksi. Kita belum tahu arah kesepakatan ke depan seperti apa, tapi risiko eskalasi tetap masih ada selama AS terus parkir kapal induknya di perairan Arab.

Weekly candle ditutup bearish, sedangkan Jumat candle daily ditutup bullish. Kita belum lagi melihat zona 66 muncul, tapi juga tidak melihat tekanan di bawah 60. Jika kesepakatan Iran dan AS benar-benar dilaksanakan kedua pihak, maka ekspektasi penurunan di bawah $60 minggu depan bisa terjadi. Support 57 maupun 55 kembali terancam. Sebaliknya, waspada kenaikan di atas 64 akan memicu tembus zona 66 untuk membuka ruang naik lebih lanjut ke zona 70-an.


EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD

Weekly Forex Outlook

euro-inflation-interest
EURUSD

Sejak pola triangle Weekly ditembus, sudah 2 minggu terakhir juga kenaikan Euro gagal berlanjut. Tapi kabar baiknya minggu lalu harga ditutup sedikit di atas resistance dari triangle sehingga hammer bisa saja mendorong harga kembali ke jalur kenaikannya. Sebaliknya, penurunan di bawah 1.17100 juga berpotensi terjadi dan menekan lebih lanjut seandainya data ekonomi Euro dirilis lebih lemah. Tekanan dari eksternal seperti dolar pun diperhitungkan.

Resistance :  1.19180, 1.20000, 1.22500

Support  :  1.17000, 1.15000, 1.13900

Outlook : Bearish

uk-economy-inflation-rate
GBPUSD

GBP ditutup bearish secara mingguan. Hal ini merupakan tekanan lebih lanjut pasca 2 minggu sebelumnya gagal pertahankan momentum kenaikan. Support saat ini ada di 1.35070, dan berpeluang turun lebih lanjut jika mampu ditembus. Sebaliknya, butuh dukungan untuk naik di atas 1.37300 untuk membuatnya kembali ke jalur kenaikan. Dan itu berarti butuh GDP Inggris yang lebih kuat sehingga BOE mungkin tidak perlu turunkan suku bunga lagi. Waspadai juga perkembangan dari USD. Selama USD menguat, maka sulit untuk GBP lanjutkan penguatan.

Resistance :  1.37870, 1.39820, 1.42400

Support  :  1.35000, 1.33890, 1.32795

Outlook : Bearish

yen-banknotes
USDJPY

Weekly candle ditutup bullish dan 3 candle terakhir membentuk formasi morning star doji. Jika Takaichi menang, area 158 berpotensi ditembus dan peluang dorong ke zona 160 atau bahkan lebih tinggi, bisa juga terjadi. Sebaliknya, kekalahan Takaichi bisa membuat BOJ lanjutkan program kenaikan suku bunganya dan memperkuat Yen sehingga USDJPY bisa kembali turun menguji area 155. Dan ancaman intervensi nyata mungkin harus menunggu dari data ekonomi AS yang lebih rendah. Jika tanpa itu, maka sulit untuk Jepang melakukan intervensi sendirian.

Resistance :  159.200, 160.500, 162.000

Support : 155.580, 152.080, 150.250

Outlook : Bullish

usdollar-economy
INDEKS USD

DXY ditutup menguat secara mingguan, meski ditutup turun di hari Jumat kemarin dipicu oleh antisipasi pasar terhadap kemungkinan gagalnya pembicaraan nuklir AS dan Iran di akhir pekan. Area 99 berpotensi diuji jika NFP dan CPI AS dirilis di atas ekspektasi. Sebaliknya, bisa menekan DXY jika data tersebut lebih lemah dari ekspektasi. Faktor geopolitik AS dan Iran juga perlu diperhatikan.

Resistance :  98.50, 99.60, 100.40

Support :  96.00, 95.00, 93.00

Outlook : Bullish

NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES

Weekly CFD Indices Outlook

japan-asset-inflation
NIKKEI

Volatilitas diperkirakan masih tetap tinggi, dan bahkan lebih sensitif pada pembukaan Senin. Jika Takaichi menang, maka Nikkei mendukung skenario terbaik bullish dengan ATH 56280 mungkin saja ditembus, dan area 58000 atau bahkan lebih bisa saja dikejar. Sebaliknya, kekalahan akan membuat posisi Nikkei rentan dengan penurunan tajam, dan support 54560 akan berpeluang ditembus. Hasil Pemilu akan sangat pengaruhi dan menentukan nasib Yen secara langsung, juga sensitif pada Nikkei

Resistance : 56500, 57300, 58000

Support  :  55500, 54774, 54000

Outlook : Bullish

hongkong flag
HANG SENG

Indeks akan bergantung pada data inflasi China di hari Rabu. Data yang lemah, akan membuat Hang Seng butuh kepastian stimulus lebih besar untuk kembali ke jalur kenaikan. Sedangkan data yang lebih kuat otomatis Hang Seng berbalik menguat. Resistance saat ini di 27200. Selama zona ini tidak tembus, maka kenaikan akan cenderung rapuh. Sedangkan support kunci di 25150-24800 yang berpotensi memicu penurunan lebih lanjut, terutama jika data ekonomi China lebih lemah.

Resistance : 27220, 27940, 28500

Support  :  26275, 25500, 24810

Outlook : Bullish

stock-market-data-analysis
NASDAQ

Meski mendapat dorongan berharga di hari Jumat, tapi secara keseluruhan recovery masih rapuh karena zona 26000 belum berhasil diatasi. Support kunci saat ini di 24240. Jika kenaikan gagal berlanjut, diikuti re-test zona tersebut, maka risiko penurunan kembali mengancam. Resistance 25700-26000 mungkin dibutuhkan untuk acuan. Jika data ekonomi mendukung penurunan suku bunga (data lemah), maka resistance tersebut berpeluang ditembus bertahap

Resistance : 25521, 26016, 26346

Support : 25024, 24657, 24000

Outlook : Bearish

us-flag-arrow-up
DOW JONES

Berkat kenaikan fantastis minggu lalu dan memimpin indeks saham utama AS lainnya, peluang bullish diperkirakan masih bisa berlanjut. High terakhir di 50528 akan semakin kokoh jika didukung dengan data ekonomi lemah yang mendukung penurunan suku bunga Fed. Skenario bullish berlanjut selama bertahan di atas 48900 dengan proyeksi lanjutan di 51000. Sebaliknya, dengan data ekonomi kuat, konsolidasi berpeluang membatasi kenaikan dan zona 49000 sebagai potensi yang bisa terjadi

Resistance : 50500, 51200, 51500

Support : 49840, 49550, 49000

Outlook : Bullish

Disclaimer:

Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.