23 - 27 Februari 2026
Quick Insights: Tarif Dibatalkan MA, Trump Langsung Ancam Tarif Baru!
Mahkamah Agung per 20 Februari akhirnya mengumumkan bahwa kebijakan tarif yang dilakukan Presiden Donald Trump adalah ilegal. Sebagai respon, Trump mengaktifkan Pasal 22, ketentuan lain dari UU era 1970-an, untuk memberlakukan tarif global sebesar 10% di atas tarif yang sudah ada. Tapi Pasal 22 hanya memperbolehkan tarif sementara maksimal 150 hari. Wewenang ini tidak pernah dilakukan dan berpotensi memicu sengketa hukum karena perlu disertai bukti adanya defisit neraca pembayaran yang besar dan serius. Kebijakan akan mulai berlaku 3 hari ke depan.
Emas Berpotensi Lirik $6,200?
Geopolitik, kekhawatiran devaluasi mata uang dan ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed berkontribusi pada permintaan emas yang stabil. Meski sempat anjlok drastis akhir Januari, tapi Goldman Sachs memperkirakan pembelian bank sentral akan kembali meningkat, diperkuat juga dari sektor swasta sehingga diperkirakan mendorong emas perlahan ke $5,400 di akhir 2026. Sedangkan UBS melihat ruang menuju $6,200 dalam beberapa bulan ke depan
Pasar Minyak Mengayun Liar
Kenaikan harga minyak menjadi sesuatu yang tidak terduga belakangan ini. Ketegangan antara AS dan Iran membuat risiko premium di pasar energi, sehingga memperumit proyeksi inflasi bagi bank sentral. Investor akan mencermati apakah biaya energi terus mengalami peningkatan sehingga berpotensi memaksa lingkungan suku bunga tinggi tetap bertahan dalam jangka waktu yang lama. Bank sentral akan mengalami situasi yang sulit karena harus memilih antara memerangi inflasi yang persisten atau mendukung pertumbuhan ekonomi yang melambat.
Inflasi Kembali Disorot
PCE AS kembali naik 0.4% m/m di bulan Desember2025, setelah sebelumnya naik 0.2% di November. Hal ini dengan kenaikan minyak 5% per minggu memicu kembali kekhawatiran kembalinya tekanan inflasi yang berpotensi mempersulit kondisi ekonomi global. Zona Eropa adalah yang paling sensitif karena bergantung pada impor energi. sehingga membuat Euro seringkali melemah terhadap USD karena kenaikan harga bahan bakar. Hal ini akan menjadi peringatan serius bagi ECB ke depan.
Petunjuk BOJ
Di hari Kamis, pasar akan mencermati pidato dari pejabat BOJ Takada yang diperkirakan akan memberikan petunjuk tentang waktu normalisasi kebijakan lebih lanjut, bersama dengan data produksi industri dan retail sales Jepang di hari Jumat. BOJ mendapat angin segar saat IMF minggu lalu memberikan peringatan terhadap risiko fiskal yang akan dilakukan pemerintah Takaichi sementara di sisi lain justru mendukung BOJ untuk melanjutkan pengetatan moneter.
Laporan Keuangan Nvidia
Nvidia kemungkinan akan menjadi pemicu sentimen utama bagi Wall Street minggu depan. Laporan pendapatan Nvidia akan menjadi barometer teknologi AI di mana proyeksi Nvidia akan menentukan apakah valuasi besar-besaran di sektor semikonduktor tetap masuk akal. Di luar itu, laporan dari Salesforce, Snowflake dan Zoom akan dicermati apakah pengeluaran perusahaan untuk perangkat lunak AI bisa menghasilkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan.
AGENDA DATA EKONOMI
US CB Consumer Confidence
24 Feb 2026
Data ini mengukur level kepercayaan konsumen dalam aktivitas ekonomi. Data menunjukkan pengeluaran konsumen yang mempengaruhi aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Data yang tinggi berdampak positif untuk USD. Berlaku juga sebaliknya.
US President Trump speaks
25 Feb 2026
Kemungkinan akan mengumumkan kebijakan tarif baru setelah Mahkamah Agung menganggap kebijakan sebelumnya ilegal. Trump akan menggunakan Section 22 untuk alasan pemberlakuan darurat tarif 10% selama 150 hari ke depan.
EUR CPI
25 Feb 2026
Angka ini mengukur perubahan harga dari barang dan jasa dari sisi perspektif konsumen. Angka yang lebih tinggi berdampak positif bagi EUR, dan angka yang rendah berdampak negatif bagi EUR
US Initial Jobless claims
26 Feb 2026
Angka ini menunjukkan jumlah individu yang mengisi jaminan pengangguran untuk pertama kalinya dalam 1 minggu. Dampaknya biasanya bervariasi minggu ke minggu. Data yang tinggi berarti negatif untuk USD, sebaliknya data rendah berarti positif untuk USD
US PPI
27 Feb 2026
Laporan PPI mengukur perubahan harga terhadap barang yang terjual oleh manufaktur. Data ini merupakan leading indicator bagi CPI yang memberikan gambaran secara umum tentang inflasi. Angka yang tinggi berarti positif untuk USD. Dan angka yang rendah berarti negatif untuk USD
Trump "All or Nothing" Bikin Market Bergejolak, Emas Bisa Lirik Zona 5200-an Dalam Waktu Dekat!
Beberapa hal yang menjadi pertimbangan kedepan masih seputar risiko geopolitik, ancaman tarif baru Trump dan data ekonomi AS. Pasar mungkin masih ada harapan dari beberapa data ekonomi yang muncul rata-rata memberi kabar baik untuk pemangkasan suku bunga. Situasi bisa berubah cepat jika perang terjadi dan membuat inflasi kembali melonjak. Iran dikabarkan akan segera mengirim proposal yang diperlukan dalam 3 hari. Meski demikian tidak ada jaminan AS akan menerima, karena dibalik itu semua ada keingingan khusus dari Trump untuk menggulingkan rezim yang ada untuk mempermudah kesepakatan nuklir. Dengan armada besar yang sudah dikirim dan bersiaga ke perairan Mediterania, banyak pihak menafsirkan perang tidak terhindarkan dalam hitungan hari. Secara teknis, resistance terdekat 5118 dan 5140 akan menjadi rintangan utama dalam waktu dekat. Terlepas gap di hari Senin terjadi atau tidak, secara struktural emas butuh tembus resistance tersebut untuk lanjutkan kenaikannya. Sebaliknya, ancaman turun di bawah 4875 juga masih mengintai seandainya geopolitik mereda, ditandai kesepakatan AS menarik mundur pasukannya.
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bullish
(R) : 5140, 5285, 5350
(S) : 4936, 4878, 4655
Daily Trend : Bullish
Weekly Trend : Bearish
(R) : 67.00, 68.60, 70.50
(S) : 64.60, 63.01, 60.90
Perang AS-Iran Bukan Terkait "Deal or No Deal", Tapi Tentang Keinginan Trump Singkirkan Rezim Khamenei
Harga minyak berfluktuasi seiring ketidakpastian geopolitik yang terus mengintai. Kebangkitan harga dari $61 ke $67 menjadi bukti ada kekhawatiran pasar terhadap penutupan Selat Hormuz oleh Iran, meskipun hanya digunakan untuk latihan militer di tengah pertemuan bilateral AS dan Iran kemarin. Situasi dikhawatirkan memburuk dan gangguan pasokan minyak yang mayoritas melewati jalur Selat Hormuz kemungkinan berlanjut. Meski Iran dikabarkan akan mengirim proposal ke AS dalam waktu 3 hari, tapi tidak ada jaminan bahwa AS akan puas dengan proposal tersebut karena Trump menargetkan pergantian rezim untuk membuat kesepakatan nuklir lebih mudah. Secara teknis hal ini membuka peluang resistance weekly di zona 68.60 ditembus. Jika berhasil, maka level 70.50 maupun 76.11-77.57 (high 23 dan 13 Juni 2025) berpotensi muncul. Sebaliknya, jika AS secara mengejutkan selesai dan memutuskan tidak melanjutkan opsi militernya, harga minyak berpotensi berbalik dengan cepat. Zona 61 dan 60 kemungkinan dengan mudah ditembus, karena pasar akan kembali pada risiko oversupply mengingat OPEC+ dirumorkan akan kembali menaikkan produksi per bulan April mendatang.
EURUSD | GBPUSD | USDJPY | INDEKS USD
Weekly Forex Outlook
EURUSD
Euro berada di zona kritis. Tekanan minggu lalu membuat support 1.17000 terancam, terutama jika pembukaan hari Senin berlanjut bertahan di bawah 1.17700. Situasi geopolitik yang mengancam lonjakan harga minyak membuat Euro dirugikan. Jika support 1.17000 ditembus, maka target terdekat melirik 1.16400 diikuti dengan ancaman berikutnya yang bisa membuat bearish mendominasi jika tembus 1.15800. Sebaliknya, jika geopolitik aman, dan data ekonomi Eropa menguat, ada harapan untuk rebound ke zona 1.18900. dalam jangka pendek
Resistance : 1.18900, 1.19630, 1.20800
Support : 1.16700, 1.15800, 1.14400
Outlook : Bearish
GBPUSD
Poundsterling lebih berisiko dibanding Euro. Penutupan candle mingguan cenderung lebih rendah, dan ancaman bearish engulfing bisa membuat tekanan bagi Pound berlanjut. Jika pembukaan Senin membuat tekanan lebih lanjut di bawah 1.33890, maka waspada jalur penurunan berikutnya yang mungkin lebih curam dengan zona 1.31400 sebagai proyeksi terjauh. Tapi ini tidak perlu terjadi jika area 1.33700 berhasil menahan penurunan. Namun , minimnya data ekonomi Inggris membuatnya harus kembali bergantung pada status USD minggu depan, termasuk perkembangan geopolitik.
Resistance : 1.36000, 1.37870, 1.39820
Support : 1.33700, 1.32795, 1.31400
Outlook : Bearish
USDJPY
Kabar baiknya adalah intervensi Yen tidak terbukti sejauh ini. Tapi kabar buruknya, intervensi Yen tetap membayangi sewaktu-waktu. Secara mingguan, candle berhasil ditutup bullish, menandakan peluang rebound bisa berlanjut, bahkan naik di atas 155.630 yang dicapai minggu lalu, dan berpeluang melirik zona 157 kembali. Sebaliknya, daily mengindikasikan rejection kuat di hari Jumat di zona 155.630 bisa membuka kembali jalur penurunan di bawah 153.900 seiring kewaspadaan investor terhadap potensi intervensi yang masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Petunjuk Takada di hari Jumat depan mungkin bisa menjadi penentu. Jika BOJ siap naikkan suku bunga, maka Yen berpeluang menguat.
Resistance : 155.630, 156.500. 157.700
Support : 153.900, 152.000, 150.250
Outlook : Bearish
INDEKS USD
Dolar rebound secara mingguan, tapi tetap bearish secara struktural. Keputusan MA membatalkan tarif Trump memicu reaksi Trump untuk umumkan tarif baru dengan menggunakan Section 22, yang bisa berlakukan tarif tersebut selama 150 hari. Status safe haven pada dolar mungkin sedikit memberi dampak positif pada DXY, tapi belum sepenuhnya mampu mengembalikan penguatan DXY seperti sebelumnya. Rebound di atas 99 dibutuhkan untuk penguatan lebih lanjut. Jika tidak, maka kenaikan ke area 98 hanya dianggap pullback sementara dan terbatas.
Resistance : 98.50, 99.60, 100.40
Support : 97.00, 96.00, 95.00
Outlook : Bearish
NIKEI | HANGSENG | NASDAQ | DOWJONES
Weekly CFD Indices Outlook
NIKKEI
Secara struktural, Nikkei lebih diuntungkan dibanding indeks saham lainnya. Penutupan turun secara mingguan, tapi cenderung berada di jalur kenaikan seolah 2 minggu beruntun hanya berupaya menutupi gap yang sempat terjadi 2 minggu sebelumnya. Namun tidak mudah, karena RSI sendiri berada di jalur overbought dan dibayangi potensi bearish divergence sehingga ancaman koreksi turun kemungkinan bisa berlanjut jika tembus 55406. Bullish akan terjaga selama zona ini tidak ditembus, tapi dalam waktu dekat perlu kenaikan kembali di atas 57600 untuk mengokohkan jalur kenaikan.
Resistance : 57595, 58000, 58600
Support : 56500, 56145, 55500
Outlook : Bearish
HANG SENG
Untuk ketiga kalinya dalam 3 minggu beruntun, Hang Seng ditutup bearish, membatasi kenaikan yang seolah menjauh sejak awal Februari . Satu-satunya penyelamat hanya akan datang dari internal, seperti kebijakan fiskal longgar maupun moneter longgar. Ancaman turun lebih lanjut berpotensi terjadi jika 26285 ditembus, dan melirik zona 25994 yang terdekat, atau 25577 yang terjauh. Sedangkan bullish, minimal butuh kenaikan kembali tembus 27000 agar tidak terlalu jauh dari jalur pendakian berikutnya. Kembalinya China ke pasar minggu depan diharapkan bisa membawa perubahan signifikan
Resistance : 26878, 27940, 28500
Support : 26275, 25500, 24810
Outlook : Bearish
NASDAQ
Sama halnya dengan Dow, Indeks Nasdaq juga berhasil ditutup lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya, 25076 vs 24782. Tapi kekhawatiran AI, ancaman tarif baru Trump dan risiko geopolitik akan menjadi ujian serius ke depan. Laporan Nvidia minggu depan mungkin bisa jadi jalan keluar. Tapi secara teknis, bullish butuh pembalikan cepat di atas 25462. Jika tidak, maka kenaikan akan berakhir dengan tekanan turun kembali, dan support 24683 bisa kembali terancam
Resistance : 25462, 26025, 26346
Support : 24683, 24240, 24000
Outlook : Bullish
DOW JONES
Dow berakhir sedikit lebih tinggi dibanding minggu sebelumnya, 49678 vs 49533, tapi secara keseluruhan belum keluar dari ancaman bearish mingguan yang membayangi. Meski rebound di hari Jumat setelah MA batalkan tarif Trump, tapi muncul ketidakpastian lainnya terkait tarif, dan situasi geopolitik yang juga masih mengancam. Dow butuh minimal tembus 49961 untuk memulihkan tren. Tapi Ascending Broadening Wedge di Daily terus mengintai, dan valid jika tembus 49200
Resistance : 49961, 50600, 51000
Support : 49200, 48960, 48090
Outlook : Bearish
Disclaimer:
Seluruh pernyataan dan ekspresi yang disampaikan sebagai prakiraan dan analisa adalah semata-mata bertujuan informatif dan tidak dimaksudkan sebagai nasihat investasi. Pendapat yang disampaikan dapat berubah tanpa pemberitahuan. Pasar Valuta Asing, Kontrak Berjangka, Komoditi & CFD (Contract For Difference) bersifat volatile dan berisiko tinggi.
