16 - 20 Februari 2026
Quick Insights: Nasib Tarif Trump ditentukan Pengadilan hari Jumat depan!
Ini mungkin bukan berita baru, tapi banyak hal yang membuat keputusan pengadilan terus tertahan. 14 Feb 2026 diumumkan bahwa Mahkamah Agung akan mengumumkan keputusan terkait tarif Trump di hari Jumat depan. Tentunya hal ini akan mempengaruhi pasar. Jika MA memutuskan untuk membatalkan tarif, maka risk assets kemungkinan merespon positif. Tapi terlepas dari hasil yang diumumkan, butuh waktu untuk mengubah kebijakan tersebut sehingga berpotensi membuat pasar bergejolak karena ketidakpastian kebijakan pemerintah AS
Iran - AS Belum Jelas!
Meskipun berulang kali Trump mengatakan dia lebih mengutamakan diplomasi daripada militer, kenyataannya AS tetap kirim kapal induk kedua untuk bersiaga, memperkuat kekhawatiran opsi militer terhadap Iran. Trump sebut pergantian rezim di Iran akan lebih baik jika bisa terjadi, seolah mengisyaratkan itu menjadi bagian penting dari diplomasi yang ditargetkan AS selain dihentikannya program nuklir Iran.
GDP Ujian Bagi Takaichi
Data ekonomi dimulai dari GDP Jepang untuk Q4 2025 yang akan dirilis di hari Senin. Pasar global akan melihat apakah ditunjuknya Takaichi sebagai PM Jepang menggantikan Ishiba berdampak positif bagi Jepang. Seiring fluktuasi besar minggu lalu, terutama pasca snap election berhasil memperkuat dukungan parlemen terhadap Takaichi, kemungkinan data GDP Senin berpotensi memicu reaksi yang besar. Hal ini dikarenakan program utama Takaichi yang mengedepankan pertumbuhan ekonomi melalui stimulus fiskal yang longgar.
Lagi-lagi Shutdown Parsial!
Pemerintah AS kembali terancam penutupan parsial karena Demokrat dan Republik masih berdebat tentang reformasi potensial terhadap penegakan aturan imigrasi dari pemerintahan Trump. Penutupan parsial sebelumnya berlangsung 31 Jan-3 Feb berakhir berkat paket anggaran bipartisan untuk mendanai Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) yang mengelola Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) sampai hari Jumat. Negosiasi masih buntu saat ini.
Data Tenaga Kerja Inggris
Meskipun ada beberapa data penting dari zona Eropa seperti CPI Jerman, beberapa pidato bank sentral dan PPI, tapi pasar akan fokus dengan data tenaga kerja Inggris di hari Selasa, diikuti CPi dan PPI berikutnya, ditutup dengan retail sales di hari Jumat. Sedangkan dari zona Eropa, trader kemungkinan akan mencermati pidato dari Presiden ECB Christine Lagarde di awal pekan depan untuk mencari petunjuk tentang arah kebijakan bank sentral Eropa ke depan.
Kabar Baik Idari Inflasi AS
Laporan inflasi AS bulan Januari memberi kabar positif moderat untuk pasar keuangan. Dengan CPI di bawah ekspektasi setidaknya mematahkan argumen bahwa inflasi Januari setiap tahunnya selalu muncul dengan kejutan ke atas. Tapi kali ini tidak terjadi. Ini menunjukkan meskipun proses disinflasi berjalan lambat, tapi arahnya tetap konsisten dengan target Fed. Dalam konteks ini, Fed mungkin hanya butuh memastikan data yang konsisten turun. Inflasi PCE minggu depan bisa jadi catatan tambahan.
AGENDA DATA EKONOMI
JPY GDP (Q4)
16 Feb 2026
GDP menjadi tolok ukur terluas tentang aktivitas ekonomi dan indikator utama keadaan ekonomi. Data ini akan menjadi ujian pertama kepemimpinan Takaichi sebagai Perdana Menteri. Data yang lebih tinggi mendorong optimisme atas pertumbuhan ekonomi Jepang
UK Jobs Data & CPI
17 & 18 Feb 2026
Data tenaga kerja Inggris bisa menjadi petunjuk bagi BOE. Jumlah tenaga kerja yang tinggi akan membuat BOE optimis untuk tidak turunkan suku bunga dalam waktu dekat. Di sisi lain, Inflasi konsumen dan produsen juga menentukan langkah selanjutnya BOE
US GDP & PCE
20 Feb 2026
Laporan GDP AS dan PCE di hari Jumat akan memberi indikasi lebih lanjut situasi ekonomi AS dan inflasi yang disukai Fed. Dengan CPI yang lebih lunak, pasar kini mengharapkan PCE juga menunjukkan pendinginan yang sama. Meski demikian tidak menjadi pemicu penurunan suku bunga Maret
All Zone PMI Data
20 Feb 2026
Jepang, Inggris, zona Eropa dan AS akan merilis data PMI services dan manufaktur mereka di hari Jumat. Angka di bawah 50 menunjukkan kontraksi. Sedangkan angka di atas 50 menandakan ekspansi. Data ini juga bisa menjadi indikator utama tentang kinerja ekonomi keseluruhan
US Supreme Court Decision
20 Feb 2026
Mahkamah Agung akan mengumumkan keputusan mereka atas tarif Trump di hari Jumat depan. Ini akan menjadi berita yang ditunggu-tunggu setelah sekian lama selalu ditunda. Terlepas dari keputusan, hal ini bisa memicu ketidakpastian kebijakan perdagangan dan membuat pasar bergejolak karena perintah pembatalan kemungkinan tidak langsung terjadi singkat, dan butuh waktu untuk diterapkan
Inflasi Lunak & Ketidakpastian Geopolitik Tahan Penurunan Emas, 'Fresh Trigger' Dibutuhkan untuk Dorong ke $5200!
Emas kembali ditutup di atas $5000 dengan level tertinggi bertahan di $5118 sepanjang minggu lalu. Meski sempat goyah dan membuat emas tertekan ke 4878 di hari Kamis, tapi melunaknya inflasi di hari Jumat membuat emas kembali bangkit . Tapi pertanyaan muncul, apakah ini persiapan breakout resistance, atau hanya pantulan sementara ('Dead Cat Bounce'). Pasar kini menanti data PCE, juga pengumuman MA tentang tarif Trump dan ketidakpastian geopolitik tetap membayangi minggu depan. Skenario terburuk untuk emas yang bisa membayangi penurunan minggu depan adalah data PCE yang panas, geopolitik yang reda, dan MA memutuskan menarik kembali tarif Trump. Dalam skenario ini emas rentan kembali tertekan ke 4878, dan bahkan lebih lanjut ke 4655, area terendah 2 minggu sebelumnya. Skenario bullish akan lebih kuat mendorong emas jika data PCE melunak dan ketegangan geopolitik yang terus meningkat di tengah ketidakpastian. Dengan 2 poin itu bisa meredam dampak dari pencabutan tarif Trump oleh MA (jika terjadi). Resistance 5118 dan 5130 adalah zona psikologis. Jika berhasil ditembus, maka ekspektasi kenaikan lebih lanjut mendorong hingga 5240 minggu depan.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 5118, 5240, 5300
(S) : 4936, 4878, 4655
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 66.60, 68.00, 71.30
(S) : 60.90, 58.50, 55.00
Rumor OPEC dan Agenda Pertemuan Iran-AS Putaran 2 Berpotensi Buat Pasar Minyak Volatile!
Rumor OPEC+ dan langkah diplomasi AS ke Iran berhasil meredam kenaikan harga minyak WTI secara umum. OPEC+ dikabarkan akan kembali berlakukan kenaikan produksi mulai bulan April. Hal ini memicu kekhawatiran oversupply kembali di tengah ketidakpastian geopolitik. Bahkan jika Trump berhasil mencapai kesepakatan dengan Iran, kemungkinan minyak dengan cepat turun di bawah $60. Tapi jika kesepakatan itu tidak terwujud, maka ancaman eskalasi bisa mendorong harga minyak WTI kembali tembus $64, atau bahkan lebih tinggi di atas $66.
Secara teknis, level $64 bisa menjadi trigger awal. Dan penembusan di atas $66 berpeluang membuka momentum bullish yang lebih agresif. Skenario ini bisa terjadi jika pasar tidak melihat upaya diplomasi berjalan mulus sehingga picu kekhawatiran opsi militer dikedepankan, apalagi Trump menginginkan pergantian rezim di Iran sebagai bagian dari kesepakatan nuklir dengan Iran. Sebaliknya, penurunan di bawah $58 kemungkinan lebih cepat jika akhirnya Iran setuju dengan segala syarat yang diajukan AS, dan AS setuju untuk mencabut semua sanksi terhadap Iran.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Euro memasuki periode krusial lainnya setelah lolos dari tekanan turun minggu lalu. Data CPI dan PPI Jerman dan juga Eropa mungkin akan menjadi petunjuk. Tapi fokus utama tertuju pada pidato Lagarde. Jika data ekonomi solid dan Lagarde hawkish, maka Euro punya peluang lanjutkan kenaikan. Resistance 1.19300 dan 1.20800 bisa menjadi target. Sebaliknya, data yang lemah dan pernyataan dovish bisa menekan Euro. Support 1.16700 berpotensi ditembus.
Resistance : 1.19300, 1.20800, 1.22500
Support : 1.16700, 1.15500, 1.13900
Outlook : Bullish
GBPUSD
Pound berhasil ditutup naik secara mingguan dengan support 1.35800 tetap efektif meski sempat ditekan 3 hari berturut-turut di hari Selasa hingga Kamis. Tapi ini baru tahap awal. Skenario bullish butuh tembus 1.37800 dengan proyeksi target FE 61.8% weekly di 1.40530. Sedangkan skenario bearish akan lebih kuat jika tembus 1.35800. Data pekerjaan dan retail sales UK bisa menjadi petunjuk. Data yang kuat akan mendorong kenaikan GBP. Dan sebaliknya, data yang lemah akan menekan GBP.
Resistance : 1.37870, 1.39820, 1.42400
Support : 1.35800, 1.33890, 1.32795
Outlook : Bullish
USDJPY
Yen ditutup menguat dan berakhir di bawah 153.000 secara mingguan. Kondisi ini membuka peluang penurunan lebih lanjut, tapi butuh validasi dari support 152.000. Jika berhasil ditembus, maka momentum bearish berlanjut dengan potensi target kisaran 149-150. Sebaliknya, jika 152.000 tidak ditembus, maka waspadai kenaikan cepat hingga resistance 154.000. Di sisi lain, ancaman intervensi kemungkinan membatasi kenaikan tersebut. Tapi pasar masih akan terus memantau berapa serius otoritas Jepang dengan intervensi yen.
Resistance : 154.000, 155.580, 156.500
Support : 152.000, 150.250, 149.000
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Dolar mengakhiri minggu lalu dengan pelemahan, dipicu oleh melunaknya inflasi konsumen (CPI) AS hingga 2.4%. Hal tersebut mendorong kembali ekspektasi penurunan suku bunga tahun ini, meskipun tidak cukup untuk mendorong pemangkasan suku bunga Maret. Secara teknis, penurunan di bawah 96 berpeluang menekan DXY lebih lanjut, terutama jika data PCE minggu depan juga melunak. Sebaliknya, risiko penguatan juga berpeluang, asalkan data menguat dan situasi geopolitik reda seutuhnya.
Resistance : 98.50, 99.60, 100.40
Support : 96.00, 95.00, 93.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Nikkei dihadapkan dengan ancaman profit taking pasca kenaikan seminggu terakhir mendorong hingga cetak ATH baru 58590. Namun, gap yang terjadi di hari Senin sudah ditutup langsung di minggu yang sama. Meski candle weekly ditutup hanging man, tapi secara umum tren bullish masih cukup kuat. Eforia fiskal longgar kemungkinan menahan penurunan, dan peluang rebound ke 58000 cukup potensial. Data GDP Jepang akan menjadi katalis. Jika data dirilis menguat, maka Nikkei ada peluang lanjut naik. Sebaliknya, jika data lemah, ada peluang untuk profit taking
Resistance : 58000, 58600, 59000
Support : 57000, 56500, 55500
Outlook : Bullish
HANG SENG
Hangseng dalam tekanan setelah 2 minggu beruntun ditutup turun. Kemungkinan tekanan masih membayangi karena pasar masih berhati-hati dengan data-data China. Belum adanya realisasi stimulus pemerintah menjadi alasan klasik tekanan tersebut. Support krusial di 26000. Jika ditembus, maka tekanan berpeluang berlanjut dengan area 25460 sebagai target potensial. Tapi jika 26000 tetap bertahan, maka berpeluang rebound ke 27000, atau lebih tinggi di 27450.
Resistance : 27220, 27940, 28500
Support : 26275, 25500, 24810
Outlook : Limited Bearish
NASDAQ
Untuk ke-2 kali berturut-turut indeks ditutup turun secara mingguan. Kekhawatiran sektor teknologi sepertinya belum akan berakhir, meski penutupan rebound di hari Jumat berkat CPI yang lunak. Support penting di zona 24240. Jika ditembus, tekanan berpotensi berlanjut. Jika tidak tembus, ada peluang naik. Tapi secara keseluruhan, bullish butuh validasi dari penembusan resistance 25460. Data PCE dan keputusan pengadilan tentang tarif Trump bisa menjadi petunjuk
Resistance : 25462, 26025, 26346
Support : 24240, 24000, 23482
Outlook : Bearish
DOW JONES
Pasca cetak ATH baru 50602, Dow tertekan dan turun 2 hari berturut-turut sampai 49150. Lunaknya CPI berhasil membantu rebound hingga 49500-an, meskipun secara mingguan tetap bearish. Data PCE dan keputusan pengadilan tentang tarif Trump minggu depan bisa menjadi katalis. Tren jangka menengah masih bullish, tapi sentimen minggu depan bergantung pada inflasi dan keputusan MA tersebut.
Resistance : 49811, 50600, 51000
Support : 49150, 48960, 48090
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
